Share

Bab 4

Author: Makjos
Aku memasang ekspresi dingin, lalu menatap Dean sambil bertanya dengan nada tajam, "Jadi, maksudmu aku dan Pak Satpam sama-sama bohong? Dean, sebenarnya ada apa denganmu? Kamu lebih memilih percaya pada orang asing daripada istrimu sendiri?"

Orang-orang di sekitar juga mulai membelaku.

"Harga rata-rata rumah di kompleks ini 60 juta per meter persegi. Orang yang tinggal di sini semuanya orang kaya atau terpandang. Siapa yang iseng menyembunyikan seorang bayi?"

"Benar. Aku percaya Sisca dan Pak Satpam nggak bohong. Pasti wanita ini mau fitnah orang."

Bahkan ada yang mulai mengalihkan pandangan kepada Dean.

"Sikapmu dari tadi juga aneh. Kamu begitu yakin bayinya disembunyikan oleh istrimu. Jangan-jangan kamu satu komplotan sama wanita gemuk ini?"

Dean berkata dengan sedikit gugup, "A ... aku hanya merasa dia benar-benar panik, jadi sepertinya dia nggak bohong."

Aku terus menatapnya. "Oh ya? Tapi bukannya semalam kamu bilang Pak Satpam yang kasih tahu kamu kalau aku menemukan bayi?"

Satpam langsung membantah, "Kemarin aku bahkan nggak bicara sepatah kata pun dengan bapak ini. Mana mungkin aku mengatakan hal seperti itu kepadanya?"

"Kalau begitu, Sayang, coba jelaskan padaku. Kenapa sejak semalam kamu terus bersikeras aku menemukan bayi?"

Dean tidak sanggup menjawab pertanyaanku. Keringat dingin terus mengalir dari dahinya.

Saat itulah ponsel wanita gemuk itu berbunyi. Dia mengeluarkan ponselnya, melihat layar sekilas, lalu berkata dengan lantang, "Aku punya bukti! Bukti yang menunjukkan memang kamu yang bawa bayiku!"

Setelah itu, dia memutar rekaman kamera pengawas untuk diperlihatkan kepada semua orang.

Dalam rekaman itu terlihat jelas aku berhenti beberapa menit di depan seorang bayi. Setelah menelepon seseorang, aku menggendong bayi itu masuk ke kompleks.

Dengan adanya rekaman CCTV sebagai bukti, Dean langsung kembali percaya diri. "Sayang, sekarang buktinya sudah jelas. Kamu masih mau mengelak?"

Orang-orang yang semula membelaku pun langsung berbalik arah. Mereka mulai menekan dan menyalahkanku serta satpam.

Satpam akhirnya tidak sanggup menahan tekanan dan mengakui yang sebenarnya. "Ibu ini kasih aku 100 juta supaya aku mengubah kesaksian. Bayi itu memang dibawa olehnya. Aku benar-benar nggak ada hubungannya dengan masalah ini."

Ucapan itu membuat semua mata kembali tertuju kepadaku.

Dengan sikap seolah-olah sedang memikirkan kebaikanku, Dean membujukku dengan sungguh-sungguh, "Sayang, cepat serahkan bayinya. Kalau sampai kamu dibawa ke kantor polisi, aku juga nggak bisa melindungimu."

Wanita gemuk itu bahkan menatapku seolah ingin menerkamku hidup-hidup. "Sekarang semuanya sudah jelas. Kamu sekongkol dengan satpam untuk menculik anakku. Cepat kembalikan anakku! Kalau nggak, aku akan melawanmu sampai titik darah penghabisan!"

Orang-orang terus melontarkan tuduhan kepadaku.

"Benar-benar nggak nyangka dia orang seperti ini. Buat malu kompleks kita saja."

"Aku dengar dia sudah nikah bertahun-tahun, tapi belum punya anak. Pasti karena dia nggak bisa melahirkan, jadi ingin menculik anak orang."

