Share

bab 3

Author: Mamahgabut11
last update publish date: 2026-08-05 17:43:46

#Flashback..

Hari itu hari kelulusan Universitas Darma, semua merayakan kelulusan mereka dengan suka cita begitu pun Nabila dan Bima.

Pada pesta perpisahan malam itu, semua bahagia dan begitu terbawa suasana.

Nabila dan Bima minum sedikit anggur, tetapi ternyata anggur yang diminum Nabila diberi obat oleh Raja, laki-laki dari fakultas seni yang menyukai Nabila namun Nabila tolak.

Nabila mulai merasa tidak nyaman, Bima dari kejauhan melihat Nabila yang sedikit linglung.

Dan terlihat juga Raja yang menunggu momen itu datang.

Raja dengan sigap menangkap tubuh Nabila yang akan terjatuh, iya memapahnya dan masuk ke kamar hotel.

Sebelum sempat masuk, Bima menahan mereka.

"Apa Bim? Jangan ikut campur, kamu juga tidak suka dia kan? Dia musuhmu. Jadi pergi sana !" Ucap Raja dengan tegas.

"Lepas!" Ucap Bima lalu memukul wajah Raja.

Nabila terlepas dan menyandarkan diri ke dinding disampingnya, sungguh ia merasa benar-benar tidak nyaman, dia merasa panas dan begitu berhasrat.

Bima memukul Raja tanpa ampun, terlihat wajah marah yang sulit dilukiskan seperti seorang kekasih yang sedang melindungi kekasihnya.

Raja merasa kalah dan lari pergi dengan tergesa-gesa.

Bima menggendong Nabila dan masuk ke kamarnya, dia menidurkan Nabila yang masih merasa tidak nyaman itu.

"Bim!" Ucap Nabila dengan lembut sambil menarik kerah kemeja Bima.

Mereka saling berpandangan, Bima menjadi sangat canggung.

"Bim... Aku gak tau kenapa, rasanya aku gak nyaman, Bim.. tolong aku Bim.." ucap Nabila dengan nafas yang terengah-engah.

"Ayo kita kerumah sakit.." ucap Bima sambil akan membangunkan Nabila.

Nabila kembali menarik tubuh Bima hingga mereka begitu sangat dekat satu sama lain.

"Bim, kamu benci aku yah?" Ucap Nabila sambil membelai wajah Bima dengan lembut.

Bima tidak mengatakan apapun, Mereka berpandangan satu sama lain, pertengkaran yang biasa mereka lakukan seakan terlupakan seketika.

Nabila perlahan mencium bibir manis Bima, Bima menatap Nabila.

"Bil, kalau nanti kamu bangun dan sadar akan semua ini apa kamu akan menyesal?" Ucap Bima dengan menatap Nabila begitu dalam.

"Jika aku tidak melakukannya, mungkin aku yang akan menyesal Bim." Ucap Nabila sambil membelai wajah Bima dengan begitu lembut.

Bima merasa tidak tahan, mereka berciuman dengan penuh gairah. Seakan kedua musuh itu memang menyimpan rasa berbeda selama ini, mungkin saja kebencian itu adalah cinta yang tersembunyi.

Bima menciumi tubuh Nabila dengan penuh gairah, Nabila mengeram keenakan dibuatnya.

"Bim..." Ucap Nabila lembut.

"Aku pertama kali melakukannya Bim.." lanjut Nabila sambil bertatapan dengan Bima.

"Aku juga Bil." Ucap Bima dan melanjutkan aktivitasnya.

Perlahan Nabila membuka kancing kemeja Bima, Bima perlahan menurunkan tali gaun Nabila yang tipis dan menjelajah ke dalam gunung kembar yang menyembul dan semakin menggodanya itu.

"Bim.. aahh.." Teriak Nabila dengan lembut, yang membuat Bima semakin bersemangat menjelajah ke area bawahnya.

Malam itu menjadi malam yang tidak terlupakan untuk mereka, hal pertama yang begitu penting untuk mereka diberikan kepada musuh satu sama lain.

--Pagi hari tiba.

Nabila yang masih tertidur dan menyandarkan tubuhnya dipundak Bima yang masih memeluknya.

Perlahan cahaya matahari memasuki celah jendela yang luas itu.

