LOGINSekelebat cahaya berwarna putih tiba-tiba muncul di hadapan Bimo dan berubah wujud menjadi Datuk Maringgi, kakek leluhurnya Bimo. Dua cahaya lain menyusul dan berubah menjadi sepasang khodam harimau putih dan khodam hitamnya Bimo.“Cucuku…bertahanlah. Kakek akan membantumu untuk menghidupkan kembali cakra jantungmu!” Datuk Maringgi Datuk Maringgi melakukan gerakan menyilangkan kedua tangannya di atas dada, lalu mendorong telapak tangannya ke depan mengarah ke tubuh Bimo yang terbaring tidak sadarkan diri. Hawa dingin mengalir dari tangannya dan perlahan menjalar menembus dada Bimo.Di sisi lain, sepasang khodam harimau itu mengaum keras secara bersamaan. Mereka melompat mengelilingi tubuh Bimo, membentuk benteng pelindung gaib yang memancarkan cahaya putih menyilaukan hingga membuat semua orang yang ada disana reflek menutup mata mereka.“Apa-apaan ini?!” pekik Nathan sambil memalingkan wajahnya.Sementara Mayang dan Baskoro hanya terpaku dengan wajah terkejut saat melihatnya.”Pusatk
Bimo dan Baskoro berjalan mengendap-endap saat menyusuri lorong sempit di bawah geladak kapal. Tercium bau minyak bahan bakar yang sangat menyengat disini dan terdengar suara deru mesin kapal yang bergetar.Baskoro memberi isyarat dengan menggunakan sebelah tangannya agar Bimo berhenti sejenak. Saat ini mereka berada tepat di depan sebuah pintu yang sedikit terbuka. Cahaya kuning menerobos dari balik celah pintu tersebut, disertai suara sayup-sayup percakapan dari dalam sana.Tangan Baskoro sigap memegang senjatanya dan mengamati sudut ruangan melalui celah pintu. “Di dalam ada tiga penjaga bersenjata. Kita harus bergerak cepat dan tenang sebelum mereka menyadari kehadiran kita.”Bimo mengangguk tanpa memberikan jawaban. Matanya berkilat amarah, tak sabar ingin menghabisi mereka satu per-satu.Tanpa membuang waktu, Baskoro mendobrak pintu tersebut dan masuk terlebih dahulu, disusul Bimo di belakangnya untuk melumpuhkan para penjaga dan mengamankan seluruh area bawah kapal.“SIAPA K
Rahang Bimo mengeras dengan tangan mengepal erat saat mencengkram ponselnya. Dia melihat Mayang tengah terbaring pingsan di atas busa kapuk yang dekil. Tak lama kemudian kiriman video muncul. Amarahnya terbakar sampai ke ubun-ubun saat melihat video Nathan sedang mengusap-usap bibir kewanitaan Mayang.“Bimo, lihat ini lubang calon istrimu. Sudah berlendir dan siap untuk digenjot ahahahaha! Kalau kamu tidak mau terjadi sesuatu pada dia. Segera temukan kami kalau kamu bisa,” tawa Nathan terbahak-bahak.Nathan memasukkan dua jarinya disana hingga membuat Mayang merintih di dalam tidurnya. “Sial, tempiknya ketat sekali sampai ingin mematahkan jariku. Apa benar usianya sudah menginjak 40 tahun dan memiliki 4 anak? Jadi penasaran ingin kumasukkan batangku ini Ahahhahahaha!” BRAK!! Bimo kembali menggebrak kemudinya sangat keras. Matanya memerah dan gigi gemeretak saat saat melihat Nathan melecehkan Mayang. “BRENGSEK!! AKU AKAN MEMOTONG TANGANMU!! AKU AKAN MEMBUNUHMU!! NATHAN!!Suara desa
Bimo dan yang lainnya masuk ke mobil karena misi pencarian mereka tidak membuahkan hasil apapun.Dia membanting pintu mobil dengan keras, meluapkan amarah dan kekecewaannya. “Bangsat!! Kita dipermainkan oleh para keparat itu!” seru Bimo seraya menggebrak kemudi berkali-kali. Baskoro menepuk pelan bahunya Bimo dengan tatapan prihatin. “Tenang, Bimo! Jangan biarkan emosimu menutup pikiran jernihmu! Prof. Malik itu sangat licik. Dia sengaja membuat kita berputar-putar di sini supaya kita terlambat menyadari jalur pelarian mereka yang sebenarnya!”Dari kursi belakang, Angel sedang mengetik dengan cepat seraya menatap layar laptopnya.“Aku sedang memintas database lalu lintas jalan dan pelabuhan kecil di sepanjang pesisir timur pantai Avanza hitam itu hanyalah umpan untuk membuang sinyal. Tapi kalau Mayang dibawa lewat jalur lain, mereka pasti butuh akses transportasi yang terlindung dari radar navigasi umum,” ujar Angel panjang lebar.Tanpa pikir panjang, Bimo langsung kembali melajuk
“A-apa?! Mayang menghilang?!” Bimo terperanjat saat mendengarnya bak petir di siang bolong. Padahal dia sudah menyiapkan keamanan dengan menyewa beberapa bodyguard khusus untuk menjaga keluarganya. Namun, semua usahanya itu sia-sia belaka.Rosa menghampiri Tiara lalu mengguncang kedua bahu adiknya itu.“Tidak mungkin! Kenapa Mama bisa menghilang Tiara?! Bukankah dia bersamamu?!” Bimo segera berlari meninggalkan gereja disusul oleh Baskoro dan Angel di belakangnya. Mereka masuk ke dalam sebuah mobil sambil mendeteksi jaringan ponselnya Mayang.“Jejak Mayang berhenti tepat di dekat hutan dan tidak bergerak sama sekali. Sepertinya pelaku yang menculik Mayang sengaja membuang ponselnya disana agar kita tidak bisa melacak keberadaannya,”ujar Baskoro Bimo menggebrak setir dengan sangat keras hingga klakson mobil berbunyi nyaring. “Bangsat!! Ini pasti ulah Prof. Malik dan Nathan!”Dia langsung menginjak pedal gas dalam-dalam hingga mobilnya melaju kencang ke jalan raya.Dari kursi belakang
Tangan Bimo bergetar saat melihat berita tersebut. Prof. Malik dan Nathan bisa kabur dari penjara Singapore yang memiliki tingkat keamanan yang berlapis. Kok bisa? Mayang yang sudah berganti pakaian berjalan mendekatinya. “Bimo? Ada apa? Kenapa wajahmu pucat?” Bimo dengan cepat menyimpan kembali ponselnya dan langsung mengalihkan pembicaraan. “Bukan apa-apa, kamu sudah cocok dengan gaun tadi?” “Udah Sayang. Tadi aku cuma minta bagian dadanya dijahit dikit biar melonku ini nggak kemana-mana. Ayo kita pulang, aku udah laper,” ajak Mayang.“Oke Sayang,” Bimo berdiri dari duduknya lalu keluar dari Butik itu bersama Mayang.Mayang merangkul lengannya dengan erat bagaikan sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.Setelah hampir seharian menemaninya Mayang, Bimo memberitahukan tentang kaburnya Prof.Malik dan Nathan pada Baskoro di rumahnya.“Bas, apa kamu sudah lihat berita kaburnya mereka dari penjara?” “Sudah, Bim. Aku baru saja dapat laporan langsung dari jaringan intelijen sejam







