Share

Chapter 352

Penulis: MISTERIOUS
last update Tanggal publikasi: 2025-04-14 15:56:39

Langkah Xuan Li terhenti seketika saat sebuah jarum spiritual melesat ke arahnya. Dengan refleks tajam, ia menjepit jarum itu di antara dua jarinya. Sebelum sempat menoleh, sosok yang melempar jarum sudah berdiri di hadapannya.

"Bocah nakal! Sudah lama aku mencarimu," suara parau itu terdengar akrab.

Mata Xuan Li membelalak.

"Guru!" serunya, lalu segera menjatuhkan diri memberi hormat.

Tabib Hantu Wu mengangguk-angguk, matanya menelusuri tubuh muridnya dengan seksama. Ia tidak menyangka bahwa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru dan menarik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 618

    Xuan Li melangkah perlahan mendekati Liang Xue. Jarak di antara mereka semakin menipis, tetapi suasana justru terasa makin menekan. Wanita itu masih berdiri tegak, tubuhnya kaku seperti patung. Matanya terbuka, namun kosong, tanpa kehidupan. “Teknik Ilusi Jiwa, Penjara Alam Bawah Sadar...” gumam Xuan Li lirih, mengingat kembali apa yang telah ia lakukan. Lingkaran cahaya yang sebelumnya menjerat kesadaran Liang Xue masih berdenyut samar di sekeliling tubuhnya. Sulur kristal yang melilitnya juga tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Teknik berlapis yang ia gunakan bukan sekadar menahan tubuh, tetapi juga mengunci jiwa. Xuan Huayin yang berdiri beberapa langkah di belakangnya menatap dengan cemas. Luka-lukanya belum pulih, tetapi kekhawatiran di wajahnya jauh lebih terasa dibanding rasa sakit fisik. “Apakah... dia masih bisa sadar kembali?” tanyanya dengan suaranya serak. Tidak ada nada kekaisaran dalam pertanyaan itu. Yang tersisa hanyalah seorang pria yang dilanda keta

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 617

    "Xuan Li..." gumam Xuan Huayin, masih belum yakin."Aku adalah Wu Yu, Xuan Li sudah mati," jawab Xuan Li dengan nada dingin yang menusuk. "Dan kau tidak memiliki hak untuk memerintahku, Xuan Huayin."Panggilan tanpa gelar kehormatan tersebut membuat kaisar terkejut. Tidak ada yang berani memanggil namanya secara langsung, kecuali keluarga terdekat atau seseorang yang sudah tidak mengakui otoritasnya.Xuan Li berbalik menghadap ayahnya sepenuhnya. "Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Aku telah melindungi rakyatmu dari ancaman yang nyaris menghancurkan kerajaan. Namun bukannya bersyukur, kau malah menghalangi ketika aku hendak menghabisi musuh negara ini."Kata-kata tersebut menohok hati Xuan Huayin lebih dalam dari luka fisik apa pun. Dia melihat kebencian dan kekecewaan yang mendalam di mata putranya, perasaan yang selama ini dia khawatirkan akan muncul suatu hari.Kaisar yang pernah ditakuti oleh seluruh benua kini terduduk lemah di hadapan putranya sendiri. Air mata mulai menga

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 616

    Seruan putus asa Xuan Huayin terdengar samar di tengah gemuruh pertarungan, namun Xuan Li sama sekali tidak menghiraukan. Mata yang heterokromnya terfokus penuh pada Liang Xue yang kini mulai terengah-engah di hadapannya. Energi spiritual yang mengalir dalam tubuh gioknya seolah tidak mengenal batas, terus bergelombang seperti samudra yang tidak pernah surut."Masih belum cukup," gumam Xuan Li dengan suara dingin yang menggetarkan udara di sekelilingnya.Sayap hitam kristal di punggungnya mengembang lebar, memancarkan aura gelap yang menakutkan. Namun yang membuat Liang Xue waspada bukanlah kekuatan fisiknya, melainkan energi spiritual yang mulai mengalir ke arah yang berbeda. Energi tersebut tidak lagi berkonsentrasi untuk serangan langsung, tetapi menyebar dalam pola-pola rumit yang tidak dapat dipahami.Liang Xue merasakan sesuatu yang aneh mulai merasuki pikirannya. Dunia di sekitarnya tampak berubah secara perlahan, warna mulai memudar, suara menjadi teredam, dan realitas tampak

