Share

Part 5

Akhirnya, hari pernikahan antara Daisy Miller dan Richard Forger telah tiba. Andai bukan keluarga Miller, mungkin persiapan pernikahan tak mungkin bisa usai hanya dalam waktu tiga hari. Tapi, semua bisa diurus dengan uang dan koneksi.

“Daisy! Ingat, jaga suamimu baik-baik. Aku tak ingin dia membuat malu seluruh keluarga kita. Kalau memang dia melakukan hal-hal bodoh, kau harus menanggung semuanya sendiri dan tak boleh melibatkan kami semua!” Sandra memberi pesan pada Daisy beberapa saat sebelum mereka memasuki gedung pernikahan.

Daisy mengangguk lantas menatap calon suaminya. “Richard, kau dengar itu? Kau harus jaga sikap. Pernikahan ini dihadiri oleh kolega-kolega kakekku. Mereka semua orang penting dan kau tak bisa asal bersikap.”

Kala itu, Richard tampak menunjukkan sikap gelisah. Seperti ada sesuatu yang ia tahan. Karena semua pandangan tertuju pada Richard, Richard akhirnya tak memiliki alasan untuk tak menyembunyikannya. Richard menarik napas dalam sebelum akhirnya membuat pengakuan.

“Nenek, Daisy, dan semuanya. Aku ingin berkata jujur bahwa aku memiliki hutang sekitar lima ratus ribu dolar pada seseorang bernama George Warren. Aku mengundangnya di pesta pernikahan ini dan sempat mengatakan bahwa aku akan melunasi hutangku hari ini. Bisakah aku meminjam uang dulu pada Nenek?”

Ayah dan ibu Daisy adalah orang yang paling terkejut atas pengakuan Richard. Ayah Daisy lekas-lekas meminta maaf pada Sandra dan berjanji akan mendidik menantunya agar tak kurang ajar. Sementara keluarga Clair dan keluarga Bellatrix tampak menikmati pertunjukan tersebut.

“Richard! Bagaimana bisa kau berjanji melunasi hutangmu sementara kau tak memiliki uang?!” Sandra membentak Richard tetapi tetap dengan nada tertahan. Andai bukan karena suaminya yang menerima Richard, mungkin Sandra akan mendepak Richard hari itu juga.

“Ini semua salah Daisy!” Bellatrix tiba-tiba buka suara. “Sudah jelas sekali bahwa Daisy gagal mendidik calon suaminya untuk bersikap layak di keluarga kita!”

Buru-buru, ayah Daisy maju dan ingin memberi penjelasan pada Sandra. “Ibu… Ini bukan salah Daisy! Ini mutlak kesalahanku sebagai ayah Daisy dan calon mertua Richard. Untuk hutang Richard, kami tak akan melibatkan ibu. Kami akan menggunakan aset kami untuk melunasi hutang menantu kami. Mohon jangan salahkan Daisy untuk ini.”

Ayah Daisy memohon dengan suara memelas. Dalam hatinya, ia tak sabar ingin menghajar Richard, tetapi, tentu saja bukan di hari itu.

“Haish… Karena upacara pernikahan akan segera digelar, kuanggap masalah ini sudah selesai. Hari ini juga, bayarkan hutang lima ratus ribu dolar kepada George Warren. Aku tak ingin menantu keluarga Miller memiliki hutang pada seseorang!” Sandra bergumam lantas berlalu pergi dengan memijit-mijit kepalanya yang terasa pening.

***

Upacara pernikahan antara Richard Forger dan Daisy Miller telah usai. Ketika semua tamu undangan tengah menikmati sajian yang dihidangkan, Richard meminta izin pada Daisy untuk mencari sosok George Warren yang ia undang.

Richard berjalan menyusuri meja-meja bundar. Secara tak sengaja, pundaknya menyenggol tubuh pria yang sedang menenggak wine. Wine itu nyaris tumpah, membuat pria muda itu mengumpat dan menatap Richard.

