Share

Bab 30. Nakal

Penulis: weni3
last update Tanggal publikasi: 2026-01-23 19:06:33

"Gwen yang mengajak Kak Brilly, Mas."

Naomi menjawab sekenanya saja dan itu tidak memerlukan waktu untuk berpikir. Naomi mengatakan yang sesungguhnya. Gwen pun menganggukkan kepala membenarkan jawabannya.

"Lain kali tuh kabarin aku gitu loh! Aku kalau ada waktu pasti bisa temani kalian."

"Kapan waktunya? Aku hubungi kami nggak cuma sekali dua kali Mas tapi berulang kali. Mana ada kamu jawab panggilan aku? Pesan aku sampai sekarang aja belum kamu buka. Kamu sengaja ya, Mas?"

"Mana ada
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
weni3
............ good Kak
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
Maryam gaush aneh² sm Gwen kalo gamau khilangan nyawa . n' jgn ngarep Lian mau nganggap ank mu jd anknya wlwpun itu benih dia . scara Lian kliatan lbh mementingkan posisi dia, mn mau dia ngorbanin warisan dia diapus ortunya kalo ketauan selingkuh sm pembantu apalagi sampe pny ank .
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 159. Kembali Operasi

    "Mami jangan sedih! Kata Om Brilly, nggak akan lama. Om cuma cari obat. Mami nggak boleh menangis lagi ya." Gwen mengusap air mata Naomi. Keduanya sudah ada di dalam mobil saat ini. Memang sejak tadi Naomi masih menangis saja. Bukan Naomi terlalu berlebihan tetapi memang suasana hatinya sedang sangat berantakan. "Kayaknya aku mau haid dech. Emosiku nggak bisa terkontrol banget. Udah dong nangisnya!" kata Naomi dalam hati. Naomi menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan perlahan. Dia mencoba untuk lebih bisa tenang menghadapi situasi ini. Perlahan Naomi meraih tubuh Gwen kemudian memeluk putrinya. "Selama nggak ada Om Brilly, Gwen nggak boleh nakal ya! Nggak boleh nyariin terus. Gwen 'kan sudah tau Om kemana. Kalau rindu, bisa telepon. Ya, Nak!" "Iya, Mi. Kita bertiga lagi sama Papi ya, Mi? Seperti dulu itu?" "Papi juga pergi, Sayang. Papi juga sedang mencari obat. Jadi kita berdua saja. Gwen bantu Mami dengan menjadi anak baik dan tidak rewel ya, Nak." "Jadi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 158. Pergi Untuk Kembali

    "Naomi, kamu nggak mau pamit sama Brilly, Nak? Biar Gwen, Mami ajak beli makanan dulu. Sebentar lagi kami akan masuk ke dalam pesawat. Ayo, Nak!" tegur Mami karena sejak tadi Naomi hanya diam menyimak Brilly dan Gwen bicara. Gwen bahkan sempat menangis dan kekeh tidak mau ditinggal membuat hati Naomi semakin sesak saja melihat itu. Apalagi Gwen yang tak lagi bisa merasakan kasih sayang seorang ayah setelah Brilly pun ikut pergi. Adanya Brilly meringankan tugas Naomi untuk membujuk Gwen agar tidak meminta bertemu dengan Lian. Sekarang, pria itu begitu mudah mengucapkan kata pamit. Kenapa tidak mengatakan ini jauh-jauh hari? Setidaknya Naomi bisa mempersiapkan semuanya. Tentunya mempersiapkan hatinya. Sialnya, setelah dibuat nyaman malah ditinggal. "Naomi," panggil Brilly setelah Gani pun segera menjauh dan memberikan kesempatan untuk keduanya bicara. Bukan Naomi yang mendekati tetapi Brilly yang datang dengan menggulir ban kursi rodanya. Pria itu mendatangi Naomi yang masih d

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 157 . Pamit

    "Bohong! Katamu mau bertanggung jawab sama aku. Katamu nggak akan ninggalin aku. Kenapa kamu malah memilih ikut pergi, Kak? Hiks.... Hiks.... Kamu jahat, Kak!" Naomi menangis semalaman. Tubuhnya yang lelah tak membuatnya mampu beristirahat apalagi dalam keadaan seperti ini. Keadaan yang membuatnya harus berpikir bagaimana dengannya besok setelah rumah ini benar-benar sepi dan Brilly yang sudah memberi warna kembali di hidupnya pun jauh dari pandangan. Bagaimana dia yang akan benar-benar mengurus Gwen sendirian? Bagaimana jika Gwen merindukan ayahnya? Lian menjadi buronan dan Brilly harus menjalani pengobatan di luar negeri. "Aku tau keputusan ini pasti yang terbaik tetapi bagaimana denganku di sini?" Hal itu Naomi pikirkan hingga dia kurang tidur. Kedua matanya terlihat sayu dan lingkar matanya pun menghitam. Kebetulan hari ini libur sekolah. Naomi memutuskan untuk mengantar Mami, Daddy, dan juga Brilly menuju bandara. Naomi pun sama sekali tidak menghubungi Brill