Bima perlahan membuka matanya, dia sadar dengan apa yang terjadi hanya saja dia merasa takut jika Nabila akan melupakan apa yang dia katakan semalam dan marah padanya.

Dia perlahan membelai rambut Nabila, dia memandang wajah wanita yang selama ini menjadi musuhnya itu.

Tapi sebenarnya selama ini, dia menyimpan perhatian khusus yang rahasia.

Dia menyukai Nabila, bahkan sudah sangat lama ketika mereka masih remaja.

Dia ingat saat itu Nabila membela Bima saat para preman mencoba memalaknya.

Nabila yang penuh semangat dan berani berhasil mengusir preman dengan sirine polisi palsu.

Semenjak itu, Bima yang merasa Nabila semakin cantik setiap harinya dan dia merasa harus tumbuh menjadi lebih kuat untuk bisa melindungi Nabila dimasa depan.

Hanya saja mereka sudah sering bertengkar sejak kecil, jadi hal itu lah yang dapat membuat Bima mencari perhatian dengan pertengkaran diantara mereka.

Bima yang sejak kecil kurang kasih sayang orang tua dan hanya diperhatikan neneknya merasa bantuan Nabila saat itu sangat berarti untuknya, dia merasa dilindungi.

----

Nabila perlahan membuka matanya, Bima segera menyadari itu dan kembali memejamkan mata pura-pura tertidur.

Nabila tersadar dan tentu dia masih sangat ingat kejadian yang begitu panas semalam.

Dia memandang wajah Bima, perlahan membelai wajah Bima dan tersenyum manis.

Tiba-tiba Bima membuka matanya, dan itu membuat Nabila kaget seketika hingga dia terduduk malu.

Nabila menutup wajahnya karena malu, Bima duduk disamping Nabila dan memandang Nabila dengan senyuman.

Mereka yang masih tidak memakai pakaian dan hanya tertutup selimut, bahkan kulit mereka yang masih saling bersentuhan.

Mereka saling berpandangan, ada rasa canggung tetapi juga mengingat semalam begitu sangat menggairahkan untuk mereka.

Pengalaman pertama yang sangat nikmat untuk mereka, hingga rasanya rugi jika tidak melakukannya lagi.

Bima hanya memandang Nabila, menunggu apa yang akan dikatakan Nabila padanya.

"Bim.. sorry.. semalam aku.." ucap Nabila lalu dipotong Bima.

"Jangan bilang kamu gak sadar dan menyesal, aku sudah memastikan pada kamu semalam kan?" Ucap Bima.

"Bukan Bim... Bukan menyesal.." ucap Nabila kebingungan menjelaskan.

"Kamu gak nyesel? Jadi?" Ucap Bima ingin mendengar ucapan Nabila.

"Aa..aku mandi dulu.." Nabila hendak terburu-buru pergi.

Tapi sebelum sempat bangun Bima menarik Nabila hingga Nabila tertidur dan wajah Bima diatas nya.

Kulit mereka yang kembali bersentuhan, begitu hangat.

Bima membelai rambut Nabila dengan lembut, Nabila memandang Bima dengan heran.

"Kenapa mau buru-buru pergi?" Ucap Bima.

"Bim.. kamu mabuk gak semalam?" Tanya Nabila penasaran.

"Mabuk? Bukannya kamu yang mabuk." Ucap Bima sambil terduduk diikuti Nabila juga yang duduk disampingnya.

"Iya Bim.. maaf.." ucap Nabila dengan wajah murung.

"Kenapa minta maaf Bil?" Ucap Bima.

"Gara-gara aku kamu jadi ngelakuin ini, harusnya kamu lakuin sama pacar kamu. Tapi aku bakal ganti rugi Bim!" Ucap Nabila.

Seketika Bima menarik tubuh Nabila keatas pangkuannya.

Nabila kaget, dan memandang Bima dengan heran.

"Gimana cara kamu bertanggung jawab? Aku bahkan gak punya pacar." Ucap Bima dengan pandangan yang begitu dalam pada wanita dihadapannya itu.

"Aku bakal nikahin kamu Bim!" Ucap Nabila dengan lantang.

Bima kaget mendengar ucapan Nabila.

"Kamu bakal nikahin aku Bil?" Tanya Bima sambil mengusap hidung mancung Nabila dengan lembut.

