Share

Bab 31. Sofa Bercinta

Author: weni3
last update publish date: 2026-01-24 17:05:29

"Mi, Om Brilly tidak bisa dihubungi. Sepertinya Om Brilly juga kerja ya, Mi?"

"Mungkin iya, Sayang. Ya sudah jalan berdua saja sama Mami memangnya kenapa? Kurang seru? Kita main ke kebun binatang saja gimana? Mumpung masih agak pagi, Sayang. Jarang loh Mami bisa ajak kamu jalan-jalan begini. Yuk!"

"Ayo! Gwen sudah siap, Mi."

"Oke, Sayang. Ya sudah nanti kita mampir dulu di resto, Mami mau beli makan. Nanti kita di sana ala-ala piknik gitu ya, Nak. Eh apa mau ke pantai saja? Gwen tingga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
kpn sih ini Lian mulai ninggalin Maryam ato se'ngganya hub mrk menjauh krn Lian takut khilangan Naomi n' Gwen kalo ketauan selingkuh . Gila itu gudang gw rasa disulap sm Maryam atas perintah Lian utk tmpt mrk bercinta . jgn² kmren mrk bercinta dstu lg .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 144. LIAN

    Naomi duduk berdua dengan Mami si sofa kamar. Naomi masih diam tak bertanya apa tujuan beliau mengajak bicara. Diam Naomi memperhatikan sampai hatinya merasa resah. Mami sepertinya berat sekali ingin bicara. Agaknya lidah beliau kelu untuk berucap. Bisa jadi beliau bingung ingin memulai dari mana. Sampai dimana Naomi meraih tangan beliau dan Mami kembali menatapnya. "Mami sedih, Nak." "Sedih? Sedih kenapa, Mi? Apa ini ada kaitannya dengan Kak Brilly? Operasinya gagal?" tanya Naomi. Kedua matanya terlihat amat sangat gelisah. Naomi pun merasa tidak nyaman dengan pertanyaannya sendiri mengingat Brilly sangat pandai menyembunyikan rasa. Apa ada kaitannya dengan orang yang sudah mencelakai Kak Brilly? "Mi, kenapa?" tanya Naomi semakin tak sabaran saja karena Mami yang kembali diam dan menundukkan kepala. Dari gurat wajah Mami dapat Naomi pastikan beliau sedang sangat terpuruk. Ada apa sebenarnya? "Mami cerita saja pada Naomi. Mami datang ingin mengatakan sesuatu yang menja

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 143. Sayang Dulu!

    "Tidak ada hal yang istimewa, Kak. Justru aku bertengkar dengannya." "Kanapa?" "Kenapa? Ya aku nggak suka dengan caranya me jemput Gwen. Aku sibuk mencari sampai aku takut kehilangan putriku." Naomi menarik nafas dalam setelah menjelaskan itu pada Brilly. Kalau inget hawanya ingin kembali marah. Nafasnya saja saat ini terasa memburu dan ingin sekali dia melampiaskan kemarahannya lagi. Namun pada siapa? "Sekarang dia sudah pulang?" "Mungkin sudah pulang. Tadi aku sempat mengusirnya tetapi setelah itu aku masuk kamar duluan." "Kamu berani melakukan itu?" "Kenapa harus takut, Kak? Aku nggak salah. Aku justru merasa sangat dirugikan dan dipermainkan seharian ini. Dia nggak tau betapa khawatirnya aku mencari Gwen." "Kenapa tidak menghubungi aku?" "Mana mungkin, kamu sedang masa pemulihan. Aku tidak mungkin membebani kamu, Kak. Fokus saja pada kesehatanmu. Aku bisa menjaga diriku sendiri." "Bagaimana bisa aku diam saja membiarkan kamu sendiri?" "Kak kamu lagi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 142. Gwen Nakal

    Naomi menghela nafas berat. Sampai di kamar dia tak lagi bisa bersuara. Semua sesak di dada membuatnya diam seribu bahasa. Padahal tadi kemarahan sudah dia lampiaskan pada Lian. Naomi mencengkeram kuat sprei hingga tertarik dan berantakan. Kedua mata terpejam merasakan sakit yang tak bisa dia gambarkan. "Mami," panggil Gwen sontak membuat Naomi menoleh ke asal suara. Terlihat Gwen melangkah mendekatinya kemudian memeluk dengan erat. Naomi pun segera menguasai diri dan berusaha untuk lebih tenang lagi. Dia menarik nafas dalam sepenuh dada kemudian mengusap air matanya dan memperhatikan wajah Gwen. Tangannya mengusap lengan Gwen yang melingkar di tubuhnya. Tatapan mata Naomi pun terpaku pada Gwen yang terdiam tanpa kata setelah memeluknya. "Ada apa, Sayang? Tumben anak Mami kok meluk Mami sampai erat begini? Gwen kenapa? Cerita sama Mami, Nak!" pinta Naomi dan Gwen menggelengkan kepalanya. Naomi tersenyum melihat itu kemudian menarik tangan Gwen dan meminta putrinya un

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 141. Aku Beli Maafmu, Mas!

