Beranda / Rumah Tangga / TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR / Bab 60. Berontaklah, Sayang!

Share

Bab 60. Berontaklah, Sayang!

Penulis: weni3
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-22 22:37:11

"Kak apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai begini? Lepaskan, Kak!"

Naomi kembali berusaha memberontak dengan jantung yang tak lagi bisa tertata debarannya. Apa yang Brilly lakukan tadi di awal saja sudah membuat Naomi terkejut.

Naomi tidak menyangka jika ada keributan separah ini hingga membuat Lian terkapar dan tidak mampu bergerak untuk mendekatinya lepas dari Brilly.

Ditambah lagi dengan Brilly yang terang-terangan menahan dan memeluk tubuhnya hingga mereka tak berjarak.

"Diam dan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 61. Melumat

    "Eugh...." Naomi melenguh saat ciuman Brilly semakin dalam menerobos masuk indera perasanya. Lidah Brilly mengabsen semua sisi tanpa ada yang terlewatkan. Jantung keduanya berdebar kencang apalagi Brilly yang terlihat sangat emosi sekali, seolah apa yang mereka lakukan ini adalah sebuah pelampiasan akan amarah yang tak sepenuhnya keluar. Masih dengan posisi yang sama Brilly tidak sama sekali melepaskan hingga Naomi semakin mengeratkan kedua tangannya di leher pria itu. Kedua mata Naomi terpejam menerima serangan yang tak terduga. Sungguh Brilly hilang akal dan Naomi pun mulai terbuai. Dalam hati Naomi bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya. Tidak mungkin pertengkaran terjadi hingga menyebabkan Lian babak belur tanpa bisa melawan hanya karenanya saja. Namun diri yang hendak kembali memberontak tertahan dengan aroma yang menyeruak ke dalam indera penciumannya. Aroma mint yang khas dari Brilly mampu membuat Naomi tak lagi memberontak. Apalagi sapaan dari lidah Brilly

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 60. Berontaklah, Sayang!

    "Kak apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai begini? Lepaskan, Kak!" Naomi kembali berusaha memberontak dengan jantung yang tak lagi bisa tertata debarannya. Apa yang Brilly lakukan tadi di awal saja sudah membuat Naomi terkejut. Naomi tidak menyangka jika ada keributan separah ini hingga membuat Lian terkapar dan tidak mampu bergerak untuk mendekatinya lepas dari Brilly. Ditambah lagi dengan Brilly yang terang-terangan menahan dan memeluk tubuhnya hingga mereka tak berjarak. "Diam dan jangan banyak bicara! Suamimu pantas mendapatkan ini semua!" kata Brilly. "Kak tapi kamu sudah membuatnya hampir mati. Apa kamu tidak takut kalau sampai Papi tau?" tanya Naomi dengan tatapan penuh kecemasan. "Justru dia yang harusnya takut kalau sampai Papi tau apa yang telah dia perbuat!" Brilly menunjuk ke arah Lian dan Naomi menoleh mengikuti tangan Brilly. Kedua alis Naomi menukik menatap Lian yang sudah penuh luka. Tangan Lian menahan perut yang mungkin sekarang terasa amat saki

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 59. Lepaskan, Istriku

    "Aku sibuk kerja. Perusahaanku sedang maju pesat. Dibanding kamu sangat santai sampai bisa menemani anak dan istriku jalan-jalan. Jangan kamu menilai hanya dengan sebelah mata! Nyatanya sekarang aku berada di titik tertinggiku." "Titik tertinggi?" Brilly berdecih setelah mengatakan itu. "Titik tertinggi sebagai apa? Ayah dan suami yang jahat? Aku baru tau ada pencapaian itu." Brilly beranjak dari sana untuk meninggalkan Lian. Malas! Pria itu tidak mau banyak debat dengan sang adik yang baginya tak punya otak. Berdebat dengan Lian cukup membuang waktu baginya. "Kenapa memangnya? Setidaknya aku tidak mandul! Aku rasa itu bukan pencapaian tetapi sesuatu yang sangat buruk sekali," seru Lian. Degh Langkah Brilly terhenti mendengar penuturan dari Lian. Kedua tangan terkepal kuat sampai wadah minum yang masih dipegangnya pun remuk dan sisa isinya tumpah di lantai. Brilly menoleh dengan melempar tatapan tajam pada Lian yang kemudian tersenyum tipis melihatnya "Jangan asal bi

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 58. BOHONG!

