LOGINBab 297. Petaka emosi"Bajingan!" teriak Ce Fu saat melihat Ce Mong tersungkur oleh pukulan elemen cepat Shizi. Melihat anaknya ketakutan setengah mati oleh Shizi, Ce Fu segera melesat cepat ke arah Shizi dengan aura membunuh yang besar."Mati!" Teriak Ce Fu penuh amarah sambil melesatkan sebuah pukulan pada Shizi.Shizi yang melihat Ce Fu mendekat dengan mengerahkan pukulan terkuatnya, hanya menyeringai sesaat.Wush. Bugh.Boom.Mata Ce Fu membulat, ia terhenyak saat melihat buah dari hasil serangannya. Putra satu satunya, Ce Mong kini terhempas belasan meter dari posisinya dengan kondisi tergeletak di tanah dengan setengah tubuhnya hancur akibat serangan pukulannya sendiri.Hal itu terjadi lantaran Shizi pada saat Ce Fu akan menyerangnya, ia memposisikan dirinya sejajar dengan posisi dimana Ce Mong berada. Jarak yang dekat ditambah jalur serangan yang sempit membuat serangan Ce Fu mengenai Ce Mong. Sedangkan Shizi sendiri, dengan gerakan cepatnya dapat menghindar pada saat saat kr
Bab 296. AksiDalam waktu dua batang dupa, Shizi dengan cepat dan tepat menyembuhkan patriark Hao Rang dan enam orang lainnya. Teknik mandi obat yang ia gunakan ditambah dengan penggunaan pil anti kutukan buatannya dengan efektif mengeluarkan semua sisa sisa dari sang kutukan tersebut dari tubuh Hao Rang dan yang lainnya.Apa yang Shizi lakukan jelas membuat Yong Kai dan para koleganya hanya bisa menahan kesal yang mereka rasakan."Selesai! " Seru Shizi dengan santai.Kata kata yang keluar dari mulutnya langsung ditanggapi oleh patriark Hao Rang dan enam orang lainnya. Mereka segera beranjak dari bak mandi tempat mereka merendam diri mereka dalam air yang berisi bahan racikan ramuan Shizi tersebut.Aura ranah ketujuh orang tersebut menguar keluar. Semua orang bisa melihat aura yang dikeluarkan oleh patriark Hao Rang, Ceng Da dan yang lainnya tampak lebih tebal dan berbeda."Master Shizi, aku benar benar seperti menjadi manusia baru setelah mandi obat ini!" Ujar Hao Rang cepat dengan
Bab 295. Buru dan Culik."Master Shizi,semua yang Master minta sebelumnya telah kami siapkan!" Ujar Hao Rang dari luar ruangan pada Shizi yang kini sedang berada di salah satu ruangan khusus bersama tiga Grandmaster lainnya."Baik, terima kasih patriark, maaf merepotkan patriark,” jawab Shizi."Kami akan segera keluar sesaat lagi patriark," Ujar Shizi kembali." Baik,Master!" "Tidak…tidak sama sekali Master! Malah kami yang berterima kasih karena Masterlah kami semua masih hidup saat ini," Ujar Hao Rang sungguh sungguh.Setelah sang patriark klan Hao undur diri, Shizi kembali menatap ke arah tiga Grandmaster yang masih fokus pada peralatan yang ada di atas meja."Aku baru melihat hal seperti ini!" Ujar Pan Jun sambil menatap pada makhluk hitam yang seperti gurita tanpa kepala yang bergerak perlahan setelah ditetesi darah."Jadi kau menemukan ini dari orang yang kau obati dengan teknik anehmu itu?" Tanya Mei Chan. "Benar senior!" Jawab Shizi pasti."Jelas ini adalah turunan dari pen
Bab 294. Dua kali.Ce Fu, patriark klan Ce sekaligus ayah dari Ce Mong, wajahnya berubah menjadi merah padam. Bukan hanya malu luar biasa dengan omong kosong putranya, tapi apa yang dilakukan Shizi pada Ce Mong pun membuat amarahnya baik sampai ke ubun ubun.Ce Fu baru akan akan bicara, namun sebuah suara dari arah belakang membuat dirinya menahan diri untuk sementara."Pemimpin kota,rombongan alkemis dari perkumpulan alkemis wilayah timur telah tiba. Mohon petunjuk patriark!" seru salah satu penjaga gerbang kota sambil berlutut dan memberi hormat padanya."Dimana mereka sekarang?" tanya Ce Fu serius.Sang penjaga tampak ragu untuk berkata, "Mereka hamba bawa kesini pemimpin kota, karena mereka tak mau menunggu di depan, selain itu para alkemis tersebut sudah terlihat kesal karena tuan muda Mong tidak ada saat kedatangan mereka," jelas sang penjaga dengan canggung.Sontak hal itu langsung membuat Ce Fu berwajah kecut karena kelakuan buruk putranya semakin terbukti dihadapan semua ora
Bab 293. SentilDalam waktu empat batang dupa. Ketujuh orang yang tadinya tergeletak tak berdaya diatas tempat tidur kini bisa bangkit setelah Shizi mengangkat sang kutukan dengan teknik miliknya.Shizi sendiri kini duduk di atas lantai dengan keringat yang membasahi tubuhnya. "Huft, Ternyata batasku dalam menggunakan teknik bola penyembuh ini hanya mampu sejauh ini."“Tampaknya energi qi kegelapan dan energi qi putih di tubuhku ini belum bisa tersinkronisasi dengan sempurna sehingga ada batasan seperti ini,” batinnya." Saudara Shizi, apa kau baik baik saja? " Tanya Ceng Hei pada Shizi yang masih duduk di atas lantai ruangan dimana tubuhnya berkeringat cukup deras."Pertanyaan bodoh macam apa itu? Jelas pasti Master tidak baik baik saja sampai bisanya ia kelelahan dan duduk di lantai seperti itu! " Ujar Hao Tenghai kesal pada sahabatnya itu."Bantu aku mengangkat Master Shizi, agar ia bisa beristirahat dengan nyaman! " Seru Hao Tenghai kembali.Segera keduanya membopong Shizi dan
Bab 292. TurunanShizi beserta Hao Tenghai dan Ceng Hei kini berada di depan satu gerbang klan, tampak para penjaga yang berada di gerbang menggunakan kain putih untuk menutupi area mulut dan hidungnya dan terlihat waspada dengan pergerakan setiap orang yang melintas di depan klan mereka."Tuan muda," seru empat penjaga serentak dengan hormat saat melihat Hao Tenghai datang.Satu anggukan kepala dan satu tanda dari gerakan satu tangannya langsung ditanggapi oleh empat penjaga gerbang tersebut. Gegas mereka membuka gerbang masuk clan. " Mari saudara Shizi, " ujar Hao Tenghai mempersilakan sambil menunjukan jalan.Sang tuan muda klan Hao itu segera membawa Shizi menuju salah satu aula yang ada di paviliun utama klan Hao. Tampak di depan ruangan tersebut terdapat banyak orang yang sedang berdiri sambil berbincang serius.Kedatangan Hao Tenghai dan Ceng Hei langsung menarik pandangan dari semua orang ke arah sang tuan muda. Tentu saja yang menjadi pusat perhatian semua orang adalah Shizi







