Inicio / Romansa / Sweet Escape / Trying to Escape

Compartir

Trying to Escape

Autor: Serafina
last update Fecha de publicación: 2026-10-16 07:34:33

SE 40 – Trying to Escape

Cavendish Estate, August, 2019

Rufus membawa Frank dan Edward ke ruang baca yang tidak jauh dari ruangan pesta “Tuan Wellington menginginkan segelas scotch sebelum beliau bergabung ke dalam pesta,” dia berusaha memberikan alasan kenapa dia mengijinkan Alfred masuk ke dalam ruang baca yang selalu terkunci. Frank jarang memakainya. Kepala pelayan itu membuka pintu, menyilakan keduanya masuk.

“Hey, lads!” sapa Frank pada Alfred “Thank you for coming! I thought you never c
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sweet Escape   The Hostage

    SE 41 – The HostageJakarta, August, 2019 Ini hari kedua Carina nggak bisa dihubungi, Ibu udah gak bisa tidur. Doi uring-uringan aja. Delia mulai was-was, Ayah berusaha menenangkan istrinya tapi diam-diam beliau cemas juga. Anak sulung kesayangannya tak ada kabar berita. Mereka sudah berusaha mengontak nomor Carina, tidak aktif. Emailnya juga tidak dibalas. Semua bentuk komunikasi sudah dicoba tapi hasilnya nihil.“Gimana ini?” tanya Ibu khawatir.Delia menggigit bibirnya sambil berpikir “Ibu punya fotokopi paspor Kakak gak?”“Ada, buat apa?”“Nanti siang aku mau ke kedutaan Inggris, mau bikin laporan orang hilang,” ujar Delia.Ibu bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil salinan dokumen Carina, dia kembali membawa satu map. Dikeluarkan isinya, Akte Lahir, fotokopi KTP, fotokopi paspor, fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi visa “Ini cukup, Dek?”Delia mengangguk “Kayanya segini cukup, Bu.”Ibu menatap Delia setengah memelas “Coba tolong cari kabar kakakmu, ya. Habis dari Kedu

  • Sweet Escape   Trying to Escape

    SE 40 – Trying to EscapeCavendish Estate, August, 2019 Rufus membawa Frank dan Edward ke ruang baca yang tidak jauh dari ruangan pesta “Tuan Wellington menginginkan segelas scotch sebelum beliau bergabung ke dalam pesta,” dia berusaha memberikan alasan kenapa dia mengijinkan Alfred masuk ke dalam ruang baca yang selalu terkunci. Frank jarang memakainya. Kepala pelayan itu membuka pintu, menyilakan keduanya masuk.“Hey, lads!” sapa Frank pada Alfred “Thank you for coming! I thought you never came.”Alfred berdiri dari duduknya dan menyambut Pamannya, padahal baru kemarin lusa mereka bertemu.Frank membawa Edward pada ponakannya itu “Ini adalah teman baikku, putra bungsu dari Duke of Gloucester, Edward.”Edward mengulurkan tangannya yang disambut baik oleh Alfred “Edward, ponakanku tersayang, James Alfred, the heir of Duke of Wellington.”“How do you do,” sapa Alfred sopan “Paman, maaf aku datang terlambat.”Edward memerhatikan Alfred dengan seksama “Kamu masih muda, sudah punya istri

  • Sweet Escape   The Party

    SE 39 – The PartyCavendish Estate, Aberdeenshire, Agustus 2019Kemeriahan pesta mewah di Cavendish Estate sudah berlangsung sejak satu jam yang lalu ketika Alfred melangkah turun dari mobil mewahnya. Pria muda bergelar Duke of Wellington itu merapikan setelan jasnya dan mengancingkannya dengan gerakan tenang saat menaiki anak tangga menuju pintu masuk utama yang dijaga ketat oleh dua orang petugas keamanan berseragam. Begitu tiba di depan pintu, seorang pria paruh baya berkemeja rapi dengan rambut yang mulai memutih menyambut kedatangannya. Dengan sikap tubuh penuh hormat dan senyum ramah, pria itu menyapa, "Duke of Wellington. Selamat datang, Tuan."Alfred menoleh dan menganggukkan kepala pelan. "Di mana pamanku sekarang?" tanyanya singkat."Oh, Mr. Cavendish sudah berada di function room, Tuan. Pestanya sendiri sudah dimulai sejak tadi," jawab pria tua itu.Alfred mengerutkan keningnya sejenak, berusaha mengingat sosok di hadapannya. Ia merasa familiar dengan wajah sang kepala pela

