Share

Bab 107

Author: Farid-ha
last update Petsa ng paglalathala: 2024-07-08 22:21:00
Tama terdiam sejenak di samping motornya sebelum melangkahkan kaki menuju pintu rumah Amira. Seketika laki-laki itu kehilangan nyali setelah sampai di halaman rumah Amira. Padahal, sebelumnya sudah segunung mental yang telah ia persiapkan untuk menghadapi mertua serta mantan istrinya tersebut. Takut
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 173

    “Ini tempatnya, Mbak?” Tama menatap perempuan yang merupakan tetangga kontrakan Lilik tersebut dengan kening mengkerut. “Iya, ini, Mas. Beberapa hari yang lalu juga ada yang mencari Mbak Lilik. Perempuan. Bahkan dia menitipkan sesuatu untuk Zidane.” Tama terdiam, tapi otaknya berpikir menerka-nerk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 172

    Amira terdiam, menunggu jawaban Tama. Sebenarnya dia sendiri ragu, tidak yakin dengan idenya ini. Tapi, Amira merasa perlu melakukan itu demi kebaikan Zidane. [Jangan memintaku yang tidak-tidak, Mir! Mustahil aku kembali dengan Lilik. Itu tidak mungkin terjadi.] Tama mengirimkan pesan balasan pada

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 171

    “Lilik?” Samar, Amira memanggil wanita yang sedang menuntun bocah cilik sambil menenteng tas yang terlihat berisi dagangan. “Pak tolong berhenti sebentar.” Amira meminta kepada sopir taksi. “Tapi argonya tetap jalan, ya, Mbak.” Sopir mengingatkan. “Nggak masalah, Pak. Nanti saya lebihkan untuk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 170

    “Kapan acara lamarannya, De?” tanya Fikri di negeri seberang sana. Amira baru saja menceritakan niat baik Reza yang ingin melamarnya kepada Fikri. “Rencananya empat hari lagi, Bang. Abang sekarang sudah merestui ‘kan?” tanya Amira yang belum begitu yakin sepenuhnya terhadap restu Fikri. “Insya

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 169

    “Terima kasih banyak, ya, Mas. Maaf nggak bisa menyuruh mampir. Ini susah sangat malam.” Amira menghampiri pria yang berada di balik kemudi bulat setelah memarkirkan motornya di depan rumah. “Memang seharusnya aku tidak mampir, De. Kalau mampir nanti bahaya,” kelakar laki-laki di balik kemudi yang

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 168

    “Mau sampai kapan kamu diam di situ, Lilik? Mau sampai kapan kamu membiarkan Zidane mengacak-acak permainannya? Cepat bereskan rumah ini! Aku muak melihat kamu yang seperti ini terus! Sudah berapa kali aku bilang? Jangan biarkan anakmu mengacak-acak ruang tamu atau ruang tengah dengan permainannya i

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 51

    POV TamaAmira? Benarkah itu Amira? Aku berkedip, lalu membuka mata kembali. Menyakinkan diri bahwa mata ini ini tidak salah melihat. Dan memang benar, itu Amira. Suaranya, senyumnya, cara jalannya semua memang Amira. Bagaimana bisa dia ada di sini? Siapa yang mengundangnya? Sial! Kecantikan Amira

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 44

    Sesuai dengan janjinya pada Lilik, Tama bersiap untuk pergi ke cafe. Kebetulan hari ini libur, sejak pagi ia tak ke mana-mana. “Rapih bener, mau pergi? Mau ke mana kamu, Tama?” Bu Mumun menegur putranya yang baru keluar kamar. Perempuan itu memindai Tama dari ujung kepala hingga kaki.Setelah berce

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 43

    Amira mengepalkan tangannya kuat-kuat, dadanya bergemuruh hebat saat melihat senyum kemenangan di bibir Lilik. Tapi, itu tidak berlangsung lama, sebab detik berikutnya, Amira menyeringai setelah menemukan ide untuk membalas perlakuan Lilik padanya. “Bagaimana kabar mantan kakak ipar? Sehat? Sudah l

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 39

    POV 3Amira yang baru keluar dari gang sempit setelah membagikan makanan di komplek tempat tinggalnya itu menghentikan langkahnya. Menatap sekilas mantan kakak iparnya sebelum akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Baginya, meladeni Santi sama dengan melakukan hal sia-sia, buang-buang waktu. Toh, sa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status