Share

Bab 53: Rasa Yang Salah

Penulis: NACL
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-16 14:15:11
Laras menoleh sekali lagi sebelum benar-benar pergi membawa rasa pedih dalam dadanya. Diperhatikannya Dirga yang masih duduk diam, tak ada gerak sedikit pun untuk menahannya. Ia menelan air liurnya yang terasa menyayat tenggorokan. Senyum kecil terukir di bibirnya, sambil mengulurkan tangan seolah sedang membelai kepala pria itu. Lembut … penuh kasih.

“Maafin saya … Dok. Bukan maksud berbohong, tapi ….” Laras menelan lagi ucapannya. Suaranya hanya bergumam lirih.

Ia menghirup napas panjang sambil menarik handle pintu. Setiap langkah terasa berat, tetapi lebih berat lagi jika benar-benar harus meninggalkan pria itu. Dadanya remuk redam.

Baru saja ia hendak membuka pintu, tetapi sepasang tangan kekar menahannya.

“Jangan pergi.” Suaranya serak, dingin, dan bergetar. Dirga memeluk Laras.

Laras mematung. “Dokter …,” ucapnya tercekat.

“Tetap di sini sama saya.” Pelukan Dirga makin erat. Laras menumpu tangannya di atas punggung tangan pria itu. Andai sentuhan ini bisa bicara, mung
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
Iya sama² Kak Author. ^^
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
Ok,otw baca. Thanks Kak Author tuk infonya. ^^
goodnovel comment avatar
NACL
bab baru udah update kkak ^^
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 379 Dinda Randy – Sebuah Penantian

    Randy beranjak dari duduknya, dan bibir Bu Rima sudah terbuka, tetapi lidahnya terlalu kebas untuk berkata-kata, seperti ada yang menahannya. Wanita paruh baya itu pun hanya bisa memandangi tubuh putra sulung yang menuju kamar belakang. Namun, Bu Rima terus saja menatap ke sana.“Ibu kenapa? Ada yang ganggu pikiran?” tanya Randy, sebab tidak biasanya wanita paruh baya itu tampak berpikir keras, seperti tengah menimbang-nimbang hal berat.Bu Rima mendekat, telapak tangannya mengelap keringat pada pinggiran daster. "Kamu serius mau nikahi anak kota itu?"Randy menarik napas panjang, menatap ibunya tanpa keraguan sedikit pun. "Iya, Bu. Serius. Hanya Dinda yang Randy mau jadi pendamping hidup."Keheningan seketika menyelimuti mereka, sebelum Bu Rima kembali bersuara. "Apa nggak bisa kamu buka hati untuk perempuan lain? Seperti anak Pak Lurah yang sudah jelas asal-usulnya?"Senyum tipis tersungging di bibir Randy. Ia menggeleng tegas, karena memang pilihan lain tidak pernah ada dalam kamus

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 378 Kegigihan Seorang Pria

    “Leksa sayangnya Mami, tunggu sebentar. Mami mandi dulu, Nak.” Laras berlari kecil ke kamarnya. Tatapan jernih Leksa pun tidak lepas dari sang ibu yang dirindukan. Tubuh mungilnya terus menggeliat dalam gendongan pengasuh.Sama halnya seperti Dirga yang tidak bisa menenangkan bayi kecilnya. Ia mengikuti jejak Laras ke kamar. Mereka sama-sama mandi, berbagi shower, tetapi tidak ada sentuhan nakal apa pun. Meskipun mata caramel Dirga yang selalu menatap ke arah payudara penuh Laras.Tidak sampai sepuluh menit kemudian, Laras sudah keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan jubah mandi ungu gelap yang kontras dengan kulit kuning langsatnya. Rambut yang masih basah dililit dengan handuk kecil.Tanpa membuang waktu, ia gegas menghampiri Bi Ratih dan pengasuh, mengambil alih Leksa ke dalam dekapannya."Sini sayang, sama Mami," bisik Laras lembut.Begitu berpindah tangan, tangis Leksa yang tadinya melengking perlahan berubah menjadi isakan kecil yang tenang.Laras membawa bayi kecil itu ma

