공유

Kulkas Sepuluh Pintu

작가: Luz Picillya
last update 게시일: 2026-08-06 08:52:47

Jarum arloji Patek Philippe di pergelangan Ken bergerak tanpa suara. 07.03.

Ia bersedekap di depan pintu. Tidak mengetuk meja, tidak membanting apapun di sekitarnya. Rahangnya hanya mengeras satu kali. Satu jam! Cukup lama untuk sekelas perusahaan Baskara Corp rugi miliaran karena CEO telat meeting.

“Bi Imah.” Suaranya rendah, Tapi semua pelayan di dapur langsung membeku. “Katakan pada Nyonya. CEO tidak punya kebiasaan menunggu. Terutama untuk orang yang sudah aku beri pakaian sendiri.”

Bi Imah menganggukkan kepala cepat. mukanya pucat. Beliau lari ke atas lebih kencang daripada saat dikejar anjing.

Asisten Lee sudah menunggu di depan pintu mobil dari tadi. Hormat, diam. Tapi keringat dingin sudah mengalir di pelipisnya. Dia tahu jika Tuan Ken sudah diam seperti saat ini, hidupnya lebih mengerikan daripada saat Tuan Ken berteriak marah-marah.

Pintu kamar Alsava diketuk pelan. “Nyonya... Tuan sudah menunggu.”

Di dalam kamar, Alsava masih perang sengit sama cepolan rambutnya. Satu jam dia habiskan buat natap kaca plus nyengir sendiri menjajal setelan blazer yang Ken berikan. Pas, wangi. Seolah Ken sengaja memesan khusus sesuai ukurannya.

“Ap-apa? Kenapa harus nunggu segala sih!” Gerutunya panik. Jarinya gemetar merusak eyeliner yang baru digoreskan ke pinggiran kelopak matanya. “Kan bisa dia berangkat duluan...”

“Nyonya, Tuan paling benci menunggu.” Bi Imah mengetuk sekali lagi. Suaranya bergetar seperti menahan takut.

Alsava langsung nyelonong keluar. Terlihat gugup dan buru-buru, sampai rambutnya di gerai asal, blazer agak kusut, blush on sedikit ketebelan, dan lipstiknya kurang nude. Dia nggak sempet liat kaca lagi, yang ada di kepalanya “Jangan sampai kena hukuman gegara lelet.”

Sebelum masuk ke mobil, Alsava berpikir tiga detik. Dia memilih nyamperin kursi depan, tempat paling aman, karena tak mungkin dia berani duduk sebelah Ken. Cukup tahu diri, nggak sepantas itu.

“Ma-maaf Tuan. Lampu kamar aku mati, jadi sedikit effort untuk berdandan,” ujarnya beralasan. Alasan yang bodoh. Tapi itu satu-satunya yang terpikir olehnya saat otaknya nge-blank.

Tak ada sahutan apapun dari belakang. Ken seolah malas menanggapi alasan konyolnya itu, tapi dua menit setelah mobil jalan, tiba-tiba Ken bersuara ketus, dingin, tanpa menoleh.

“Ke belakang!”

Dua kata. Asisten Lee sampe nginjek rem saking kagetnya.

Alsava menggigit bibirnya sampai putih. Dia paham, dua kata itu adalah kata perintah yang tak bisa dibantahnya jika ingin selamat.

Alsava segera turun dan pindah ke jok belakang. Bersebelahan dengan Ken, jarak 10 cm, tapi seperti berada di jurang kutub selatan.

“Jalan!” Perintah Ken datar, Asisten Lee langsung menginjak gas pelan.

Sepanjang jalan, tak ada yang berniat memulai obrolan, semua diam. Hanya suara suara AC dan detak jantung Alsava yang terdengar berselingan seperti mau copot.

Sampai akhirnya Ken membuka map, melemparnya ke pangkuan Alsava. Nggak kasar, hanya saja map itu berat. Isinya grafik merah semua.

“Baca!” Ken masih menatap jendela. “Sepuluh menit, lalu jelaskan padaku kenapa perusahaan ku bisa rugi 20M bulan ini!”

Alsava tak berani bernapas. Tangannya gemetar membuka lembar map pertama.

Alsava melongo lebar. “Churn rate 42%. Cash flow minus 8M. Ini mah bunuh diri! Jangan sampai gue salah ngasih penjelasan!” Batinnya menggumam.

Dia mengangkat wajah sedikit, ngintip profil Ken dari kaca spion. Wajahnya laki-laki itu datar. Jakunnya naik turun sekali. Nggak ada senyum, nggak ada kasihan.

Mobil berhenti tepat di depan gedung PT Baskara Sentosa. Gedung kaca 40 lantai yang dulu cuma Alsava liat dari berita.

Pintu kebuka, Ken turun duluan. Melangkah begitu saja tanpa menunggu Alsava yang tergopoh-gopoh mengejarnya di belakang.

