Share

Suami Ojolku Ternyata Presdir
Suami Ojolku Ternyata Presdir
Penulis: Mar Shahle

Chapter 1

Tamparan keras mendarat di pipi mulus gadis cantik yang berusia 21 tahun. Dia adalah Sarah Marcelina, putri tunggal pengusaha sawit ternama yang masih berstatus mahasiswa disalah satu universitas terbaik di kotanya.

Tamparan itu mengayun dengan keras menghantam pipi Sarah dengan kuat, sehingga membuat gadis cantik berhidung mancung bak boneka barbie itupun terperanjat lalu terbangun, seketika membuatnya merasakan nyeri yang begitu menyakitkan.

“Ayah, kenapa memukulku?” tanya Sarah kepada pria yang menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh amarah. Lelaki itu terlihat sangat murka.

“Masih berani kamu bertanya? Lihat dirimu! Dasar anak tidak tahu diuntung, beraninya kamu membuat malu keluarga dengan membawa lelaki tukang ojol ini kedalam kamar!” ucap Bagas dengan penuh amarah.

Bagas menunjuk ke arah lelaki 30 tahun itu yang merupakan langganan ojek sarah ke kampus. Pria itu bernama Zavar. Ia tertidur dengan pulas, menampakkan wajahnya yang kelelahan seakan habis melakukan pertarungan sengit di ranjang. Terlebih-lebih Zavar tak mengenakan apapun. Hanya selimut yang menutupi tubuh bugil keduanya. Pakaian mereka berdua tercecer di ruangan bernuansa pink tersebut.

“Apa?”

Kata-kata itu keluar dari bibir seksi Sarah dengan perasaan yang sangat mengejutkan dirinya sendiri. Ia memalingkan kepala, melihat ke arah samping dimana Ayahnya menunjuk.

Seketika mata Sarah membulat sempurna setelah melihat Zavar yang berada satu selimut dengannya. Sarah baru sadar kalau dirinya dan Zavar tak mengenakan pakaian.

“Apa yang terjadi?” ucap Sarah setengah berteriak. Tentunya hal tersebut membuatnya sangat terkejut.

“Tanyakan pada dirimu, Sarah, tentunya kamu lebih tahu!” jawab Bagas dengan nada yang sangat tinggi, menggema di dalam ruangan tersebut. Bagas sangat emosi, bahkan darahnya mendidih sampai ke ubun-ubun! Ayah mana yang tak marah melihat anak gadisnya berbuat tak senonoh.

Sarah mengingat-ingat, apa yang terjadi kemarin malam. Ia ingat dirinya baru saja pulang sehabis membeli alat-alat untuk praktek kuliah, selesai berbelanja ia ingat tak memiliki uang yang cukup untuk membayar, kemudian Sarah masuk ke dalam rumah untuk mengambil uangnya di dalam kamar. Setelah itu Sarah tak ingat apa-apa lagi.

“Dasar gadis murahan! Beraninya kamu membawa tukang ojol ini tidur di kamar saat kami tidak di rumah. Kamu sengaja ingin mencoreng wajah ayahmu, Sengaja kamu hah! Ayahmu ini pengusaha ternama, Sarah! Ya Tuhan, hukum hambamu yang terlalu memanjakan anak tiriku, memberikannya kasih sayang melebihi putri kandungku sendiri, sehingga ia menjadi liar begini!”

Lena sang ibu tiri ikut berteriak histeris, mengusap kepalanya yang seakan terasa pusing dan shock.

“Tega kamu, sarah. Aku tak menyangka kamu bisa melakukan hal tak bermoral seperti ini, berzinah dengan lelaki yang … hanya tukang ojol? Kamu keterlaluan, Sarah. Membuat Mama dan Ayah kecewa!” Selena, saudara tiri Sarah yang seusia dengannya pun ikut-ikut bicara, membuat situasi semakin memanas.

“Tidak, aku tidak sehina itu. Kalian salah paham, ini tidak sama seperti yang kalian lihat.”

Sarah mencoba membela diri. Namun, saat Sarah mencoba menjelaskan, Bagas sudah lebih dahulu keluar dari kamar. Ia tak kuasa melihat pemandangan tersebut. Hatinya yang bagaikan kaca telah hancur berkeping-keping setelah melihat perbuatan putri kesayangannya, putri yang selama ini selalu ia bangga-banggakan.

“Mas, Tunggu!” teriak Lena melihat Bagas yang keluar dari kamar. “Lihat ulahmu, Sarah! Jika terjadi sesuatu terhadap Ayahmu, Mama tak akan pernah memaafkan kamu!” ancam Lena kepada Sarah. Ia menatap Sarah dengan pandangan yang menjijikkan, setelah itu Lena pun berlari keluar mengejar suaminya.

