Home / Romansa / Skandal Terlarang Bersama Mertuaku / ​Bab 175: Tidak Selevel

Share

​Bab 175: Tidak Selevel

Author: NACL
last update Huling Na-update: 2025-10-31 17:29:15

​Sementara itu di apartemen, Laras duduk di ujung anak tangga. Tangannya menggenggam ponsel dan matanya menatap layar yang kini berubah gelap. Sudah tiga kali menghubungi Dirga, tetapi tidak ada jawaban. Pikirannya pun dipenuhi bayang-bayang senyum jahat Raina.

​“Apa… Mas Dokter sibuk, ya?” gumamnya. Ia mencoba berpikir positif, tetapi wajah mantan ibu mertua sulit ditepis. “Jangan-jangan mereka lagi….”

​Laras geleng-geleng sambil menepuk-nepuk kepalanya. “Nggak mungkin! Aku percaya sama Mas Dokter!”

​Ia pun melihat jam yang menunjukkan waktu pulang kerja. Seharusnya sebentar lagi Dirga pulang. Ia merasa tidak perlu menghakimi calon suaminya itu, justru harus memberi dukungan, karena Dirga akan merebut posisinya lagi. Laras cukup tahu diri, dan memilih masak makan malam.

​Hampir dua jam ia menyibukkan diri di dapur, dan matahari sudah benar-benar menghilang, tetapi belum ada tanda Dirga pulang.

​“Mungkin lagi di jalan,” gumamnya, meskipun dirundung gelisah.

​Akan tetapi saat ia memeri
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (7)
goodnovel comment avatar
NACL
iya maklum Kak biar gak ditendang wkwkwkw
goodnovel comment avatar
NACL
makasih ya Kakak dukungannya (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
goodnovel comment avatar
Lianzzah
waa Bu Rania baik nii... pagi pagi antar makanan.. manisnya tapi sayang ada udang di balik batu...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 406 Orang Dari Masa Lalu

    Dua mobil hitam itu menghilang sejak tadi, tetapi Rama seolah enggan untuk beranjak dari tempatnya. Putra sulung Raymond ini tampak betah memandangi jalanan yang dilewati mobil-mobil. Sesekali ia mengambil napas panjang, dan memejamkan mata."Laras ...," gumam Rama sangat memilukan.Raymond yang sejak tadi berdiri di belakang putranya tertegun. Ia mencoba mengulas senyum tipis, meskipun dadanya seperti tertusuk jarum. Setelah bertemu Rama beberapa kali sebelum kebebasannya, inilah pertama kali pria itu mendengar suara putranya kembali. Dan suara yang terdengar serak, berat … menyimpan kesedihan yang begitu dalam.Jujur, Raymond ingin sekali merangkul bahu kurus itu, tetapi ia urung. Ia tidak berani menyentuh Rama, takut jika sentuhannya justru akan membuat pertahanan yang dibangun putranya runtuh seketika. Mengingat ia juga bukanlah ayah yang baik.Dengan tertatih, Raymond menunduk sambil memutar badannya. Ia menuju dapur dengan bahu yang lunglai. Istri Raymond menoleh sesaat sambil

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 405 Rama Bebas

    Di Rumah Sakit JB Beberapa saat sebelumnya, Dirga melengkungkan senyum. Ia baru saja membaca pesan dari sopir pribadinya.[Dokter Laras dan Dokter Dinda sudah sampai di rumah Pak Raymond, Dokter.]Ia memang sengaja meminta sopir menemani Laras. Meskipun istrinya itu sudah memiliki izin mengemudi, tetap saja Dirga merasa khawatir. Kalau-kalau ada kejadian tak terduga, istrinya panik dan bahaya jika salah menginjak pedal, itu selalu menggangu pikiran Dirga.Pria berusia 49 tahun lantas memasang kacamatanya, dan menggantungkan stetoskopnya di leher."Dokter, pasien di kamar 302 suhu tubuhnya mulai stabil lagi, sekarang sedang diobservasi," lapor perawat pendamping, sambil menyodorkan rekam medis.“Hm.” Dirga mengangguk mantap. Jarinya baru saja menerimma berkas medis. "Baik, pantau cairannya, saya akan segera ke sana setelah—"Ucapannya terputus ketika ponsel di saku jas putihnya tiba-tiba bergetar. Perasaan Dirga tak enak, dan ia mengerutkan dahi. Jarang sekali ada yang menghubunginya d

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 404 Pria itu Kembali Lagi!

