登入Jenn, seorang pelayan yang bahkan tidak berani menatap anak majikannya itu justru harus menjadi istrinya karena pengantin wanitanya kabur entah kemana.
查看更多Jenn dan Javier terbahak mendengar pertanyaan Jack. “Bisalah. Itu semua kan karena Ayah dan Ibu yamg sudah bekerja keras,” ucap Javier. Jack sendiri masih terlihat bingung, ekspresi yang dia tunjukkan itu benar-benar membuat Jenn dan Javier makin merasa gemas. Sejak hari itu, semua keluarga yang menyayangi Jenn memperlakukan Jenn dengan sangat baik dan lembut. Thomas dan Valerie fokus dengan Jenn dan Jack, sementara usaha mereka kini berada di bawah kepemimpinan Maria. Beberapa bulan berlalu dengan cepat. Perut yang dulu masih rata kini membulat indah. Setiap gerakan kecil si bayi membuat Javier semakin protektif, semakin berhati-hati, dan semakin jatuh cinta pada dua perempuan dalam hidupnya. Ia selalu mengantar Jenn kontrol, memastikan makanan dan istirahatnya teratur. Setiap malam ia menempelkan telinga ke perut Jenn, tersenyum ketika merasakan tendangan kecil sambil berbisik, “Ayah ada di sini, Sayang…” Keluarga Jenn tetap hadir, mengelilingi mereka dengan perhatian
Beberapa bulan kemudian, suasana rumah masih saja terasa hangat dan damai. Sore itu, pintu depan terbuka pelan. Javier masuk sambil menggandeng Jack yang masih mengenakan seragam taman kanak-kanaknya. Di tangan kecil Jack ada gambar yang ia buat di sekolah, gambar dirinya, Ibu, dan Javier berpegangan tangan. Sudah beberapa hari ini Jenn tidak enak badan. Karena itu, Javier sendiri yang menjemput Jack, sesuai permintaan putra kecil mereka yang menolak ditemani pengasuh atau sopir. Begitu masuk ke ruang tamu, Jack langsung melepaskan tangan Javier dan berlari kecil. “Ibu! Aku sudah pulang!” Langkah kecil itu melambat saat melihat ruang tamu terasa kosong. Ia memandang Javier dengan mata bulatnya. “Ibu tidur lagi?” Javier mengusap kepala Jack. “Iya. Ibu masih tidak enak badan. Kita pelan-pelan ya, jangan berisik. Ibu perlu beristirahat.” Dengan langkah hati-hati, mereka menuju kamar utama. Pintu terbuka sedikit, dan terlihat Jenn tertidur meringkuk, wajahnya pucat namun tenang. Ja
Keesokan harinya, Jenn terbangun lebih dulu. Cahaya matahari masuk lembut melalui jendela besar kamar hotel, menciptakan semburat emas pada kulit Javier yang masih tertidur di sampingnya. Rambutnya sedikit berantakan, napasnya stabil, dan wajahnya terlihat jauh lebih muda tanpa beban kantor yang biasanya akan terlihat jelas pada Jenn. Jenn tersenyum pelan sambil memandangi suaminya. Ada rasa hangat yang memenuhi dadanya, rasa cinta yang tidak pernah hilang meski begitu banyak badai yang mereka lewati dalam kehidupan ini. Tanpa sadar, ia menyentuh pipi Javier dengan gerakan yang lembut. Pria itu membuka mata perlahan. “Pagi, istriku yang cantik…” suaranya serak, membuat Jenn tersipu. “Kau tidur nyenyak?” tanya Jenn lembut. “Tentu. Kau kan ada di sini,” jawabnya sambil menarik Jenn masuk ke rengkuhannya. Ia mencium kening Jenn lama sekali, seakan ingin mengabadikan momen itu. Beberapa saat kem
Hari demi hari, kehidupan yang Javier jalani dengan penuh kebahagiaan bersama Jenn dan Jack. Seperti keluarga kecil yang akhirnya menemukan ritme yang damai, mereka bertiga selalu menyempatkan waktu untuk bermain bersama, meski Javier tetap harus bekerja di sela-selanya. Namun sekalipun ada jeda waktu karena pekerjaan, kebahagiaan mereka tidak pernah berkurang, justru semakin terasa lengkap. Di sisi lain, hubungan Ken dan Maria pun mengalami perubahan besar. Setelah selalu menjaga jarak dan bahkan sempat menolak Maria, perlahan-lahan Ken mulai luluh. Setiap interaksi kecil, setiap kebetulan yang mempertemukan mereka, dan setiap perhatian yang ditunjukkan tanpa diminta, membuat hati Ken yang keras itu sedikit demi sedikit mulai melembut. Maria, yang dulu selalu tampak rapuh, kini mulai menemukan kembali kehangatan dalam cara Ken memperlakukannya meski masih saja tetap dingin dan kaku, tapi justru sikap itulah yang membuat Maria merasa diperlakukan dengan jujur. Tanpa mereka sadari,
Sesampainya di rumah, Javier sudah membayangkan akan langsung memeluk istrinya, mencium, dan bermanja-manja sebentar. Bibirnya bahkan sudah melengkung, membentuk senyuman, dia tidak sabaran. Namun, niatnya itu terpaksa harus ditelannya pahit-pahit karena begitu masuk ke ruang
Malam itu, suasana rumah keluarga Ludrent terasa begitu hening. Lampu kamar Maria hanya menyala temaram, menyisakan bayangan lembut di dinding. Ia duduk di tepi ranjang, memandangi foto dirinya bersama Sofia yang kini tergeletak di atas meja. Matanya sembab, menandakan ia baru saja menangis.
Jenn melangkah pelan memasuki ruang tamu kediaman keluarga Ludrent bersama Thomas, Valerie, Javier, dan Jack sore itu. Suasana rumah itu begitu sunyi, seolah seluruh dinding menyerap suara. Di meja ruang tamu masih ada secangkir teh yang sudah dingin, pertanda bahwa seseorang baru saj
Beberapa bulan berlalu sejak semua kebenaran itu terbuka lebar. Proses hukum yang panjang, penuh dengan tekanan dan sorotan publik, akhirnya mencapai puncaknya di ruang sidang megah yang dipenuhi wartawan dan pengacara. Hari itu, Thomas duduk di barisan kursi pengunjung, sem












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評論更多