Beranda / Romansa / Skandal Terlarang Bersama Mertuaku / Bab 174: Sarapan Bareng Mantan

Share

Bab 174: Sarapan Bareng Mantan

Penulis: NACL
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-30 20:26:39

​“Kenapa harus dibuka, Mas?” Suara lemah lembut Raina bagai suntikan berisi bius yang siap melumpuhkan lawannya. “Lebih enak begini. Aku khawatir ada yang ganggu kita,” sambungnya.

​Untung saja Dirga sudah paham sisi gelap sang mantan. Jika tidak, ia pasti terjerat dengan kelembutan dan keramahan wanita itu.

​“Tidak ada yang mengganggu! Tidak perlu berlebihan!” Dirga mengedik dagunya, memberi perintah agar Raina membuka pintu, karena itu lebih nyaman baginya. Ia tidak ingin ada desas-desus lagi yang nantinya sampai ke telinga Laras.

​“Kamu selalu aja begitu, Mas. Santai aja.” Raina benar-benar bertingkah seperti bunga mekar yang memesona bagi serangga, tetapi siap menelan mereka yang mendekat.

​Akhirnya, ia membuka pintu sedikit. Membiarkan orang-orang yang naik ke lantai ini bisa melihat mereka.

​Alih-alih duduk berdekatan, Raina justru mendaratkan bokong di seberang Dirga. Namun, yang paling mengesalkan lagi, wanita itu berani menggeser tas bekal Dirga ke tepi—nyaris jatuh. Ia menar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
NACL
sudah update kaka maaf ya slow update
goodnovel comment avatar
NACL
squishy gak hancur hancur dong kak keenakan Raina
goodnovel comment avatar
NACL
duhhh makasih doanyaaa kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 405 Rama Bebas

    Di Rumah Sakit JB Beberapa saat sebelumnya, Dirga melengkungkan senyum. Ia baru saja membaca pesan dari sopir pribadinya.[Dokter Laras dan Dokter Dinda sudah sampai di rumah Pak Raymond, Dokter.]Ia memang sengaja meminta sopir menemani Laras. Meskipun istrinya itu sudah memiliki izin mengemudi, tetap saja Dirga merasa khawatir. Kalau-kalau ada kejadian tak terduga, istrinya panik dan bahaya jika salah menginjak pedal, itu selalu menggangu pikiran Dirga.Pria berusia 49 tahun lantas memasang kacamatanya, dan menggantungkan stetoskopnya di leher."Dokter, pasien di kamar 302 suhu tubuhnya mulai stabil lagi, sekarang sedang diobservasi," lapor perawat pendamping, sambil menyodorkan rekam medis.“Hm.” Dirga mengangguk mantap. Jarinya baru saja menerimma berkas medis. "Baik, pantau cairannya, saya akan segera ke sana setelah—"Ucapannya terputus ketika ponsel di saku jas putihnya tiba-tiba bergetar. Perasaan Dirga tak enak, dan ia mengerutkan dahi. Jarang sekali ada yang menghubunginya d

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 404 Pria itu Kembali Lagi!

    Pagi ini Laras menyesap kopinya sembari memperhatikan dari luar kaca, bayi-bayi yang baru saja ia bantu lahir. Ia bahkan masih menggunakan penutup kepala dan seragam OKA hijau yang sedikit kusut. Wanita itu memilih istirahat sejenak sebelum memulai kunjungan ke pasien rawat inap.Sambil memegang gelas kopinya, ia mengetuk kaca transparan itu dengan senyum hangat. Setiap kali berhasil membantu para ibu selamat melahirkan, hatinya berbunga-bunga, seolah ia baru saja memiliki anak baru."Hi bayi cantik, sebentar lagi kamu ketemu mamamu Sayang," bisiknya yang sudah pasti tidak terdengar dari dalam sana.Tiba-tiba, Dinda datang dari arah belakang dan menepuk pelan bahu istri Dirgantara, membuat wanita itu sedikit tersentak."Ras, selesai?" tanya Dinda.Laras menoleh, lalu mengangguk kecil. "Selesai Din. Syukurlah dua pasien pagi ini melahirkan normal, semuanya sehat."Dinda makin mendekat dan berbisik tepat di samping telinga Laras dengan menyengir. "Ras, nanti anterin gue ke rumah Papi, m

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 403 Laras Mau Punya Anak Lagi