Bukannya lanjut mengejar Ken, Alsava malah terdiam terpukau dengan kemegahan gedung PT Baskara Santosa itu. Tatapannya begitu kagum menyapu seluruh sudut gedung yang dindingnya terbuat dari kaca besar itu.

Asisten Lee menghela nafas berat, bisa-bisa nya Alsava masih berdiri didepan pintu masuk sedangkan Tuan Ken sudah masuk ke dalam lift. Buru-buru dia berbisik di sebelah Alsava, mengingatkan bocah itu agar tidak terlalu berlarut dalam kekaguman. “Nyonya... lima menit lagi Tuan akan mengumpulkan semua karyawan di bagian divisi lapangan. Tuan meminta Anda untuk presentasi di depan mereka semua.”

Dunia Alsava seketika berubah gelap. Dia berbalik menatap Asisten Lee dengan tatapan cengo. Presentasi? Di depan manager, kepala divisi dan semua karyawan di bagian divisi itu? Dia bukan gugup, hanya saja setengah nyawanya belum terkumpul akibat desakan 3600 detik pertanyaan yang Ken berikan semalam.

“Oke, aku siap! Aku sangat siap untuk itu. Tapi.. tapi aku butuh beberapa laporan tambahan yang membantuku membedah permasalahan yang sebenarnya terjadi dan menumpuk selama ini. Aku-aku tidak bisa ditodong dadakan seperti ini pak Asisten!” Udah pak pakai Asisten pula, dasar Alsava! Asisten Lee juga tak berani memprotes.

“Tenangkan dirimu Nyonya, Tuan memberimu waktu lima menit, saya bisa membantu menyiapkan apa yang Nyonya butuhkan,” jawab Asisten Lee berusaha menenangkan Alsava yang terlihat panik.

“Di-dimana Villain itu? Apa dia masih tertinggal di mobil?” Alsava celingukan mencari Ken, dia tak sadar jika dia yang sudah tertinggal.

“Ikut saya Nyonya, jangan buat Tuan menunggu Anda sekali lagi.”

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Operasi Senyap : Penyerangan Rahasia

    "Map sudah di tangan Tuan Ken." Mateo menyampaikannya lewat earpiece. Davin mengangguk lalu menatap Alsava dan Adrian serius. "Bagus. Kita langsung bergerak sekarang,” ucapnnya ke Mateo. Mateo langsung melaporkannya ke Tuan Ken. Mobil van hitam itu berhenti di balik tembok belakang markas. Adrian duduk di kursi tengah, memeluk tasnya. Alsava di sampingnya, jaket gelap menutupi bahunya. "Nona, kamu tidak harus ikut masuk," bisik Adrian. "Aku harus, Om." Alsava kekeh. Bahkan semangatnya sudah menyala jauh sebelum mereka bergerak. "Ayahmu pasti tidak mau kamu terluka." "Ayah juga tidak mau pembunuhnya dibiarkan bebas." Alsava menatap lurus ke depan. "Om Davin, rutenya?" Davin membuka sketsa yang digambar Ken. "Lewat pintu servis, naik tangga darurat, lalu koridor timur. Titik Marveen ada di ujungnya." "Berapa penjaga?" tanya Alsava lagi. "Kalau pengiriman berjalan lancar, hampir tidak ada. Tuan Ken akan membuat mereka sibuk,” balas Davin sambil melirik kearah luar. Memastikan b

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Kode Rahasia di Gudang Barat

    “Apa yang harus ku lakukan?” Balas Asisten Lee setelah dia menjauh dan berada ditempat aman. Dia langsung membalas pesan Mateo. “Akan ada orang kita yang datang ke markas. Kenali dia dan serahkan berkas itu padanya. Tetaplah disitu dan lakukan tugasmu dengan baik. Jangan ada yang sadar kalau Raka adalah tangan kanan Tuan Ken.” Mateo membalasnya setelah beberapa detik. “Bagaimana aku mengenali orang yang kau kirim?” tanya Asisten Lee memastikan. Dia tidak boleh salah mengenali atau nyawa banyak orang akan menjadi taruhannya. “Kode. Dia akan memberimu kode.” Asisten Lee mengerti. Dia tak membalas lagi. Dia langsung kembali ke tugasnya sekaligus mempersiapkan berkas yang akan diserahkannya ke orang yang dikirim Mateo. “Aku tetap disini, menjadi Raka dan menjalankan tugas dari Tiger Dark. Bisa jadi aku akan dikirim untuk menyerang pasukan Tuan. Ini menarik, justru aku bisa melumpuhkan mereka dari dalam.” Asisten Lee tersenyum, senyum penuh kelicikan.**"Cuaca hari ini cerah ya, B