"Cepat panggil polisi! Tangkap penculik bayi ini dan biarkan dia dipenjara seumur hidup!"

Menghadapi semua tuduhan itu, aku tetap tenang. Aku mengeluarkan selembar hasil tes DNA dari dalam tasku.

"Dean, bisa jelaskan kepadaku, kenapa hasil tes ini menunjukkan bahwa bayi yang katanya hilang itu memiliki hubungan ayah dan anak denganmu?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 10

    Aku langsung mengeluarkan ponsel dan membeli tiga truk uang arwah, mobil sport, serta vila kertas untuk dikirim ke pemakaman dan dibakar untuk Quinn."Quinn, kalau semua ini benar-benar kamu terima, tolong suap lagi petugas di alam baka. Datanglah ke dalam mimpiku malam ini. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu sekali lagi."Setelah semua persembahan itu selesai dibakar, aku bangkit dan kembali ke rumah lama Keluarga Prawira.Malam harinya, aku minum segelas susu agar lebih mudah tidur. Begitu terlelap, aku benar-benar bertemu Quinn di dalam mimpi. Kami berdua langsung berpelukan dengan bahagia."Sisca, dulu aku sudah bilang kalau Dean itu kelihatannya cuma ngincar kekayaanmu, tapi kamu nggak mau dengar. Hampir saja dia menghancurkan hidupmu.""Quinn, aku tahu kamu yang melindungiku. Aku benar-benar kangen kamu. Kamu terima semua yang kubakar untukmu?""Sudah, sudah. Aku memakai semua itu untuk nyuap para petugas alam baka, makanya aku bisa masuk ke mimpimu.""Syukurlah. Mulai sekara

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 9

    Saat Windy hendak pergi sambil menggendong bayinya, tiba-tiba aku kembali mendengar suara laki-laki yang berat.'Aku nggak ingkar janji. Sejak awal memang aku sudah mengatur agar kamu memiliki takdir kaya raya dan menjadi bagian dari Keluarga Prawira.''Sebagai anak angkat Sisca, setelah dewasa kamu akan bekerja sama dengan Dean untuk membunuhnya, merebut seluruh harta Keluarga Prawira, lalu menjemput Windy agar kalian bertiga bisa hidup bersama sebagai satu keluarga. Setelah itu, usahamu akan makin sukses dan sepanjang hidupmu akan bergelimang kekayaan.''Kalau begitu, sekarang sebenarnya apa yang terjadi? Aku bahkan belum dewasa, kenapa sudah dibawa pulang oleh ibu kandungku?''Yang bisa kukatakan hanyalah nasib memang sulit ditebak. Di zaman sekarang, siapa yang nggak punya kerabat di alam baka? Sahabat baik Sisca, Quinn, menyuap petinggi di sana. Dengan uang 1 triliun, dia memberi Sisca kemampuan khusus agar bisa mendengar suara hatimu dan mengubah jalan hidupnya sendiri.''Apa?! K

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 8

    Aku tertawa dingin. "Dean, di kamus hidupku nggak ada kata memaafkan. Kamu sudah tersingkir."Dean langsung berlutut di hadapanku dan menangis sambil memohon, "Nggak, Sayang. Aku benar-benar tahu aku salah. Nggak ada manusia yang nggak pernah berbuat salah. Tolong kasih aku satu kesempatan untuk bertobat ...."Aku mengangkat kaki dan menendangnya hingga terjatuh ke tanah. "Di hadapanku, kamu nggak punya hak untuk menawar."Setelah berkata demikian, aku langsung berjalan masuk ke kompleks. Dean masih ingin mengejarku, tetapi langsung dihalangi oleh satpam."Rumah di kompleks ini dibeli oleh Bu Sisca. Mulai sekarang Anda bukan lagi penghuni di sini. Silakan angkat kaki. Kalau Anda tetap memaksa masuk, jangan salahkan kami kalau bertindak tegas!"Dengan dibantu seorang wanita di sampingnya, Windy buru-buru berdiri dan berteriak kepadaku, "Bu Sisca, mana anakku?"Tanpa menoleh, aku menjawab, "Ikut aku."Windy mengikuti langkahku, lalu aku membawanya menuju gedung lain di dalam kompleks. Be

