共有

Terjerat Pernikahan Pengganti
Terjerat Pernikahan Pengganti
作者: Luz Picillya

CEO JADI BABU

作者: Luz Picillya
last update 公開日: 2026-07-10 15:49:19

'Tiga bulan lalu Alsava tanda tangan kontrak 8 miliar. Hari ini dia disuruh ngelap lemari kaca sampai kinclong.'

“He Alsava! Lemari ruang baca udah kau bersihkan? Harus sampai bersih, jangan ada jejak debu yang masih menempel!"

Tuti, maid senior yang mengatur semua pekerjaan di rumah Tuan Baskara, menyegat langkah Alsava. Dagunya naik angkuh.

Alsava berhenti, dia menoleh pelan. Wajahnya datar, dua alisnya mengerut, sedikit memicingkan matanya sinis.

"Enak aja! Bersih-bersih ruang baca bukan jobdesk gue. Seenaknya aja nih senior nyuruh-nyuruh. Lu pikir gue babu yang bisa lu tindas?" umpat Alsava dalam hati.

“Maaf, Mbak Tuti. Itu bukan tugas saya.” Alsava menegakkan punggung. Suaranya datar, tapi matanya nantang.

Sebagai maid baru, dia sudah hafal polanya. Kerjaan numpuk, jam istirahat dipotong, tugas orang lain dilimpahkan seenaknya ke dirinya.

Tuti mendongak. “Kalau mau awet kerja di sini jangan pilih-pilih! Rumah ini gede, semua harus kerja sama. Aku nyuruh kamu karena yang lain lagi kerepotan.”

Alsava tak langsung menjawab, matanya menyapu ruangan. Di pojok sofa, dua maid lagi selonjoran sambil scroll HP. Di dapur, dua maid lainnya sedang ketawa-ketiwi sambil ngopi. Ada juga yang joget-joget ngikutin short video.

Alsava balik natap Tuti. Bibirnya miring sinis. “Mbak Tuti nggak lagi sakit kepala kan? Sampai nggak lihat mereka nongkrong di sana!” Jarinya nunjuk satu-satu.

Muka Tuti merah padam. Dia paling benci junior yang berani melawannya.

Dengan langkah cepat Tuti menghampiri Alsava. Tangannya mencengkram lengan Alsava kasar, sampai tubuh Alsava oleng mau nyungsep ke lantai.

“Aku ingatkan sekali lagi, ya, babu baru!” desis Tuti di telinga Alsava. “Jangan sekali-kali kamu berani membantahku. Kalau nggak mau aku aduin ke Nyonya biar kamu dipecat!”

Pecat!

Darah Alsava berdesir seolah berhenti mengalir. Jantungnya terpacu lebih kencang, panik. Nggak, nggak bisa!

Tiga bulan lalu bisnis marketingnya hancur. Dikhianati orang kepercayaannya sendiri. Klien kabur, produk jatuh, uang perusahaan dibawa lari.

Gaji maid ini receh. Tapi receh ini bisa membantunya sedikit mencicil gaji karyawan-karyawannya yang dulu. Gengsi? Sudah dia kubur dari hari pertama ngelamar jadi babu.

“Oke. Aku kerjain sekarang.”

Alsava tak ingin membuang waktu debat. Dia muter badan, menyusuri lorong rumah yang luasnya kayak istana, menuju ruang baca.

Tangannya sibuk. Buku berserakan dirapihin, meja disapu, kaca lemari dilap, padahal tak ada satupun debu yang terlihat.

"Gue jago ngitung omset milyaran. Jago nego sama klien keras kepala. Jago baca maunya customer cuma dari sorot mata. Tapi di rumah ini, orang cuma menilai lantai kinclong apa enggak setelah gue pel. Piring keset apa enggak setelah gue cuci. Lipatan baju lurus apa enggak setelah gue setrika."

Alsava mengelus kaca lemari yang udah kinclong, napasnya berat.

"Ah, hidup. Jungkir baliknya gampang banget sih. Kemarin masih CEO, sekarang udah jadi Upik Abu!"

**

Rumah Tuan Baskara begitu riuh. Hari ini adalah hari pernikahan Tuan Muda Ken Baskara dengan gadis pilihan keluarga yang sudah dijodohkan sejak mereka masih kecil. Pesta akan diadakan di hotel paling mahal di kota, tapi semua maid tetep disuruh menyiapkan ini-itu segala keperluan pesta dari rumah. Harus seperfek mungkin!

“Eh, maid junior!” Anin, maid senior kedua, ngelempar kardus ke pelukan Alsava. “Antar ini ke hotel sekarang. Dua jam lagi dipake buat acara. Jangan telat!”

Alsava baru aja beresin dapur, koki baru saja selesai masak gede-gedean dan membuat dapur kotor berantakan. Napas aja belum, sekarang disuruh lari ke hotel bawa barang segede gaban.

“Ada lagi?” Alsava nahan sarkas di ujung lidah.

“Gak ada, cuma ini. Tapi cepet! Kalau rusak, gaji kamu sebulan nggak bakal cukup buat ganti.” Anin mengingatkan sambil ngangkat dagu.

