The Ship engaged in the Subsea Cable Laying, and Pipeline installation in the Arabian Sea found four big boxes during a pre-lay survey before a sub-sea pipeline installation. That was a diving ship. The divers inspected the box on the sea bottom and did not know what was inside. So the ship crews lifted boxes. They opened it and were shocked. Full of gold.Tons of gold. The top officials onboard that ship hid this information from their management, and they decided to transport that gold to Europe. The actual owner of this box containing gold is a terror group in Asia. They started a secret war from all sides to get back the gold without being noticed by the government agencies. Indian Military Intelligence, monitoring this terror group, got information about this gold. A true expression of a pirate story. This you love to read with breath held.
View MoreSuatu hari di malam yang kelam, seorang gadis vampir berlari di tengah hutan berkabut bersama seorang manusia serigala. Mereka memasuki kastel besar menyeramkan, dan bertemu dua penghuni kastel yang memegang sebuah lentera di tangan mereka.
“Sedang apa kalian? Apa yang kalian lakukan di wilayah kami!” “Aku mohon, lindungi dia. Ambillah kristal sihir ini, anggap ini sebagai bayaran dan ketulusan dariku!” Setelah itu manusia serigala bermata biru itu berlari dengan tergopoh masuk ke dalam hutan yang gelap, meninggalkan gadis yang berkeringat dingin dengan luka yang berdarah di kakinya. -Secret of the girls- Setiap hal memiliki misteri tersembunyi, dan mereka hadir juga karna tujuan tersendiri. ... Suasana kota yang ramai, sudah menjadi hal yang sangat biasa. Sampai deras hujan jatuh, dan membuat orang-orang berhambur mencari tempat berteduh, karna takut baju mereka basah terkena air hujan. “Untung saja kita punya Lune, sehingga kita jadi tidak perlu takut kehujanan!” salah seorang dari mereka mengoceh sembari melompat-lompat kecil dengan riangnya. Menyenggol teman mereka yang tadi dipanggilnya Lune. “Jangan kekanakan!” Omel yang lainnya karna air di sekeliling mereka jadi berguncang, karna Lune yang juga hampir tersungkur saat di senggol Bella, tadi. “Hmp...!” “Kalian tenang saja. Selama ada aku, air hujan tidak akan berani menyentuh kalian!” gadis yang barusan dipanggil Lune tersenyum sembari menyeimbangkan tubuhnya. Asyik memainkan jarinya memberi sihir pada air hujan, agar berbalik dan tak membasahi mereka. Berlima gadis dengan santainya berjalan, tanpa memedulikan orang-orang yang sudah berlarian menghindari air hujan. Berlima gadis itu masuk ke dalam sebuah Kastel tua. Kastel tak terawat yang tampak begitu menyeramkan, jika di lihat dari luar maupun dari dalam. Tapi tidak dengan berlima gadis itu, mereka menarik salah satu buku dari raknya, dan tiba-tiba muncul sebuah pintu rahasia dari balik sana. Krak... Pintu terbuka dan kini tampak sebuah ruangan bersih nan mewah, dengan perabotan modern yang lengkap. Sangat jauh berbeda dengan Kastel yang terlihat kotor dan berdebu, tadi. “Lune, minta air, dong. Pohon kemangiku sudah hampir mati, nih!” Pinta seorang gadis, sampai kemudian gadis yang dipanggil Lune tadi menjulurkan jarinya, dan keluar air hingga membasahi pohon kemangi itu dan membuatnya segar kembali. Mereka berlima bukanlah manusia biasa, bahkan bisa dibilang bukanlah seorang manusia. Lima makhluk dari dunia berbeda, tinggal di satu atap yang sama. dan berusaha berbaur dengan manusia biasa. Sudah beratus-ratus tahun mereka hidup di bumi, saling mendukung dan juga melindungi. Mereka berlima terdiri dari Aluna si Putri air, Yoona si Vampir, Suzy Sang malaikat, Bella Putri galaksi, dan Liza mantan seorang Iblis. Mereka memiliki masa lalu mereka masing-masing, dan tentu saja nama yang mereka gunakan sekarang bukanlah nama mereka yang sebenarnya, melainkan nama yang mereka gunakan untuk berinteraksi