Share

Bab 2

Author: Mamahgabut11
last update publish date: 2026-08-05 17:35:29

Nabila berdiri menunggu lift terbuka dengan wajah dan tubuh yang lelah seakan habis berperang semalam, Raya dan Steve menghampiri nya dan menaiki lift bersama

Saat pintu lift akan menutup, seseorang menghentikannya. Dia Ardi asisten Bima.

Bima dan Ardi menaiki lift yang sama dengan Nabila.

Suasana seakan mencekam didalam sana, tetapi Raya dengan iseng nya melihat tanda merah dileher Nabila, dan langsung bertanya dengan polos.

"Bu Nab, lehernya kok merah. Kenapa Bu?" Tanya Raya heran dengan polosnya.

Semua orang yang berada disana terkaget mendengar pertanyaan Raya, termasuk Bima yang ada didepan mereka.

Seketika wajah Nabila memerah malu dan langsung menutupi tanda merah itu.

"Apasih Raya, cuma digigit serangga aja kok." Ucap Nabila dengan malu.

"Serangganya ganas juga ya Bu." Ucap Steve meledek seakan tau penyebab tanda merah itu.

"Hmm..hmm.." ucap Bima untuk mencoba menghentikan pembicaraan itu.

Raya dan Steve langsung terdiam takut pada Bima, dan tak lama kemudian pintu lift terbuka dan telah sampai di kantor mereka.

"Tunggu. Nabila." Panggil Bima yang menghentikan Nabila yang tergesa-gesa ingin masuk ke kantornya.

"Ya? Pak bima?" Ucap Nabila.

"Datang ke ruangan saya dulu." Ucap Bima.

"Baik. Pak." Ucap Nabila yang langsung mengikuti langkah Bima masuk ke ruangannya.

Mereka masuk, dan pintu langsung dikunci oleh Bima.

Bima menarik tubuh Nabila kepelukannya, dan membelai rambut panjang Nabila kebelakang tubuh Nabila dan melihat tanda merah itu dengan seksama.

Nabila langsung menyadarkan diri dan mendorong Bima untuk melepaskannya, tetapi Bima tetap menahannya dalam posisi itu.

"Bim!" Ucap Nabila kesal.

"Aku suka tanda merah ini, seksi." Ucap Bima dengan menggoda di telinga Nabila.

"Bima!" Ucap Nabila dengan geli.

"Udah Bim, lepasin nanti ada yang lihat!" Lanjut Nabila yang masih mencoba melepaskan diri dari Bima.

"Memang kenapa kalau ada yang lihat? Kamu juga sepertinya ingin semua tau kamu sudah bersuami dengan tanda merah ini." Ucap Bima kembali menggoda.

"Kamu gila ya Bim! Aku gak sengaja dan lupa kalau ada tanda merah ini. Lagian ini gara-gara kamu yang kasih tanda ini! Aku bilangkan jangan!" Ucap Nabila kesal.

"Tapi semalam, semakin kamu bilang jangan semakin aku pengen gigit kamu Bil." Ucap Bima dengan lembut sambil membelai rambut Nabila.

#flashback semalam..

Seseorang memeluk Nabila dari belakang, dan mencium leher Nabila dengan lembut.

"Bim.." ucap Nabila lembut dan merasa geli dengan kecupan itu.

Bima dan Nabila, mereka menyembunyikan rahasia besar dibalik permusuhan mereka dihadapan publik sebenernya.

Mereka sudah tiga tahun menikah, dirumah mereka melakukan layaknya hubungan suami istri dan penuh dengan keintiman satu sama lain.

Mereka juga berbagi suka duka seperti pasangan lainnya, tetapi diluar rumah seakan mereka ingin menerkam satu sama lain.

Bukan tanpa alasan mereka menyembunyikan pernikahannya, hanya saja menurut mereka ini cukup menjadi privasi mereka berdua dan tidak ingin mengganggu pekerjaan satu sama lainnya apalagi kesan mereka diluar sana sudah terlanjur di cap musuh bebuyutan.

Bima terus menciumi tubuh istrinya itu dengan lembut, Nabila menggeliat kegelian dengan apa yang dilakukan suaminya itu.

"Bima.. ahh.." ucap Nabila.

Nabila membalikan tubuhnya, mereka saling berpandangan tajam seakan tidak ada yang menghalangi mereka untuk saling menerkam.

