共有

TAS 252

last update 公開日: 2026-04-05 23:01:14

"Bukan begitu, Audrey?" tanya Max menatapku lekat.

Aku tak bisa menjawab.

Seluruh tubuhku kini menegang. Bukan karena sentuhannya kasar, tapi justru karena terlalu lembut. Terlalu akrab di mata orang lain.

Tuan Henry dan Nyonya Miranda tertawa kecil, menganggapnya sebagai interaksi yang menggemaskan antara atasan dan bawahan.

“Beruntung sekali,” komentar Nyonya Miranda sambil mengerling kecil.

Aku menelan ludah.

Tatapan Sam tertuju tepat ke tangan Max yang masih berada di pergelangan tanganku.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 258

    Aku menarik napas panjang.Max yang berdiri tidak jauh dari ambang pintu memilih diam. Dia memberi kami ruang, tanpa benar-benar pergi. Tatapannya lurus padaku, seolah berkata bahwa keputusan ini ada di tanganku.Aku menunduk sejenak.Jemari tanganku saling menggenggam erat di pangkuan, mencoba menahan sesuatu yang terus mendesak keluar. Suasana yang tadi sempat hangat karena kepulangan Ibu kini berubah lagi. Lebih tegang dan menekan.“Ibu…” suaraku pelan, hampir tidak terdengar.Ibu langsung menangkap nada itu. Dia mengenalku terlalu baik.“Audrey,” panggilnya lembut, tapi ada kecemasan di sana. “Lihat Ibu.”Aku mengangkat wajah perlahan."Apa ini seperti yang ibu pikirkan?" Tatapannya yang cukup dalam membuatku tidak bisa mengelak. Aku lekas menggenggam tangannya. “Kalau aku cerita…” kataku ragu, “Ibu harus janji tidak panik.”Ibu langsung mengernyit. Suaranya merendah dengan tajam. “Audrey... kau masih berhubungan dengan pria itu?"Mataku beralih pada Max sesaat. Bukan meminta ba

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 257

    “Ibu?” teriakku sambil membuka pintu dan melangkah masuk dengan cepat.Tanganku langsung meraba sakelar. Lampu menyala satu per satu, menerangi ruang tamu yang kosong. Tidak ada suara televisi, tidak ada aroma masakan, tidak ada tanda-tanda seseorang baru saja pulang.Aku tidak berhenti. Langkahku berubah jadi berlari.Aku membuka pintu kamar Ibu. Kosong.“Kamar mandi?” gumamku panik, langsung berlari ke sana.Kosong juga.Di dapur pun tidak ada.Jantungku mulai berdegup tidak karuan.“Ibu?” suaraku mulai pecah oleh rasa takut.Aku berbalik dan berlari ke kamarku sendiri, berharap entah kenapa dia ada di sana.“Audrey—” Suara Max yang masuk menghampiriku terdengar, tapi aku melewatinya begitu saja.“Ibu! Ibu di mana?”Aku membuka pintu kamarku. Tetap kosong.Semua ruangan sudah kulihat. Tapi ibu tak ada di mana pun. Aku bahkan membuka kamar tamu, berharap keajaiban kecil dan masih kecewa. “Ibu!” Suaraku menggema cukup kerras, tapi tidak ada jawaban.Aku berbalik cepat ke arah Max yan

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 256

    “Tak perlu khawatir,” bisik Max tiba-tiba. Aku terlonjak kecil. Suara itu muncul begitu dekat di telingaku, nyaris seperti hembusan napas yang tidak diundang. Aku yang sejak tadi masih berdiri di tempat yang sama, berusaha menyusun kembali pikiranku setelah menjelaskan konsep panjang lebar, bahkan tidak menyadari kapan dia sudah berada di sampingku. Lamunanku buyar seketika. Beberapa langkah dari kami, Tuan Henry dan Nyonya Miranda sedang berbincang dengan Sam. Obrolan mereka tentang tamu terdengar samar. “Selama aku di sini, tak ada yang bisa menekanmu,” lanjut Max pelan. Aku menoleh padanya. Wajahnya kembali terlihat santai seperti biasa. Aku menunduk sedikit. “Terima kasih,” ucapku pelan. “Apa?” Aku mengangkat kepala, sedikit mengernyit. “Terima kasih.” “Apa?” ulangnya lagi, kali ini dengan ekspresi pura-pura tidak mengerti. Aku menatapnya kesal. “Terima kasih,” kataku lagi, sedikit lebih keras. Max masih belum bereaksi. Dia malah memiringkan kepala, mendekat