di dunia manusia. Aluna atau Luna, kerap kali dipanggil Lune. Nama aslinya adalah Aquaria De Atlantic. Ia dulunya adalah seorang putri dari kerajaan air Atlantis. Suatu hari kerajaannya hancur tertimpa badai, dan ia terseret ombak hingga sampai di dunia manusia. Sementara itu kerajaannya masih belum tahu bagaimana nasibnya. Atlantis kini hanya menjadi sejarah, baginya dan juga umat manusia. Tak ada yang tahu jelas di mana keberadaannya, hanya tahu kalau itu adalah sebuah pulau misterius, yang tak tahu bagaimana wujudnya. Saat kerajaannya hancur, Luna terdampar di sebuah desa nelayan, sampai akhirnya ia bertemu dengan Suzy dan Liza, kemudian tinggal bersama mereka. Yang ke dua adalah Yoona, atau dengan nama asli Yvloona Theore. Ia seorang putri tunggal dari kerajaan Vampir, klan Odora. Lima ratus tahun yang lalu, terjadi peperangan antara bangsa Vampir klan Evil dan klan Odora. Belum lagi bangsa Serigala yang tiba-tiba juga menyerang, membuat kerajaan Vampir klan Odora hancur. Keluarganya banyak yang binasa, ibunya memintanya pergi meninggalkan kerajaan, dan menitipkannya kepada pamannya. Tapi di tengah perjalanan, pamannya terserang racun Werewolf. Itu membuatnya haus akan daging dan darah Vampir. Untung saja Yoona diselamatkan oleh seorang Werewolf muda, yang kemudian membawanya pergi ke Kastel milik Liza dan Suzy. Lalu yang ketiga adalah Seretta Lewzy atau biasa di panggil Suzy. Ia dulunya adalah seorang malaikat yang bertugas mencatat permintaan terakhir, sebelum seseorang meninggal. Tapi suatu hari ia melakukan kesalahan, yang dianggap adalah sebuah dosa besar. Kemudian ia diturunkan ke bumi dan ia mengubah wujudnya, menyerupai gadis berumur delapan tahun. Sampai ia diadopsi oleh seorang ibu tunggal manusia yang kesepian. Dan yang ke empat adalah Liza, dia memiliki nama asli Lilith Agrant. Dia dulunya adalah salah satu anggota elite, dari pasukan kerajaan iblis. Sampai ia kemudian merasa kurang nyaman, dan tidak suka dengan cara kerja iblis, yang menurutnya terlalu kejam dan tak memiliki hati nurani. Kemudian secara terang-terangan ia menentang dan mengatakan tidak suka, dengan cara kerja iblis. Sampai akhirnya ia diusir dari kerajaan iblis, dan ia turun ke bumi dengan bentuk menyerupai anak berumur sembilan tahun. Lalu secara kebetulan diadopsi oleh seorang ibu manusia, yang juga mengadopsi Suzy. Tak lama ibu mereka meninggal, Liza memutuskan mengajak Suzy untuk tinggal di Kastel tua yang tidak sengaja ia temukan di tengah hutan. Yang terakhir adalah Rubella Ecra atau kerap kali di panggil sebagai Bella. Ia adalah makhluk galaksi yang berasal dari sebuah planet bernama Verigo. Suatu hari kerajaannya diserang oleh energi gelap yang membuat planetnya di selimuti oleh ketakutan, dan penderitaan. Sampai akhirnya ia tidak sengaja menemukan sebuah portal ajaib, yang membawanya jatuh sampai ke bumi. Dan secara kebetulan ia jatuh di halaman belakang Kastel, milik Liza dan Suzy. Dan sampai saat ini ia masih tidak tahu bagaimana kondisi planetnya. Mereka hidup bersama dan menjalani hidup seperti manusia normal. Seperti berangkat dan pulang Sekolah bersama. Para gadis dengan masa lalu mereka masing-masing, ingin menjalani hidup baru dengan berbaur di dunia manusia. “Suzy, aku rasa kita harus menambahkan satu teko air lagi ke dalam rebusan mi itu, agar terasa lebih lezat!” Pinta Luna dengan mata yang berbinar. “Lune, aku tahu kau sangat suka dengan kuah mi, tapi kita hanya merebus dua bungkus mi instan, dan kau sudah memasukkan satu teko air, tadi. Masa mau ditambah lagi?” Heran Suzy tak habis pikir. “Hei! Ada di mana kue Pai beku, ku?” Tanya Liza, karna tak menemukan Pai susu yang ia taruh di kulkas, tadi pagi. “Emm... Aku baru saja memanaskannya di Microwave!” Ujar Yoona sembari mengambil mangkuk yang berisi kue Pai tadi dari dalam Microwave. “Kenapa