THE ALPHA'S SECRET BABIES

THE ALPHA'S SECRET BABIES

last updateLast Updated : 2024-04-25
By:  Jessica moonCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
163Chapters
14.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Eight years ago, Alpha Sebastian Carter betrayed her. While she was pregnant with his pups, he exiled her to fulfil his mate’s evil wish. Jasmine had nowhere to go for years. From the gutters, she began to rise to fame with her triplets and her second chance love, Asher, at her side. But what happens when Sebastian comes back with a ring he vows to put on her finger? He still believes that Jasmine will always be his to possess. ~ “Do you think of me when he touches you, Jasmine?” his voice in her ear cut deep. She’s broken, shattered to pieces because of this man, yet he didn’t stop. “Move, Sebastian,” she begged, trapped in between him and the store room’s wall. “Wrong answer.” She tried to shove him, but he held her hands captive above her head. “I know your body remembers me.” “Shut up!” “My kisses are what you dream of every night,” he growled, and her thighs clenched. This was wrong. It was forbidden. He’s a mated wolf, and she’d moved on from the past. Right?…

View More

Chapter 1

Chapter 1 - Alpha, You Are Mine!

Prolog.

**

Hujan jatuh seperti doa yang tak pernah sampai. Di luar jendela, langit berwarna kelabu, seakan ikut merasakan kesedihan yang membuncah dalam dada Alma. Ia berdiri mematung di depan meja makan, tangannya menggenggam ujung celemek yang masih melekat di tubuhnya. Aroma gulai ayam yang baru saja ia masak masih menggantung di udara, tapi kini semuanya terasa hambar.

Di hadapannya, seorang pria berdiri dengan wajah datar. Mata tajamnya menatap Alma tanpa sedikit pun ragu. Di balik tubuh pria itu, seorang wanita berperut buncit berdiri dengan dagu terangkat tinggi. Wajahnya cantik, senyumannya penuh kemenangan. Sarah.

Lingga Laksono menghela napas panjang sebelum akhirnya mengucapkan kalimat yang meremukkan seluruh dunia Alma.

"Aku menceraikanmu, Alma." Suaranya dingin, tak bergetar sedikit pun.

Seakan waktu berhenti, suara hujan yang jatuh di genting menjadi latar bagi hati yang luruh dalam kepedihan. Alma menggigit bibirnya, menahan gemetar di dadanya. Matanya menatap suaminya, mencari jawaban dalam sorot mata pria yang pernah ia cintai sepenuh jiwa.

"Kenapa?" Suaranya lirih, nyaris tenggelam dalam isak yang tertahan. Bahkan sendok yang sup yang dipegangnya, jatuh bergerincing di atas lantai.

Lingga menghembuskan napas kasar, matanya sedikit berkilat, tapi bibirnya tetap membentuk garis tegas. "Aku butuh keturunan, Alma. Aku ingin menjadi seorang ayah, dan kau… kau tidak bisa memberikannya padaku."

Alma tersentak. Kata-kata itu menamparnya lebih keras daripada tamparan tangan yang pernah ia bayangkan. Hatinya seakan diremas-remas tanpa ampun.

"Dua tahun ini… kamu menunggu hanya untuk mengatakan ini padaku?" suara Alma bergetar, matanya mulai berkabut.

Sarah yang sejak tadi diam akhirnya melangkah mendekat, tangannya membelai perut buncitnya dengan angkuh. "Kami tidak ingin menyakitimu, Alma. Tapi aku mengandung anak Lingga. Ini adalah takdir. Aku bisa memberikan apa yang tidak bisa kau berikan padanya. Bukankah lebih baik kau merelakan?"

Alma merasakan dadanya sesak. Air mata yang selama ini ia tahan mengalir perlahan di pipinya. Sejak kapan? Sejak kapan suaminya mulai berpaling? Sejak kapan ia menjadi orang asing di rumahnya sendiri?