    Pagi ini Laras menyesap kopinya sembari memperhatikan dari luar kaca, bayi-bayi yang baru saja ia bantu lahir. Ia bahkan masih menggunakan penutup kepala dan seragam OKA hijau yang sedikit kusut. Wanita itu memilih istirahat sejenak sebelum memulai kunjungan ke pasien rawat inap.Sambil memegang gelas kopinya, ia mengetuk kaca transparan itu dengan senyum hangat. Setiap kali berhasil membantu para ibu selamat melahirkan, hatinya berbunga-bunga, seolah ia baru saja memiliki anak baru."Hi bayi cantik, sebentar lagi kamu ketemu mamamu Sayang," bisiknya yang sudah pasti tidak terdengar dari dalam sana.Tiba-tiba, Dinda datang dari arah belakang dan menepuk pelan bahu istri Dirgantara, membuat wanita itu sedikit tersentak."Ras, selesai?" tanya Dinda.Laras menoleh, lalu mengangguk kecil. "Selesai Din. Syukurlah dua pasien pagi ini melahirkan normal, semuanya sehat."Dinda makin mendekat dan berbisik tepat di samping telinga Laras dengan menyengir. "Ras, nanti anterin gue ke rumah Papi, m

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 403 Laras Mau Punya Anak Lagi

    Malam harinya, api unggun menyala dan menghangatkan di halaman belakang vila. Dirga duduk di bangku kayu, tangannya sibuk membolak-balik jagung di atas bara api bersama si kembar."Jagung bakar Papi eeennnaakkk!" seru Leksa dan Laksa kompak sambil mengipas-ngipas jagung mereka yang masih panas.Dirga terkekeh, lalu matanya melirik ke arah Laras yang sedang menyesap bandrek susu."Kalian tahu? Dulu Mami pernah kejatuhan ulat besar di kebun jagung sampai teriak kencang," celetuk Dirga tiba-tiba.Laras langsung melotot mendengar insiden itu diceritakan lagi. Ingatannya berputar pada masa-masa mendebarkan saat ia pertama kali mengenal sosok dokter mesum ini."Mas! Jangan diingatkan lagi deh, itu ‘kan karena kamu yang ajak leat jalan kebun. Lagian saya nggak teriak!" dengkus Laras.Alih-alih mengklarifikais, Dirga justru tersenyum menggoda. Ia menikmati ekspresi kesal istrinya."Iya, waktu itu Mami antar Papi keliling desa buat periksa anak-anak yang sakit," tambah pria itu.Leksa dan Laks

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 402 Tiga Lelaki Tampan Milik Laras

    “Mas, luwaknnya mau diapain? Jangan dibawa ke vila. Lepas di kebun aja!” saran Laras. Bulu kuduknya meremang ketika membayangkan hewan berbulu itu berlarian bersama Leksa dan Laksa di vila. Yang paling menyebalkan bagaimana kalu hewan itu menyerangnya. “Takut, Mas!” Laras memeluk tangannya sendiri, bahkan ia tidak berani dekat-dekat sang suami. Alih-alih mengiyakan permintaan istrinya, Dirga malah memicingkan mata. Bibir pria itu menyunggingkan senyum. Sudah pasti berniat menjahili istrinya yang tampak tak tenang. Sebelum Dirga sempat mendekat, Laras lebih dulu menunjuk suaminya. "Mas, jangan mulai, deh, ya! Tanah di sini licin, nanti kalau saya kaget terus kepeleset gimana? Lepas saja Mas!" protes Laras dan peluh mulai membasahi wajah cantiknya. Tidak langsung menjawab, Dirga memanggil Leksa yang saat ini sedang memperhatikan penjaga vila memotong pohon nanas. "Leksa, Papi lepas luwaknya. Kasihan dia kalau diikat terus, dia punya keluarga di hutan," jelas dokter tampan itu. Seke

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 401 Tingkah Si Kembar

    “Ya, ampun Leksa.” Air mata Laras banjir sudah. Ia mematung di tengah kebun, napasnya memburu dengan mata buram yang memandangi hamparan hijau di depan. Kepanikan luar biasa menjalar di antara rimbunnya pohon kopi. Para petani yang tadinya tenang bekerja, kini serempak menghentikan aktivitas mereka begitu mendengar teriakan Laras. Tanpa membuang waktu, bahkan Dirga tidak sempat menenangkan Laras, pria itu gegas menerobos semak-semak. Langkahnya lebar dan sangat cepat, ia menyisir setiap sudut di antara batang-batang kopi yang rapat. Sebagai ayah, Dirga yakin betul Leksa tidak mungkin pergi jauh. Apalagi seluruh area kebun ini dikelilingi pagar besi tinggi di perbatasannya. "Leksa! Leksa, jawab Papi!" lantang Dirga. Suaranya yang keras menggema di area perkebunan. "Leksa! Jangan main-main, Nak! Jawab!!!" Sementara itu, Laksa yang melihat maminya syok terdiam ketakutan. Kini wajah Laras nyaris seputih kapas, dengan tatapannya hampa ke depan. Ia merasa jiwanya ikut bernar-benar bersa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status