/ Romansa / Suamiku Duda Bisu / Bab 26. Istri Orang

공유

Bab 26. Istri Orang

작가: Liani April
last update 게시일: 2026-01-16 11:00:06

“Dari mana kamu tahu Niro barista?” tanya Kairan.

Gawat, Liora kelepasan bicara di hadapan Kairan. Jika dia ingat-ingat pun perkenalan Niro dengannya di vila Oma hanya sebatas nama dan dirinya sepupu Kairan. Itu saja. Tidak ada yang menyinggung tentang barista.

Liora membeku sesaat. Detak jantungnya naik, memukul-mukul dadanya. Ia mengalihkan pandangan, mencoba menyusun jawaban yang terdengar wajar. Bukan jujur, tapi cukup masuk akal.

“Itu… aku dengar dari orang lain wakt

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Suamiku Duda Bisu   Bonus Part : Kinara dan Niro

    Bonus Part : Kinara dan NiroKinara sedang memeriksa seorang ibu hamil yang datang sendirian sore itu. Mereka duduk saling berhadapan di ruang praktik yang mulai lengang, sebab pasiennya memang sudah hampir habis.Kinara menuliskan resep obat dengan rapi di atas meja, lalu bertanya sekadar basa-basi, seperti yang biasa ia lakukan untuk mencairkan suasana.“Bunda datang sendiri? Suaminya enggak ikut?”Wanita berambut kepang itu tersipu. Bukannya menjawab biasa, ia malah terkikik pelan seolah menyimpan sesuatu yang lucu.Kinara mengangkat alis, heran.“Kenapa?”Wanita itu mendekat sedikit, lalu berbisik seperti sedang membagikan rahasia.“Suamiku malu datang ke sini, Bu Dokter.”“Malu?” Kinara tertawa kecil. “Memangnya kenapa?”Wanita itu melirik ke kiri dan kanan, memastikan tak ada orang lain, lalu mengeluarkan ponselnya. Ia menggeser-g

  • Suamiku Duda Bisu   Bonus Part : Harra dan Harri

    Bonus Part : Harra dan HarriHarra dan Harri kini sudah berusia tujuh tahun. Usia di mana energi mereka seolah tidak pernah habis.Rumah yang dulu terasa luas kini sering terasa sempit oleh tawa, langkah kaki kecil, dan suara pertengkaran sepele yang cepat datang, cepat pula pergi.Sejak kecil, Liora menyadari keduanya mewarisi bakat menggambar darinya. Terutama Harri, yang bisa duduk lama hanya untuk menorehkan garis-garis kecil di kertas. Harra tak kalah berbakat, meski ia lebih suka menggambar bunga, rumah, dan wajah orang-orang yang ia cintai.Liora senang melihat bakat itu tumbuh. Ia bahkan menyediakan meja khusus, kotak alat gambar, dan dinding papan tulis kecil di ruang bermain mereka.Sayangnya, dua anak itu tetap menganggap tembok rumah sebagai kanvas paling menarik.Baru minggu lalu Liora mengecat ulang salah satu dinding ruang keluarga yang dipenuhi cor

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 159. Hanya Tahu Mencintai

    Kairan sedang berada di ruang kerjanya ketika ponselnya bergetar. Nama Hilda muncul di layer. Nomor pribadi yang jarang sekali digunakan kecuali dalam keadaan mendesak.Begitu ia mengangkat, suara panik langsung menyambutnya.“Pak, ketuban Ibu pecah!”Kairan seketika berdiri. Kursinya terdorong ke belakang tanpa ia pedulikan.“Bagaimana keadaan Liora sekarang?”“Ibu sudah dibawa Maya ke rumah sakit, Pak. Sepertinya Ibu mau melahirkan hari ini!”Kairan tidak menunggu lebih lama. Ia meraih kunci mobil di meja, lalu berjalan cepat keluar ruangan.Selama berbulan-bulan terakhir ia sudah mempersiapkan segalanya untuk kelahiran kedua bayi kembar mereka. Ia bahkan jarang datang ke kantor. Hari ini saja ia memaksa datang untuk menyelesaikan satu urusan penting. Dan justru hari ini pula kedua bayi itu memilih lahir.“Aku langsung ke rumah sakit,” katanya cepat melalui telepon. “Tolong siapkan tas bayi dan baju Liora. Semua yang sudah ki

