Share

Bab 273

Author: Citra Sari
"Tidak apa-apa."

Shanaya tersenyum tipis. "Hati manusia siapa yang bisa tebak? Sebelum sesuatu benar-benar terjadi, tak seorang pun bisa memastikan."

Ucapannya terhenti sejenak, lalu dia tetap ingin memastikan. "Apakah mereka bilang siapa yang menyuruhnya?"

Dia menebak hal ini mungkin ada kaitannya dengan Bianca, tetapi logikanya terasa janggal.

Bianca jelas sebelumnya hanya menunggu untuk duduk manis menikmati hasil, lalu kenapa sekarang justru menyuruh orang menghancurkan data?

"Tidak."

Dirga menjawab singkat, lalu merasa ucapannya masih kurang jelas. Dia menambahkan, "Tidak ada yang menyuruh."

Mendengar itu, wajah Dirga makin terasa panas karena malu. "Dua orang tua itu sebenarnya cuma tidak suka sama kamu karena masih muda. Awalnya Rafly tidak berniat ikut-ikutan Hugo, tapi setelah dia coba bersikap baik padamu dan tetap tidak dianggap penting, akhirnya dia pun…"

Tentu saja, kata-kata aslinya jauh lebih kasar dari itu.

Mereka bahkan masih meremehkan, menganggap tidak mungkin Shanay
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Jane Ary
cerita terlalu panjang n dah hampir 300 bab membaca g selesai, akhirnya jd bosan
goodnovel comment avatar
Nhayati Dorisara
shanaya goblok dan tolol mau saja d tindas dan d bodohi
goodnovel comment avatar
Mei Sri
Gayatri udah bau tanah masih terlalu jht, suka maksain kehendak
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 596

    Di telepon, suara operator langsung memberi tahu bahwa pihak yang dihubungi telah dimatikan.Davin mulai merasa gelisah. "Kamu menelepon Pak Adrian?""Iya."Jantung Lucien terasa tercekik, wajahnya begitu muram sampai seolah bisa meneteskan air. Dia pun mematikan ponselnya, lalu menoleh ke arah Arman."Shanaya mungkin mengalami sesuatu. Aku harus segera mencarinya. Aku akan meninggalkan beberapa pengawal di sini. Kalau ada apa-apa, Anda langsung ....""Sudah, sudah."Arman juga panik dan langsung memotong ucapan. "Kamu tidak perlu mencemaskanku. Cepat pergi cari Shanaya!"Gadis itu masih sedang mengandung, tidak boleh terjadi apa pun padanya.Arman bahkan sudah mulai menyesal. Seharusnya tadi dia menahan Shanaya dan tidak membiarkannya pergi.Davin menatap Lucien. "Aku ikut denganmu. Makin banyak orang, makin besar tenaganya.""Aku tidak kekurangan orang."Lucien menolak dengan cepat. "Kamu tetap di sini bersama Pak Arman untuk memastikan apakah penawarnya bermasalah atau tidak."Setel

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 595

    Nyonya Ratna tampak muram, suaranya menjadi lebih tegas. "Kalau kamu? Memaksa dia sampai mati, apa itu benar-benar membuatmu puas?"Memaksa dia sampai mati?Bagaimana mungkin Adrian berpikir untuk memaksa Shanaya sampai mati.Adrian terdiam sejenak. "Aku tidak pernah berpikir .…"Dia akan memperlakukan Shanaya dengan baik.Dia hanya ingin Shanaya memberinya satu kesempatan saja.Bahkan jika Shanaya meminta bulan di langit, dia pun bersedia mencobanya demi Shanaya."Kalau begitu, apa yang kamu pikirkan?"Nyonya Ratna menatapnya dengan kecewa dan kesal. "Kalau kakekmu masih hidup sekarang, mungkin dia sudah memukulmu memakai tongkatnya!""Kalau kamu memang tidak ingin mengerti, pergilah berlutut di aula leluhur! Kamu baru boleh keluar kalau sudah mengerti!"Selama bertahun-tahun, dibandingkan dengan Darren, cucu sulung yang sudah meninggal, sebenarnya Nyonya Ratna lebih sedikit memanjakan Adrian.Namun, siapa sangka, Adrian yang biasanya cerdas dan bijaksana, dalam urusan perasaan ternya

