Partager

165. Terciduk

Auteur: Harmony^-
last update Date de publication: 2023-11-04 23:00:11

“Kamu mau makan apa?” Derren mengambil piring. Ia siap menjadi banu Marsha seandainya istri cantiknya itu meminta sesuatu.

Sayangnya, Marsha sudah mengambil piringnya sendiri dan mengambil makanannya sendiri.

Derren menghela napas penat. Ia mengikuti langkah Marsha berjalan pergi meninggalkan tempat hidangan kantin berada dan mencari tempat duduk.

“Jangan terus mengikutiku.”

Marsha menyuapkan makanan ke dalam mulut dan mulai makan dengan tenang.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   179. Aku Selalu Di sisimu

    “Tolong selamatkan istriku, aku tidak bisa hidup tanpanya.”Marsha terdiam. Samar-samar suara suaminya yang merintih di tengah isak tangisnya, membuat hati Marsha merasa pilu. Namun kasih sayang terhadap buah hatinya lebih besar dari cinta pada suaminya. Kini bukan Derren yang menjadi dunianya, namun bayi mungil yang bahkan belum pernah dia lihat sekali pun.Zahra memasuki ruangan. Menatap Marsha yang merenung dalam lamunan panjang yang terasa berat. “Kamu mendengarnya, Marsha. Suamimu ingin kamu hidup.”Marsha melirik pelan. Suara kelam Zahra membuatnya menangis. Tatapan sendu yang senantiasa pilu itu terasa menyesakkan untuknya. Marsha tahu, banyak orang mengharapkan pilihan untuk melanjutkan hidup dan melepas bayinya. Namun ibu mana yang cukup gila untuk melakukan itu?“Tolong selamatkan anakku saja, Zahra.” Marsha tampak putus asa. Senyum pudar yang dia sanjung dengan Di setiap keputusannya selalu di tentang suaminya. Namun dia akan tetap memohon keselamatan bayinya.Lantas, dia

  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   178. Permohonan

    Anna mendorong kursi roda Lea menuju tempat chek out bandara. Mereka siap pergi meninggalkan negara ini.Marsha hanya diam menatap keduanya berjalan menjauh. Dia mengantar kedua wanita itu ke sini. Mengemudikan mobilnya secara pribadi dan mengucapkan perpisahan dengan benar.“Terima kasih sudah mengantar istri dan anakku.” Seorang lelaki berusia 60 tahun berdiri di sampingnya dengan tatapan dingin—ciri khas orang tersebut.Wajah tampan yang eksotis selalu membuat Marsha merasa lelaki ini tidak akan pernah pantas di panggil “kakek” nantinya.“Senang bisa membantu Anda, Tuan Sean.”Lelaki itu mengukir sedikit senyum, menatap perut Marsha yang terlihat aneh hari ini. “Dan selamat atas kehamilanmu.”Marsha membulatkan mata, menurunkan pandangan dengan cepat sambil mengusap perutnya yang sedikit membesar.“Tidak Tuan.” Marsha menggeleng kuat. “Saya tidak mengandung. Sungguh.”Sean hanya terkekeh, menepuk pund

  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   177. Salam Perpisahan

    “Nona, bolehkah saya masuk ke dalam?” Mina berdiri di depan pintu bersama Agam. Raut wajah bahagia terlihat jelas di wajah mereka. Sebentar lagi mereka akan mengabarkan kabar baik walau di sertai kabar buruk.“Masuk saja. Aku sudah ganti pakaian,” ucap Marsha dari dalam kamarnya dengan suara lantang.Mina membuka pintu, melihat Tuannya sedang duduk di depan meja rias dengan membuat wajahnya semakin cantik dengan riasan tipis.“Ada apa dengan raut wajah itu?” Marsha melihat wajah kedua sekretaris itu dari pantulan cermin dengan wajah heran. Wajah sumringah mereka membuat senyumannya ikut terbit, walau sedikit.“Kami mendapatkan informasi jika Tuan Hardy telah kembali di tangkap setelah kemarin berhasil kabur dari penjara.” Mina membuka omongan.Agam yang berdiri di sebelahnya hanya mengangguk-angguk. Namun berita kedua yang akan dia sampaikan bisa membuat senyum senang Marsha hilang.“Namun ada berita buruk yang menyertai itu.” Agam berbicara dengan wajah serius, membuat Marsha menat

  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   176. Jatah?