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 156. Baik-baik di Sini

    Naomi terdiam setelah mematikan panggilan dari Brilly. Dia diam memperhatikan layar yang sudah kembali menghitam. Benarkah? Dalam hati Naomi bertanya-tanya. Apa sudah benar dengan keputusan dan juga niat baik mereka? Apa dia akan bahagia setelah menjadi menantu dari keluarga mantan suaminya lagi? Apalagi ini adalah saudara kembar. Naomi masih ragu, tetapi kalau ditanya bagaimana dengan perasaannya pada Brilly. Jujur Naomi sudah mendalami ini. Hatinya sudah menyimpan nama Brilly. Bahkan semua tentang Lian sudah tergantikan oleh Brilly. Tinggal dia meyakinkan hatinya jika dengan Brilly semua akan baik-baik saja dan mereka akan bahagia. "Sekarang aku butuh teman bercerita tapi aku harus bercerita pada siapa? Bahkan aku tidak memiliki teman dekat setelah berumah tangga." Kesibukan Naomi membuatnya jauh dengan teman-temannya dulu. Bahkan fokus Naomi pada keluarga dan karier membuatnya tak memiliki teman. Sebegitunya Naomi mengabdi pada keluarga kecilnya tetapi sekarang dia me

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 155. Tiga Bulan Lagi

    Naomi terdiam di ambang pintu ruangannya melihat Gwen yang tengah tertidur dengan memeluk boneka. Entah boneka dari mana asalnya tetapi rasa hati saat ini amat sangat berantakan sekali. Padahal tadi sudah sangat lega saat putusan pengadilan keluar, tetapi setelah melihat Gwen, Naomi teringat akan keputusan itu. Naomi mencengkeram kuat berkas yang ia bawa. Kedua matanya basah kemudian menunduk melihat surat yang ada dalam genggaman. "Maafkan Mami, Nak. Maaf kalau Mami dan Papi sudah benar-benar pisah. Mami janji akan tetap membahagiakan kamu walaupun kita hanya tinggal berdua saja. Tetap sama Mami ya, Sayang. Tetap sayang sama Mami. Mami melakukan ini juga untuk kebaikan Gwen." "Dok, kenapa diam saja di sini? Saya sudah belikan makanan untuk dokter. Makan dulu, Dok! Tadi Gwen sudah makan." "Eh iya, Cha. Makasih banyak ya. Kamu sudah perhatian sekali sama anak saja. Makasih juga makanannya." Naomi mengambil bungkusan yang Icha berikan padanya. Dia pun memilih untuk tidak

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 154. Akta Cerai

    Selepas Naomi pergi, seseorang yang sejak tadi memantau pergerakan Naomi dalam posisi terduduk meminta-minta di pinggir jalan depan pengadilan agama, menatap mendung kepergian sang mantan istri. Tak ada momen yang terlewatkan dari mulai Naomi datang sampai Naomi pergi lagi dengan membawa berkas di tangannya. Pria itu semakin terlihat gemetar mengetahui hasil putusan. Tangan yang semula menengadah meminta belas kasih orang-orang sekitar seketika lemas melihat apa yang Naomi bawa. "Jadi surat itu sudah dia dapatkan. Akta cerai sudah diberikan? Jadi dia bukan lagi istriku sekarang? Naomi padahal aku masih sangat mencintaimu, Sayang. Kenapa kamu juga pergi meninggalkan aku? Kenapa kamu nggak bisa menerima aku apa adanya? Sebegitukah kamu membenciku?" Mungkin Lian lupa berapa banyak pengkhianatan yang pria itu berikan pada Naomi. Seberapa banyak luka yang dibiarkan menganga dan seberapa banyak air mata yang dibiarkan mengalir sia-sia. Tangan Lian memukul dadanya sendiri. Lian

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 66. Muak

    "Mami sama Papi mau pisah? Memangnya mau pisah rumah? Kok Mami minta Papi pergi? Mau kemana, Pi?" Sontak Naomi menoleh ke arah Gwen yang bertanya demikian. Naomi segera mendekati putrinya kemudian meraih kedua pipi Gwen dan menatap penuh kedua mata anaknya yang terlihat bingung. "Gwen, Mami m

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 64. Alasan

    "Kenapa, Kak? Kenapa aku tidak boleh menyakitinya? Kakak juga suka sama dia? Katakan Kak kalau Kakak memang suka!" kata Naomi dengan tatapan tak terima pada Brilly. Naomi pun melepaskan Maryam begitu saja dengan cara yang tak bersahabat. Wanita itu ambruk di lantai dingin dengan penampilan yang

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 63. Hentikan, Naomi!

    PLAKK Kedua mata Maryam terbelalak setelah mendapatkan tamparan kerasa dari orang yang tidak pernah melakukan itu padahal sudah sangat dikhianati. Siapa lagi kalau bukan Naomi. "Nyonya?" Maryam amat sangat terkejut sekali. "Apa? Apa, Maryam?" "Aaagghhh!!!" Kepala Maryam mendongak kala

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 62. Bersenang-senang

    "Apa yang membuatmu ingin keluar dari sini? Khawatir dengan seorang pengkhianat?" tanya Brilly hingga membuat Naomi merapatkan bibirnya tetapi itu hanya sejenak saja. "Tapi Kak, kalau berduaan di kamar seperti ini pun tidak dibenarkan." "Apa tawaranmu dulu masih berlaku?" "Yang mana?" tanya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status