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Pola Pergerakan Dirubah

    “Datanglah ke tempat ini dan langsung menuju ke titik ini lewat jalur ini.” Ken menunjuk rute yang sudah dipelajarinya sampai hafal. “Disini, kalian akan bertemu langsung dengan Marveen.”Semua melongok ke titik yang Marveen tunjuk. Davin mengangguk, meskipun dia tidak ingat pasti, tapi Nyonya Aileen juga pernah datang langsung ke titik itu dan menemukan Marveen tanpa melewati para penjaga berlapis.“Aku akan membiarkan Marveen percaya bahwa dia masih memegang kendali atas diriku. Kalian bergerak, masuk ke Markasnya. Aku juga akan membuat Marveen sibuk dengan drama pengiriman, membuat orang-orang disekitarnya dia turunkan untuk mengurus masalah ekspedisi. Aku akan membuat dia sendirian menghadapi kalian.”“Lalu?” Alsava juga menyela“Kita putus satu per satu jalur yang dia gunakan.” Ken menatap mereka satu persatu dengan wajah serius. “Kita harus pastikan dia tidak bisa lari kemana-mana!”“Aku butuh orang-orangmu Tuan Ken.” Davin menyela lagi.“Tentu. Aku akan memerintahkan orang-ora

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Tiga Hari Lagi, Penyerangan Dimulai

    "Ken sedang membangun perangkap dari dalam, dengan cara mengajak kerjasama kembali dengan Marveen. Ken mengambil kepercayaan Marveen, dia sengaja membuat Marveen merasa aman.” Alsava menjelaskan rencana yang sedang dijalankan Ken di markas Tiger Dark. “Dan kau yakin?” Adrian sanksi. Alsava mengangguk. “Karena aku melihat sendiri apa yang Ken lakukan.” “Bahkan orang-orang Ken sudah menyusup ke jaringan Tiger Dark.” Davin menambahi. “Ken sedang mempersiapkan kehancuran Marveen dengan mencari semua bukti kejahatannya.” Adrian menyandarkan tubuhnya.“Kalau begitu... semuanya mulai masuk akal.” “Memangnya apa yang tidak masuk akal?” Ketiganya menoleh ke arah pintu. Ken berdiri di ambang pintu. Tatapannya langsung tertuju kepada Adrian. “Sepertinya aku datang di waktu yang tepat.” Alsava tersenyum kecil. Menyambut kedatangan suaminya dengan perasaan lega. Kalau Ken telah kembali, artinya semua rencana mereka telah berhasil. “Ken.” Ken berjalan mendekat. “Siapa tamu kita ini sayang

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Aset Yang Diwasiatkan

    “Jadi, apa sebenarnya yang papa tinggalkan untukku?”Pertanyaan Alsava membuat Adrian terdiam beberapa detik.“Aku tahu itu berupa aset. Tapi aset yang seperti apa Om?” lanjut Alsava mencecar. Selain penasaran, dia juga heran kenapa Ayahnya sampai kepikiran membagi aset kekayaannya dan sebagian diserahkan ke Adrian. Apakah Ayahnya sudah tahu apa yang akan terjadi setelah beliau tiada?“Bukan aset biasa, Alsava. Nilainya cukup besar untuk mengubah seluruh hidupmu,” jawab Adrian membuat Alsava menyerngit kaget.Alsava menatap Adrian dengan serius.“Seberapa besar?”Adrian menarik napas pelan. “Cukup besar untuk membuatmu tidak perlu memikirkan uang lagi seumur hidup.”Alsava terdiam.“Dan Marveen juga mengincar aset itu. Karena aset itu bukan hanya kekayaan tapi juga koneksi dan jaringan yang bisa membuat Marveen makin kuat dan menguasai segalanya.”“Itulah sebabnya Anda diminta menghilang?” Davin memperjelas status yang terjadi.“Benar Tuan Davin. Sebab aset itu harus diserahkan pada p

  • Terjerat Pernikahan Pengganti   Dua Laporan Dalam Satu Jalan

    “Tuan, ada dua kabar yang harus Tuan dengar segera,” ujar Mateo begitu Ken masuk ke mobilnya. Ken mengatur napas. Dia tak mau terburu-buru mendengar laporan apapun sebelum dia tenang. “Katakan!”“Asisten Lee berhasil menemukan bukti keterlibatan Marveen atas kematian Tuan Cavan. Bukti sudah diamankan.”Ken terkesiap. Dia bukan kaget soal dokumen itu, karena dia sudah menduga kalau kematian Tuan Cavan alias Mertuanya itu memang ulah Marveen. Tapi sampai Asisten Lee menemukan dan mengamankan bukti itu, tentu itu adalah usaha yang tidak mudah yang sudah Asisten Lee lakukan.“Bergerak! Bantu Asisten Lee mengamankan bukti itu. Nyawanya akan dalam bahaya kalau sampai ada yang menyadari pergerakannya.”“Mengerti Tuan. Setelah ini saya akan langsung mengirim orang dan berkoordinasi dengan Asisten Lee.” Mateo mengangguk patuh. Kinerjanya juga tak perlu diragukan lagi.“Lalu apa laporan kedua?” Ken meminta Mateo melanjutkan laporannya. Sebelum menjawab, Mateo melirik Tuannya dari balik spion.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status