kau panaskan? Dan tidak sisakan untukku, pula!” Kesal Liza pada Yoona. “Sudahlah Liza, kau makan es krimku saja yang ada di dalam kulkas, aku tahu kau alergi makanan panas.” Saran Suzy, sembari melahap mi instan tanpa kuahnya, karna tadi seluruh kuahnya sudah diminta oleh Luna. “Mmm... Ini enak sekali, bumbu apa yang kau tambahkan, tadi? Aku rasanya sampai ingin menangis, huhu...” Suzy menahan air matanya yang akan keluar saking terharunya, gadis itu memang akan mudah menangis jika memakan makanan yang menurutnya terlalu enak. “Betul, kan, enak. Aku membelinya di supermarket tadi siang, kalau tidak salah namanya adalah Micin!” Jawab Luna antusias. “Hey! Kau mengambil pupuk tanaman kemangiku lagi, ya?” Tanya Yoona sembari berkacak pinggang melotot tajam ke arah Bella. Sudah ke sekian kali ia mendapati karung pupuk tanamannya kosong saat hendak dipakai. “Ya, tadi aku ambil sedikit. Beberapa hari ini tanaman cabaiku jarang sekali, berbuah.” Bella menjawab dengan acuh sembari menyemproti tanaman cabainya. Ia harap dirinya bisa mempunyai sihir menyuburkan, tanaman. Semenjak turun ke bumi, mereka memang jadi punya selera makan masing-masing. Luna yang paling suka makan kuah mi berlebihan. Liza yang alergi makanan panas, Suzy yang akan menangis terharu, jika memakan makanan yang terlalu enak. Yoona si pencinta daun Kemangi, dan Bella si ratunya makanan pedas. Sampai bekal makan siangnya pun isinya Cabai, semua. Dan mereka hidup bahagia menjalani keseharian layaknya manusia. Namun mereka tahu semua ini tidak akan berlangsung lama. Walau begitu mereka sudah siap menghadapi apa pun yang akan terjadi, nantinya.Smith and Clara landed on the port side, and Elizabeth and Paul on the Starboard side. The sea bed is muddy—difficulty walking.All the senior people on the ship were sitting and watching the ROV videos. The captain and the shift supervisor were staring at the NAV screen in the wheelhouse.It was the coldest day in December. The task time is thirty minutes. Both groups moved forward slowly."Confirmed three large containers, starboard side," Paul reported. Along with Paul,Elizabeth approached the container.One saffron-colored container and two blue-colored containers were found on the starboard side. It is fully sealed. It is waterproofed.Clara and Smith confirmed a yellow container on the port side. It seems to be ten feet in size."Sir total of four containers were found at the sea bed—three from the starboard side and one from the port side. Three are twenty feet, and one is ten feet. The smaller container has so many Fiber wires outside. Some satellite communication equipment is
"What happened? Who is in this picture? What happened to them? Why are these American electricians and Mexican riggers showing you these pictures? How did these pictures get on their mobile phones? What is the relationship between these people and those with broken legs lying in this hospital?" I approached Jacob with a handful of questions. "It's a quotation through Clara," replied Jacob. I was amazed. Jacob explained the incident. Justice has been served to my family and me. Jacob continued "He is right. Now he can sleep well." The Americans supported it. The Mexican Rigger nodded. "My family lives in the city of Kochi. Kochi is one of the major cities in Kerala, the southern tip of India. After school in the evening, my sister's daughter went to buy snacks at a nearby bakery. The owner of the bakery is a sixty-year-old man. He is involved in politics. My sister's daughter is only eleven years old. That dirty older man raped my child cruelly...the child ran away from there. Sh
