Share

Bab 53

Author: Krisna
"Keke, ini salah kita. Kita harus ganti rugi 20 juta buat beli motor roda tiga baru. Ayo cepat."

Keke mendengarkan, tapi jelas tidak ingin diperdaya.

"Jelas-jelas salah mereka, kenapa kita harus ganti rugi? Kita nggak boleh kasih ganti rugi. Merekalah yang harus ganti rugi kita buat biaya perbaikan."

Wanita yang dipanggil Nona oleh Keke adalah Yuna Atmaja, CEO Grup Atmaja. Dia memiliki kecantikan yang tak tertandingi, bak bidadari yang turun dari surga.

Terutama wajahnya yang tirus, dengan dagu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 342

    Dhana sedang mempertimbangkan apakah dia harus mengatakan tentang cincin di tangan Angelica sekarang, dan apakah Angelica akan setuju.Melihat Dhana tetap diam, Angelica menjadi cemas."Tabib Dhana, aku mohon, setujui permintaanku.""Asal kamu setuju, apa pun permintaanmu, katakan saja. Selama aku bisa, aku pasti akan memenuhinya.""Keluarga Sandya juga cukup berpengaruh. Berapa pun uang yang kamu inginkan, kalau aku nggak bisa mengeluarkan sendiri, aku pasti akan pulang dan meyakinkan Nenek.""Kumohon, Tabib Dhana ...."Dhana berpikir sejenak, lalu berkata, "Nona Angelica, berdasarkan penjelasan dan video yang baru saja kamu tunjukkan padaku, aku yakin seratus persen bisa membantumu menang dalam kompetisi."Dari ucapan Dhana, dia sepertinya setuju.Angelica buru-buru mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Tabib Dhana. Kamu belum menyebutkan syarat apa pun. Silakan sampaikan syaratmu."Dhana menundukkan matanya dan menatap tangan Angelica."Nona Angelica, aku ingin ini."Angelica tid

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 341

    Angelica berbicara sambil menghela napas panjang.Sebelum masuk ke dalam mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dhana tidak membawa apa-apa. Tapi barusan, Dhana mengeluarkan Rumput Raungan Naga entah dari mana hanya dengan lambaian tangan, seperti sihir.Tabib Dhana ini mungkin benar-benar bisa membantunya.Angelica tampak terkejut, sementara Dhana tetap tenang.Jika satu batang Rumput Raung Naga tingkat sembilan saja sudah bisa menyapu bersih semua kontestan lain, maka ini sangat mudah.Rumput itu berlimpah ruah di Dimensi Teratai.Butuh sebanyak apa pun ada.Selain Dimensi Teratai tingkat sembilan, di Dimensi Teratai juga terdapat banyak tumbuhan aneh dan langka. Dulu, Dhana mengira semuanya hanyalah rumput liar.Ternyata, semua itu adalah harta berharga.Dimensi Teratai sebenarnya menyimpan berapa banyak harta berharga?Mungkinkah, di mana pun mata memandang, semuanya berharga?"Nona Angelica, Rumput Raung Naga tingkat sembilan ini apa benar-benar bisa membantumu? Perhatikan lag

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 340

    "Karena kamu ahli pengobatan yang hebat, pasti kamu juga sangat ahli dalam ramuan obat. Aku butuh bantuanmu.""Begini ceritanya ...."Setelah memastikan identitas Dhana, Angelica menjelaskan secara detail selama lima menit apa yang dia perlukan dari Dhana.Angelica adalah putri sulung Keluarga Sandya dari Provinsi Dira.Keluarga Sandya bergerak di bidang bisnis tanaman herbal dan bahan obat.Dan kali ini, Keluarga Sandya menghadapi kesulitan. Beberapa keluarga lain yang juga bergerak di bidang yang sama memberi tekanan pada Keluarga Sandya.Beberapa keluarga besar itu akan mengadakan sebuah acara yang disebut 'Kompetisi Herbal Spiritual'.Yang dimaksud dengan 'Kompetisi Herbal Spiritual' adalah beberapa keluarga besar tersebut masing-masing memamerkan kepada semua orang tanaman herbal hasil budidaya mereka.Kemudian, semua orang akan memilih keluarga mana yang ramuannya paling berharga. Semakin tinggi nilainya, semakin diakui oleh semua orang.Pemenang akhir Kompetisi Herbal Spiritual

