Share

Bab 14. Pengacara yang Kecelakaan

Flash back on :

'Tragedi gendong menggendong barusan memang hal yang memalukan. Mungkin sebaiknya aku meminta maaf terlebih dahulu pada Roy,' bisik hatiku.

Aku menghela nafas dan memutuskan keluar kamar setelah hampir 2 jam tertidur.

Dengan mengendap-endap, aku melihat situasi. Sepertinya sepi. Entah kemana Roy. Kalau Anita jelas masih sekolah. Jam di dinding masih menunjuk angka 12.

Aku menghela nafas saat menyadari rumah ini begitu sepi.

"Ah, haus banget. Mending minum air dingin."

Aku membuka pintu kulkas dan mengeluarkan sebotol air dingin dari rak di pintunya. Setelah menuntaskan dahaga, dari kerongkongan, aku berniat kembali ke kamar.

Tiba-tiba mataku tertumbuk pada terigu cakra kembar dan kopi sachetan yang teronggok manis ingin dibelai.

Selintas ide mendadak muncul. Aku memang tidak terlalu mahir memasak dengan bumbu rempah-rempah lengkap aneka menu lauk berat seperti aneka santan, rawon, atau gulai. Tapi untuk masalah ngadon roti, akulah juaranya. Tentu saja asal ada mixer
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Santi Maru
bukak bab baru tapi sparo crita nya diulang dr bab yg sblum nya. dn harus bayar lagi
goodnovel comment avatar
Irvan Mara
baru baca sebentar harus bayar lagi
goodnovel comment avatar
It's Lyy
kok hrus dkunci sih
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status