Share

Bab 51

Penulis: Farid-ha
last update Tanggal publikasi: 2024-05-02 23:14:30
POV Tama

Amira? Benarkah itu Amira? Aku berkedip, lalu membuka mata kembali. Menyakinkan diri bahwa mata ini ini tidak salah melihat. Dan memang benar, itu Amira. Suaranya, senyumnya, cara jalannya semua memang Amira.

Bagaimana bisa dia ada di sini? Siapa yang mengundangnya?

Sial! Kecantikan Amira
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Pram Hasto
ini sekarang malah mau puter iklan aja gak bisa2, loading terus.
goodnovel comment avatar
Pram Hasto
masa harus lihat iklan terus menerus sih
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 173

    “Ini tempatnya, Mbak?” Tama menatap perempuan yang merupakan tetangga kontrakan Lilik tersebut dengan kening mengkerut. “Iya, ini, Mas. Beberapa hari yang lalu juga ada yang mencari Mbak Lilik. Perempuan. Bahkan dia menitipkan sesuatu untuk Zidane.” Tama terdiam, tapi otaknya berpikir menerka-nerk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 172

    Amira terdiam, menunggu jawaban Tama. Sebenarnya dia sendiri ragu, tidak yakin dengan idenya ini. Tapi, Amira merasa perlu melakukan itu demi kebaikan Zidane. [Jangan memintaku yang tidak-tidak, Mir! Mustahil aku kembali dengan Lilik. Itu tidak mungkin terjadi.] Tama mengirimkan pesan balasan pada

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 171

    “Lilik?” Samar, Amira memanggil wanita yang sedang menuntun bocah cilik sambil menenteng tas yang terlihat berisi dagangan. “Pak tolong berhenti sebentar.” Amira meminta kepada sopir taksi. “Tapi argonya tetap jalan, ya, Mbak.” Sopir mengingatkan. “Nggak masalah, Pak. Nanti saya lebihkan untuk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 170

    “Kapan acara lamarannya, De?” tanya Fikri di negeri seberang sana. Amira baru saja menceritakan niat baik Reza yang ingin melamarnya kepada Fikri. “Rencananya empat hari lagi, Bang. Abang sekarang sudah merestui ‘kan?” tanya Amira yang belum begitu yakin sepenuhnya terhadap restu Fikri. “Insya

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 169

    “Terima kasih banyak, ya, Mas. Maaf nggak bisa menyuruh mampir. Ini susah sangat malam.” Amira menghampiri pria yang berada di balik kemudi bulat setelah memarkirkan motornya di depan rumah. “Memang seharusnya aku tidak mampir, De. Kalau mampir nanti bahaya,” kelakar laki-laki di balik kemudi yang

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 168

    “Mau sampai kapan kamu diam di situ, Lilik? Mau sampai kapan kamu membiarkan Zidane mengacak-acak permainannya? Cepat bereskan rumah ini! Aku muak melihat kamu yang seperti ini terus! Sudah berapa kali aku bilang? Jangan biarkan anakmu mengacak-acak ruang tamu atau ruang tengah dengan permainannya i

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 78

    “Ada apa?” tanyaku singkat. Rasanya enggan banyak basa-basi sama laki-laki yang pernah menorehkan banyak luka di hati ini. Aku kembali menunduk, mengisi plastik dengan buah sawo yang telah aku pisahkan. “Bagaimana kabar ibu, Mir?” Dari ekor mataku, laki-laki yang hari ini mengenakan sandal jepi

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 68

    POV Lilik “Mas, mana cukup uang segini? Semua harga itu naik. Lebih baik ibu sendiri beli di tukang sayur. Biar tahu berapa harga-harga sayuran dan daging. Aku tak mau mempermalukan diri sendiri di pasar dengan membawa uang segitu.” Aku menatap jengkel pada suami. Kutatap uang selembar berwarna b

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 61

    “Maaf, ya, Mbak Amira atas ketidaknyamanannya. Saya juga tidak menyangka akan kedatangan Mumun yang secara tiba-tiba.” Buk Sukma menatapku dengan rasa bersalah setelah kepergian Bu Mumun. Aku tersenyum lebar, “Tidak apa, Bu. Saya sudah biasa menghadapi sikap Bu Mumun yang seperti itu.” “Sudah m

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 56

    POV Lilik Menikahi Tama aku kira akan bahagia, tapi ternyata sebaliknya. Sudah tiga Minggu menjadi menantu satu-satunya di keluarga Bu Mumun, nyatanya tidak membuatku merasa di sayang. Tapi, sebaliknya. Aku hanya mereka jadikan babu yang membersihkan segala sesuatunya di rumah tersebut. Meskipun be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status