Share

Bab 30. Nakal

Author: weni3
last update publish date: 2026-01-23 19:06:33

"Gwen yang mengajak Kak Brilly, Mas."

Naomi menjawab sekenanya saja dan itu tidak memerlukan waktu untuk berpikir. Naomi mengatakan yang sesungguhnya. Gwen pun menganggukkan kepala membenarkan jawabannya.

"Lain kali tuh kabarin aku gitu loh! Aku kalau ada waktu pasti bisa temani kalian."

"Kapan waktunya? Aku hubungi kami nggak cuma sekali dua kali Mas tapi berulang kali. Mana ada kamu jawab panggilan aku? Pesan aku sampai sekarang aja belum kamu buka. Kamu sengaja ya, Mas?"

"Mana ada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
weni3
............ good Kak
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
Maryam gaush aneh² sm Gwen kalo gamau khilangan nyawa . n' jgn ngarep Lian mau nganggap ank mu jd anknya wlwpun itu benih dia . scara Lian kliatan lbh mementingkan posisi dia, mn mau dia ngorbanin warisan dia diapus ortunya kalo ketauan selingkuh sm pembantu apalagi sampe pny ank .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 163. Koma

    "Maaf Nyonya, kenapa Nyonya pucat sekali? Mau saya belikan obat atau panggilkan dokter?" "Nggak usah sok perhatian, Maryam! Saya baik-baik saja," jawab Naomi. Sebenarnya bukan karena sakit, tapi karena Naomi kurang tidur. Semalaman Naomi larut memikirkan Brilly. Andai tidak memikirkan Brilly dan kabar dari pria itu tidak terputus, mungkin Naomi akan baik-baik saja saat ini. "Maaf Nyonya, tapi Tuan Brilly meminta saya untuk menjaga Nyonya. Kalau tidak, nanti saya yang kena hukum, Nyonya." "Kapan dia memintamu begitu?" tanya Naomi seraya mengangkat kedua alisnya. Menyangkut Brilly selalu membuat Naomi penasaran. Itu pun terjadi semenjak pria itu tak ada kabar. "Sebelum Tuan berangkat, Nyonya." "Apa akhir-akhir ini menghubungimu?" "Tidak Nyonya. Terakhir sebelum berangkat. Tuan sempat menghubungi saya melalui handphone milik Nyonya besar." Naomi membuang muka setelah mendengar jawaban dari Maryam. Kalau begitu, berarti kabar Brilly memang benar-benar hilang dan ti

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 162. Kamu Dimana?

    Beberapa minggu belakangan ini, Naomi merasa jauh sekali dengan Brilly. Tidak ada kabar dari pria itu yang datang padanya. Jangankan kabar, Naomi mencoba menghubungi Mami dan Daddy saja sulit. Sengaja Naomi datang ke kantor Brilly untuk bertemu dengan Gani demi ingin menanyakan tentang keluarga mantan suaminya tetapi sama sekali tidak Naomi temukan Gani di kantor. "Pak Gani sedang meeting di luar, Bu. Kalau sekiranya penting, bisa meninggalkan pesan di sini." Naomi menarik nafas dalam mendengar itu. Padahal ini masih pagi sekali. Biasanya Brilly baru datang kalau jam segini tetapi dia sudah kehilangan jejak Gani. Apa serajin itu? Naomi gemas sekali rasanya dengan keadaan ini. Belum lagi Gwen yang menanyakan dan ingin sekali mendengar suara Brilly. "Nggak dech, Mbak. Ya sudah saya pamit dulu. Permisi." Naomi jadi bingung harus menghubungi siapa, meminta tolong pada siapa, dan menanyakan pada siapa tentang kabar Brilly. Apa dia harus datang ke sana? Gwen masih harus

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 161. Males Loe!

    Dengan girang Gwen keluar dari toko. Naomi sudah membelikan makanan yang Gwen inginkan. Ada roti, es krim dan juga menu makan siang. Keduanya pun kembali menuju mobil tetapi Gwen tak lupa untuk memberikan roti yang tadi sudah dibeli pada orang yang masih diam dengan kepala tertunduk dan membuka kedua tangan meminta uang belas kasih dari pengguna jalan. "Mi ayo!" "Iya sebentar, pelan-pelan jalannya, Nak!" kata Naomi kemudian mengantar Gwen untuk mendekati pria itu. Naomi menggenggam tangan Gwen saat putrinya hendak memberikan bungkusan roti. Naomi tetap waspada dan tidak melepaskan Gwen begitu saja. "Ini buat Om," kata Gwen sontak membuat tubuh pria itu menegang. Kedua mata Naomi pun menukik melihat reaksi dari pria itu. Sementara Gwen kemudian tersenyum dan berjongkok di hadapan orang tersebut untuk memberikan rotinya. "Ambil, Om!" Pria itu pun menganggukkan kepala kemudian mengambil roti dari tangan Gwen. Pria itu sama sekali tidak mengatakan terimakasih sampai

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 160. Papah Suka Tante Itu?

