Share

Bab 67

Penulis: Krisna
Dhana belum benar-benar meminta pertanggungjawaban padanya soal insiden Gua Iblis kemarin. Meskipun keluarga Dhana miskin, tetap tidak bisa dianggap enteng.

Dia pertama-tama ingin menarik maskawinnya kembali, lalu pikirkan urusan lain.

Jika Mawar bersedia menikah dengannya, maskawin itu bisa lanjut menjalankan fungsinya. Jika tidak, uangnya tidak bisa dibiarkan berada di tangan Ningsih.

Tapi, saat dia menelepon Ningsih untuk meminta maskawinnya kembali, Ningsih menolak mentah-mentah dan bersiker
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 346

    "Ayo cepat," desak Dhana. "Apa kalian harus aku carikan cambuk, nanti kucambuk dulu baru mau jalan?""Ayo, ayo." Mawar berbalik, tangan kirinya menggandeng Ayu, tangan kanannya menggandeng Ratna, baru keempatnya pun pergi.Setibanya di rumah Mawar, Dhana langsung mengunci pintu depan.Melihat Dhana bertingkah misterius, mereka berdua semakin penasaran dan menatapnya dengan bingung.Setelah sampai di ruang tamu dan duduk, Dhana baru mulai bicara."Ada sesuatu yang sudah lama ingin aku sampaikan kepada kalian, tapi aku takut kalian nggak percaya atau nggak mau percaya, jadi aku selama ini belum pernah bilang.""Tapi, mengingat situasi sekarang, aku harus memaksa diriku."Setelah mengatakan itu, Dhana menatap Ratna."Aku mau tanya dulu. Waktu kita pergi jual ikan di pasar, kawanan preman Jono kan kuat, kenapa mereka mau bantu kita jual ikan?"Ratna memiringkan kepala, berpikir.Ini juga pertanyaan yang ingin dia tanyakan.Sejak pulang dari berjualan ikan, dia sudah berusaha memutar otak d

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 345

    Ayu bicara sambil mengangkat dagunya dengan angkuh.Dia tahu cara menangkap ikan, dan dia juga tahu cara membuat umpan untuk menangkap ikan. Dia bisa menangkap 500 kilogram ikan dengan mudah.Melihat ekspresi bahagia adiknya, Dhana meredam antusiasmenya."Kamu itu cuma tahu sebagian saja. Perbedaan kecil bisa menyebabkan kesalahan besar. Kalau aku nggak ada buat menjelaskan detail prosesnya, kalian nggak akan dapat satu ekor pun."Ayu tentu saja tidak terima dan langsung membantah."Aku nggak percaya. Aku yakin aku bisa. Kalau kamu nggak percaya, kami bertiga bisa pergi nangkap lagi habis makan nanti. Kamu jangan ikut."Dhana segera menggelengkan kepala. "Jangan macam-macam. Ada urusan penting yang harus dibicarakan dengan kalian bertiga nanti. Kalian nggak boleh pergi ke mana-mana habis makan. Kalau ada yang pergi, nanti kupukul."Sambil berkata begitu, Dhana mengalihkan pandangannya dari Ayu, lalu Ratna, kemudian Mawar, sebagai peringatan.Waktu sangat terbatas. Dhana tidak bisa memb

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 344

    Dia kini memiliki Rumput Raung Naga tingkat sembilan.Dia harus segera mencari kotak untuk menyimpannya.Setibanya di dalam mobil, Angelica menemukan sebuah kotak kecil, lalu cepat-cepat memasukkan rumput itu dan menutupnya rapat.Gerakannya luwes dan tenang.Setelah selesai, barulah dia sedikit menghela napas lega."Ayo, kita kembali ke kota. Besok ke sini lagi."Salah satu pengawal sekaligus sopir bertanya sambil mengemudi, "Nona, kenapa buru-buru? Kamu takut ada masalah?"Angelica menjawab sambil tersenyum, "Nggak ada masalah. Kunjungan kita ke Desa Mawar memang tepat. Kita benar-benar menemukan orang yang bisa membantu kita. Tabib bernama Dhana ini jauh lebih hebat dari yang kita bayangkan!"Melihat nona mereka memuji Dhana setinggi langit, kedua pengawal yang tadinya meremehkan tampak terkejut.Pengawal lainnya bertanya, "Apa iya sehebat itu? Menurutku, kondisi rumahnya biasa-biasa saja, agak terlalu sederhana.""Jangan menilai buku dari sampulnya," jelas Angelica. "Kemampuan Tabi