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 158. Mengerti

    Sudah lama Kinara tidak menginjakkan kaki di kafe tempat Niro dulu bekerja. Tempat itu menyimpan terlalu banyak kenangan, dan selama ini ia tak merasa perlu kembali. Namun siang tadi, sebuah telepon dari salah satu pelayan lama di sana membuatnya berubah pikiran.Pria itu mengatakan Niro ada di kafe itu.Kinara yang beberapa hari terakhir kesulitan menghubungi Niro langsung memutuskan datang. Ada kecemasan yang sejak kemarin menempel di dadanya, dan ia tahu ia tidak akan tenang sebelum melihat sendiri keadaan lelaki itu.Begitu mendorong pintu kafe, aroma kopi dan musik pelan langsung menyambutnya. Kinara berdiri sejenak di ambang pintu, matanya berkeliling mencari sosok yang ia tuju. Tidak sulit menemukannya.Niro duduk di kursi bar, menghadap ke meja bartender. Bahunya sedikit membungkuk, kepalanya tertunduk. Di depannya berdiri pria yang tadi menelepon Kinara.Kinara melangkah mendekat.Ia duduk di kursi kosong di samping Niro tanpa berka

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 157. Menyayangi

    Kairan memberi kabar bahwa pesawat pribadi yang ia tumpangi akan segera mendarat.Ia datang bersama Yann, dan Niro ikut dalam penerbangan itu. Dari udara, Niro sempat menghubungi Oma, memberi tahu bahwa mereka hanya tinggal beberapa menit lagi sebelum tiba.Di bandara, Liora sudah menunggu sejak lama.Ia tidak sanggup menunggu di rumah. Duduk diam hanya membuat pikirannya berlari ke mana-mana. Maka ia memilih berdiri di dekat pintu kedatangan, mondar-mandir kecil sambil terus menatap pintu otomatis yang belum juga terbuka.Keluarga Kairan ikut berkumpul di sana. Namun Liora nyaris tidak mendengar percakapan mereka. Fokusnya hanya satu, Kairan.Rasa cemas bercampur harap membuat napasnya pendek-pendek.Rupanya mereka bukan satu-satunya yang menunggu.Beberapa paparazi sudah berjajar, kamera siap mengarah ke pintu kedatangan. Kisah Kairan yang disebut selamat dari tragedi pesawat membuat namanya kembali menjadi sorotan. Publik ingin tah

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 156. Liora Harus Tahu

    Kairan sudah berada di jalanan.Dengan kedua kaki yang mulai gemetar, ia berjalan menyusuri jalan luas yang gelap dan sepi. Tidak ada lampu, tidak ada suara kendaraan, hanya angin malam yang menggesek tanah tandus.Langkah demi langkah ia paksa.Ia tidak tahu ke mana harus pergi. Ia hanya tahu ia harus terus berjalan sampai menemukan seseorang. Apa saja. Siapa saja.Namun jalan itu seperti tidak berujung.Kairan semakin limbung. Tenggorokannya kering, perutnya kosong, kepalanya berdenyut hebat karena luka yang belum tertangani. Dunia terasa berputar.Akhirnya, tubuhnya menyerah.Ia ambruk di tengah jalan, terlentang di atas aspal yang masih menyimpan sisa panas siang tadi.Napasnya berat.Matanya menatap langit yang luas, dipenuhi bintang yang berhamburan seperti taburan cahaya kecil.Seandainya keadaan berbeda, ia mungkin akan menikmati pemandangan itu. Mungkin ia akan mengingat malam ketika ia dan Liora berdiri

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 90. Potong Rambut

    Liora bisa menduga bahwa Niro tidak tahu dirinya sedang menginap di rumah itu, apalagi di kamar tersebut. Buktinya, sedetik kemudian pintu kamar yang tidak terkunci itu dibuka begitu saja.Liora menoleh.Niro berdiri di ambang pintu, sama terkejutnya dengan dirinya.“Eh?” uca

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 89. Satu Atap

    Kehamilan Liora berjalan semakin sehat. Tak ada kejadian yang membuatnya bersedih atau bimbang. Justru ia menikmati setiap proses yang dilaluinya. Tubuhnya kian berisi, perutnya semakin membuncit, dan usia kandungannya kini telah menginjak tujuh bulan.Jika dihitung mundur, tidak lama lagi

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 88. Janji Kairan

    Liora mengira dirinya akan sulit tertidur malam itu. Nyatanya, ia justru tidur nyenyak, meski sedang memiliki masalah besar dengan Kairan.Seolah janin dalam perutnya memintanya berhenti marah dan beristirahat.Pagi itu, kondisi Liora terasa jauh lebih baik. Sisa sembab di matanya m

  • Suamiku Duda Bisu   Bab 86. Dokter Pengganti

    Niro akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Liora dan Kairan yang mengantarkannya dengan mobil.Selama ini, Niro tinggal seorang diri di rumah yang terbilang sederhana. Karena kondisinya belum pulih sepenuhnya dan tidak ada siapa pun yang bisa menjaganya, Oma menyarankan agar Niro

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status