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 7

    Emosi Windy langsung meledak. Dia segera menarik lengan Dean."Dean, dulu jelas-jelas kamu bilang Sisca mengancammu dengan masa depanmu dan keselamatanku agar kamu putus denganku. Kamu bilang kamu bersama dia hanya untuk melindungiku.""Dean, selama kita bertiga bisa bersama, aku nggak takut bahaya. Sekarang ini negara hukum. Aku nggak percaya Keluarga Prawira bisa menginjak-injak hukum dan bertindak sesuka hati!"Semula aku memang menganggap Windy pantas dibenci karena tahu dia menjadi pelakor. Namun sekarang, tampaknya dia juga hanyalah korban yang ditipu oleh Dean.Aku berkata dengan suara berat, "Dulu justru Dean yang bilang dirinya jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Setiap hari dia bersikeras antar jemput aku. Dia juga bilang nggak akan menikahi wanita lain selain aku, bahkan rela menikah dan masuk ke Keluarga Prawira.""Sejak mengenalnya sampai menikah dengannya, aku sama sekali nggak tahu kamu ada. Apalagi menggunakan keselamatanmu untuk mengancamnya.""Windy, dari awal

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 6

    "Sayang, soal ini aku juga bisa jelasin. Aku ...."Aku sudah tidak ingin lagi melihat wajah munafiknya. Aku pun memutuskan untuk berbicara terus terang."Dean, aku tahu sejak awal tujuanmu adalah kekuasaan dan harta Keluarga Prawira. Orang selalu ingin meraih kedudukan yang lebih tinggi. Memiliki ambisi bukanlah sesuatu yang buruk.""Tapi sekarang aku baru sadar, keserakahanmu lebih besar daripada ambisimu. Kamu sudah punya banyak hal, tapi masih mengincar yang lain. Pada akhirnya, keserakahan hanya akan mencelakaimu hingga kamu kehilangan segalanya."Dean terdiam setelah disindir habis-habisan olehku. Dengan nada tidak rela, dia bertanya, "Selama ini aku nggak pernah memperlihatkan sedikit pun celah. Gimana kamu bisa tahu?"Aku mendengus dingin. "Kalau nggak ingin ketahuan, jangan dilakukan. Tiba-tiba saja muncul bayi di hadapanku, tentu saja aku akan curiga.""Kamu kira rencanamu sempurna tanpa cela, padahal kenyataannya begitu gampang terbongkar."Sebenarnya aku tidak sejeli itu. Ak

  • Suara Hati Anak Haram yang Menusuk   Bab 5

    Aku membentangkan hasil tes DNA itu di hadapan semua orang. Seketika, mata mereka membelalak.Dean berkata dengan terbata-bata, "Sayang, ini pasti salah paham. Rumah sakit pasti keliru."Aku kembali mengeluarkan dua lembar hasil tes DNA lainnya dari dalam tas."Dean, selama lima tahun kita menikah, kamu selalu begitu perhatian kepadaku dan menuruti semua keinginanku. Sebelum kemarin, aku nggak pernah sekali pun mencurigaimu, apalagi berpikir kamu akan selingkuh.""Tapi sekarang fakta sudah ada di depan mata. Kalau satu hasil tes kamu bilang salah, gimana dengan dua hasil tes dari rumah sakit yang berbeda ini? Kamu masih berani bilang semuanya salah?"Dean akhirnya benar-benar tidak bisa membela diri lagi. Dia hanya menundukkan kepala.Melihat reaksinya, semua orang langsung menyadari apa yang sebenarnya terjadi."Sekarang aku paham. Bayi itu ternyata anak haram Dean. Dia pasti sengaja buang bayinya di depan gerbang kompleks.""Kalau anak haramnya dipungut oleh istrinya sendiri, dia bis

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status