LOGINBelakangan ini, teman sebangkuku selalu menatapku dengan tatapan aneh. Setiap kali aku ke kantin atau ke lapangan, semuanya menghindariku. Aku akhirnya tidak tahan lagi dan bertanya kepada teman sebangkuku, "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kamu menjauhiku?" Dia ketakutan hingga mundur beberapa langkah, lalu menyahut tanpa berani menatapku, "Nggak ada kok. Ini bukan salahmu." Kemudian, dia memilih untuk pindah kelas, dari kelas plus menjadi kelas reguler. Aku lantas mencarinya untuk memperjelas semuanya. Aku datang ke kelasnya. Dia awalnya sedang mengobrol dengan teman barunya. Begitu melihatku, dia sontak berseru kaget, "Aku serius. Ini bukan salahmu. Tolong jangan mencariku lagi. Kumohon!"
View MoreDengan demikian, aku dan ketua kelas mencari tahu keberadaan wanita gila itu. Kami mendapat informasi bahwa dia dibawa ke sebuah rumah sakit jiwa.Kami memberanikan diri untuk datang, tetapi pihak rumah sakit malah memberi tahu kami bahwa wanita gila itu telah dibawa pulang oleh keluarganya karena tak kunjung membaik, bahkan mengidap penyakit parah.Aku dan ketua kelas bertatapan. "Sepertinya aku sudah tahu alasan Regina muncul. Dia benar-benar ingin memperingatkanku."Setelah kembali ke sekolah, kami langsung mencari guru tua itu untuk melaporkan bahwa wanita gila itu sudah dibawa pulang oleh keluarganya."Dulu dia selalu datang ke sekolah. Seharusnya rumahnya nggak jauh dari sini. Dia mungkin merasa kita yang membuatnya dikurung di rumah sakit jiwa dan ingin membalas dendam?"Dunia orang dengan gangguan jiwa selalu gila. Pikiran mereka berbeda dengan manusia normal.Setelah mempertimbangkan secara menyeluruh, guru tua itu berkata, "Aku akan memperingatkan mereka tentang ini. Aku ngga
"Bertahun-tahun lalu, terjadi insiden kematian yang sangat mengerikan di sekolah. Saat itu, penjagaan di sekolah kurang ketat. Banyak orang tua membawa cucu mereka ke lapangan untuk bermain bola, juga banyak pemulung yang mencari nafkah di sini. Suatu hari, muncul seorang wanita gila."Guru tua itu mendorong kacamatanya, lalu menghela napas. "Awalnya, wanita itu cuma memeluk beberapa botol dan duduk di sudut melihat anak-anak di lapangan. Kadang, dia juga membawa beberapa sayuran dan roti. Pakaiannya juga bersih. Makanya, semua orang mengira ada yang mengurus wanita itu.""Saat itu, cuma aku yang merasa aneh. Aku melaporkan masalah ini kepada atasan, tapi atasan nggak menganggap masalah ini serius. Suatu hari, tiba-tiba wanita itu mengeluarkan pisau buah dari tumpukan daun busuk yang dipeluknya ...."Wanita itu berlari dan menahan anak-anak di lapangan. Dia menikam mereka dengan sadis hingga organ dalam mereka keluar. Yang paling menjijikkan adalah dia memakan organ dalam itu.Beberapa
Pelajaran masih belum berakhir.Setelah pelajaran olahraga berakhir, awan senja sudah hilang. Aku berdiri di lapangan dan bermain bersama teman.Tiba-tiba, terdengar teriakan panik seseorang. Aku bisa mendengar suara detak jantungku yang menggebu-gebu. Aku mengikuti kerumunan berlari.Ketika aku tiba di depan pintu ruang kelas, ternyata pintu terkunci. Di belakangku, rasa takut akan kematian perlahan-lahan mendekatiku, membuatku merasa seperti tercekik.Adegan berubah. Aku melihat Regina berdiri di ujung koridor sambil tertawa kepadaku. Tiba-tiba, kepalanya terlepas dari lehernya dan terjatuh dari pagar pembatas. Sementara itu, terlihat wajah tersenyum dalam kegelapan di belakangnya.Aku sontak terbangun. Sekujur tubuhku basah karena keringat. Aku menarik napas dalam-dalam, seolah-olah baru selamat dari kematian.Untuk beberapa hari selanjutnya, aku terus memimpikan hal yang sama. Hal ini membuatku terlihat makin lesu. Semua obat penenang tidak berefek padaku.Ternyata, masalah tidak b
Wali kelas curiga aku punya masalah kejiwaan dan menyuruh ketua kelas mengobrol denganku. Meskipun merasa enggan, dia tetap duduk di sampingku.Sebelum dia bersuara, aku sudah berkata, "Regina nggak pernah ada di dunia ini. Hari itu kamu tiba-tiba ketakutan bukan karena aku mengungkit tentang hutan kecil, tapi karena aku menyebut nama Regina, 'kan?"Ketua kelas terbelalak. Beberapa saat kemudian, dia menelan ludah dan menyahut, "Nggak juga. Sebenarnya Whitney pernah bilang kamu selalu bicara dengan udara, makan bersama udara, dan pulang bersama udara, bahkan memanggil udara Regina. Tapi, ini bukan yang paling menakutkan."Ketua kelas melirik ke kiri dan kanan. Tubuhnya agak bergetar. Kemudian, dia bertanya dengan hati-hati, "Apa Regina ada di sini?"Aku menggeleng. "Nggak ada. Dia sudah hilang sejak kemarin."Aku ingin sekali tahu alasan dia menghilang.Ketua kelas menghela napas lega. "Awalnya kukira ada masalah dengan otakmu. Tapi, saat kita bicara di koridor hari itu dan ada sinar m
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.