Alsava enggan menjawab. Dia langsung menggendong kardus, ngeluarin sepeda listriknya sendiri. Lebih cepat daripada nunggu mobil jemputan. Dia harus sampai sepuluh menit dari waktu yang diberikan Anin.

"Kamar 231!" Alsava mengerutkan jidatnya menatap kertas yang berisi alamat tujuan. "Jadi ini kamar pengantin wanita, berarti isi kardus ini baju dan barang-barang pengantin,"

Jantungnya berdegup kencang, perasaannya sedikit gugup dan panik. Alsava ngebut. Takut telat, takut barang rusak, takut dipecat.

Dia memilih jalur belakang untuk menghindari macet. Setengah ngos-ngosan dia ngetok pintu kamar 231. Tangannya gemetaran.

Pintu kebuka sedikit.

Tangan putih kecil langsung menarik pergelangan Alsava, menyeretnya masuk sampai hampir jatuh.

Seorang wanita berdiri angkuh di depannya. Make up flawless, Piyama sutra putih. Tatapannya tajam, ngiris.

“Siapa namamu?” Suaranya datar, tapi berkuasa.

“Al-Alsava. Saya disuruh antar barang-barang ini, Nona.” Alsava menjawab dengan hati-hati. Matanya ngukur ekspresi wanita di depannya.

“Kau pelayan rumah keluarga Baskara?”

Alsava mengangguk pelan. Wanita itu melirik ke lorong, memastikan tak ada orang lain selain Alsava. Setelah merasa tak ada siapapun, barulah dia tersenyum tipis, Senyum yang nggak sampai mata.

“Kamu butuh uang banyak, kan? Aku bisa memberinya. Asal kamu mau bantu aku.”

Alsava mengerut. “Maksud Nona?”

“Ikut aku.” Tanpa nunggu jawaban, wanita itu menarik Alsava lagi ke ruangan kecil di kamar 231. Di sana ada dua MUA lagi milih-milih palette.

“Cepat! Rias dia seperti pengantin!”

Alsava mendelik. Otaknya belum bisa mencerna. Tapi tubuhnya udah ditarik paksa, dipaksa duduk di kursi rias depan cermin gede.

“Nona, maksudnya ini apa?!”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Sejarah Keluarga Mallory

    “Jadi Tuan Mallory adalah salah satu pebisnis top five di eranya, lalu dimana dia sekarang suamiku?” Nyonya Felicia cukup kaget mendengar bahwa Tuan Mallory adalah salah satu orang hebat yang menjadi pelopor para pebisnis lain di eranya. Apalagi nama Cavan Mallory menggunakan nama orang besar itu. Satu pertanyaan yang terus terngiang di benaknya, ‘Apakah Alsava salah satu keturunan keluarga terpandang itu?’ “Tuan Mallory wafat saat salah satu perusahaannya mulai goyah. Beliau kena serangan jantung dan tidak bisa tertolong lagi,” jawab Tuan Baskara sambil menikmati potongan buah anggur yang terlihat segar pecah di mulut. “Hhhmm… siapa yang berhasil menumbangkan perusahaan sehebat itu?” “Namanya juga persaingan istriku. Karena pada saat itu perusahaan sudah diambil alih oleh putranya, Cavan Mallory.” DEG! “Cavan Mallory? Jadi benar, Ayah Alsava adalah putra keluarga Mallory? Lalu bagaimana Alsava bisa berakhir menjadi maid? Dan data yang kudapatkan, gadis itu lahir, tumbuh dan

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Ken Tiba-tiba Pergi

    “Marveen adalah ketua klan mafia Tiger Dark yang masih merajai pasar gelap sampai hari ini Tuan. Semua pebisnis gelap pernah bekerjasama dengannya. Bahkan sekarang dia sedang berada di luar negri.” Asisten Lee menunjukan bukti yang dikumpulkannya selama dia mencari tahu soal Marveen. “Lalu ada masalah apa antara Marveen dan Cavan Mallory sampai Cavan setakut itu keluarganya diincar?” tanya Ken penasaran. Jelas itu menjadi pertanyaan terbesarnya setelah mendengar potongan cerita yang dijelaskan ibunya Alsava kemarin. “Pertama, Marveen dan Cavan terlibat dendam berdarah. Orang tua angkat Marveen, menghabisi nyawanya sendiri setelah dia terbukti korupsi besar di perusahaan Cavan. Jatuhnya orang tua angkatnya, membuat Marveen menaruh dendam dan bersumpah untuk menghancurkan Cavan.” “Sayangnya, Cavan malah menikah dengan Aileen, gadis yang sudah dianggapnya seperti adik kecilnya, karena mereka berasal dari tempat yang sama yaitu di dusun tempat tinggal Aileen sekarang.” “Berarti