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 339

    Sambil mengatakan itu, Dhana membuka keran air, membersihkan sisa-sisa noda darah, lalu baru mendekati wanita asing itu dan duduk di seberangnya.Melihat Dhana mendekat, wanita itu segera berdiri."Tabib Dhana, izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Angelica, dari Keluarga Sandya di Provinsi Dira. Aku datang khusus untuk meminta bantuan darimu.""Tabib Dhana, bisa aku bicara pribadi denganmu? Asalkan kamu bisa membantu menyelesaikan masalahku, aku bersedia membayar sebanyak apa pun yang kamu minta!"Sehebat apa Keluarga Sandya ini?Sejujurnya, Dhana tidak tahu.Tapi, nama Angelica terdengar sangat indah.Dari nada bicaranya, Dhana bisa menebak bahwa putri Keluarga Sandya ini yang berani membayar berapa pun pasti sangat kaya.Dia hanya bertanya-tanya apakah kekayaannya lebih besar daripada Yuna."Nona Angelica, di sini nggak ada orang luar. Ada masalah apa, silakan dibicarakan di sini. Kamu butuh pengobatan, atau butuh resep ramuan? Kalau aku bisa membantu, aku akan berusaha semaksimal

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 338

    Saat dia menyentuh hidungnya, ternyata ada bercak berdarah.Dhana merasa sangat malu.Hidungnya ini sungguh payah, langsung berdarah begitu melihat wanita cantik.Tapi, Dhana juga tidak bisa disalahkan. Dia hanya pria normal. Bunga teratai dalam dirinya sangat bersemangat tadi, sehingga dia tidak sabar dan menggunakan Mata Roh Teratai untuk memeriksa wanita itu, hingga akhirnya memeriksa hal-hal yang tidak seharusnya ikut diperiksa.Dan benar saja, hidungku kambuh lagi."Uhuk, uhuk ...." Dhana batuk untuk menyembunyikan rasa malunya. "Maaf, aku beberapa hari ini terlalu banyak makan makanan berlemak, jadi agak panas dalam."Mawar berdiri di samping dan buru-buru memberikan tisu kepada Dhana.Tapi dalam hatinya, dia mengutuk Dhana.‘Adik sombong ini langsung mimisan begitu melihat wanita cantik. Sepertinya, aku harus mencari waktu untuk membantunya meredakan panas dalamnya secara menyeluruh, biar nggak bikin malu lagi.’‘Baru sekilas pandang saja sudah mimisan. Kalau ditunggu beberapa m

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 337

    Tiga tahun, kalau tidak ketemu semua, seluruh penghasilan dan wanita-wanita cantik yang mengelilinginya akan sia-sia saja.Terutama Yuna, wanita yang dia baru dapat . Kalau dalam tiga tahun ini dia tidak bisa mengumpulkan semua kelopak bunga, Dia akan mati. Sungguh sangat tragis.Lagi pula, kenapa harus tiga tahun?Andai saja 30 tahun!Saat pikiran Dhana sedang kacau, terdengar suara mobil di depan pintu, lalu sebuah Mercedes-Benz G-Class hitam berhenti di depan rumahnya.Dia berdiri dan melihat dua pria berotot turun dari kursi pengemudi dan penumpang depan, mengenakan setelan jas, tampak gagah dan berwibawa.Pria di kursi penumpang depan membukakan pintu belakang.Pertama-tama, muncul sepasang sepatu hak tinggi merah. Di atasnya terdapat sepasang kaki panjang, yang dibalut stoking berwarna kulit.Dhana terkejut ketika wanita itu keluar dari mobil.Rambutnya disanggul dan dia mengenakan kacamata hitam.Lehernya yang panjang dan putih dihiasi kalung berlian berkilauan, bagaikan angsa p

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 155

    Pertanyaan ini memang cukup rumit.Hal itu juga secara tidak langsung mengungkapkan bahwa sebelum hari ini, Dhana telah mengincar kalung teratai itu, dan bahkan mengetahui nilainya.Wajah Dhana menjadi dingin, tatapan matanya seperti ingin membunuh seseorang."Aku nggak akan menjelaskan panjang leba

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 157

    Jika Rico membeberkan semuanya.Mereka benar-benar akan celaka.Maya melompat ke depan, satu tangannya menekan kepala Rico, yang lain menutup mulutnya. "Bicara omong kosong apa kamu?!""Minggir! Biarkan dia bicara!"Suryadi berdiri dan berteriak sambil menuding Maya.Maya ketakutan, tapi tidak beran

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 154

    Suryadi mengerutkan kening, bibirnya sedikit berkedut. Yuna memang membuat keputusan sendiri soal memberikan kalungnya kepada Dhana. Tapi, Yuna juga sudah membicarakan ini dengan dirinya dan dia sudah memberikan persetujuan.Karena semua orang mempertanyakannya, dia merasa sebaiknya jujur saja.Sury

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 152

    "Hehehe ...." Yuna tertawa pelan, tidak berbalik, melainkan duduk dengan anggun di sofa."Tabib Dhana, tadi aku berjongkok di hadapanmu, menawarkan diriku kepadamu, tapi kamu menunda-nunda. Sekarang betisku kaku dan sakit.""Kalau kamu mau aku berjongkok di depanmu lagi, sebenarnya bisa, tapi betisk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status