Share

Bab 58. BOHONG!

Author: weni3
last update publish date: 2026-02-21 14:46:18

"Angkat kaki kamu dari rumah ini!"

BRUUGH

Maryam menjatuhkan diri tepat pada kedua kaki Lian yang kini sudah berbalik dan enggan mempertahankan Maryam lagi.

Kedua tangan Maryam memegang kedua kaki Lian seraya mendongak memperhatikan tubuh pria itu dari belakang.

"Tuan ampuni aku! Aku mohon, Tuan. Demi Tuhan Maryam tidak tau kamar itu. Maryam sama sekali tidak pernah masuk sana. Nyonya pun tidak sengaja tau karena ingin mengambil sesuatu yang ada di dalam sana."

"BOHONG!"

Lian m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
kpn sih ini Lian kena karma n' efek jeranya . Maryam jg kena karmanya efek ngrusak RT majikannya .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 129. Seng

    Pandangan mata Mami dan Daddy terpusat pada celana Brilly yang basah. Terlihat jelas sekali apalagi Brilly mengenakan celana yang tak mudah kering. Naomi pun semakin menundukkan kepalanya melihat itu. "Iya Brilly, kamu tuh kalau habis dari kamar mandi nggak dikeringkan dulu. Lihat! sampai basah begitu," kata Mami tetapi Daddy menatap penuh selidik bahkan Daddy sama sekali tidak mengalihkan pandangan beliau dari yang lain." Brilly yang diselidiki tetapi Naomi yang dibuat ketar ketir. Pria itu selalu saja membuat jantung Naomi berdebar kencang. Sungguh tidak bisa tenang kalau ada di dekat Brilly. Sekarang Brilly bukan lagi seperti dulu. Brilly terlalu mendebarkan untuknya. "Biasa Dad," jawab Brilly santai kemudian menoleh ke arah Mami kemudian mengusap pipi beliau. "Mami tentu tau, kalau sedang buru-buru pasti begini. Maafkan anakmu yang ceroboh Mi." Cup Brilly mengecup kening Mami dan Daddy berdecak melihat itu sedangkan Naomi diam memperhatikan dengan tatapan penasara

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 128. Karena Aku Memikirkanmu

    "Kak... Ahhh.... Sssttt... Maaf tapi aku hanya ingin melegakanmu juga. Lepaskan tanganmu, Kak!" "Jangan berharap apapun setelah aku mengikatmu, Sayang! Aku tidak mau menggunakan tangan, tapi aku ingin langsung memakanmu. Dia sudah sangat mengeras sekali. Itu akan lebih mudah untuk masuk." Naomi meremang sebadan-badan. Dia menarik nafas dalam kemudian memejamkan kedua mata dengan sangat rapat. Bagaimana ingin menolak jika di bawah sana masih berkedut tanda ingin lagi, tetapi Naomi tidak mau kalau sampai menghasilkan sesuatu yang akan menjadi bom waktu. "Kak ampun! Aku tidak akan menggodamu lagi. Lepaskan aku! Sudah, Kak! Aku sudah puas," kata Naomi dengan kedua kaki yang kemudian dirapatkan kembali. "Sudah?" tanya Brilly dengan kedua alis terangkat meminta jawaban yang pasti dari Naomi. "Sudah, Kak. Lepaskan aku!" "Oke, lain kali kalau kamu menginginkan itu. Kamu sudah tau bukan pada siapa kamu meminta?" "Iya tapi aku usahakan untuk tidak lagi meminta." Naomi m

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 127. Meremas

    Jilatan lidah Brilly mulai merangkak dan bergerak naik menyusuri kaki mulus Naomi. Gigitan kecil semakin membuat Naomi tak karuan menahan diri. Pria itu membuat jantung Naomi berdebar semakin kencang dan nafas Naomi semakin memburu. Baru pemanasan sudah dibuat tak karuan. Suara desahan dan lenguhan manja keluar begitu saja dari mulut Naomi yang kemudian menggigit bibirnya kala teringat keduanya ilegal. "Akh... Kak. Geli sekali, lidah kamu. Hentikan, Kak!" Tangan Naomi menjambak rambut Brilly kala pria itu berhenti tepat di pangkal pahanya. Sungguh ini sangat memabukkan sekali. Bahkan Naomi sama sekali tidak melarang kala Brilly menjamah miliknya. Naomi menarik nafas dalam dan membusungkan dada saat tangan Brilly mulai menyibak kedua bibir bawah Naomi dan lidah pria itu menyusup masuk mencari mencari daging lembut yang sejak tadi berkedut meminta sentuhan. Hembusan nafas tak teratur semakin menjadi saat Brilly menyesap dan sedikit menarik daging kecil itu hingga Naomi sema