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 343

    Dhana membiarkan Angelica membuat pengaturan, tapi tidak langsung hari ini."Aku masih ada urusan sekarang, jadi baru bisa ikut denganmu besok.""Kalau begitu, aku akan menjemputmu lagi besok pagi." Angelica mengangguk sambil tersenyum, lalu mengulangi, "Kompetisi ini sangat penting bagi Keluarga Sandya. Setelah semuanya beres, aku pasti akan memberimu imbalan yang besar."Angelica berhenti sejenak.Wajahnya masih tersenyum, tampak memikirkan sesuatu."Waktu kuminta memberi syarat, kamu cuma minta cincin ini. Itu terlalu sedikit. Karena Tabib Dhana nggak menyebutkan apa-apa lagi, biar aku yang tentukan. Asal kamu membantuku mengalahkan mereka, aku akan memberimu dua triliun."Dua triliun sebenarnya terlalu sedikit.Bahkan jika Dhana mengajukan 20 triliun, Angelica akan menyetujuinya dan berusaha untuk memberikannya.Karena ini menyangkut hidup dan mati keluarga. 20 triliun hanyalah jumlah yang sangat kecil. Dia menawarkan dua triliun adalah sebuah penghematan yang sangat besar.Ada tam

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 342

    Dhana sedang mempertimbangkan apakah dia harus mengatakan tentang cincin di tangan Angelica sekarang, dan apakah Angelica akan setuju.Melihat Dhana tetap diam, Angelica menjadi cemas."Tabib Dhana, aku mohon, setujui permintaanku.""Asal kamu setuju, apa pun permintaanmu, katakan saja. Selama aku bisa, aku pasti akan memenuhinya.""Keluarga Sandya juga cukup berpengaruh. Berapa pun uang yang kamu inginkan, kalau aku nggak bisa mengeluarkan sendiri, aku pasti akan pulang dan meyakinkan Nenek.""Kumohon, Tabib Dhana ...."Dhana berpikir sejenak, lalu berkata, "Nona Angelica, berdasarkan penjelasan dan video yang baru saja kamu tunjukkan padaku, aku yakin seratus persen bisa membantumu menang dalam kompetisi."Dari ucapan Dhana, dia sepertinya setuju.Angelica buru-buru mengucapkan terima kasih. "Terima kasih, Tabib Dhana. Kamu belum menyebutkan syarat apa pun. Silakan sampaikan syaratmu."Dhana menundukkan matanya dan menatap tangan Angelica."Nona Angelica, aku ingin ini."Angelica tid

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 341

    Angelica berbicara sambil menghela napas panjang.Sebelum masuk ke dalam mobil, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Dhana tidak membawa apa-apa. Tapi barusan, Dhana mengeluarkan Rumput Raungan Naga entah dari mana hanya dengan lambaian tangan, seperti sihir.Tabib Dhana ini mungkin benar-benar bisa membantunya.Angelica tampak terkejut, sementara Dhana tetap tenang.Jika satu batang Rumput Raung Naga tingkat sembilan saja sudah bisa menyapu bersih semua kontestan lain, maka ini sangat mudah.Rumput itu berlimpah ruah di Dimensi Teratai.Butuh sebanyak apa pun ada.Selain Dimensi Teratai tingkat sembilan, di Dimensi Teratai juga terdapat banyak tumbuhan aneh dan langka. Dulu, Dhana mengira semuanya hanyalah rumput liar.Ternyata, semua itu adalah harta berharga.Dimensi Teratai sebenarnya menyimpan berapa banyak harta berharga?Mungkinkah, di mana pun mata memandang, semuanya berharga?"Nona Angelica, Rumput Raung Naga tingkat sembilan ini apa benar-benar bisa membantumu? Perhatikan lag

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 241

    Setelah beberapa saat bekerja keras, halaman kecil itu akhirnya selesai dibersihkan.Tiba-tiba, ponsel Dhana berdering.Panggilan dari Mawar, dan dia mengangkat telepon."Dhana, cepat datang ke kebun sayur kami! Keajaiban! Semua sayuran yang kita semprot tadi malam berubah hidup!"Mawar terdengar sa

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 227

    Satu jam kemudian, Dhana menerima hasil uji.Sambil melihat laporan di tangannya, senyum gembira terpancar di wajahnya."Luar biasa, benar-benar luar biasa! Astaga!"Laporan tersebut mencantumkan nilai gizi berbagai sayuran. Memastikan bahwa sawi itu tidak hanya berukuran besar tapi juga memiliki ni

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 230

    Setelah meletakkan cangkir, dia mendongak menatap Mira."Bu Mira, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Sebenarnya, sayuran ini hasil kebun keluargaku sendiri. Aku sedang bersiap untuk produksi yang lebih besar."Mira tersentak berdiri dengan penuh semangat.Jika memang ditanam oleh Tabib Dhana sendiri,

  • Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!   Bab 224

    "Beneran?" tanya Ayu, matanya membelalak."Iya!" Dhana mengangguk dengan tegas, mengangkat dagunya dengan sombong. "Aku dulu mahasiswa terbaik, setiap hari keluar-masuk laboratorium. Wajar saja aku bisa menciptakan serum untuk perkembangan sayuran, ya 'kan?"Ayu mengangguk penuh pertimbangan sambil

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status