Bima dan Nabila berciuman dengan penuh gairah hingga terjatuh diatas tempat tidur mereka yang luas dan nyaman.

Bima berada diatas Nabila dan terus menciumi tubuh Nabila.

Tetapi seketika Nabila mendorongnya, mereka kembali bertatapan.

Bima dengan nafas yang terengah-engah seakan tidak bisa menahan nafsunya itu bingung dengan apa yang dilakukan Nabila.

"Stop Bim! Aku ga mau, karena tadi kamu disentuh Jenie." Ucap Nabila sambil memalingkan wajah pada Bima yang masih berada diatasnya.

"Jenie? Kamu kan tau Jenie itu yang selalu kegenitan sama aku, aku gak akan pernah tergoda sama dia." Ucap Bima dengan lembut dan mencoba menjelaskan pada Nabila.

"Kenapa kamu gak tergoda sama dia? Dia itu kan seksi bahkan dikantor banyak yang mau sama dia." Ucap Nabila.

"Untuk apa aku tergoda sama dia Nabila, sedangkan istriku.. jauh lebih menggoda." Ucap Bima berbisik ditelinga Nabila kemudian mengigit nya perlahan.

Nabila seketika menggeram geli dibuatnya, dia memeluk tubuh Bima pertanda dia setuju melanjutkan aktivitas mereka sebagai suami istri.

"Bima... Ahhh..." Ucap Nabila.

"Iya sayang? Bilang aku sayang.." ucap Bima bersemangat.

"Saa..sayang.. hmm" ucap Nabila lembut.

#Flashback off.

Ketukan pintu membuyarkan pandangan mereka dan langsung saling melepaskan diri.

Bima kembali ke tempat duduknya dan Nabila bergegas membuka pintu kantor Bima.

Dihadapannya ada Ardi yang membawa Kevin, CEO Chandra Mall grup.

Ardi dan Nabila mempersilakan Kevin masuk, Nabila menyambut Kevin dengan senyuman.

"Baiklah, saya permisi ke ruangan saya dulu." Ucap Nabila.

"Kebetulan kamu disini Nabila, lebih baik kita berbincang bersama." Ucap Kevin dengan pandangan penuh perhatian kepada Nabila.

Bima seakan tau seperti apa pandangan itu, memang mereka dulu berada diuniversitas yang sama.

Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa Kevin memang menyukai Nabila.

"Dia sibuk Kev, kita bicara berdua dulu saja. Jika semua desain peluncuran produk baru perhiasan kita sudah selesai baru kita berbincang bersama untuk opening  galeri brand di Chandra mall."

Nabila mengangguk dan berpamitan pergi meninggalkan dua laki-laki tampan nan berbadan proposional itu.

Mereka berdua memang sama-sama idola kampus, tampan, kaya, dan juga cerdas.

Wanita mana yang tidak berebut untuk mendapatkan hati mereka, dikampus Kevin terkenal menyukai Nabila tetapi Bima dikenal musuh bebuyutan Nabila.

Nabila sering disebut membuat iri para wanita, musuh dan pria yang menyukainya benar-benar sempurna.

#Ruangan Nabila.

Nabila kembali sibuk dengan pekerjaannya, dia menghela napas panjang dan ingin cepat-cepat menyelesaikan desain yang diburu waktu itu.

Meskipun dibalik perselisihannya dengan Bima dikantor atau diluar rumah, mereka tidak pernah membawanya sampai ke tempat tidur tentang masalah pekerjaan.

Entahlah, tapi bahkan mungkin mereka lebih mesra dan bergairah dari pasangan suami istri lainnya.

Jam istirahat tiba, Nabila dan Raya minum kopi bersama dicafe lantai bawah dikantornya setelah makan siang.

Mereka melihat Bima dan Kevin yang juga sedang berbincang sambil minum kopi dari kejauhan.

Raya memandang mereka dengan penuh kekaguman, begitupun wanita-wanita disekitarnya terlihat mengagumi mereka berdua yang begitu tampan dan keren seperti dalam drama.

"Hah... Andai aku jadi istri salah satu dari mereka, kaya nya aku kurung mereka sampai lemas dikamar Bu Nab." Ucap Raya sambil senyum memandang mereka berdua.

Seketika Nabila yang sedang meneguk kopinya tersedak dibuatnya.