    "Angkat kaki kamu dari rumah ini!" BRUUGH Maryam menjatuhkan diri tepat pada kedua kaki Lian yang kini sudah berbalik dan enggan mempertahankan Maryam lagi. Kedua tangan Maryam memegang kedua kaki Lian seraya mendongak memperhatikan tubuh pria itu dari belakang. "Tuan ampuni aku! Aku mohon, Tuan. Demi Tuhan Maryam tidak tau kamar itu. Maryam sama sekali tidak pernah masuk sana. Nyonya pun tidak sengaja tau karena ingin mengambil sesuatu yang ada di dalam sana." "BOHONG!" Lian menarik kakinya hingga Maryam pun terpental dan hampir saja terbentur kaki meja. Beruntung wanita itu dengan cepat menghalaunya. Namun Maryam meringis setelah itu dan mengeluhkan diri. Maryam mendongak menatap Lian yang kemudian melirik tajam penuh amarah. Kedua mata Maryam sudah basah setelah Maryam mengemis di kaki Lian tanpa malu. "Kamu pikir aku percaya? Aku tau seberapa bulusnya akalmu! Aku sudah tidak memerlukanmu lagi maka jangan harap aku akan menyentuhmu! Cepat atau lambat Naomi ak

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 57. Sakit tau!

    "Obat? Kak jangan bercanda!" kata Naomi kemudian menghindari Brilly. Naomi membalikkan tubuhnya tetapi Brilly yang mendekati membuatnya melirik ke belakang. Tanpa sentuhan pria itu mampu menyapa tubuhnya hingga terasa meremang. Naomi membuang muka enggan terperosok pada pesona sang Kakak ipar. Jangan! Jangan sekarang! Naomi bahkan sedang memulihkan hati. Eh tapi kok jangan sekarang? Maksudnya kalau nanti-nanti bisa gitu? Naomi memejamkan kedua matanya dengan kuat. "Kalau semakin sakit, berpeganganlah yang kuat padaku!" "Untuk apa, Kak? Aku mungkin akan meminta Lian melepaskanku dengan cara baik tanpa meninggalkan luka untuk Gwen. Aku sudah meminta berdamai padanya. Mungkin aku yang akan pergi tetapi tidak dengan Gwen. Putriku akan tetap diposisinya." "Justru kalau bisa kamu yang jangan sampai tergeserkan!" sahut Brilly dan Naomi sontak menoleh ke arah pria itu. Naomi mengerutkan keningnya. "Apa maksud Kakak? Maksud Kakak aku akan tetap menjadi nyonya dengan kamu yang aka

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 56. Menjadi Gila

    Kedua tangan pria itu masuk ke dalam saku celana seraya memperhatikannya. Brilly dengan pembawaan yang tenang dan tatapan yang selalu hangat padanya membuat Naomi risih tatapi merasa sangat dimengerti. "Makasih sudah menemani Gwen, Kak. Untung ada Kakak. Semua yang tidak bisa aku kerjakan selalu digantikan oleh Kakak." "Hhmm... Mau tidur di sini?" tanya Brilly dan Naomi menganggukkan kepala. "Iya seperti malam sebelumnya." Naomi tidak menyangkal sampai dimana Brilly kembali melangkah mendekatinya. Kedua mata mereka bertemu dengan Naomi mendongak menatap Brilly yang lebih tinggi darinya. "Lain kali kalau bertengkar jangan terlalu kencang! Gwen hampir mendengar keributan kalian." Naomi meringis kala satu telunjuk Brilly menekan keningnya. Teguran dari pria itu membuatnya sadar kalau dia salah. "Iya aku salah, Kak. Aku terlalu emosi sampai lupa. Tadi Gwen sudah mengetuk pintu tetapi aku tidak kunjung keluar. Aku malah sibuk dengan Mas Lian." "Kalian terlalu cerobo

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status