    Malam harinya, api unggun menyala dan menghangatkan di halaman belakang vila. Dirga duduk di bangku kayu, tangannya sibuk membolak-balik jagung di atas bara api bersama si kembar."Jagung bakar Papi eeennnaakkk!" seru Leksa dan Laksa kompak sambil mengipas-ngipas jagung mereka yang masih panas.Dirga terkekeh, lalu matanya melirik ke arah Laras yang sedang menyesap bandrek susu."Kalian tahu? Dulu Mami pernah kejatuhan ulat besar di kebun jagung sampai teriak kencang," celetuk Dirga tiba-tiba.Laras langsung melotot mendengar insiden itu diceritakan lagi. Ingatannya berputar pada masa-masa mendebarkan saat ia pertama kali mengenal sosok dokter mesum ini."Mas! Jangan diingatkan lagi deh, itu ‘kan karena kamu yang ajak leat jalan kebun. Lagian saya nggak teriak!" dengkus Laras.Alih-alih mengklarifikais, Dirga justru tersenyum menggoda. Ia menikmati ekspresi kesal istrinya."Iya, waktu itu Mami antar Papi keliling desa buat periksa anak-anak yang sakit," tambah pria itu.Leksa dan Laks

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 402 Tiga Lelaki Tampan Milik Laras

    “Mas, luwaknnya mau diapain? Jangan dibawa ke vila. Lepas di kebun aja!” saran Laras. Bulu kuduknya meremang ketika membayangkan hewan berbulu itu berlarian bersama Leksa dan Laksa di vila. Yang paling menyebalkan bagaimana kalu hewan itu menyerangnya. “Takut, Mas!” Laras memeluk tangannya sendiri, bahkan ia tidak berani dekat-dekat sang suami. Alih-alih mengiyakan permintaan istrinya, Dirga malah memicingkan mata. Bibir pria itu menyunggingkan senyum. Sudah pasti berniat menjahili istrinya yang tampak tak tenang. Sebelum Dirga sempat mendekat, Laras lebih dulu menunjuk suaminya. "Mas, jangan mulai, deh, ya! Tanah di sini licin, nanti kalau saya kaget terus kepeleset gimana? Lepas saja Mas!" protes Laras dan peluh mulai membasahi wajah cantiknya. Tidak langsung menjawab, Dirga memanggil Leksa yang saat ini sedang memperhatikan penjaga vila memotong pohon nanas. "Leksa, Papi lepas luwaknya. Kasihan dia kalau diikat terus, dia punya keluarga di hutan," jelas dokter tampan itu. Seke

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 401 Tingkah Si Kembar

    “Ya, ampun Leksa.” Air mata Laras banjir sudah. Ia mematung di tengah kebun, napasnya memburu dengan mata buram yang memandangi hamparan hijau di depan. Kepanikan luar biasa menjalar di antara rimbunnya pohon kopi. Para petani yang tadinya tenang bekerja, kini serempak menghentikan aktivitas mereka begitu mendengar teriakan Laras. Tanpa membuang waktu, bahkan Dirga tidak sempat menenangkan Laras, pria itu gegas menerobos semak-semak. Langkahnya lebar dan sangat cepat, ia menyisir setiap sudut di antara batang-batang kopi yang rapat. Sebagai ayah, Dirga yakin betul Leksa tidak mungkin pergi jauh. Apalagi seluruh area kebun ini dikelilingi pagar besi tinggi di perbatasannya. "Leksa! Leksa, jawab Papi!" lantang Dirga. Suaranya yang keras menggema di area perkebunan. "Leksa! Jangan main-main, Nak! Jawab!!!" Sementara itu, Laksa yang melihat maminya syok terdiam ketakutan. Kini wajah Laras nyaris seputih kapas, dengan tatapannya hampa ke depan. Ia merasa jiwanya ikut bernar-benar bersa

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 400 Di Mana Anakku?

    "Mami, Papi, kenapa belum bangun? Mi? Pi?" teriak Leksa dengan suara cemprengnya yang khas. Ketukan keras di pintu kayu itu terdengar beruntun.Berbeda dengan Laksa yang berdiri di samping kembarannya sambil memegangi perut."Aku lapar, Mami!" panggil mereka berdua akhirnya.Wajah keduanya masih tampak mengantuk, tetapi bibir mungil itu sudah menekuk karena kesal pintu tak kunjung terbuka. Padahal ini masih pukul lima, perut keduanya memang benar-benar tidak bisa kosong.Kini di dalam kamar yang masih temaram, Dirga justru makin erat memeluk pinggul sang istri. Kepalanya bersandar tepat di samping dada Laras yang penuh dengan tanda merah sisa pergulatan semalam.Laras melenguh, berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang berat."Mas?" rengek wanita itu, merasakan tangan besar dan berbulu halus ini mengunci pergerakannya. "Anak-anak lapar, Mas. Kasihan mereka di luar."Tanpa membuka mata sedikit pun, Dirga bergumam, "Biar, Yang. Ini masih pagi banget. Kamu hubungi penjaga vila, minta me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status