Memang benar apa yang dikatakan Raya, Nabila pun merasakannya begitu puas dengan suaminya diatas ranjang.

Bahkan setiap hari rasanya bergejolak, apalagi Bima yang selalu saja menggodanya ditempat tidur seakan tidak seharipun membuatnya lolos dari terkamannya.

Dari kejauhan Bima melirik kearah Nabila, mereka saling berpandangan, Bima menggigit bibir bawahnya dengan seksi seakan menggoda istrinya dari kejauhan sana.

Nabila jadi tersenyum malu dibuatnya, dia jadi  mengingat kembali awal gairah itu datang hingga akhirnya mereka memutuskan menikah.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suami Rahasiaku   Bab 39

    Hari pertama Nabila kembali masuk kerja, sekarang Nabila dan Bima berangkat kerja bersama. Tentu saja dikantor sudah riuh dengan gosip Nabila yang hamil dan diantarkan oleh Bima, karena Ririn yang menceritakan semua itu. Saat Nabila dan Bima masuk, semua mata tertuju pada mereka. Semua orang sangat heran ada apa sebenarnya diantara mereka, bukankah selama ini mereka selalu perang dingin.Nabila dan Bima masuk ke ruangan mereka masing-masing, Raya mengikuti Nabila masuk ke ruangan Nabila."Bu Bil? Gosip panas banget Bu Bil. Tapi kenapa ini tentang Bu Bil?" Ucap Raya."Gosip apa lagi si Raya?" Tanya Nabila sambil tersenyum, tapi dalam hatinya ingin tertawa karena sudah tau apa yang digosipkan."Ririn pagi-pagi sudah heboh, bilang ketemu Bu Nabila dan pak Bima di dokter kandungan. Bahkan bilang Bu Nabila lagi cek up kandungan dan pak Bima mengelus perut Bu Bil." Ucap Raya."Oh itu, itu bukan gosip kok. Itu fakta." Ucap Nabila sambil fokus pada komputer nya."Hah? Apa? Fakta?" Ucap Raya.

  • Suami Rahasiaku   Bab 38

    "Ardi??" Panggil Anya hingga membuyarkan lamunan Ardi."Iya Nya? Hmm.. lebih baik nanti kamu tunggu Bu Nabila saja yang menceritakan hal detailnya. Aku merasa tidak nyaman jika menceritakan privasi pak Bima. Aku tidak terbiasa untuk itu." Ucap Ardi."Luar biasa, kamu benar-benar berdedikasi tinggi. Sangat setia pada bos." Ucap Anya."Maaf ya Nya, aku hanya ingin memisahkan masalah pribadi dan pekerjaan. Kamu gak marah kan?" Ucap Ardi sambil merangkul tubuh Anya."Tidak, aku hanya kagum dengan kinerjamu. Aku juga penasaran kenapa kamu belum memiliki kekasih? Meskipun kamu itu terlalu serius bekerja kamu itu cukup tampan dan tubuh kamu bagus. Pasti banyak juga yang menyukaimu?" Ucap Ardi."Memang beberapa wanita ada yang mendekatiku, tetapi aku merasa tidak tertarik merasa kurang cocok. Setelah bertemu kamu, entah kenapa aku bisa seterbuka ini padamu." Ucap Ardi."Ucapan laki-laki semua sama." Ucap Anya sambil tertawa.Ardi bicara dalam hatinya (" bagaimana caranya agar kamu percaya pad

  • Suami Rahasiaku   Bab 37

    Pagi yang begitu cerah, Nabila masih tertidur dalam pelukan Bima tanpa pakaian hanya tertutup selimut.Bima yang terbangun lebih dulu mengelus rambut Nabila dan mencium keningnya.Nabila perlahan terbangun dan membuka matanya perlahan."Pagi sayang." Ucap Nabila tersenyum."Pagi sayangku." Ucap Bima lalu mengecup bibir Nabila."Rasanya nyenyak sekali bisa tidur dipeluk kamu lagi." Ucap Nabila semakin mempererat pelukannya pada tubuh Bima."Maaf yah harus terpisah beberapa waktu kemarin, bahkan aku tidak menemanimu saat cek up pertama anak kita." Ucap Bima."Sudah sayang minta maafnya, yang terpenting sekarang kita sudah bersama lagi." Ucap Nabila sambil mengelus wajah Bima."Setelah pulang nanti jangan ada yang ditutup-tutupi lagi, aku mau semua orang tau kamu adalah istriku. Satu-satunya istriku." Ucap Bima."Iya sayang." Ucap Nabila tersenyum bahagia."Hari ini kamu mau jalan-jalan kemana? Ayo kita nikmati babymoon disini." Ucap Bima."Hmmm.. aku ingin naik kapal pesiar, dan yah men