“Apa?!!!” Pemuda itu terkejut dan nyaris tersedak oleh air ludahnya sendiri. “Bagaimana bisa Cleaning Service berpakaian pengantin, oh tunggu… Jangan-jangan… Richard Forger menantu keluarga Miller memang dirimu?!!!”

Itu adalah Luis Jung dari Westfield Corporation yang tengah menghadiri undangan dari keluarga Miller. Richard menghela napas dalam karena tak menduga akan bertemu dengan Luis Jung di saat seperti itu. Richard teringat perintah Sandra untuk tak membuat masalah. Maka, demi menghindari kericuhan, Richard mengangguk lalu meminta maaf pada Luis Jung.

“Aku masih ada urusan mendesak. Terima kasih atas kehadiranmu di pernikahanku.” Richard bergumam singkat lalu berjalan pergi.

Tapi, bukan Luis Jung jika hanya membiarkan Richard pergi.

“Hei, Cleaning Service tak tahu sopan santun! Aku belum selesai berbicara padamu!” Luis Jung sengaja berteriak agar ada banyak orang yang memerhatikan ucapannya.

“Cleaning Service? Siapa yang dimaksud cleaning service oleh Luis Jung?” Orang-orang mulai berbisik penasaran.

“Tunggu, bukankah telunjuk Luis Jung mengarah ke menantu Tuan Miller? Apa maksudnya ini?”

“Bagaimana bisa Luis Jung menyebut menantu keluarga Miller dengan sebutan seperti itu?”

Richard lantas membatin kesal. Ketika ia berusaha keras meredam keributan, nyatanya Luis Jung justru memantik kekacauan yang besar. Richard berusaha untuk tetap berjalan tanpa menoleh.

“Bajingan!” Luis Jung mengumpat. “Richard Forger, Menantu kelarga Miller! Apa kau pura-pura lupa jika empat hari lalu kau baru saja bersujud di kakiku?!” Luis Jung lagi-lagi berteriak. Karena jelas-jelas menyebut nama menantu keluarga Miller, semua tamu undangan paham bahwa yang dipanggil Cleaning Service oleh Luis Jung memanglah Richard Forger.

“Bersujud di kaki Luis Jung?!”

“Drama apa lagi ini?!”

Sandra yang mendengar ucapan Luis Jung tampak berjalan cepat menghampiri keributan. Keluarga Clair, keluarga Bellatrix, dan keluarga Daisy berjalan bersama Sandra mendekati tempat keributan berada.

“Richard! Urusan kita belum usai! Kau pasti ingat pada pesan yang kutulis untukmu. Karena ini adalah hari pernikahanmu, kau cukup bersujud dan mengelap sepatuku, aku akan melupakan permasalahan kita! Bagaimana? Berterimakasihlah karena aku masih memiliki belas kasihan! Ha ha ha!”

Para tamu undangan mulai terkejut. Satu demi satu semuanya mengeluarkan ponsel mereka. Jelas mereka tak mau ketinggalan untuk mengabadikan kekacauan tersebut. Tak dipungkiri, para tamu undangan nyatanya berharap Richard benar-benar akan bersujud di kaki Luis Jung, terlepas dari mereka tak tahu sama sekali apa perselisihan di antara keduanya.

“Luis Jung! Kita bisa menyelesaikan urusan kita di lain waktu. Ini adalah hari pernikahanku, aku tak ingin mengacaukan hari bahagia ini.”

“Ha ha ha! Cleaning Service sepertimu tak memiliki wewenang untuk memberi pilihan pada keputusanku! Bergegaslah bersujud di kakiku atau aku akan menambah penderitaanmu di kemudian hari!” Luis Jung tak menerima usulan Richard.

“Apa-apaan ini?!” Daisy memekik putus asa. Namanya benar-benar menjadi semakin buruk jika suaminya di hari pernikahannya bersujud di kaki seorang tamu undangan. Ketika Daisy ingin menengahi keadaan, tangan Bellatrix menarik siku Daisy.