On a day when nature rested, our ship started the pre-lay survey. I am standing in the survey room. The surveyors focus on the navigation screen. Day duty is three people. Indonesians. Total sea views were being sent to the screen by the ROV camera. Small fishes go round and round. Baby sharks go in groups—sand raised by the ship's movement. I started seeing many images on the navigation screen. Live... "35 km; I am surveying for the first time," said the senior surveyor. "Me too" I nodded "Any debris found on the route should be removed immediately." "Not enough after the survey?." "No. It's such a big route. So it's better to clean the debris one by one." "The military ship was conducting surveillance here yesterday." I "Why?" Senior Surveyor "I don't know why." The survey team sat watching the changing scenes on the navigation screen. The visuals provided by ROV can be seen through the screen in every management room. From time to time, the shift supervisor calls on the
Our ship is approaching the oil platform. It is very interesting to see from the ship. A sight that seems far away suddenly appears to be near. Deck foreman Jessy and the riggers stand on the main deck. The morning sun showered nectar on their faces dressed in red coveralls. The weather was fine….the rising red sun cast a golden hue on the wheelhouse (at the bridge). The aroma of South Indian breakfast wafted from the mess hall to the main deck. The Captain is very excited. A J-shaped tube is fixed on the south side of the oil platform. Yellow color is given to that tube. The hook-like part rests on the bottom of the sea. Its mouth is closed with a plate. The plate in the mouth should open when the cable pulls through the tube. The diver will reach the sea bed to open it. Clara and Smith are assigned to this task. Johan has scheduled forty-five minutes for this task. Our ship is positioning itself close to the platform. Jessy and the four riggers boarded the Zodiac and went
When we opened the elevator door, we saw four men holding guns. "Understood that you both are not children... We will eat both of you with good masala." A fat man who looked like a monster grabbed Anna and me by the head and dragged toward the door. Anna bit his hand with the gap she got some time. She breaks one of his fingers.It is tough to break a hand. But it is easy to break fingers one by one. Before he had time to grab the gun, Anna hit him in the nose. He splutters away. And his gun. Anna picked up the gun that had spilled from the evil man. The person who held my face tightly with his both hands saw the weapon in Anna's hand and stepped back. Anna flew over and kicked him on the head. His head didn't pop off. But he lost consciousness. Anna ran outside, pulling me back and firing. The fat men who came with uncle came running, knowing that we were in danger. Anna had bathed in sweat. Uncle drove his car from the parking area towards us. The car flew through the security
It was my first time in Mumbai city. I have come to Delhi many times before with my mother. My mother's uncle came to South Africa at a young age. Uncle was an officer in the Indian Intelligence Bureau. Retired. A person who knows how to keep a secret. If you tell a secret to uncle, it will never come out. My character was almost like that. If you tell a secret to me, even if I die, I will not tell anyone else." Elizabeth started saying.Weather is ok tomorrow. The plan is to go to work Field tomorrow morning. The DP trial of the ship will be conducted first. Today the captain and his team are in the mood of the whole story."In the morning, we arrived at the Taj Hotel. The three fat men who came with Uncle came with us to the reception." Elizabeth began."Why all these people?""There is a need, dear," said the uncle."Take some rest... Uncle is staying in a nearby hotel. Use these SIM cards," Uncle said, "Already recharged," and gave each SIM to Anna and me.We quickly put it in the
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Comments