    Untungnya ada Ridwan dan juga Alif yang menemani Gwen. Dengan adanya mereka di sana membuat Gwen pun anteng tidak keluar-keluar dari gerbang sekolah. Naomi berlari mendekati putrinya hingga kedatangannya menarik perhatian ketiga orang di sana. Naomi tersenyum lega setelah melihat wajah Gwen yang terlihat girang. "Mami! Yee... Mami sudah datang," seru Gwen kemudian memeluknya. "Maaf Mami telat ya, Nak. Mami dari rumah sakit terus di depan macet benget." "Iya nggak apa-apa, Mi. Aku ada yang menemani. Ada Pak Guru ganteng dan juga Kak Alif. Mereka di sini ikut menunggu Mami," adu Gwen dan Naomi menoleh pada Ridwan dan juga Alif. "Kalian pasti sangat lelah menunggu ya. Maafkan aku sudah merepotkan tapi makasih sekali karena sudah mau menemani Gwen." "Jangan kamu pikirkan itu! Yang penting Gwen aman. Tadi kebetulan aku yang mengajar di jam terakhir," jawab Ridwan terdengar adem sekali di telinga. "Kamu memang selalu perduli, Ridwan. Sekali lagi makasih ya. Aku jadi ngga

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 159. Kembali Operasi

    "Mami jangan sedih! Kata Om Brilly, nggak akan lama. Om cuma cari obat. Mami nggak boleh menangis lagi ya." Gwen mengusap air mata Naomi. Keduanya sudah ada di dalam mobil saat ini. Memang sejak tadi Naomi masih menangis saja. Bukan Naomi terlalu berlebihan tetapi memang suasana hatinya sedang sangat berantakan. "Kayaknya aku mau haid dech. Emosiku nggak bisa terkontrol banget. Udah dong nangisnya!" kata Naomi dalam hati. Naomi menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan perlahan. Dia mencoba untuk lebih bisa tenang menghadapi situasi ini. Perlahan Naomi meraih tubuh Gwen kemudian memeluk putrinya. "Selama nggak ada Om Brilly, Gwen nggak boleh nakal ya! Nggak boleh nyariin terus. Gwen 'kan sudah tau Om kemana. Kalau rindu, bisa telepon. Ya, Nak!" "Iya, Mi. Kita bertiga lagi sama Papi ya, Mi? Seperti dulu itu?" "Papi juga pergi, Sayang. Papi juga sedang mencari obat. Jadi kita berdua saja. Gwen bantu Mami dengan menjadi anak baik dan tidak rewel ya, Nak." "Jadi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 158. Pergi Untuk Kembali

    "Naomi, kamu nggak mau pamit sama Brilly, Nak? Biar Gwen, Mami ajak beli makanan dulu. Sebentar lagi kami akan masuk ke dalam pesawat. Ayo, Nak!" tegur Mami karena sejak tadi Naomi hanya diam menyimak Brilly dan Gwen bicara. Gwen bahkan sempat menangis dan kekeh tidak mau ditinggal membuat hati Naomi semakin sesak saja melihat itu. Apalagi Gwen yang tak lagi bisa merasakan kasih sayang seorang ayah setelah Brilly pun ikut pergi. Adanya Brilly meringankan tugas Naomi untuk membujuk Gwen agar tidak meminta bertemu dengan Lian. Sekarang, pria itu begitu mudah mengucapkan kata pamit. Kenapa tidak mengatakan ini jauh-jauh hari? Setidaknya Naomi bisa mempersiapkan semuanya. Tentunya mempersiapkan hatinya. Sialnya, setelah dibuat nyaman malah ditinggal. "Naomi," panggil Brilly setelah Gani pun segera menjauh dan memberikan kesempatan untuk keduanya bicara. Bukan Naomi yang mendekati tetapi Brilly yang datang dengan menggulir ban kursi rodanya. Pria itu mendatangi Naomi yang masih d

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 54. Sudah Basah

    "Kamu mau tidur dimana, Sayang? Kenapa sekarang jarang sekali tidur denganku? Apa kamu tidak merindukanku, hhm?" tanya Lian seraya mendekati Naomi yang kini sudah siap kembali ke kamar Gwen. Dia akan tidur lagi dengan putrinya. Dengan pakaian tidur dan kimono yang menutupi lekuk tubuhnya, Naomi m

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 53. Manja!

    Naomi menatap wajah Brilly yang terlihat datar tetapi tatapan mata pria itu terarah fokus padanya. Kedua tangan Brilly masuk ke saku celana menghadap pada Lian yang kemudian berdecak mendengar apa yang Brilly katakan. "Jangan ikut campur, Kak! Justru Naomi sangat menginginkan aku. Dia rindu samp

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 52. Ceraikan

    "Oh itu, aku baru saja mau panggil kamu, Mas. Maryam minta kamu untuk segera makan. Dia sangat perhatian sekali pada majikannya. Makanan baru matang pun dihangatkan lagi agar kamu makan tidak dingin. Salut aku padanya. Bisa seperhatian itu melebihi dari aku." Naomi tersenyum setelah mengatakan i

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 51. Cupangannya

    "Gwen..." "Papi!" seru Gwen kemudian mengangkat kedua tangan meminta Lian untuk datang. Gwen tersenyum kala Lian duduk dan memeluk tubuh kecil putrinya. Naomi diam memperhatikan dari balik pintu kamar. Dia ingin tau bagaimana percakapan antara Gwen dan juga Lian setelah mereka lama tidak berj

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status