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 255

    “Dokter Cindy Arsen, lama tak bertemu,” sapa Max dengan wajah datar. Tidak ada senyum ramah seperti biasanya. Tidak ada nada santai yang sering dia gunakan untuk mencairkan suasana. Kali ini, suaranya terdengar formal. Cukup dingin, seperti sengaja menjaga jarak. Cindy membalas tatapan itu tanpa berkedip. “Harusnya aku sudah tahu kau di balik rencana ini,” gumamnya pelan, matanya menyipit tipis. Aku mengernyit tanpa sadar. Ucapan itu… terdengar seperti tuduhan. Aku tidak mengerti maksudnya. Bahkan, aku baru menyadari satu hal yang lebih mengganggu: bagaimana mereka saling mengenal? Max melangkah maju perlahan, dengan tenang. Dia berhenti tepat di sampingku, cukup dekat hingga kehadirannya terasa seperti benteng yang berdiri di antara aku dan Cindy. “Audrey adalah stafku,” katanya tegas. “Dia sudah melewati pelatihan dan memiliki pengalaman di lapangan.” “Dalam waktu sesingkat itu?” Cindy mengangkat alis, jelas tidak percaya. “Untuk orang secerdas dia, itu bukan hal

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 254

    Kenapa wanita jahat itu ke sini?Tanganku mengepal. Mataku menyipit menahan amarah. Aku masih ingat ancamannya terakhir kali kami bertemu. Tak kusangka kami akan bertemu lagi secepat ini.Cindy berjalan dengan langkah pasti menuju ke arah kami, sepatu haknya mengetuk lantai halaman dengan ritme teratur yang terdengar semakin jelas.Namun begitu jarak kami tinggal beberapa langkah, matanya menangkap keberadaanku. Langkahnya goyah seketika, melambat tanpa benar-benar berhenti, seolah tubuhnya masih ingin maju sementara pikirannya tertahan di tempat.Wajahnya kosong. Tidak ada senyum, tidak ada basa-basi. Hanya kebingungan yang bercampur kecemasan.Matanya langsung beralih pada Sam, tajam dan penuh tanya.“Kenapa dia di sini? Kau membawanya?”Aku refleks melirik ke arah Tuan Henry dan Nyonya Miranda, jantungku berdegup tidak beraturan. Ketakutan terburukku langsung muncul.Bagaimana kalau Cindy kehilangan kendali dan membongkar semuanya di sini?Sam sendiri tampak terkejut. Alisnya menge

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 253

    "Apa yang kau lakukan?" tanyaku sedikit panik. Takut ada yang memergoki kami."Menurutmu apa?" tanya Sam balik menantang. Keningku berkerut menatapnya. “Jadi,” suaranya rendah, “kau menikmatinya?”Aku mengernyit. “Apa?”“Perhatian dari Max.”Jantungku langsung berdetak lebih cepat.“Apa kamu menikmatinya?”Aku menggeleng cepat. “Jangan mulai lagi, Sam. Dia hanya—”“Hanya apa?” potongnya.“Dia hanya berusaha memperlakukan stafnya dengan baik,” jawabku tegas, meski suaraku sedikit tertahan karena jarak kami yang terlalu dekat.Sam mendengus pelan. Senyum kecut tersungging di bibirnya.“Ya. Terlihat sekali. Dia pasti memperlakukanmu sangat baik sampai kau betah bekerja dengannya.”Tangannya sedikit mengencang di pinggangku.“Kau menolak ajakanku ke luar negeri,” lanjutnya, suaranya semakin rendah, “dan mulai menghindar dariku.”Dadaku terasa sesak.“Itu tidak ada hubungannya dengan Max,” kataku tegas. “Aku sudah bilang.”“Aku percaya,” potongnya cepat. “Tadinya.”Satu kata itu cukup me

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 223

    "Sean?" Aku berusaha memanggilnya dengan suara serak. "Ibu?" Tak ada sahutan apa pun.Awalnya aku ingin mengabaikannya dan kembali beristirahat. Tubuhku jelas belum pulih. Bahkan bernapas dalam saja terasa sulit. Tapi rasa penasaranku jauh lebih besar daripada rasa lelah itu.Suara gaduh di luar

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 222

    “Ada apa?” tanya ibu cepat. Dia ikut tegang.Perawat menelan ludah pelan. Masih menatap tak yakin ke sela pahaku.“Ada flek darah.”Jantungku seperti berhenti.Perawat menatapku dengan wajah serius. “Tunggu sebentar. Saya akan memanggil dokter.”Sementara itu kram di perutku kembali datang. Lebih k

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 221

    Aku merasa seperti diterbangkan sangat tinggi lalu dihempaskan turun. air mataku jatuh begitu saja. Ibu langsung mendekat dan menggenggam tanganku. Dia menatap dokter penuh harap. “Apa yang harus dia lakukan, Dok?”“Istirahat total,” jawab dokter Arman tegas. “Pasien tidak boleh banyak bergerak, t

  • TERGODA AYAH SAHABATKU   TAS 220

    Pintu ruangan tiba-tiba terbuka.Sean masuk dengan langkah cepat.“Ada apa, Bi?” Dia langsung mendekat ke tempat tidur saat melihatku menangis dan ibu terlihat panik."Dia mengamuk," ucap ibu tertahan."Aku tidak mengamuk! Aku hanya mau tahu kondisi bayiku!" bantahku keras.“Audrey… hey, tenang,” k

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status