Nabila mengangguk, Bima tersenyum begitu manis sambil memandang wanita yang pipinya masih memerah karena malu malu itu.

"Baiklah, ayo kita nikah Bil." Ucap Bima dengan penuh keyakinan.

Dia tidak menyangka wanita yang sejak kecil banyak bertengkar dengannya itu tiba-tiba ingin menikahinya, tetapi dalam hati kecil Bima dia sangat bahagia.

Nabila juga tidak menyangka Bima setuju dengan lamarannya yang begitu tiba-tiba itu, tapi Nabila merasa begitu bahagia musuh kesayangannya itu akan menjadi teman hidupnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suami Rahasiaku   Bab 39

    Hari pertama Nabila kembali masuk kerja, sekarang Nabila dan Bima berangkat kerja bersama. Tentu saja dikantor sudah riuh dengan gosip Nabila yang hamil dan diantarkan oleh Bima, karena Ririn yang menceritakan semua itu. Saat Nabila dan Bima masuk, semua mata tertuju pada mereka. Semua orang sangat heran ada apa sebenarnya diantara mereka, bukankah selama ini mereka selalu perang dingin.Nabila dan Bima masuk ke ruangan mereka masing-masing, Raya mengikuti Nabila masuk ke ruangan Nabila."Bu Bil? Gosip panas banget Bu Bil. Tapi kenapa ini tentang Bu Bil?" Ucap Raya."Gosip apa lagi si Raya?" Tanya Nabila sambil tersenyum, tapi dalam hatinya ingin tertawa karena sudah tau apa yang digosipkan."Ririn pagi-pagi sudah heboh, bilang ketemu Bu Nabila dan pak Bima di dokter kandungan. Bahkan bilang Bu Nabila lagi cek up kandungan dan pak Bima mengelus perut Bu Bil." Ucap Raya."Oh itu, itu bukan gosip kok. Itu fakta." Ucap Nabila sambil fokus pada komputer nya."Hah? Apa? Fakta?" Ucap Raya.

  • Suami Rahasiaku   Bab 38

    "Ardi??" Panggil Anya hingga membuyarkan lamunan Ardi."Iya Nya? Hmm.. lebih baik nanti kamu tunggu Bu Nabila saja yang menceritakan hal detailnya. Aku merasa tidak nyaman jika menceritakan privasi pak Bima. Aku tidak terbiasa untuk itu." Ucap Ardi."Luar biasa, kamu benar-benar berdedikasi tinggi. Sangat setia pada bos." Ucap Anya."Maaf ya Nya, aku hanya ingin memisahkan masalah pribadi dan pekerjaan. Kamu gak marah kan?" Ucap Ardi sambil merangkul tubuh Anya."Tidak, aku hanya kagum dengan kinerjamu. Aku juga penasaran kenapa kamu belum memiliki kekasih? Meskipun kamu itu terlalu serius bekerja kamu itu cukup tampan dan tubuh kamu bagus. Pasti banyak juga yang menyukaimu?" Ucap Ardi."Memang beberapa wanita ada yang mendekatiku, tetapi aku merasa tidak tertarik merasa kurang cocok. Setelah bertemu kamu, entah kenapa aku bisa seterbuka ini padamu." Ucap Ardi."Ucapan laki-laki semua sama." Ucap Anya sambil tertawa.Ardi bicara dalam hatinya (" bagaimana caranya agar kamu percaya pad

  • Suami Rahasiaku   Bab 37

    Pagi yang begitu cerah, Nabila masih tertidur dalam pelukan Bima tanpa pakaian hanya tertutup selimut.Bima yang terbangun lebih dulu mengelus rambut Nabila dan mencium keningnya.Nabila perlahan terbangun dan membuka matanya perlahan."Pagi sayang." Ucap Nabila tersenyum."Pagi sayangku." Ucap Bima lalu mengecup bibir Nabila."Rasanya nyenyak sekali bisa tidur dipeluk kamu lagi." Ucap Nabila semakin mempererat pelukannya pada tubuh Bima."Maaf yah harus terpisah beberapa waktu kemarin, bahkan aku tidak menemanimu saat cek up pertama anak kita." Ucap Bima."Sudah sayang minta maafnya, yang terpenting sekarang kita sudah bersama lagi." Ucap Nabila sambil mengelus wajah Bima."Setelah pulang nanti jangan ada yang ditutup-tutupi lagi, aku mau semua orang tau kamu adalah istriku. Satu-satunya istriku." Ucap Bima."Iya sayang." Ucap Nabila tersenyum bahagia."Hari ini kamu mau jalan-jalan kemana? Ayo kita nikmati babymoon disini." Ucap Bima."Hmmm.. aku ingin naik kapal pesiar, dan yah men