“Sepupu! Jangan ikut campur. Itu adalah urusan suamimu dengan CEO Westfield Corporation. Ingat, keluarga Jung memang setara dengan kita tetapi Jung Corporation memiliki banyak kolega setia. Jika keluarga kita menyinggungnya, kita akan menderita kerugian besar!”

“Bella benar, Daisy!” Clair turut berbicara. “Biarkan suamimu bersujud di kaki Luis Jung. Asal itu tak berpengaruh pada kerja sama keluarga kita, kurasa yang akan menanggung rugi dan malu hanya suamimu saja!”

Sandra menggeleng-geleng kepala entah yang ke berapa kali. Ia dilemma, membiarkan Richard bersujud akan merendahkan keluarganya, tetapi Luis Jung juga merupakan sosok yang tak boleh disinggung.

“Richard! Ini urusan pribadimu dan tak ada hubungannya dengan keluarga Miller. Aku akan pergi dan kau silakan menyelesaikan urusanmu!” Sandra berbalik arah lalu pergi begitu saja sementara Bellatrix dan Clair jelas tak mau ketinggalan pertunjukan menarik.

“Daisy… Apakah kau ingin aku bersujud di kakinya?” Richard lantas bertanya pada Daisy. “Aku bisa saja menghajarnya jika kau memberi izin, Daisy.”

Daisy menggeleng cepat. “Tidak! Kau lebih baik bersujud di kaki Luis Jung!”

Semua tamu undangan semakin heboh menyaksikan pertunjukan. Pelan-pelan, Richard bersiap untuk menjatuhkan lututnya. Ketika lututnya hampir menyentuh lantai, tampak seorang pria berusia enampuluhan tahun datang menghampiri keributan.

“Ada kekacauan apa di sini?!” Calr Jung bertanya pada pada putranya, Luis Jung. Secara singkat Luis Jung memberi tahu ayahnya dan dengan bangga menuding Richard sebagai pria payah yang layak dipermainkan.

Carl Jung menatap wajah Richard dengan seksama. Ia sedikit terkejut karena merasa pernah mengenali wajah pemuda itu. Mengingat sosok-sosok yang dikenal Carl Jung adalah sosok yang bukan sembarangan, Calr Jung berusaha menggali memorinya.

Dan, ketika ia mengingat sesuatu yang berkaitan dengan wajah Richard Forger, tubuh Carl Jung lemas. Lututnya ambruk ke tanah. Orang nomor satu di Westfield Corporation itu merangkak menghampiri Richard yang berdiri dengan tumpuan dua lutut.

“Tu… Tuan… Berdirilah. Ampuni kelancangan putraku. Oh, aku akan menghajarnya tanpa ampun. Tu… Tuan Naga Langit, aku akan membayar kompensasi besar untuk masalah yang dibuat putraku ini! Ampunilah kami…” Carl Jung bersujud di kaki Richard dan memohon ampun dengan suara pelan sehingga banyak orang yang tak bisa mendengar kalimat Carl Jung.

Richard menarik napas dalam. Ia tak menduga ada orang yang mengenali identitasnya di Kota Roxburgh. Karena Carl Jung memaksa, Richard akhirnya berdiri.

“Banjingan tengik! Lekas bersujud pada Tuan Forger!” Calr Jung yang masih berada di posisi berlutut lantas memelototi Luis Jung dan memaksa putranya itu untuk bersujud di kaki Richard Forger.

“A… Apa?!!!!” Luis Jung menelan ludah tak percaya. “Ayah?! Apa maksudnya ini?!”

Komen (15)
goodnovel comment avatar
Ningrum
bagus sih cuman alur cerita mudah ditebak
goodnovel comment avatar
Lucki Caniago
bagus betul
goodnovel comment avatar
vianca
cerita yang menarik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status