Home / Romansa / Skandal Terlarang Bersama Mertuaku / Bab 95: Harta, Tahta, dan Laras

Share

Bab 95: Harta, Tahta, dan Laras

Author: NACL
last update Last Updated: 2025-09-30 19:19:44

Rama terus berusaha membuka pintu unit apartemennya. Berulang kali ia menempelkan kartu akses, tetap saja panel pada pintu berwarna merah.

“Argh … pintu sialan!” hardiknya sambil menendang-nendang pintu yang tetap bergeming, tidak tergoyahkan dengan guncangan itu.

Rama yang hampir frustrasi pun menuju bagian informasi. Matanya merah menyala dan saraf-saraf di tubuhnya tampak tegang.

“Pintu nggak bisa dibuka!” bentaknya sambil melempar kartu akses itu ke meja informasi dengan kasar.

Pihak pengawas yang sudah ada di meja informasi menatap Rama dengan ekspresi tegang, sambil menempelkan telapak tangannya.

“Kami mohon maaf, Pak Rama. Mulai hari ini Anda tidak bisa menempati unit apartemen yang dimaksud,” jelas sang pengawas dengan bahasa hati-hati dan nada yang sopan.

Mata Rama membelalak dan urat di lehernya seolah membeku. Tangannya menggebrak meja informasi itu.

“Apa maksudnua?! Ini apartemen gue! Lu pikir bisa buang gue seenaknya?!” bentaknya sambil menunjuk-nunjuk pengawas, lalu lang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 257: Berubah Lemas

    Dirga berdecak sebal, tangannya berkacak pinggang. Berbeda dengan Laras yang menatap bingung pada orang itu—berlari ke arah mereka. “Kenapa harus datang di saat seperti ini?” keluh Dirga, suara begitu lemah.“Kalian nggak apa-apa ‘kan?” Suara lembut itu tampaknya tidak lantas meluluhkan hati Dirga yang terlanjur kecewa.“Kenapa Mama dan Papa datang ke sini malam-malam?” Dirga menengok jam tangannya, yang sudah menunjukkan pukul 21.30. sungguh tidak wajar baginya.“Kata siapa malam-malam, Mama dan Papa datang ke sini dari sore, Bang! Mama khawatir kamu jemput Laras mendadak banget!” cerocos Dewi cepat, mata sipitnya memperhatikan penampilan Laras. “Kamu nggak apa-apa, Nak? Ada masalah apa?”Laras merasa tenggorokannya tercekat. Ia terharu, tak menyangka kedua mertuanya akan begitu menyayangi dan mengkhawatirkan dirinya. Jauh-jauh datang ke hotel hanya karena pemberitahuan mendadak Dirga. "Laras baik-baik saja, Ma," jawabnya lembut, ia memegang tangan Dewi yang hangat. "Kami baru saja

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 256: Kejutan Manis dari Dirga

    Sore itu, Dirga membawa sang istri ke sebuah salon kecantikan mewah, yang tentunya langganan Dewi dan juga Diana.​Laras yang penasaran terus mendesak, "Mas, kita mau ke mana sih sebenarnya? Kok rahasia terus dari tadi? Kenapa juga harus ke sini?" cicitnya di akhir kalimat.​Sedangkan Dirga tersenyum misterius, sambil mengelus bahu mulus sang istri. "Rahasia. Nggak seru kalau dikasih tahu.”​“Kenapa Mas Dokter jadi main rahasia sama istri sendiri? Tolong jangan bikin saya takut, ya, Mas!” Laras mendengkus dan menepis tangan suaminya dari bahu sebagai aksi protes. Ia berharap pria itu bercerita padanya.​“Kenapa, kamu marah?" tanya Dirga setengah tertawa.​Laras mengangguk tegas, ia pura-pura cemberut, tetapi tawanya terdengar saat Dirga malah menggodanya, "Kalau kamu marah malah makin cantik, dan saya nggak kuat menahan hasrat."​Cepat Laras membungkam mulut suaminya yang tanpa filter itu. “Mas!” geramnya.​Dirga terkekeh tanpa suara, menikmati wajah menggemaskan sang istri.​Satu jam

