共有

Bab 252

作者: Citra Sari
Mendengar itu, Arga tampak bingung. "Anda curiga ada yang janggal dengan kematian orang tua Nyonya?"

"Mm."

Mata Adrian tampak gelap. "Sepertinya ini sulit ditelusuri. Fokus utama kamu belakangan ini pada hal ini saja."

Ya.

Dia kembali menipu Shanaya.

Sebelumnya, Arga hanya fokus mencari orang, sama sekali tidak pernah menelusuri sebab kematian orang tua Shanaya.

Dia hanya perlu menemukan cara untuk membuat Shanaya tetap tinggal di sisinya.

Namun, dia memang yakin, apa yang terjadi waktu itu buka
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Nonoh Khussana Jalaksana
shanaya bodoh mau tinggal bersama Adrian lagi ,coba kalau yang TLP bilang bahwa nana itu wanita lain pasti Adrian langsung meninggalkan shanaya dan gak peduli shanaya matipun
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 788

    Aurelia memahami benar maksud yang tersirat dalam perkataan ibunya.Ibu tidak ingin memaksanya, tetapi tetap berharap putrinya bersedia melangkah maju.Aurelia mengangkat mangkuk buburnya, lalu menggumam pelan sebagai jawaban. Seolah-olah dia benar-benar menyimpan kata-kata itu dalam hati.Caleb yang duduk di kursi serong di seberangnya semula sedang menunduk menikmati buburnya. Saat bibir mangkuk menyentuh bibirnya, gerakannya sempat terhenti sejenak, tetapi segera kembali seperti biasa.Dia lalu mengambil satu lagi bakpao goreng. Namun, rasanya jelas tak selezat yang sebelumnya.Di mulutnya, makanan itu terasa hambar seperti mengunyah lilin. Saat menelannya, tenggorokannya bahkan terasa sedikit kering.Dia meletakkan sendoknya, mengangkat segelas susu di atas meja, lalu menyesapnya. Tatapannya diam-diam menyapu ke arah Aurelia dan melihat wanita itu sedang menunduk mengetik.Sepertinya dia sedang membalas pesan Nathan.Dia mengalihkan pandangannya, menunduk menatap semangkuk bubur ya

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 787

    Keesokan harinya, Caleb terbangun dari tidurnya. Waktu masih sangat pagi.Saat turun ke bawah, dia mengenakan sweater turtleneck putih dan celana kasual berwarna gelap, membuat penampilannya terlihat sangat segar.Satu-satunya hal yang kurang baik adalah, di bawah matanya terdapat dua lingkaran samar berwarna gelap.Nadira adalah orang pertama yang melihatnya. Tatapannya berhenti sejenak saat melihat wajah Caleb, lalu berkata, "Caleb, tadi malam kamu tidur kurang nyenyak? Apa karena belum terbiasa dengan tempat tidur baru?""Tidak, Tante Nadira."Caleb berjalan menghampirinya dan membantunya berdiri. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman. "Aku menangani sedikit pekerjaan kemarin, jadi tidur agak larut."Dia tentu saja tidak mungkin mengatakan bahwa itu karena panggilan telepon dari Reynald.Dia sampai tidak bisa tidur nyenyak karena merasa kesal."Pekerjaan memang penting, tapi kesehatan lebih penting."Nadira mengomel manja, lalu dengan dibantu olehnya duduk di samping meja maka

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 786

    Saat Caleb menutup pintu, gerakannya kembali terhenti sejenak. Melihat Aurelia hendak melangkah pergi, dia tanpa sadar memanggilnya, "Kakak."Aurelia menoleh ke arahnya, tatapannya tenang dan penuh kesabaran khas seorang kakak perempuan."Ada apa?"Dia mengira Caleb sedang kekurangan sesuatu. "Pelayan seharusnya sudah menyiapkan pakaian baru dan perlengkapan mandi untukmu, semuanya ada di kamar."Jakun Caleb bergerak naik turun. Dia bertanya seolah-olah hanya basa-basi, "Tuan Nathan sedang mengejarmu?"Pertanyaan itu terlontar begitu tiba-tiba, hingga lorong itu menjadi hening sejenak.Aurelia bersandar di sisi kusen pintu, tampak sedikit terkejut karena dia bertanya dengan begitu terus terang."Iya."Dia tidak menyangkal, malah tersenyum kecil. "Menurutmu, gimana dia?"Caleb melihat dari sepasang mata indah Aurelia yang jernih itu, dia benar-benar sedang meminta pendapatnya.Kepercayaan itu membuat hatinya dipenuhi rasa getir yang samar, tetapi juga disertai kegembiraan tersembunyi ya