  • Suami Rahasiaku   Bab 36

    Mobil nya berasap dan rusak cukup parah membuat semua orang berkumpul dan memanggil ambulan untuk segera membawa Brian dan Bima ke RS. Luka benturan dikepala Brian sangat parah dan sebelah mata Bima terkena pecahan kaca. Dengar segera ambulan datang dan melakukan pertolongan pertama pada mereka lalu segera membawa mereka ke rumah sakit. Silvi yang mengetahuinya langsung berangkat ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan mereka berdua. Kecelakaan itu membuat Silvi ketakutan, dia tidak menyangka kecelakaan ini akan terjadi. Brian dan Bima sampai dirumah sakit dan langsung ditindak di IGD, mereka bersebelahan. Bima masih mengerang kesakitan karena sebelah matanya terkena pecahan kaca dan dokter memeriksa nya kemungkinan harus di operasi dan sepertinya mata sebelah kiri Bima tidak bisa melihat lagi karena rusak cukup parah. Brian yang setengah sadar mendengar hal itu, dengan lemah dia memanggil Bima. Silvi mengintip mereka dari luar dan tidak berani masuk kedalam. Keluarga Brian d

  • Suami Rahasiaku   Bab 35

    "Sial ! Aku minum wine yang salah." Ucap Silvi dalam hati."Silvi kamu baik-baik saja kan?" Tanya Brian lalu memapah Silvi untuk keluar dari bar."Antar aku ke kosanku Brian." Ucap Silvi."Baiklah." Ucap Brian.Brian mengantarkan Silvi ke kosannya, tidak jauh dari bar. Brian menggendong Silvi sampai ke kamarnya.Tubuh Silvi benar-benar bergejolak, bahkan melihat wajah Brian menjadi wajah Bima. Saat Brian menidurkannya ditempat tidur, Silvi menarik nya mendekati tubuhnya hingga menindih tubuh Silvi."Silvi? Kamu ngapain?" Ucap Brian."Bima, akhirnya kamu disini. Aku sangat menyukai kamu Bima." Ucap Silvi lalu mengecup bibir Brian."Silvi, kamu lihat baik-baik aku ini siapa!" Ucap Brian mencoba melepaskan pelukan Silvi.Tanpa menjawab apapun karena Silvi yang sedang bernafsu dia membalikan keadaan sekarang dia yang berada diatas Brian.Perlahan dia mengelus wajah Brian dan sampai ke dada Brian, tangannya menyelelusup masuk kedalam kaos Brian dan meraba tubuh Brian membuat Brian kegelian

  • Suami Rahasiaku   Bab 34

    Sesampainya di Swiss, Bima dijemput oleh travel yang disiapkan oleh hotel. Dia menginap di tempat yang sama dengan Nabila bahkan bersebelahan, itu semua sudah diatur oleh Anya.Di hotel, Bima langsung masuk ke kamarnya. Dia begitu takjub dengan keindahan lingkungan sekitar dan pemandangan yang sangat menakjubkan.Dia membersihkan diri dan berganti pakaian, lalu keluar untuk menghirup udara segar dibalkon.Dia menarik nafas panjang, merasa bebannya lebih ringan. Tanpa dia sadari seseorang dari balkon sebelah memandangi nya dengan tajam, yah dia Nabila. Nabila juga sedang menikmati keindahan pemandangan dibalkon, tetapi tiba-tiba dia menyadari orang yang baru saja datang ke balkon samping adalah suaminya Bima.Nabila memandang tajam karena kaget, apa ini mimpi pikirnya. Bima kembali memandang nya dengan penuh kerinduan dan tersenyum manis pada Nabila."Sayang?" Panggil Bima."Ka..kamu ngapain disini Bim?" Ucap Nabila bingung."Menurut kamu untuk apa aku disini? Ya tentu saja menikmati p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status