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   255: Keangkuhan Raymond

    Satu hari setelah penangkapan Raina, Raymond, yang sedang bersantai di ruang kerja, lebih tepatnya dalam masa pemulihan pasca kerusuhan di rumah Reza, terkejut bukan karena pintu mendadak terbuka lebar.​“Bisa nggak kalau masuk ketuk pintu dulu?” Nadanya tegas dan dingin, matanya menatap sengit pada sang istri.​“Kita ini hidup bersama sudah 20 tahun. Nggak usah berlebihan, kamu Ray!” Sang istri mendekat dengan langkah mantap menggunakan heels.​“Mau ke mana kamu? Sudah tahu suami lagi sakit. Mau keluar rumah?” Raymond menatap perubahan istrinya. Meskipun masih memiliki bobot tubuh besar, wanita itu tampak lebih anggun dan manis secara penampilan. Tidak membawa toples ataupun minuman manis di tangan.​“Memangnya kenapa? Selama ini juga kamu suka keluar kalau aku lagi sakit. Nggak peduli!” Wanita itu fokus pada ponsel miliknya, lalu kembali bicara tanpa kontak mata, “Aku ke sini bukan meminta izin kamu. Tapi lihat, nih, berita tentang WC kesayangan kamu.”​Raymond mengerutkan kening da

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 254: Rencana Pelarian Raina

    Sekalipun terlihat pingsan, dalam hatinya Raina tersenyum pongah. Kesempatan ini sudah ia nantikan berhari-hari. Batinnya pun mengejek, ‘Ternyata kamu masih saja bodoh kayak dulu. Kamu nggak akan bisa gantiin posisi aku. Ingat itu, Mas!’​Andai saja bisa berteriak, Raina sudah pasti menyerukan kebebasannya saat ini.​Mobil Pak Lurah itu pun mulai bergerak dan perlahan meninggalkan massa di balai desa.​Telinganya yang masih normal bisa mendengar gedoran pada kaca dan pintu mobil.​“Jangan sampai dia dibebaskan, Pak Lurah!”​“Dasar kamu wanita sundal! Kamu harus dapat hukuman yang setimpal!”​“Iblis seperti kamu pantasnya langsung ke neraka!”​Ucapan-ucapan itu masih terdengar. Namun, Raina menahan kekesalannya. Ia mengepal tangannya kuat dan memejamkan mata rapat-rapat. Ia tidak mau rencananya untuk melarikan diri hancur begitu saja.​‘Dasar orang kampung nggak tahu aturan. Mereka juga pasti ngelakuin hal yang sama kayak aku. Kalau mau uang, ya, usaha, cara apa pun dilakukan! Nggak us

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 253: Balas Dendam yang Terbayar

    ​“Dari mana sih mereka tahu sekarang aku ada di sini?” Raina menggumam, suaranya benar-benar kecil ditelan keriuhan massa. Langkahnya pun makin berat, meskipun ia berusaha menyeret kakinya sekuat tenaga.​“Jangan asal bicara kamu. Aku nggak pernah membunuh seseorang! Beraninya mulut kotormu itu menuduhku!” bentak Raina. Ia melotot pada Dinda yang masih menunjuk ke arahnya.​Sambil memperpendek jarak, Dinda bicara dengan suara lantangnya, “Bu Raina yang terhormat, saya tidak sembarangan bicara. Apa Ibu lupa pertemuan kita di ruang ICU? Bukankah saat itu juga Ibu berusaha melenyapkan adik saya? Saya punya rekamannya! Anda menyamar jadi dokter padahal memiliki niat yang lain?” Suaranya bergetar karena teringat kepedihan dan penantian panjang agar Regina siuman dari koma.​“Video palsu! Zaman sekarang, apa pun bisa dibeli dan dibuat. Kamu anak kecil pasti mengada-ngada!” Raina terus mengelak. Ia merasa harus membela dirinya mati-matian, karena kalau bukan diri sendiri, siapa lagi yang mau

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 252: Amarah Mengerikan

    “Buka pintunya! Kamu ada di dalam ‘kan dasar penyihir!” “Cepat buka jangan sembunyi!” Lolongan itu membuat Raina mengeratkan pegangan pada bungkus mie instan. Ia menelan ludah mengapa tiba-tiba orang-orang mendatangi rumahnya? Kemudian ia teringat dengan mimpinya semalam. Sambil tertawa getir Rana menggeleng. “Nggak mungkin mimpi sialan itu jadi nyata. Lagian siapa mereka? Ganggu aja orang mau makan,” gumam wanita itu tak sadar mie dalam genggamannya itu sudah remuk.“Dobrak saja pintunya! Bawa perempuan itu keluar!” seruan perintah itu membuat mata Raina membulat dan hampir melompat keluar.Tubuhnya langsung lemas dengan lututnya gemetar hebat. Ia mundur beberapa langkah, terdesak ke sudut ruangan. Kepalanya sungguh berputar-putar berusaha mencari celah, dan matanya tertuju pada pintu reot di belakang. Ketakutan mencekiknya lebih dalam, ia harus kabur dari sini sekarang juga! Suara gebrakan yang makin keras membuat Raina menjerit tertahan, “Akh?!”Ia buru-buru membuang mie insta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status