    "Aku minta maaf. Aku salah. Sungguh aku menyesal." Naomi tersenyum kecut mendengar apa yang Lian katakan. Apa katanya tadi? Minta maaf? Naomi sampai muak sekali dengan itu. Mau seribu kali pun Lian mengatakan itu, hatinya sudah penuh dengan apa yang dia dapatkan selama ini. Naomi membuang muka. Muak dia mendengar permintaan maaf Lian dan penyesalan yang sudah terlambat. Ingin rasanya Naomi menjambak rambut Lian seperti tempo hari. "Naomi..." Lian hendak menyentuh tangannya tetapi dengan cepat Naomi menampiknya kemudian menatap Lian dengan tatapan penuh amarah. "Kamu pikir penyesalan ini ada artinya buat aku, Mas? Nggak ada! Jangankan aku mau mengiba, melihatmu saja aku muak! Jangan salahkan aku atau kamu berpikir aku tega. Memang aku tega, Mas! Baru tau 'kan kamu jahatnya aku sekarang? Iya?" cecar Naomi dengan nada tinggi. Naomi sungguh sangat emosi sekali. Dia sudah tidak lagi bisa menahan-nahan diri untuk tidak marah dengan Lian. "Kamu mikir nggak seharian ini su

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 140. Semprot Naomi

    "Astaga aku harus mencari mereka kemana sekarang? Mas Lian tidak lagi memegang hape. Gwen juga sudah disuruh menunggu malah ikut Mas Lian pergi. Gemas aku jadinya dengan mereka. Bagaimana ini?" Naomi terus melajukan mobilnya, sayangnya kalau seperti ini dia tidak bisa melihat ke dalam-dalam gang sempit. Siapa tau Gwen dibawa ke sana atau Lian tinggal di kontrakkan petakan. "Dimana kamu, Sayang? Kenapa tidak mendengarkan apa yang Mami katakan? Kenapa tidak mau menunggu sebentar saja?" Hanya beberapa menit saja sangat mempengaruhi sekali. Padahal Naomi sudah datang lebih cepat dari biasanya. Begitu pun masih bisa kehilangan Gwen. "Andai ada Kak Brilly. Ya Tuhan aku harus meminta bantuan pada siapa? Kak Brilly baru selesai di operasi dan Daddy juga pastinya sedang sibuk memikirkan kesembuhan Kak Brilly. Aku harus bagaimana ini? Berpikir, Naomi! Berpikirlah! Jangan sampai kamu kehilangan putrimu." Naomi memukul setirnya. Dia mencoba untuk turun dan menanyakan pada orang seki

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 139. Siapa?

    Cup "Semangat!" "Ups! Sorry ganggu. Gue nggak lihat. Beneran!" "Ck, ganggu aja!" umpat Brilly kesal sedangkan Naomi sontak membuang muka menutupi wajahnya yang mungkin saat ini sudah sangat merona. "Sorry, gue masuk mau ngasih tau loe kalau bentar lagi siap operasi. Maaf ya Mbak Naomi. Nggak sengaja," kata Gani seraya menggaruk kepala. Bohong sekali memang kalau pria itu tidak melihat apa-apa. Maka dari itu meminta maaf akan keteledorannya. Begini yang Naomi takutkan, akhirnya terjadi juga padahal durasi baru sebentar. "Mbak-mbak! Nyonya!" tegur Brilly. "Iya maaf, Nyonya. Lupa kalau sebentar lagi mau jadi Nyonya Brilly ya, Bu. Maaf ya, Bu. Lanjut dech! Tapi palingan juga cuma lima menitan. Soalnya tim medis udah otw kemari." "Udah sana keluar dulu! Bikin cewek gue malu aja loe. Nggak nyaman dia jadinya." "Iya, iya, sorry. Lanjut dah! Gaspol ndangak! Digaspol ndangak-ndangak! Manukku siap...." "Haish... Sialand, Gani!" umpat Brilly lagi setelah mendengar Gani y

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 61. Melumat

    "Eugh...." Naomi melenguh saat ciuman Brilly semakin dalam menerobos masuk indera perasanya. Lidah Brilly mengabsen semua sisi tanpa ada yang terlewatkan. Jantung keduanya berdebar kencang apalagi Brilly yang terlihat sangat emosi sekali, seolah apa yang mereka lakukan ini adalah sebuah pelampia

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 60. Berontaklah, Sayang!

    "Kak apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai begini? Lepaskan, Kak!" Naomi kembali berusaha memberontak dengan jantung yang tak lagi bisa tertata debarannya. Apa yang Brilly lakukan tadi di awal saja sudah membuat Naomi terkejut. Naomi tidak menyangka jika ada keributan separah ini hingga membua

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 58. BOHONG!

    "Angkat kaki kamu dari rumah ini!" BRUUGH Maryam menjatuhkan diri tepat pada kedua kaki Lian yang kini sudah berbalik dan enggan mempertahankan Maryam lagi. Kedua tangan Maryam memegang kedua kaki Lian seraya mendongak memperhatikan tubuh pria itu dari belakang. "Tuan ampuni aku! Aku moh

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 56. Menjadi Gila

    Kedua tangan pria itu masuk ke dalam saku celana seraya memperhatikannya. Brilly dengan pembawaan yang tenang dan tatapan yang selalu hangat padanya membuat Naomi risih tatapi merasa sangat dimengerti. "Makasih sudah menemani Gwen, Kak. Untung ada Kakak. Semua yang tidak bisa aku kerjakan selal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status