"Jadi… selama ini kamu mengkhianatiku?" suara Alma hampir seperti bisikan. Tangannya mengepal di sisi tubuhnya.

Lingga tidak menjawab, hanya membuang muka ke arah lain. Dan itu lebih menyakitkan daripada jawaban apa pun yang bisa ia berikan.

"Dua tahun, Mas Lingga… Dua tahun aku mencintaimu tanpa syarat. Aku menunggu keajaiban yang mungkin tak akan pernah datang. Aku berdoa setiap malam agar kau tetap di sisiku, agar kita bisa tetap bersama meski tanpa seorang anak. Tapi rupanya… kau memilih jalan lain." Alma tertawa kecil, getir. "Kamu memilihnya."

Lingga akhirnya menatapnya. Ada sedikit bayangan ragu di matanya, tapi detik berikutnya, Sarah meraih tangannya, menggenggamnya erat. Kemudian ragu itu sirna.

"Alma, aku tidak ingin menyakitimu lebih lama lagi. Aku hanya ingin bahagia. Aku ingin menjadi ayah. Kumohon, pergilah dengan tenang. Aku akan memberimu kompensasi, rumah, dan uang…"

PLAK!

Tamparan itu datang begitu cepat, begitu keras, membuat Lingga terdiam. Pipinya memerah, dan matanya melebar karena terkejut. Sarah tersentak, mundur beberapa langkah.

"Kamu pikir aku ini apa, Mas?" suara Alma rendah, tapi tajam. "Aku mencintaimu dengan segenap hati, tapi kau menginjak-injak kesetiaanku seperti ini. Kamu menghancurkan pernikahan kita hanya demi wanita ini? Hanya demi alasan yang begitu dangkal?"

Tatapan Alma tajam menembus kepengohan selingkuhan suaminya. Wanita itu terlihat gentar sebentar.

Sarah mendengus, melipat tangan di depan dada. "Kau tidak bisa memberinya keturunan, Alma. Itu bukan kesalahan Lingga."

Alma menoleh padanya, mata penuh luka dan amarah. "Dan kau memilih untuk merebut suami orang demi itu?"

Sarah tersenyum miring. "Bukan salahku jika Lingga mencintaiku lebih dari dia mencintaimu."

Alma menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri meski hatinya hancur berantakan. Ia menatap Lingga untuk terakhir kalinya. Pria yang dulu ia kenal telah berubah menjadi seseorang yang tak lagi memiliki hati.

"Baiklah," kata Alma akhirnya, suaranya terdengar rapuh. "Jika ini yang mas inginkan, aku akan pergi."

Sarah tersenyum puas, sementara Lingga tampak sedikit tegang. Alma menoleh ke sekeliling rumah yang selama ini ia rawat dengan cinta, rumah yang menjadi saksi bisu dari impiannya yang kini telah hancur.

Tanpa kata lagi, Alma berbalik, melangkah keluar dari rumah itu. Hujan deras menyambutnya, membasahi tubuhnya, tapi ia tak peduli. Ia berjalan tanpa tujuan, membiarkan setiap tetes air mencuci luka yang baru saja digoreskan begitu dalam.

Diusapnya perut yang tak pernah terisi benih yang diinginkan oleh suaminya

Langit menangis bersamanya. Hatinya porak-poranda, tapi satu hal yang ia tahu pasti, ia tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan ini.

Alma berjalan, menapaki hidupnya. Walau terombanga ambing saat itu, namun pada akhirnya hidup wanita ini berwajah teduh ini bermuara di sebuah rumah berlantai dua, milik seorang juragan tembakau berumur hampir setengah abad.

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Snow
Snow
That is so bad Sebastian is the worst ml I have ever seen Now he want a second chance no
2024-02-29 17:58:58
4
0
Blue sky
Blue sky
After 8 years and he wants to come back Who does that? No chance for him again I am loving the twist of this book
2024-02-29 18:00:32
9
1
163 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status