Beranda / Romansa / TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU / 49. Liburan Keluarga Ke London dan Irlandia

Share

49. Liburan Keluarga Ke London dan Irlandia

last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-13 13:48:22

Liburan keluarga ke London.

Pesawat mendarat mulus di Bandara Heathrow pada pagi hari yang cerah. Setelah menyelesaikan proses imigrasi, Arnold mendorong trolley koper besar, sementara Marsha menggendong Edriel yang tertidur di gendongan bayi. Adrian berjalan di sampingnya sambil menggenggam boneka Paddington Bear yang baru saja dibelikan di toko bandara.

"Welcome to London, everyone," ucap Arnold sambil menatap langit biru dari balik kaca bandara.

"Siap berpetualang, Kak Adrian?"

"Siap, Papi!
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU    50. Kejutan Ulang Tahun Untuk Mami Marsha

    Kembali ke Jakarta, kehangatan yang tak tergantikan.Pagi itu, sinar matahari menembus tirai jendela rumah keluarga Arnold. Setelah perjalanan panjang dari London dan Irlandia, mereka akhirnya kembali ke rumah yang nyaman dan penuh kenangan.Arnold duduk di ruang makan sambil menyeruput kopi. “Akhirnya ... kopi tubruk juga,” ujarnya lega.Marsha yang baru saja selesai memakaikan baju untuk Edriel, datang sambil tertawa. “Sudah kangen rasa rumah ya?”Arnold mengangguk. “Liburan memang seru, tapi rumah tetap tempat paling damai.”Adrian berlari turun dari lantai dua sambil membawa mainan leprechaun dari Irlandia. “Papi! Aku taruh boneka ini di rak, ya? Supaya bisa jaga rumah!”“Tentu,” jawab Arnold. “Leprechaun penjaga rumah! Tapi jangan taruh di kamar mandi, ya.”Adrian tertawa geli. “Nggak kok! Dia takut air, katanya!”Hari-hari berikutnya mereka kembali ke rutinitas. Arnold kembali bekerja sebagai arsitek di firma miliknya, sementara Marsha fokus mengurus rumah dan mengembangkan us

  • TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU    49. Liburan Keluarga Ke London dan Irlandia

    Liburan keluarga ke London.Pesawat mendarat mulus di Bandara Heathrow pada pagi hari yang cerah. Setelah menyelesaikan proses imigrasi, Arnold mendorong trolley koper besar, sementara Marsha menggendong Edriel yang tertidur di gendongan bayi. Adrian berjalan di sampingnya sambil menggenggam boneka Paddington Bear yang baru saja dibelikan di toko bandara."Welcome to London, everyone," ucap Arnold sambil menatap langit biru dari balik kaca bandara. "Siap berpetualang, Kak Adrian?""Siap, Papi!" sahut Adrian antusias. "Kita mau lihat istana ya? Sama taman yang gede banget?"Marsha tersenyum. “Kita nginep di apartemen deket Hyde Park. Besok kita bisa piknik di sana.”Adrian melompat kecil. “Yay! Aku mau ajak Edriel jalan-jalan juga!”Arnold tertawa pelan. “Kalau Edriel bisa jalan, ya.”“Edriel sudah belajar kok,” gumam Marsha sambil mencium pipi bayi mungil mereka yang masih lelap.Apartemen dua kamar dengan interior bergaya kontemporer itu terasa nyaman dan homey. Dari jendela balko

  • TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU    48. Kehadiran Baby Edriel

    Jakarta, Maret. Dini hari di sebuah rumah sakit.Langit Jakarta masih gelap ketika Arnold membuka pintu kamar rawat VIP dengan tergesa. Marsha sudah lebih dulu dibawa oleh perawat ke ruang bersalin setelah air ketubannya pecah pukul tiga pagi. Arnold masih mengenakan hoodie, rambutnya berantakan, namun wajahnya dipenuhi kekhawatiran.“Pak Arnold?” panggil suster muda mendekatinya. “Ibu Marsha sedang dalam tahap pembukaan lima. Tapi kondisi stabil. Silakan tunggu di lounge.”Arnold mengangguk cepat. “Saya boleh masuk sebentar?”Suster itu tersenyum ramah. “Silakan, tapi hanya beberapa menit ya.”Begitu masuk, Arnold langsung melihat Marsha terbaring di atas ranjang bersalin, mengenakan baju rumah sakit, wajahnya pucat tapi matanya kuat.“Arnold ....” Suaranya lemah, tapi tetap mencoba tersenyum.Arnold menggenggam tangannya erat. “Aku di sini. Kamu kuat, Sayang. Sebentar lagi kita ketemu si kecil.”Marsha menarik napas dalam. “Sakitnya mulai terasa tapi aku ingat rasa bahagia pas A

  • TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU    47. Kejutan Manis Dari Marsha

    Dua tahun kemudian.Sinar matahari menembus tirai tipis suite hotel di pusat Madrid. Adrian, bocah kecil berumur dua tahun, berlari-lari kecil di atas karpet sambil membawa boneka lembut berbentuk banteng khas Spanyol. Marsha duduk di tepi ranjang, mengenakan gaun musim panas berwarna krem, sedang menyisir rambutnya.“Arnold, kamu lihat nggak sepatu kecil Adrian? Yang biru tua itu?” serunya lembut sambil melirik sekeliling kamar.Dari balkon, Arnold menjawab, “Yang dia pakai buat lari-larian di bandara? Coba cek di koper kecil, Sayang.”“Ada! Ternyata dia sembunyiin di bawah selimut,” ucap Marsha sambil tertawa geli.Arnold masuk kembali ke kamar, menggendong Adrian. “Anak ini memang jago ngumpetin barang.”Adrian tertawa pelan, menyembunyikan wajahnya di dada ayahnya.“Jadi, agenda hari ini apa, Mrs. Zafazel?” tanya Arnold, duduk di samping istrinya.Marsha menjawab sambil membetulkan topi kecil Adrian, “Kita ke Parque del Retiro dulu. Aku pengin ngajak Adrian naik perahu di danau.

  • TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU    46. Kedatangan Para Sahabat

    Rumah Arnold dan Marsha, di suatu siang.Pintu depan rumah dua lantai di kawasan Menteng terbuka perlahan. Arnold berdiri di ruang tamu mengenakan kaus polos dan celana santai, sambil menggendong Adrian yang tidur lelap di pelukannya.“Tadi aku dapet kabar Zera dan Mary mau main ke sini,” ujar Marsha sambil meletakkan botol susu yang baru saja dia siapkan.Arnold tersenyum. “Ah, mereka pasti nggak sabar pengin lihat Adrian.”Belum selesai mereka bicara, bel pintu berbunyi. Arnold meletakkan Adrian di box bayi di sudut ruang tamu dan membuka pintu. Tampak Zera dan Mary berdiri bersama suami mereka, Farez dan Joseph, masing-masing membawa tas dan kotak kado warna-warni.“Spada!” sapa Zera ceria.“Guys, kalian datangnya pas banget!” jawab Arnold sambil mempersilakan mereka masuk.Marsha muncul dari dapur, wajahnya berseri-seri. “Hai semuanya! Terima kasih sudah datang.”Mary menyunggingkan senyum hangat sambil menggendong tas besar. “Kami bawa banyak hadiah untuk Adrian, lho.”Farez i

  • TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU    45. Welcome Baby Adrian

    Di sebuah ballroom hotel bintang lima, Jakarta Selatan.Lampu kristal menggantung megah di langit-langit ballroom. Tirai putih dihiasi taburan bunga hydrangea biru dan balon-balon transparan bernuansa pastel. Sebuah backdrop besar bertuliskan, Welcome Baby Adrian, berdiri di panggung utama, dikelilingi buket bunga dan hadiah-hadiah besar berbungkus rapi.Meja-meja bundar telah tertata dengan taplak putih dan centerpieces bunga mawar dan eucalyptus. Musik lembut mengalun dari grand piano di pojok ruangan.Marsha yang tengah hamil delapan bulan tampak memesona dalam gaun maternity biru langit, rambutnya disanggul anggun. Arnold tampil elegan dengan setelan jas abu muda, berdiri di samping sang istri menyambut tamu.“Zera!” seru Marsha, matanya berbinar saat melihat sahabatnya datang menggandeng Farez, suaminya.“Marsha! Aduh kamu cantik banget, makin glowing!” balas Zera sambil memeluk pelan sahabatnya.Farez menyalami Arnold, “Wah Bro, kelas banget tempatnya. Selamat ya, calon papa!”

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status