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 785

    Nathan sama sekali tidak memikirkannya. Dia melirik arloji di pergelangan tangannya, lalu berdiri pada saat yang tepat. "Sudah larut. Aku pulang ke hotel dulu."Kemudian dia menoleh kepada Caleb dengan ramah. "Mau pulang bareng? Biar kuantar."Gerakan Caleb sedikit terhenti. Mata beningnya yang berkilau menatap Aurelia. "Kak, boleh tidak aku menginap di sini malam ini?"Aurelia tampak sedikit terkejut, tetapi tetap menyetujuinya dengan senang hati. "Tentu saja boleh. Rivaldi, suruh pelayan bereskan kamar untuk Caleb. Aku akan mengantar Tuan Nathan keluar.""Baik."Rivaldi mengangguk. Dia melirik Caleb dengan tatapan penuh makna, lalu bangkit berdiri untuk mencari Bi Nena.Aurelia berjalan berdampingan dengan Nathan menuju ruang depan rumah.Saat keduanya berjalan hingga ke gerbang halaman, Nathan menghentikan langkahnya. Dia menoleh menatap Aurelia dan berkata dengan nada lembut, "Anak dari Keluarga Anandita itu adik mantan suamimu, 'kan?""Ya."Nathan mengangguk pelan. "Kelihatannya h

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 784

    Rivaldi mengangkat sebelah alisnya tanpa menunjukkan perubahan ekspresi. Tatapannya masih tertuju pada jalan di depan, tetapi pendengarannya tidak luput menangkap sepatah kata pun.Di seberang telepon, ucapan itu jelas membuat Yuliana terdiam sesaat. Dengan ragu, dia kembali bertanya, "Lalu, apa yang kamu inginkan? Bilang saja sama Ibu."Caleb terdiam beberapa detik. Dari sudut matanya, dia melirik Rivaldi yang duduk di sampingnya, lalu menelan kembali kata-kata yang sudah hampir terucap."Sudahlah. Aku tutup dulu."Dia mengakhiri panggilan, lalu membalik ponselnya dan meletakkannya di atas lutut. Dia menoleh menatap ke luar jendela mobil tanpa berkata apa-apa lagi.Rivaldi meliriknya sekilas melalui kaca spion, tidak menanyakan apa pun. Dia hanya mengangkat suhu AC satu tingkat.Mobil melaju terus ke arah selatan di malam hari. Saat memasuki wilayah Kota Panaraya, waktu sudah menunjukkan lewat pukul delapan malam.Rivaldi tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan mengemudikan mobil

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 783

    Hanya demi membela orang luar, dia terus mengungkit-ungkit masalah ini di sini tanpa mau mengalah.Benar-benar bodoh.Suasana di ruang VIP itu pun terdiam selama dua detik.Reynald semakin memikirkannya, semakin merasa itu konyol. "Caleb, dia bilang menganggapmu sebagai adik, lalu kamu benar-benar menganggap dirimu adik kandungnya? Kamu dan aku, kitalah saudara kandung yang sedarah ....""Apa urusanmu?"Caleb langsung memotong ucapannya. Di sepasang mata yang biasanya jernih dan dingin itu, tiba-tiba tersirat sedikit ketegasan. "Kalau kamu menindasnya, kamu memang harus membayar harganya."Nada bicaranya pelan, tetapi tidak menyisakan sedikit pun ruang untuk bernegosiasi. "Kalau kamu tidak menghargainya, masih banyak orang yang …."Sebelum kata-kata terakhirnya selesai terucap, pintu ruang VIP itu tiba-tiba didorong terbuka dari luar.Saat melihat Rivaldi berdiri di ambang pintu, Dia langsung menghentikan ucapannya.Rivaldi berdiri di depan pintu, tatapannya menyapu kedua bersaudara ya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status