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Jejak Yang Mulai Terlihat

    “Apa kamu sudah siapkan apa saja yang kita butuhkan?”Lusiana keluar dari ruang tamu dengan kepala pening. Perkataan Nyonya Felicia terakhir terus terngiang. “Tante Fel sepertinya sedang merencanakan sesuatu, apa ini berkaitan dengan Alsava? Aku khawatir Tante Fel mau menyerang Alsava!” gumam Lusiana sambil mengemudikan mobilnya lambat. Dia pengen nguping lebih lama, tapi suasana hati Nyonya Felicia lagi gak bagus, takutnya malah membuat masalah baru di antara mereka.“Ken harus tau ini!” Lusiana mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Ken. Berulang kali di teleponnya, tapi tak ada respon dari laki-laki kutub itu. Lusiana sampai mengumpat sangking kesalnya.“Kemana sih Ken.. giliran dibutuhin lu nggak gercep! Gak mungkin kan jam segini lu belum bangun..!”Tak berselang lama Ken mengirim pesan. Nada ketus, menyebalkan. “Ada urusan apa menghubungiku lagi? Apa mau meminta bantuanku karena kamu terpojok!” tulis Ken membuat Lusiana melempar ponselnya ke jok kesal. Tapi langsung di pung

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Apa Alasanmu Mengganti Pengantin Wanita?

    Apa Ken tidak bisa membuatmu yakin akan bahagia bersamanya sampai kamu nekat melakukan ini Lus?”Pagi jam 08.16, Lusiana sudah duduk di ruang tamu kediaman keluarga Baskara, menemui Nyonya Felicia. Dia menjelaskan semuanya pada Nyonya besar Baskara agar kesalahpahaman ini tidak menyeret nama Alsava.“Sejak awal, aku memang keberatan Tante. Aku sudah menjelaskan ke Papa berulang kali tapi Papa tidak mau mendengarnya. Aku juga sudah memberitahu Ken, tapi Ken juga menolak. Ken tetap mau melanjutkan perjodohan ini demi menjaga hubungan baik dua keluarga,” jelas Lusiana tanpa ragu. Memang itu yang terjadi. Meskipun harus dia tambahi beberapa kata agar lebih berbumbu.“Dengan kamu mengganti pengantin wanita?” Nyonya Felicia tak habis pikir.“Bukan hanya itu, aku ketahuan selingkuh berulang kali Tante, sampai akhirnya aku memperkenalkan kekasihku pada Ken tepat seminggu sebelum acara pernikahan di gelar.”Nyonya Felicia terperangah kaget. Dia tak menyangka Lusiana benar-benar sudah mengacauk

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Bermalam semalam

    “Apa kamu sepemikiran denganku?” Alsava dan Ken tak langsung pulang. Mereka menginap di sebuah penginapan tak jauh dari pusat kota. Alsava sengaja tidak menginap dirumahnya, dia membutuhkan sedikit ruang untuk mengobrol dengan Ken soal hal ini. “Apa yang kamu pikirkan?” Balas Ken gantian bertanya. Ken tak ingin salah memberi jawaban. Karena rahasia yang dia pegang harus tetap aman sampai waktunya dia bisa menjelaskan kebenarannya ke Alsava. “Aku masih penasaran, perusahaan sebesar D'CAKRA GROUP gak mungkin semudah itu hancur kan? Apalagi langsung akuisisi. Dan kalau benar masalahnya hanya karena laki-laki bernama Marveen itu mengincar Ibu, kenapa harus sampai disembunyikan, bahkan identitas kami dirubah! ini terlalu aneh!” Ken makin gugup. Alsava benar-benar secerdas dan sejeli itu. Dia makin takut rahasianya tak lama lagi akan kecium olehnya. “Kamu seorang pebisnis besar Ken, tentu kamu paham dengan situasi ini kan?” “Yahh kamu benar. Kalau hanya urusan persaingan asmara,

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Rahasia yang Harus Diam

    Aileen terdiam cukup lama. Tanpa sadar, air matanya jatuh membasahi pipi. “Nduk… kenapa harus menanyakan hal ini…?” Suara Aileen bergetar. “Karena aku mau tau Buk, aku mau sebuah kebenaran!” Desak Alsava tegas. Gak bisa lagi dipatahkan. “Iya. Ayahmu Cavan Mallory. Pemilik Sah perusahaan D'CAKRA GROUP yang sudah diambil alih oleh orang-orang yang memang sejak awal ingin menghancurkan ayahmu.” DEG! Ken membeku tajam. Jantungnya berdegup kencang. “Mereka berhasil mengambilnya, Ayahmu dijatuhkan sampai semuanya hancur. Ayah stres... lalu kecelakaan kerja saat mau menyelamatkan berkas penting di kantor.” Alsava menutup mulutnya. “Jadi... Ayah bukan karena sakit?” Airmata Alsava tumpah. Ken memberi ruang untuknya menumpahkan tangis. “Ayahmu sengaja meminta Davin untuk mengelolanya, karena dia ingin hidup tenang bersama kita. Namun orang-orang licik dan serakah itu tetap mengincar Ayahmu, hingga semua diambilnya dan membuat ayahmu hancur!” “Kenapa kita seolah disembunyikan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status