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 594

    Grup Pranadipa berada di bawah kendali Adrian, tetapi begitu melangkah keluar dari Grup Pranadipa, segalanya harus disesuaikan dengan kehendak Keluarga Wiraatmadja.Adrian adalah orang yang cerdas, tentu dia memahami bahwa itu adalah maksud Lucien.Hanya saja, hal tersebut disampaikan melalui mulut orang-orang bawahannya.Di hanya berhenti sejenak selama beberapa detik, lalu berjalan ke brankas, mengambil penawar dari dalamnya dan melemparkannya ke arah Lucien, sambil menyindir, "Apa Shanaya tahu kakaknya yang baik, yang tampak begitu mulia dan terhormat di matanya, ternyata tak ragu bertindak kejam bahkan terhadap orang tua, orang sakit, dan orang lemah?"Lucien menangkap botol obat itu dengan satu tangan. Raut wajahnya tetap dingin dan datar. "Kamu juga tidak kalah kejam."Setelah itu, tanpa banyak bicara lagi, dia membawa orang-orangnya pergi dengan langkah lebar.Yang paling mendesak saat ini adalah membawa kembali penawar itu ke rumah sakit.Dengan begitu, Shanaya barulah bisa ben

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 593

    Setibanya di perusahaan, Adrian langsung menuju kantor di lantai teratas.Saat dia masuk, Lucien sedang berdiri di dekat jendela, menatap pemandangan jalan di luar.Adrian hanya melangkah sampai ke sofa lalu berhenti. "Ada perlu apa mencariku?"Mendengar itu, barulah Lucien berbalik perlahan. Di balik mata hitamnya yang pekat, emosinya sulit terbaca.Dia menatap Adrian cukup lama, barulah kemudian membuka mulut dan berkata, "Apa kamu masih ingat bagaimana suasana saat pertama kali bertemu Shanaya?"Dalam perjalanan pulang, Adrian banyak memikirkan berbagai percakapan atau adegan setelah bertemu Lucien.Hanya satu hal yang tidak pernah terpikir olehnya, pertanyaan itu.Dia pun tertegun sesaat.Saat pertama kali bertemu Shanaya ....Terlepas dari kecelakaan mobil saat itu, Adrian memang benar-benar sudah agak tidak mengingatnya lagi.Pada waktu itu, dia hanya menganggap Shanaya sebagai adik perempuan dari keluarga seorang teman.Tidak ada hal yang sengaja dia ingat.Adrian hanya ingat, s

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 592

    Bagi Nadira, ini adalah masalah yang sangat besar.Namun, di mata Zafran, ternyata itu hanyalah kesalahan kecil yang tidak berdampak apa-apa, sesuatu yang bisa dibiarkan begitu saja.Nadira menatapnya lama sekali, sampai matanya terasa perih dan lelah, tetapi tetap tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Yang ada hanyalah kekecewaan.Saat Rivaldi hendak mengatakan sesuatu, Aurelia menahannya.Aurelia pun tersenyum samar. Bukan benar-benar tersenyum, lalu berkata, "Kalau Ayah sudah berkata seperti itu, apa lagi yang bisa kami katakan."Percuma berbicara lebih banyak.Sejak awal dia sudah tahu, mustahil mengharapkan Zafran memberi penjelasan apa pun.Untungnya, sejak semula dia juga tidak sepenuhnya menggantungkan harapan pada ayahnya ini.Helsa mengira kali ini akan sama saja seperti setiap sebelumnya. Tiga kakak beradik Keluarga Wirantara sudah tak bisa berbuat apa-apa padanya. Dia pun memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara kepada Zafran, "Oh, ya, Ayah, aku boleh pergi ke acara

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 591

    Namun, detik berikutnya, sebuah tamparan langsung mendarat di wajah Rivaldi!Di pipinya yang bersih dan tampan, tampak bekas merah yang jelas.Rivaldi mengernyit sedikit karena pukulan itu, ujung lidahnya menjilat darah yang merembes di sudut bibir, lalu dia menatap datar pria paruh baya di hadapannya.Dibanding melihat ayahnya sendiri, rasanya seperti sedang menatap seorang asing.Aurelia tertegun. Detik berikutnya, dia langsung menarik lengan Rivaldi. Saat melihat luka di wajahnya, mata Aurelia yang biasanya dingin itu sedikit bergetar. Dia menoleh ke arah Zafran dan memperingatkan dengan suara tegas, "Kakek bahkan tidak pernah memukul Rivaldi!"Sejak kecil, siapa di antara mereka yang tidak pernah menerima hukuman dari Tuan Haryo?Namun, meski sang kakek sering menganggap Rivaldi terlalu bandel, selain Winona, orang yang paling dia sayangi justru adalah Rivaldi."Sejak kapan kamu belajar memakai kakekmu untuk menekanku?"Zafran langsung naik pitam. "Kamu tidak dengar omongan kasar y

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status