“Puas kamu menghancurkan keluarga ini!” ucap Selena, ia pun keluar meninggalkan Sarah yang masih mematung dengan selimutnya.

Melihat semuanya telah pergi, dengan cepat Sarah memungut pakaiannya yang tercecer, di lantai kemudian memakainya dengan Segera. Sarah menatap pria yang masih terlelap itu dengan tatapan penuh kebencian. Sarah merasa bahwa semua ini adalah rencana Zavar yang licik!

Setelah berpakaian, Sarah berlari keluar mencari sang Ayah untuk menjelaskan kesalahpahaman saat ini. Terlihat Bagas sedang memijat kepalanya yang terasa mau pecah di ruang tamu.

Sarah menghampiri sang Ayah, untuk menjelaskan. “Ayah. Ini hanya salah paham, tidak seperti yang Ayah lihat! Kami tidak berzina, Ayah!” ucap Sarah menimpali, tentunya gadis itu membela diri.

“Bagaimana Ayah bisa percaya, lihat diri kamu yang tak lebih seorang jalang! Kamu sama saja seperti ibu kamu!” Bagas menghardik Sarah penuh emosi.

Ayah mana yang tak sakit hati mendapati putrinya seperti itu. Bayangan kelam mendapati ibunya Sarah seranjang dengan lelaki lain kembali terlintas di benak Bagas. Sama seperti yang Sarah lakukan.

“Ada CCTV, Ayah bisa lihat kalau kami difitnah,” ucap Sarah membela diri.

“Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya, Mas. Percuma melihat CCTV, kamu mau menunjukkan pada kami aksi liarmu dengan pemuda miskin itu? Membayangkan saja membuat kami semakin muak pada mu. Jangan-jangan kamu sudah sering melakukannya!" Cecar Lena dengan bengis.

"Mas, daripada melihat CCTV lebih baik Sarah segera kita bawa ke KUA, aku takut kalau Sarah sudah hamil mau ditaruh dimana wajah kita Mas. Sebaiknya kita nikahkan mereka dengan segera, sebelum perut Sarah membesar Mas, mereka sudah terlanjur membuat malu keluarga ini! Di Rumah ini saja Sarah berani melakukan hal tak senonoh begini, apalagi diluar sana!” ucap Lena memanas-manasi Bagas.

“Tidak, Mah. Sarah tidak seperti itu. Sarah tidak pernah berzinah. Ayo Ayah, lihat CCTV-nya. Kita lihat kalau Sarah memang tidak bersalah,” ucap Sarah sekali lagi.

“Alah, mana ada pencuri yang mengaku, Sarah. Sudahlah, kamu tidak mengelak lagi, bukti sudah sangat jelas, Mama tidak menyangka telah salah mendidik kamu, padahal selama ini Mama selalu berikan kasih sayang yang tulus sama kamu, kenapa kamu tega Sarah.”

“Mah, Pah, please dengerin penjelasan Sarah!” Mata Sarah berkaca-kaca memandang ke arah Lena serta ayahnya secara bergantian.

Semua mata memandang ke arah Bagas menunggu jawaban yang keluar dari bibirnya.

“Sudahlah, Sarah. Tak ada yang perlu dijelaskan lagi, benar kata Ibu tirimu. Sebaiknya kalian dinikahkan saja daripada terus berbuat dosa, kalian sudah terlanjur mencoreng kotoran di wajah Ayah!” jawab Bagas.

“Ayah! Tolong dengar penjelasan Sarah sekali ini saja!” pekik gadis itu.

“Tidak, Ayah. Sarah belum siap menikah, Sarah ingin menyelesaikan kuliah terlebih dahulu!”

Namun Bagas tak mau mendengar penjelasan putrinya lagi, mata dan kepalanya sudah sangat jelas menjelaskan apa yang terjadi.

Disaat bersamaan Zavar yang tampak kaget pun baru saja keluar dari kamar, telah mengenakan pakaiannya, menghampiri keluarga Sarah yang tampak membahas sesuatu yang penting.

“Nah, itu dia Yah, calon pengantin Sarah sudah bangun,” celetuk Selena menatap nanar dan hina pemuda yang bernama Zavar tersebut.

“Calon pengantin? Apa maksudnya?” tanya Zavar yang merasa bingung, apakah saat ini dia sedang bermimpi?

Mar Shahle

Selamat membaca, semoga suka dengan ceritaku.

| 2
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Mar Shahle
makasih, ayo baca sampai tamat. hihi
goodnovel comment avatar
Mar Shahle
wkwkwkw baru lihat komenan
goodnovel comment avatar
Mar Shahle
hihi, lanjut kak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status