author-banner
Luz Picillya
Author

Novels by Luz Picillya

Terjerat Pernikahan Pengganti

Terjerat Pernikahan Pengganti

Demi bisnisnya yang hancur, Alsava Maureen terpaksa bersedia menggantikan Lusiana menikahi Tuan Muda Kenneth Baskara. Ken marah karena merasa ditipu, dan Alsava harus bertahan di tengah belenggu dan penyiksaan. Tapi seiring waktu, amarah itu runtuh. Di balik kebencian, tumbuh cinta.
Read
Chapter: Konspirasi Dapur
Jam 8 malam. Kantor sudah sepi, Lampu lantai 38 hanya sebagian yang masih menyala. Alsava masih menunduk di meja kerja ruangan Tuan Ken. Di depannya, berbaris mengejek tumpukan data lapangan 3 bulan. Mata panda, merah dan mulai perih, kopinya sudah dingin, kepulan asapnya sudah hilang bersama detikan waktu. Dia belum berani pulang sebelum menemukan pola yang Ken inginkan.“Churn 42%, cash flow minus, target market salah. Kalo sampai gue nggak menemukan benang merahnya besok, gue yang bakalan digulung Ken di depan Pak Reza!” Batin Alsava mengeluh. Kepalang tanggung masuk ke permainan yang pelik, tak ada lagi jalan untuk mundur. Kalau mau selamat, kuncinya hanya satu! Meyakinkan Ken jika dia berkompeten dan bisa diandalkan.Pintu kebuka pelan, tanpa mengetuk pintu bi Imah masuk menenteng rantang sambil mengulas senyum.“Capcay, Nyonya.” Bi Imah nyelonong masuk begitu saja menghampiri Alsava yang masih berkutat dengan layar laptop.“Tuan meminta saya mengantarnya untuk Nyonya, kata Tuan,
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Nginjek Ekor Pak Reza
“Uang keluar lebih cepat dari uang masuk. Kita bayar gaji plus sewa gedung tiap tanggal 1. Tapi pelanggan kita... bayarnya 90 hari kemudian.” Alsava menunjuk bagian yang dia tekankan. Tegas, tanpa ragu.Pak Reza mendengus. “Itu semua orang juga tau, Nona. Apa gongnya? Alsava menahan nafas, dia sedang mengontrol dirinya agar tidak terbawa emosi. Alsava lagi cari perhatian Ken, biar di validasi kalau dia gadis pintar. “Terus... customer retentionnya, Pelanggan lama kita kabur. Churn ratenya 42%. Jadi kita tiap bulan harus cari pelanggan baru buat nutupin yang kabur. Capek loh Pak. Mahal juga!”“Nah pinter!” Pak Reza nepuk meja. “Lalu cara menahan pelanggan yang kabur itu bagaimana? Di jampi-jampi, atau dikasih kembang menyan?”“Kuno banget masih percaya khasiat kembang menyan! Pantesan aja gak berkembang,” ejek Alsava seenak jidat. Ken menahan senyum, bibirnya melebar tipis.Alsava mengangkat muka sedikit. Nggak berani melihat Ken. Dia memilih melirik titik di dasi Pak Reza. “Kasih
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Presentasi Neraka 10 Menit
*BAB 8: PRESENTASI NERAKA 10 MENIT* Ruangan meeting lantai 38. Dinding yang penuh dengan kaca semua. Semua karyawan berkumpul, Manager, Kepala divisi. Semua berdiri dengan jas rapi dan dasi mahal. Tuan Ken masuk ke ruangan meeting. Tak ada sapaan ‘Selamat pagi’, dia langsung ke depan, melempar remote presentasi ke meja. Tok! Bunyinya pelan, tapi mampu membuat semua orang di ruangan itu diam membeku. Mata elangnya menyapu satu ruangan. Menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang sampai ke ulu hati. Tak ada yang berani suara jika ingin selamat. “Divisi lapangan rugi 20M.” Suaranya rendah, tapi berhasil memgalahkan suara AC sentral. “Tiga bulan tanpa hasil, tapi tak ada satupun yang mencari solusi!” Hening… Bahkan kepala divisi mengelap keringat dinginnya yang udah menetes sampai ke dasi. Ken menunjuk Alsava yang berdiri kaku di samping projector. Baju blazer yang dia berikan kemarin itu makin terlihat kumal karena sejak tadi di lilin gadis itu berulang kali. Bahkan se
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Kulkas Sepuluh Pintu
