Share

Bab 31. Sofa Bercinta

Auteur: weni3
last update Date de publication: 2026-01-24 17:05:29

"Mi, Om Brilly tidak bisa dihubungi. Sepertinya Om Brilly juga kerja ya, Mi?"

"Mungkin iya, Sayang. Ya sudah jalan berdua saja sama Mami memangnya kenapa? Kurang seru? Kita main ke kebun binatang saja gimana? Mumpung masih agak pagi, Sayang. Jarang loh Mami bisa ajak kamu jalan-jalan begini. Yuk!"

"Ayo! Gwen sudah siap, Mi."

"Oke, Sayang. Ya sudah nanti kita mampir dulu di resto, Mami mau beli makan. Nanti kita di sana ala-ala piknik gitu ya, Nak. Eh apa mau ke pantai saja? Gwen tingga
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
kpn sih ini Lian mulai ninggalin Maryam ato se'ngganya hub mrk menjauh krn Lian takut khilangan Naomi n' Gwen kalo ketauan selingkuh . Gila itu gudang gw rasa disulap sm Maryam atas perintah Lian utk tmpt mrk bercinta . jgn² kmren mrk bercinta dstu lg .
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 139. Siapa?

    Cup "Semangat!" "Ups! Sorry ganggu. Gue nggak lihat. Beneran!" "Ck, ganggu aja!" umpat Brilly kesal sedangkan Naomi sontak membuang muka menutupi wajahnya yang mungkin saat ini sudah sangat merona. "Sorry, gue masuk mau ngasih tau loe kalau bentar lagi siap operasi. Maaf ya Mbak Naomi. Nggak sengaja," kata Gani seraya menggaruk kepala. Bohong sekali memang kalau pria itu tidak melihat apa-apa. Maka dari itu meminta maaf akan keteledorannya. Begini yang Naomi takutkan, akhirnya terjadi juga padahal durasi baru sebentar. "Mbak-mbak! Nyonya!" tegur Brilly. "Iya maaf, Nyonya. Lupa kalau sebentar lagi mau jadi Nyonya Brilly ya, Bu. Maaf ya, Bu. Lanjut dech! Tapi palingan juga cuma lima menitan. Soalnya tim medis udah otw kemari." "Udah sana keluar dulu! Bikin cewek gue malu aja loe. Nggak nyaman dia jadinya." "Iya, iya, sorry. Lanjut dah! Gaspol ndangak! Digaspol ndangak-ndangak! Manukku siap...." "Haish... Sialand, Gani!" umpat Brilly lagi setelah mendengar Gani y

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 138. Sayang Dulu!

    Naomi datang dengan membawakan buah-buahan untuk Brilly. Sepanjang jalan Naomi bingung memikirkan apa yang harus dia bawakan untuk Brilly. Terlebih keinginan Brilly yang sangat tidak mungkin. Tidak mungkin juga jika datang dengan tangan kosong. Apalagi ada mertua. Alhasil apa yang ada di otaknya, dia bawakan saja untuk Brilly. Naomi melangkah kecil menyusuri lorong-lorong rumah sakit menuju kamar VIP. Keraguan melanda karena ada mertua tetapi mendengar Brilly begitu sangat menunggu kedatangannya membuat Naomi tidak bisa mengabaikan pria itu begitu saja. Naomi tiba di depan pintu kamar yang dia tuju. Tatapannya mengarah pada nomor kamar tersebut. Kamar ini sama dengan kamar yang Brilly sebutkan tadi. Naomi menarik nafas dalam sebelum masuk. Naomi lebih dulu menenangkan diri. Padahal sudah bertemu setiap hari akan tetapi dengan hubungannya yang sekarang dengan Brilly membuat Naomi seperti kembali ke masa lalu saat dia baru mengenal cinta. "Aku harus bersikap sebagai ipar, adi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 137. Masing-masing

    Pagi ini, Naomi mengurus Gwen sendiri. Apalagi di rumah tidak ada Mami dan Daddy yang sudah beberapa pekan sangat memperhatikan mereka. Tidak adanya mereka terasa sepi. Kedua mertuanya tidak pulang. Mereka menginap di rumah sakit menunggu Brilly yang mana hanya sendiri karena Gani harus pulang. Sebenarnya Brilly sudah meminta keduanya untuk pulang. Brilly justru kasihan pada Naomi dan Gwen. Namun Mami dan Daddy lebih mengkhawatirkan Brilly yang hanya sendiri. Di rumah ada Maryam yang walaupun musuh Naomi sebelumnya tetapi wanita itu sama sekali tidak berani macam-macam sskarang. Apalagi Daddy sudah sangat wanti-wanti pada Maryam. Sampai berani mengganggu Naomi, nyawa taruhannya. "Kita berangkat berdua, Mi? Om belum pulang?" "Belum bisa pulang, Nak. Oma dan Opa ada di rumah sakit menemani Om Brilly. Doakan Om Brilly lekas sembuh ya." "Iya, Mi. Kasihan Om Brilly, tapi Gwen siapa yang jemput sekolah, Mi?" "Nanti Mami yang antar jemput Gwen, Sayang. Kalau bukan Mami,