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 377 Laras Dinda

    Merasa diperhatikan dan entah dadanya mendadak berdebar, Dinda menelan ludahnya yang terasa kelat.“Umm … Bu? Kenapa, ya, lihatin saya sampai segitunya?” Dinda menyengir. Tentunya ia berusaha rileks, agar tidak ketahuan jantungnya saat ini berkonser ria.Bu Rima mengerjapkan mata, lamunannya buyar sudah. Ia berdeham pelan, sekadar mengembalikan wibawanya agartetap terlihat di mata gadis ini."Terima kasih, Dinda," ucap Bu Rima.Meskipun diucapkan tanpa senyum, Dinda hampir saja melonjak kegirangan. Kali ini suara Bu Rima tidak ada nada ketus, tidak ada sindiran tajam.Wah … ini kemajuan besar!"Sama-sama, Bu. Kalau begitu, saya permisi balik ke dapur lagi, ya, Bu. Mau bantuin Bibi," pamit Dinda terlalu sopan. Sepertinya ia mulai tahu cara mengambil hati calon mertua."Ngapain ke dapur lagi?" potong Bu Rima cepat. "Mending kamu makan siang sekarang. Sudah makan belum?"Dinda menggeleng pelan sambil menyengir kuda. "Belum, Bu. Saya nunggu Mas Randy saja, rasanya lebih enak kalau makan b

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 376 Dinda Randy – Dua Kosong

    Sementara itu, beberapa saat sebelumnya, Dinda tersenyum jumawa di balik punggung Randy. Sungguh belum pernah ia merasakan momen semenyenangkan seperti ini. Rasanya ingin melompat ke sana kemari, tetapi terlalu sayang menjauh dari tubuh Randy yang kokoh.Apakah Dinda mesum? Gadis itu menggeleng tegas.Ia menoleh ke belakang. Mencari Riska yang mungkin mengikuti mereka, tetapi tidak ada.‘Kapok, tuh cewe! Nyebelin banget sumpah. Dipikir gue nggak bisa balas dendam? Cih,’ omel Dinda dalam hati. Tubuhnya pun mengayun-ayun mengikuti pergerakan motor yang dikemudikan oleh calon suaminya.Tak lama mereka sampai di pekarangan rumah. Dinda turun dari motor dengan perasaan yang masih melambung tinggi.Sambil menenteng wadah berisi ikan mas besar, ia melepas sepatunya di teras depan yang bersih."Mas, ini cuci di mana? Kalau saya bawa ke dalam, takutnya lantai jadi kotor. Nanti saya dimarahi lagi," adu Dinda sambil melirik ke arah pagar tanaman, khawatir Bu Rima tiba-tiba muncul.Randy turun d

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 375 Dinda Randy - Keputusan Sang Ayah

    Gadis itu tidak langsung menjawab pertanyaan ayahnya. Melainkan menatap sekitar, ada banyak orang di sini yang menatap heran padanya.“Bapak?” lirih gadis itu, tatapannya penuh permohonan.Sebagai kepala desa yang gagah dan juga dikenal sangat penyayang keluarga, Pak Lurah langsung menangkap sinyal tidak wajar dari mata putrinya. Ia berbalik, menatap para stafnya dengan wibawa dan ketenangn."Kalian kembali kerja saja, selesaikan laporan yang tadi kita bahas," titah Pak Lurah singkat.Ia kemudian membimbing putri cantiknya ini masuk ke dalam ruang kerjanya yang luas dan berbau kayu jati.Begitu pintu ditutup, Riska langsung memutar kunci. Gadis itu takut ada telinga yang menguping pembicaraan mereka. Gadis itu berdiri sambil menunduk di depan meja besar ayahnya. Bahkan jemarinya terus memilin ujung bajunya dengan gelisah.Pak Lurah menghela napas, lalu duduk di kursi kebesarannya. "Ada apa ini, Neng? Siapa yang bikin kamu nangis sampai begini? Cerita semuanya sama Bapak!" tegasnya, d

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 374 Dinda Randy - Panas Hatiku

    Tangan gadis asing itu gemetaran, bahkan piringnya sampai merosot dari atas pangkuan. Pandangannya pun berembun, dan telinga mendadak tuli, sebab ucapan Bu Rima saja tidak terdengar olehnya.Gadis itu terisak pelan, tujuannya tadi datang, memang untuk menarik perhatian. Ia yang memang berkunjung ke rumah Bu Rima mendapati informasi dari salah satu pekerja, kalau wanita paruh baya itu datang ke kolam, termasuk Randy juga ikut. “Nak? Riska?” Suara Bu Rima lemah lembut.Gadis itu diam saja, seperti patung. Wajahnya juga mendadak pucat.Mungkin … ia pikir, Dinda yang dikenal sebagai perempuan kota akan bangun siang atau ongkang-ongkang kaki di rumah itu. Pastilah … sawah, kebun, atau kolam menjadi hal kotor yang mana mungkin disentuh oleh anak kota. Namun, barusan … ia melihat Dinda malah asyik menikmati momen bersama Randy di pinggir kolam ikan.“Neng?” panggil Bu Rima lagi, lalu menggoyang-goyangkan bahu gadis itu. “Neng Riska? Aduh, jangan diem. Ibu jadi pa—”Mendadak gadis itu berdi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status