Jarum arloji Patek Philippe di pergelangan Ken bergerak tanpa suara. 07.03.Ia bersedekap di depan pintu. Tidak mengetuk meja, tidak membanting apapun di sekitarnya. Rahangnya hanya mengeras satu kali. Satu jam! Cukup lama untuk sekelas perusahaan Baskara Corp rugi miliaran karena CEO telat meeting.“Bi Imah.” Suaranya rendah, Tapi semua pelayan di dapur langsung membeku. “Katakan pada Nyonya. CEO tidak punya kebiasaan menunggu. Terutama untuk orang yang sudah aku beri pakaian sendiri.”Bi Imah menganggukkan kepala cepat. mukanya pucat. Beliau lari ke atas lebih kencang daripada saat dikejar anjing.Asisten Lee sudah menunggu di depan pintu mobil dari tadi. Hormat, diam. Tapi keringat dingin sudah mengalir di pelipisnya. Dia tahu jika Tuan Ken sudah diam seperti saat ini, hidupnya lebih mengerikan daripada saat Tuan Ken berteriak marah-marah.Pintu kamar Alsava diketuk pelan. “Nyonya... Tuan sudah menunggu.”Di dalam kamar, Alsava masih perang sengit sama cepolan rambutnya. Satu jam d
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: NEGOSIASI DENGAN VILLAIN
“Katakan! Sebelum aku kehabisan sabar, dan kubuat kau tak bisa ngomong lagi seumur hidup!”Ken kesal menunggu lanjutan ucapan Alsava yang terjeda cukup lama.Refleks Alsava nutup mulut pake kedua tangan. Matanya mendelik lebar. 3 detik kemudian dia lepas tangannya pelan. Bibirnya bergetar yakin. “A-anu... Tuan. Boleh saya liat berkasnya 5 menit? Dulu saya sering cek laporan seperti ini. Sepertinya saya tahu apa permasalahannya.”Ken diem, memutar map terbuka itu ke arah Alsava. “30 detik, jelaskan!”Alsava menelan ludah. Ujung pulpen gemetar menunjuk grafik. “ Churn rate 40%. Salah target market jelas. Ini basic... tapi ngomong basic ke Ken sama dengan cari mati,” batin Alsava menilai.Alsava berbisik pelan, ngetes air.“S-sepertinya target market team lapangan kurang tepat Tuan, saya bisa saja salah karena ini hanya tebakan."Ken menatapnya tajam, kata pembuka yang Alsava pilih cukup membuatnya penasaran."Lanjutkan!""Apa Manager lapangan Anda tidak menganalisa masalah ini dengan bai
Last Updated: 2026-07-12
Chapter: INTEROGASI 3600 DETIK
Klik. Gagang pintu memutar pelan.Alsava yang jongkok di lantai kamar mandi langsung nahan napas. Air dari shower masih menetes dari ujung rambutnya. Dia hanya sempat melilitkan handuk sekenanya di badan. Tak ada lagi kesempatan untuk memakai baju, apalagi mengeringkan rambut. Pintu kebuka. Cahaya dari kamar nyembur masuk, nusuk mata Alsava yang udah sembab.Bayangan tinggi Ken jatuh ke lantai kamar mandi. Membuat Alsava meneguk salivanya sembari melirik tubuhnya yang hanya mengenakan handuk sekedarnya.Ken menatap Alsava yang memilih jongkok gemeteran. Handuknya hanya cukup menutupi bagian dada sampai bagian paha. Sedangkan kulit tubuh lainnya terekspose begitu saja tanpa penutup apapun. Ken diam, Matanya tidak dibiarkannya jelalatan. Bukan! Matanya ngiris, seperti dokter bedah mau motong.Dia jongkok, sejajar, jarak 20 cm. Napas mereka jadi satu.“Satu jam.” Ken melirik jam tangannya. “Kau bilang kau jago muterin krisis, kan?”Alsava mengangguk pelan. Tenggorokannya kering. “Bagus
Last Updated: 2026-07-12
You may also like
Pembantu Rasa Nyonya
Pembantu Rasa Nyonya
Romansa · Astika Buana
1.3M views
Wanita Rahasia CEO
Wanita Rahasia CEO
Romansa · Blezzia
1.2M views
Kisah Pewaris Milyader
Kisah Pewaris Milyader
Romansa · Aku Ingin Makan Daging
1.2M views
Setelah Lima Tahun
Setelah Lima Tahun
Romansa · Lis Susanawati
1.2M views
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung
Dikira Miskin Saat Pulang Kampung
Romansa · rafanalfa6819
1.2M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status