  • Suami Rahasiaku   Bab 36

    Mobil nya berasap dan rusak cukup parah membuat semua orang berkumpul dan memanggil ambulan untuk segera membawa Brian dan Bima ke RS. Luka benturan dikepala Brian sangat parah dan sebelah mata Bima terkena pecahan kaca. Dengar segera ambulan datang dan melakukan pertolongan pertama pada mereka lalu segera membawa mereka ke rumah sakit. Silvi yang mengetahuinya langsung berangkat ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan mereka berdua. Kecelakaan itu membuat Silvi ketakutan, dia tidak menyangka kecelakaan ini akan terjadi. Brian dan Bima sampai dirumah sakit dan langsung ditindak di IGD, mereka bersebelahan. Bima masih mengerang kesakitan karena sebelah matanya terkena pecahan kaca dan dokter memeriksa nya kemungkinan harus di operasi dan sepertinya mata sebelah kiri Bima tidak bisa melihat lagi karena rusak cukup parah. Brian yang setengah sadar mendengar hal itu, dengan lemah dia memanggil Bima. Silvi mengintip mereka dari luar dan tidak berani masuk kedalam. Keluarga Brian d

  • Suami Rahasiaku   Bab 35

    "Sial ! Aku minum wine yang salah." Ucap Silvi dalam hati."Silvi kamu baik-baik saja kan?" Tanya Brian lalu memapah Silvi untuk keluar dari bar."Antar aku ke kosanku Brian." Ucap Silvi."Baiklah." Ucap Brian.Brian mengantarkan Silvi ke kosannya, tidak jauh dari bar. Brian menggendong Silvi sampai ke kamarnya.Tubuh Silvi benar-benar bergejolak, bahkan melihat wajah Brian menjadi wajah Bima. Saat Brian menidurkannya ditempat tidur, Silvi menarik nya mendekati tubuhnya hingga menindih tubuh Silvi."Silvi? Kamu ngapain?" Ucap Brian."Bima, akhirnya kamu disini. Aku sangat menyukai kamu Bima." Ucap Silvi lalu mengecup bibir Brian."Silvi, kamu lihat baik-baik aku ini siapa!" Ucap Brian mencoba melepaskan pelukan Silvi.Tanpa menjawab apapun karena Silvi yang sedang bernafsu dia membalikan keadaan sekarang dia yang berada diatas Brian.Perlahan dia mengelus wajah Brian dan sampai ke dada Brian, tangannya menyelelusup masuk kedalam kaos Brian dan meraba tubuh Brian membuat Brian kegelian

  • Suami Rahasiaku   Bab 34

    Sesampainya di Swiss, Bima dijemput oleh travel yang disiapkan oleh hotel. Dia menginap di tempat yang sama dengan Nabila bahkan bersebelahan, itu semua sudah diatur oleh Anya.Di hotel, Bima langsung masuk ke kamarnya. Dia begitu takjub dengan keindahan lingkungan sekitar dan pemandangan yang sangat menakjubkan.Dia membersihkan diri dan berganti pakaian, lalu keluar untuk menghirup udara segar dibalkon.Dia menarik nafas panjang, merasa bebannya lebih ringan. Tanpa dia sadari seseorang dari balkon sebelah memandangi nya dengan tajam, yah dia Nabila. Nabila juga sedang menikmati keindahan pemandangan dibalkon, tetapi tiba-tiba dia menyadari orang yang baru saja datang ke balkon samping adalah suaminya Bima.Nabila memandang tajam karena kaget, apa ini mimpi pikirnya. Bima kembali memandang nya dengan penuh kerinduan dan tersenyum manis pada Nabila."Sayang?" Panggil Bima."Ka..kamu ngapain disini Bim?" Ucap Nabila bingung."Menurut kamu untuk apa aku disini? Ya tentu saja menikmati p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status