Início / Romansa / Suamiku, Tuan Mudaku / MESUM NYA DEVAN+++

Compartilhar

MESUM NYA DEVAN+++

Autor: Rr716
last update Data de publicação: 2026-07-13 19:57:14

Mendengar teriakan histeris Devan yang menggelegar dari balik pintu kamar mandi, Mamih Eko langsung meletakkan gelas tehnya dengan cepat. Dengan langkah terburu-buru, wanita paruh baya itu langsung membuka pintu kamar mandi tersebut, menatap menantu Devan dengan dahi berkerut dalam.

"Ada apa lagi kata mamih juga sama mamih kamu ini." Ucap Mamih Eko mengomeli Devan yang tampak berdiri kaku di samping wastafel dengan wajah yang sudah pucat pasi mengalahkan wajah orang sakit.

Devan langsung menole
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Suamiku, Tuan Mudaku    MULAI CEMBURU

    Di dalam kamar orang tuanya yang tenang, Vani masih tetap dalam posisi meringkuk, berusaha keras membenamkan wajahnya ke bantal demi menyembunyikan sembap matanya. Ketika merasakan lengan tegap Devan mulai melingkar posesif di pinggangnya, Vani langsung menghentakkan badannya berusaha menghindar."Sana keluar Vani mau sendiri di sini." Ucap Vani menolak kehadiran Devan dengan suara serak yang kentara sekali habis menahan tangis.Devan bukannya menjauh, justru malah semakin mengeratkan pelukannya, menyandarkan dagunya di bahu Vani sembari melontarkan godaan demi mencairkan ketegangan."Jangan gitu jangan sendirian di kamar bahaya nanti kamu kesurupan." Ucap Devan lembut di dekat telinga istrinya.Vani mendengus kesal, makin mengerucutkan bibirnya karena merasa tawa dan godaan suaminya tidak lucu sama sekali."Gak lucu gak akan kesurupan. Sana iiiiiiiiiiiihhhhhhh... Jangan gangguin Vani." Ucap Vani menepis tangan Devan yang menempel di perutnya, mencoba mengusir pria tampan itu keluar d

  • Suamiku, Tuan Mudaku    PULANG DULUAN

    Mendengar pertanyaan dari Mang Kardi mengenai keberadaan istri kecilnya, Devan langsung mengibaskan tangannya, menunjuk ke arah gerobak es berwarna hijau yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berdiri."Tuh... Mang lagi beli cendol sekalian tolong ambilin ya mang." Ucap Devan memberi tahu lokasi Vani sembari meminta sang sopir membantu membawakan belanjaan es segar tersebut.Mang Kardi mengangguk mengerti, namun sebelum melangkahkan kakinya menuju ke gerobak cendol, pria paruh baya itu teringat pada sebuah kejadian penting di rumah tadi pagi yang belum sempat dia laporkan kepada Tuan Mudanya."Iya Tuan.... Tuan neng Lana nyariin Tuan tadi ke rumah." Ucap Kardi menyampaikan kabar kedatangan wanita masa lalu Devan yang sempat membuat heboh suasana rumah.Mendengar nama perempuan yang paling dihindarinya itu disebut, raut wajah Devan seketika berubah menjadi sangat dingin dan kelam. Tatapan matanya menajam, memperlihatkan rasa muak yang sudah di puncaknya."Gak usah di gubris mang uda

  • Suamiku, Tuan Mudaku    DI SEKOLAH EMRAN

    "Mamih mau jajan juga..." Ucap Devan memberi tahu keponakannya bahwa kedatangan mereka ke area gerobak bukan semata-mata untuk melihat Emran jajan, melainkan juga untuk menuruti keinginan sang istri kecil.Emran menoleh ke arah Vani yang berdiri anggun di samping suaminya, matanya berbinar penasaran. "Mau jajan apa?" Tanya Emran mendongak menatap tantenya.Vani menunjuk gerobak yang dihiasi spanduk bergambar sosis berbalut potongan kentang goreng renyah di seberang jalan. "Itu sosis kentang Emran mau?" Tanya Vani menawarkan jajanan favorit anak-anak kepada keponakan gembulnya.Emran mengetuk-ngetuk dagunya. "Mau tapi buat di rumah ajah nanti." Ucap Emran.Devan mengangguk paham, mengelus lembut bahu istrinya untuk segera berpindah tempat ke gerobak tujuan. "Oke kalau gitu Daddy ke sana dulu." Ucap Devan."Hem... iya....." Ucap Emran mengangguk.Devan melirik plastik berisi puluhan bakso goreng panas yang sedang diikat oleh si Mang penjual, lalu menepuk pelan pundak Emran."Boy kasih t