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 126. Fuck, Brilly! +

    Naomi mendinginkan hasrat yang masih tersisa. Dia menikmati rendaman air hangat dengan aroma therapy yang sangat menenangkan. Desisan terkadang keluar tanpa dia bisa menahan. Kedua mata merapat tapi tubuh meminta hingga kedua kaki Naomi rapatkan agar kedutan di bawah sana bisa dia tahan. Hanya saja, semua seakan sia-sia. "Aku harus apa?" Terhitung sudah lebih satu tahun dia tidak dijamah oleh Lian. Sungguh ini hal yang sangat menggelikan bagi Naomi tapi dia hanya manusia biasa yang bisa saja terpancing gairah. Pagi ini hasratnya benar-benar diuji oleh Brilly. Lama Naomi di kamar mandi. Sungguh badannya sangat tidak enak sekali saat ini. Brilly ini memang sangat tidak bertanggung jawab sekali. Setelah memancing, dia ditinggal tidur. Naomi menggerutu seraya melangkah keluar kamar mandi. "Badan aku. Akh tidak enak sekali. Ini semua karena Kak Brilly. Memang laki-laki itu sangat meresahkan l. Kesal aku jadinya!" gumam Naomi dengan ocehan-ocehan kecil yang mengarah pada Brilly

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 125. Nakal Sekali

    Naomi keluar dari kamar dengan penampilan sangat berantakan. Di mengendap-endap takut ada yang melihat tetapi benar kata Brilly tadi. Sepi..... Di luar aman, hanya saja saat hendak masuk ke dalam kamar Gwen. Naomi mendengar suara Mami di sana. Kedua mata Naomi pun terbelalak melihat Mami yang tengah membantu Gwen berpakaian kemudian menoleh ke arah pintu. "Ya ampun! Ibu macam apa aku. Bukannya mengurus anak malah menyusui ayahnya anakku. Ikh! Kak Brilly nich! Mana masih sakit lagi karena gigitannya," keluh Naomi yang kemudian memilih untuk segera bersembunyi. Tadi tuh untuk bisa keluar saja sulit. Naomi harus benar-benar merayu dulu dan membiarkan Brilly puas menyusu padanya. Pria itu mendadak seperti bayi yang kahausan. Untungnya mereka masih sama-sama bisa menahan meskipun sudah di ambang batas. Naomi merasa sangat tidak nyaman tepat di bawah sana dan ingin segera mandi. Sebenarnya juga masih ada seperti yang menggelitik pada miliknya. Ingin sekali Naomi memberikan u

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 124. Rayuan di Pagi Buta +

    "Kak kamu kok sudah sampai sini? Bagaimana kalau Mami dan Daddy tau kita berdua di kamar ini? Harusnya jangan masuk dulu sampai aku keluar, Kak. Aku nggak enak kalau mereka sampai melihat kita berduaan di sini." Naomi duduk kemudian membuka selimut hendak beranjak dari ranjangnya tetapi ditahan oleh Brilly yang kemudian meraih tangannya. Naomi menoleh kembali menatap Brilly yang mendongak memperhatikan. Dia pun mencoba melepaskan tangannya tetapi Brilly terus menahan. "Mau kemana? Mami dan Daddy tidak tau kalau kamu tidur di kamarku. Lagian tidak masalah bukan kalau aku masuk kamarku sendiri? Aku rindu penghuni baru di sini." "Kak kamu tuh!" Naomi merapatkan bibirnya setelah mengatakan itu dan benar-benar beranjak setelah sedikit menyentak tangan Brilly tetapi agaknya pria itu tidak kehabisan akal. Brilly meraih tubuh Naomi hingga terduduk di atas pangkuan pria itu. "Kak ya ampun! Aku benar-benar takut ketahuan Mami dan Daddy. Mami sudah memperingatkan aku untuk menunggu sa

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 37. Kejang

    "Auwh.... Nyonya kayaknya sengaja," keluh Maryam seraya mengusap kaki yang tadi keinjak oleh Naomi. Naomi menyeringai tipis mendengar itu tanpa melirik Maryam. Dia pun segera melangkah menaiki tangga menuju kamar Gwen. "Makasih untuk hari ini, Kak," ucap Naomi tepat di ambang pintu kamar Gwen

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 36. Meremas

    Dalam perjalanan pulang, Naomi terus menghubungi Lian. Enak saja hanya transfer lima juta. Semenjak Naomi di selingkuhi dia jadi begini. Hawanya tuh mau keruk harta Lian. Jiwa perhitungannya juga keluar. Jatah bulanan bertambah dan uang mingguan atau apapun yang tidak pernah Naomi minta, sekarang

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 35. Pergi

    Naomi menatap ragu kala tangannya sudah mulai tertuju pada mulut Brilly. Menyuapi kakak ipar? Astaga... Rasanya seperti mimpi di siang bolong. Bagaimana kalau sampai Lian melihat itu? "Kurang maju, Naomi! Aku nggak sampai." "Oh iya, Kak." Naomi meringis mendengar itu kemudian memajukan tan

  • TERPERANGKAP PESONA KAKAK IPAR   Bab 34. Dewasa

    Naomi tertegun kala Brilly menurunkannya dan dia baru sadar jika hubungan keduanya sangatlah berlebihan. Naomi diam menatap wajah Brilly dengan jarak yang amat dekat. Tatapan mata pria itu sangat teduh sekali, sangat menghangatkan hatinya yang sedang ditikam habis-habisan oleh kelakuan suaminya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status