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 136. Membutuhkanmu

    "Assalamualaikum... Brilly.... Ya ampun, ini kaki kamu kenapa? Kepala kamu, tangan kamu, begitu kok ya bilang baik-baik saja. Ini buruk, Brilly." Mami sangat terkejut sekali dengan kondisi Brilly saat ini. Beliau berlari mendekati Brilly yang terlihat lemas di ranjang pesakitan. "Hanya terjepit mobil, Mi." "Hanya lagi!" sahut Mami gemas sekali. Apapun yang menjadi alasan dari Brilly membuat Mami amat sangat sewot sekali. Pasalnya memang keadaan Brilly yang sebenarnya itu cukup buruk. "Kamu tuh tebuat dari apa sich? Perasaan Mami melahirkan kamu sama seperti Lian. Kenapa kamu tuh udah babak belur begini, masih bisa bilang nggak apa-apa? Ini tuh sakit semua, Nak." Gani dan Daddy hanya diam saja kalau sudah Ibu Ratu marah-marah. Brilly sendiri hanya meringis mendengar ocehan tersebut. Tidak ada pembelaan yang keluar dari mulut Brilly. Pria itu sangat mengerti dan menghormati Mami. "Lain kali itu hati-hati! Jangan sampai begini! Kamu tuh memangnya punya nyawa berapa? Apa

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 135. Baik-baik, Sayang

    Naomi dan Gwen turun menuju ruang makan. Di sana sudah ada Mami dan Daddy yang sedang menikmati makanan mereka. Sebenarnya sudah sejak tadi Naomi dan Gwen dipanggil tetapi Naomi baru keluar setelah kondisi hatinya sudah lebih baik. Masih tentang Brilly yang kecelakaan. Mungkin kedua mertuanya mencoba menutup akan itu. Mereka tidak ada yang mengabarinya tetapi Gwen tidak bisa diam. Gwen berlari mendekati Oma dan Opanya dengan langkah kecil yang membuat kedua orang tua tersebut menoleh memerhatikan. "Gwen sudah bangun?" "Iya Oma, Oma, Om di rumah sakit. Kepala Om sakit. Tadi Gwen telepon Om," kata Gwen mengadu pada Omanya. Mami terkejut mendengar celotehan putrinya sedangkan Naomi tidak ikut bicara dan menempatkan diri di samping Mami. Naomi tau, mungkin Mami dan Daddy tidak mau membuatnya panik tapi mereka tidak tau kalau Naomi sudah mendengar semuanya tadi. "Oh ya? Ya ampun, Gwen sudah bicara sama Om Brilly? Terus gimana, Nak? Bagaimana kabar Om Brilly sekarang?

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 134. Otak Kodok

    "Om kenapa itu kepalanya? Kok ada putih-putihnya? Apa Om jatuh? Om dimana sekarang? Apa Om sedang di rumah sakit? Gwen jenguk ya?" Brilly mengulum senyum mendengar itu, mendengar ocehan putrinya yang sangat ingin tau. Brilly menatap penuh kerinduan. Bisa jadi dalam waktu seminggu dia tidak bisa bertemu dengan Gwen. "Iya Om sakit. Doakan Om cepat sembuh ya!" "Gwen mau kesana." "Jangan dulu, Nak! Kasihan Mami baru sembuh. Nanti ya kalau Mami sudah sehat dan kuat lagi. Tunggu saja sampai Om pulang. Mami biar istirahat di rumah." "Tapi Mami sudah sehat, Om. Mami sudah bisa gendong Gwen tadi." Brilly menatap gemas putrinya, tetapi sepertinya bukan hanya pada putrinya saja melainkan pada Naomi yang kini diam memperhatikan tanpa mengatakan apa-apa. Naomi masih diam, Naomi masih enggan bicara pada Brilly. Naomi hanya menelponkan pria itu untuk putrinya. Namun ada hal yang Naomi ingin tau. Kenapa Brilly bisa sampai kena musibah seperti ini. Ah! Andai dia tidak tau takdir,

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 47. Mas Aku Ingin Sampai!

    "Sssttt.... Belum mau sudah." "Tapi aku sudah harus pulang, Baby! Jangan tahan aku lagi! Apa kurang sejak kemarin malam kita bercinta, hhm? Sekarang pun aku sudah membuatmu menggeliat berulang kali. Aku kasih satu kali lagi tapi setelah itu kita pulang ya." "Nggak mau! Kamu tuh gitu! Janjinya s

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 46. Tidak Akan Tergantikan

    [ Iya, Kak. Makasih banyak ya. Itu lebih nikmat dari pada nasi goreng restoran.] send Kak Brilly. Ya ampun laki-laki ini! Sampai di foto segala. Naomi malah jadi sering berkomunikasi dengan Brilly sedangkan dihubungi oleh Lian, dia malah kesal sekali. Pintu terbuka dan itu sangat mengejutkan N

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 45, Sssttt... Pelan!

    Naomi keluar dari kamar mandi setelah rapi dan wangi. "Akh segarnya," kata Naomi kemudian menoleh kearah Gwen yang sedang bermain seraya rebahan. "Loh kok anak Mami nggak bobo? Eh tapi tunggu! Kita makan dulu ya. Setelah itu minum obat dan Gwen harus kembali istirahat." "Iya, Mi." Naomi me

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 44. Pakaian Dalam Merah

    Brilly masuk ke kamar Naomi dan juga Lian. Sesuai apa yang Naomi pinta, Brilly mengambil pakaian ganti untuk sang adik ipar. Namun baru masuk, Brilly sudah menghela nafas berat. Entah apa yang ada di isi kepala Brilly. Langkah pria itu begitu berat tertuju pada lemari pakaian. Sudah lama tidak

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status