  • Sweet Escape   The Rightful Heir

    SE 38 – The Rightful HeirSitting Room, Cavendish Estate. Aberdeenshire, August, 2019. Mary masuk ke dalam sitting room dimana Frank sedang menunggu. Dia datang bersama lima orang gadis pilihannya, salah satunya adalah Carina. Mary berjalan mendului mereka dan menyapa seorang laki-laki yang masih cukup muda, dia sedang memunggungi pintu saat mereka masuk.“Lord Cavendish, may I present you to your girls,” sapa Mary dengan nada suara formal.Carina muak mendengarnya, dia memerhatikan sekeliling ruangan, mencari celah lewat mana dia bisa menyelinap pergi. Ruangan ini seperti kebanyakan ruang keluarga, terdapat dua set sofa besar dengan meja kopi, lemari buku di sudut ruangan, layar teve besar di salah satu dindingnya, jendela-jendela gaya Eropa yang menjulang tinggi.Laki-laki yang dipanggil Lord Cavendish berbalik kearah mereka. Carina tidak menyangka bahwa dia masih semuda itu. Muda dan bajingan, kombinasi yang mematikan, pikir Carina. Mau si Lord ini ganteng macem Jude Law, dia teta

  • Sweet Escape   Wake Me Up When This Nightmare Ends

    SE 37 – Wake Me Up When This Nightmare EndsCavendish Estate, August, 2019“Wake up, wake up, you slut!” seruan Bibi Marge yang nyaring terdengar di pagi hari yang damai ini. Dia masuk ke dalam ruangan yang berisi dua puluh orang perempuan yang sedang tertidur. Mereka tidur diatas dipan-dipan bertingkat yang dijejerkan di sisi kiri-kanan ruangan.Carina terbangun dengan kaget, dia baru bisa memejamkan mata menjelang subuh.“Get up!” seru Marge yang mendadak galak pagi ini. Dia memukul seorang gadis yang masih meringkuk di dalam selimutnya “Everybody, get ready!”Carina menyingkapkan selimutnya dan turun dari tempat tidur, dia ingin ke kamar mandi tapi langkahnya dihadang oleh Marge.“Where do you think you’re going, sweetheart?” tanya Marge dengan nada melecehkan“To the bathroom,” jawab Carina sambil menunjuk pintu kamar mandi yang berada di pojok ruangan“Ha, you need a loo!” seru Marge “No loo before breakfast!”(Trans: “Ha, kamu butuh ke toilet! Tidak boleh ke toilet sebelum sarap

  • Sweet Escape   Best Night of My Life

    SE 36 – Best Night of My LifeAberdeenshire, August, 2019 Andai saja. Andai saja, Carina tidak bertemu Mary, mungkin saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju Manchester City, makan enak dan hunting foto. Dia berencana untuk membeli merchandise bola bagi anak-anak buahnya. Dalam beberapa hari Carina akan kembali ke Jakarta. Kembali ke rutinitas dan pekerjaannya. Membawa barang pesanan Sara, oleh-oleh untuk keluarganya dan cokelat-cokelat untuk dibagikan pada orang-orang di departemennya.Tapi Carina terjebak di sini, dalam sebuah kamar bersama dengan dua puluh orang perempuan dari berbagai negara. Bibi Marge memberinya makan, sepiring daging, kentang tumbuk dan sayuran. Carina tidak tahu daging apa yang diberikan Marge, dia tidak menyentuhnya sama sekali.“Kenapa tidak dimakan?” tanya Marge sambil berkacak pinggang, saat melihat makanan di piring Carina masih utuh.Carina mendongak dan menggeleng “Aku tidak tahu ini daging apa,”Marge mengeryit heran “Maksudmu?”“Aku muslim. Tidak

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status