  • Suamiku, Tuan Mudaku    JAJAN DI SEKOLAH EMRAN

    "Iya karena dari kecil Emran deket banget sama Devan kebetulan Devan anak sahabat saya dan dia sudah seperti anak saya sendiri. Dan nikahnya pun dengan anak perempuan saya Vani." Ucap Mamih nya Edi memberikan mengenai silsilah keluarga sultan tersebut, menjelaskan mengapa si gembul Emran bisa sangat lengket dan menganggap Devan seperti ayahnya sendiri.Ibu-ibu berkerudung kuning yang mendengar jawaban tersebut langsung paham, rasa penasaran mereka akhirnya terbayar tuntas. Sambil melirik ke arah lapangan tempat anak-anak masih asik berlarian, salah satu ibu langsung mengelus perutnya yang mulai berbunyi."Udah yuk sambil nunggu mereka kita buka bekel kita saya udah lapar ini." Ucap ibu itu memberikan usul yang langsung disetujui oleh pasukan liwet penonton lomba.Mamih Eko pun tidak mau kalah. Dengan wajah berbinar ceria, beliau langsung menarik sebuah tas anyaman besar yang dibawa dari rumah tadi."Wah...saya juga ini bawa bekelnya di bawain mang Kardi yuk kita buka bekelnya." Ucap M

  • Suamiku, Tuan Mudaku    KESEKOLAH EMRAN

    Meskipun aroma mie goreng telur setengah matang buatan Daddy Damian begitu menggoda iman, rasa pundung di hati anak bujang itu rupanya masih tersisa sedikit. Vano memalingkan wajahnya ke arah lain dengan bibir yang masih mengerucut maju."Gak gak mau." Ucap Vano bersikeras menolak suapan sang ayah, mencoba mempertahankan harga dirinya yang sempat terluka.Melihat kembarannya masih mogok makan, Vani langsung mengambil tindakan tegas. Dia menatap lurus ke arah sepasang mata Vano dengan raut wajah yang mendadak ikut cemberut."Vano kalau Vano gak mau makan Vani juga gak akan makan." Ucap Vani mengancam, tahu betul kalau Vano paling tidak bisa melihat dirinya kelaparan.Vano langsung panik setengah mati karena takut Vani kesayangannya ikut-ikutan mogok makan dan takut kelaparan lagi seperti masa lalu."Jangan gitu atuh...." Ucap Vano yang langsung bangun dari posisi tidurannya dan tanpa aba-aba dia langsung peluk Vani dengan erat, menumpahkan segala rasa sayang dan protektifnya kepada san

  • Suamiku, Tuan Mudaku    VANO PUNDUNG

    "Om kalau nyiapin makan selalu minta makannya kita nanti malah sedikit om yang lebih banyak." Ucap Emran.Devan seketika menepuk jidatnya sendiri, menatap pasrah ke arah langit-langit langit ruangan dengan helaan napas berat karena lagi-lagi diskakmat oleh seorang balita."Astaga bocah segitunya pisan." Ucap Devan geleng-geleng kepala, tidak menyangka jika ingatan bocah gembul itu begitu tajam.Sebelum perdebatan paman dan keponakan itu memanjang, Pak Damian muncul dari arah dapur dengan langkah lebar. Kedua tangannya dengan cekatan membawa dua piring besar berisi mie pedas yang aromanya langsung menggugah selera, lalu meletakkannya di atas meja bundar dengan tegas."Udah jangan ribut Vano ini punya kamu. Punya Vani yang ini Daddy suapin." Ucap Damian membagi porsi dengan adil.Melihat piring makanannya dipisahkan dari piring Vani, Vano yang duduk di kursi langsung memasang wajah memelas. Dia menatap sang ayah dengan pandangan penuh harap."Vano pengen makan di suapin juga barengan Va

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Yang pasti bukan pengemis

    "Lo gak lihat gimana pacar kesayangan lo itu ngebuli dia? Dia cuma diam, Dev! Padahal posisinya dia itu istri sah lo," ucap Eko dengan nada kesal yang tertahan. "Vani bisa saja lempar gelas itu ke muka Lana kalau dia mau, tapi dia gak sebodoh itu. Dia cuma gak mau cari masalah karena dia tahu sekar

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Mencari kesempatan dalam kesempitan

    "Jam dua malam, Tuan," bisik Vani lirih sambil melirik jam di dinding klinik."Sudah, cepat jangan banyak protes. Kamu itu istri saya, jadi saya sah-sah saja memegang tubuh kamu," potong Devan dengan nada yang tak ingin dibantah."Tapi, Tuan..." Vani masih berusaha menolak."Gak ada tapi-tapian, ce

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Nginep di Klinik

    "Nanti gue ceritain semuanya," ucap Devan pendek, mencoba mengakhiri rasa penasaran Eko.Mereka pun melangkah mengikuti suster dan dokter menuju ruang rawat Vani. Beruntung klinik ini cukup besar dan fasilitasnya lengkap, sehingga ada ruang inap yang memadai."Maaf, Tuan... tolong dijaga ya, jangan

  • Suamiku, Tuan Mudaku    Gara-gara gelas hampir nyawa melayang

    "Sayang, ada apa?" tanya Devan dengan nada khawatir begitu menghampiri pacarnya."Ini, Sayang... pembantu kamu ceroboh banget! Dia mecahin gelas kesayangan aku, Sayang," adu Lana dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.Plak! Tanpa aba-aba dan tanpa bertanya lebih dulu, tangan Devan melayang kera

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status