    Marsha duduk bersandar di belakang kursi penumpang. Sementara Derren yang duduk di sampingnya hanya bisa menghela napas lelah beberapa kali sambil melihat penampilan dirinya yang kacau setelah di jambak istrinya sendiri sebagai ‘korban salah target’.“Rambutku pitak.” Gumam Derren melihat sebagian sisi rambutnya yang sedikit gundul.Sementara Marsha yang mendengarnya hanya memalingkan wajahnya, pura-pura tidak mendengarnya.“Aku harap seseorang bertanggung jawab. Bukannya malah memalingkan wajah dan tidak meminta maaf sama sekali. Bahkan bersikap acuh tak acuh.” Sindir Derren.Marsha masih diam. Dia tidak ingin mendengar dan memilih memejamkan mata.Lelaki itu diam. Dia menatap keluar jendela dengan tatapan sendu. Suasana canggung dan mencengkram itu membuat Marsha tidak nyaman. Dia segera membuka mata dan melirik apa yang di lakukan suaminya. Dia menemukan wajah sendu Derren dari pantulan kaca jendela mobil di

  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   175. Sedikit Keributan

    Gama berdiri di depan kantornya dengan menggenggam papan nama miliknya dengan tatapan sendu.Di belakangnya, Agam, berdiri menunggunya dengan sabar sambil membawa sebuah kotak lumayan besar dalam pelukannya. “Anda tidak ingin pergi?” tanya Agam, membenarkan genggamannya pada kotak besar yang sedikit merosot karena kelebihan muatan. “Saya membawa benda yang cukup berat. Bisakah Anda menepi?” Mendengar itu, dengan wajah memelas Gama menepi dari depan pintu, bahkan membantu Agam membuka bilik pintu lebih lebar agar lelaki itu bisa masuk dengan mudah.“Marsha akan segera pindah ke kantor ini, kan? Kapan??” tanya Gama, lesu. Agam melirik sekilas ke arah Gama yang kembali berdiri menghalangi jalan di ambang pintu. “Entah. Mungkin dia akan segera sampai. Mungkin juga sore hari baru bisa mampir. Kenapa? Anda terlihat gelisah. Bukannya perjanjiannya berjalan lancar kemarin?” Agam menaikkan sebelah alisnya. “Jangan bilang Anda baru menyesalinya

  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   174. Tawaran

    Marsha duduk bersantai di teras samping rumahnya dengan membaca beberapa dokumen sebelum akhirnya Derren datang membawa sebuah amplop dan memberikannya pada Marsha.“Sha, coba lihat apa yang aku dapatkan dari pelelangan yang aku hadiri hari ini.” Derren memberikan benda itu ke tangan istrinya.Marsha menaikkan sebelah alisnya sambil menerima benda itu. “Kamu itu orang sipil tapi terus-menerus datang ke tempat ilegal seperti itu. Apa tidak bahaya? Jika Tuan Bridam tahu, kamu akan mendapatkan masalah.”Derren hanya mengangkat acuh bahunya dan duduk di bangku yang berseberangan dengan Marsha, melihat istrinya membuka dokumen itu dan membulatkan matanya dengan sempurna.“Astaga.” Marsha menatap Derren dengan senyum kaku. “Bagaimana bisa kamu mendapat benda sebagus ini? Apakah ini untukku?”Derren mengangguk mantap. “Aku mendapatkannya dengan susah payah. Mengingat benda itu adalah barang berharga karena perusahaannya masuk ke dalam perusahaan raksasa ke-6 di dunia.”Marsha mengangguk-angg

  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   115. Bocah Meresahkan

    “Duduklah di sini, Naya.” Derren menarik salah satu kursi meja makan untuk adik perempuannya. Naya menurut dan duduk di sana dengan tenang tanpa menghiraukan banyaknya menu makan malam yang di hidangkan di atas meja makan. “Padahal Kak Marsha tidak akan pulang sore,

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-29
  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   117. Karena Menolak, Aku Suap!

    Naya dan Marsha saling menatap. Keduanya terlihat bingung melihat situasi di antara Yana dan Derren yang terlihat canggung. “Kalian pasti bertengkar.” Naya telah menyimpulkan dan membuat keduanya langsung tersinggung. “Tidak!” balas Derren dan Yana dengan kompak.

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-29
  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   111. Itu Urusanku

    “Jadi begitu.” Marsha menghela napas panjang. Ia menatap wajah gugup Naya dengan tatapan santai namun masih terkesan dingin. Amarah yang bergejolak dalam dirinya sudah berusaha ia tahan. Namun ekspresi wajahnya yang buruk tidak bisa 100% ia sembunyikan. “Terima kasih

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-28
  • Suami Kontrakku Ternyata Dewa Perang   97. Semuanya Karena Marsha

    Derren mengulas senyum sakit. Ia menatap Marsha dengan kecewa. “Ke mana rasa kepercayaan kamu padaku yang dulu Marsha? Kamu tahu aku tidak akan bisa membuangmu karena berbagai macam alasan. Tapi omonganmu cukup jahat akhir-akhir ini.” Marsha mengulas senyum smirk. “Siapa yang

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status