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 615

    Benturan kedua kekuatan menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan semua benda di radius lima puluh meter. "Teknik Cakar Iblis!" teriak Liang Xue sambil lancarkan serangan bertubi-tubi. Sepuluh cakar energi gelap berbentuk seperti hantu menyerang dari berbagai arah secara bersamaan. Setiap cakar tersebut mengandung energi alam bayangan yang cukup untuk melenyapkan sebuah gunung kecil. Xuan Li tidak tinggal diam. Tubuh gioknya bergerak dengan kelincahan yang mengejutkan, menghindari sebagian besar serangan sambil membalas dengan pukulan-pukulan yang diperkuat energi spiritual murni. "Tinju Cahaya Suci!" teriaknya sambil melancarkan pukulan yang dilapisi cahaya putih bersih. Pukulan tersebut berbenturan dengan salah satu cakar hantu, menciptakan ledakan energi yang membuat tanah di bawah mereka retak hingga kedalaman puluhan meter. Liang Xue mundur beberapa langkah, matanya menyipit melihat kekuatan yang ditunjukkan lawannya. "Menarik. Tapi itu tidak cukup untuk mengalahkanku."

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 614

    Energi gelap yang tersisa dari mayat-mayat yang berserakan mulai berkumpul seperti kabut pekat menuju tubuh Xuan Li. Aliran energi tersebut menciptakan pusaran angin hitam di sekelilingnya, menarik setiap jejak kekuatan alam bayangan yang masih tertinggal di medan perang.Xuan Li merasakan gelombang kekuatan yang luar biasa mengalir ke dalam pembuluh darahnya. Energi yang selama ini ia tekan dan sembunyikan kini bangkit dengan intensitas yang mengguncang fondasi kekuatannya. Kulitnya yang semula normal perlahan berubah menjadi putih seperti giok yang dipoles halus, memancarkan cahaya lembut namun menakutkan."Apa yang terjadi padaku?" gumamnya sambil menatap kedua tangannya yang kini bersinar.Mata heterokromnya - yang satu biru seperti langit siang, yang lain merah seperti darah - mulai memancarkan cahaya yang semakin terang. Perubahan yang terjadi pada tubuhnya bukan sekadar transformasi fisik biasa, melainkan evolusi menuju sesuatu yang jauh melampaui batas manusia normal.Tiba-tib

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 613

    Huayin segera mengarahkan tubuh dharmanya untuk bertahan. Kedua tangan raksasa dharma tersebut saling bertemu di depan dada, menciptakan perisai cahaya emas yang tebal.BOOOMMMM!Benturan antara kegelapan dan cahaya menciptakan ledakan yang dahsyat. Gelombang energi menyebar ke segala arah, menghancurkan bangunan-bangunan di sekitar. Bahkan gunung-gunung di kejauhan ikut bergetar karena guncangan tersebut.Ketika asap mulai reda, terlihat bahwa tubuh dharma Huayin telah retak di berbagai tempat. Cahaya emas yang sebelumnya menyilaukan kini mulai meredup."Masih belum cukup," gumam Tuan Ketidakadilan sambil mempersiapkan serangan kedua.Kali ini ia menggunakan kedua tangannya. Energi kegelapan yang jauh lebih pekat dan mengerikan mulai berkumpul. Udara di sekitarnya menjadi sangat dingin hingga embun beku mulai terbentuk di tanah."Jika kau ingin melindungi kekaisaranmu, tunjukkan kekuatan sesungguhnya!" tantang Tuan Ketidakadilan.Huayin menyadari bahwa ia sudah mencapai batas kemampu

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 357

    Kabut beracun perlahan memudar dari medan ledakan sebelumnya, namun pikiran Xuan Li tak sepenuhnya berada di sana. Dalam diam, ia berdiri di antara sisa-sisa spiritual yang nyaris tak tercium. Ia teringat Kota Awan Surga, tempat di mana puluhan pasien masih menunggu pertolongannya.Wajah-wajah mer

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 356

    Xuan Li pergi ke tepi sungai yang tercemar. Udara di sekelilingnya masih mengandung jejak racun, samar namun nyata. Ia membuka matanya perlahan, jari-jarinya menyentuh tanah yang telah ia beri segel pelacak.Butiran air sungai diambilnya ke dalam cawan giok kecil. Ia mengamati cairan itu, baunya lo

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 355

    Langit Kota Awan Surga belum sepenuhnya terang saat Xuan Li melangkah masuk ke balai pengobatan miliknya. Pintu kayu dibiarkan terbuka, dan aroma ramuan herbal yang tersimpan di dalam toples-toples kaca menyeruak keluar menyambutnya. Di depan ruangan utama, puluhan orang sudah duduk bersila, seba

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 354

    Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti Paviliun Gunung Sunyi saat Xuan Li berdiri di pelataran utama. Di hadapannya, para penghuni paviliun telah berkumpul. Wajah-wajah serius menatap ke arahnya, menunggu perintah."Mulai hari ini," suara Xuan Li tenang namun membawa tekanan, "Tabib Hantu Wu adala

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status