Share

Bab 205

Author: Ayudia
Raisa refleks mundur selangkah.

Kevin mendekat dengan paksa, meraih pergelangan tangannya, dan menggeram padanya, "Raisa, apa kau pikir aku mainanmu? Waktu jatuh cinta padaku, kau harus menikah denganku. Pas sudah nggak cinta, kau langsung mengusirku. Siapa yang memberimu hak begitu?"

Pikiran Raisa berdengung. Terkejut, dia tidak menyadari apa yang dikatakan Kevin.

Kevin menggertakkan giginya, matanya melotot tajam seperti pedang es. "Raisa, aku tanya kau! Apa hakmu melakukan ini padaku? Kau pikir aku ini apa?"

Pikiran Raisa terasa kosong, dia dipenuhi oleh amarah. Tapi dia tetap tidak bereaksi. Sebaliknya, dia menatap mata Kevin, mencari jejak penyesalan atau kesedihan, tetapi tidak ada.

Tidak ada. Apa maksud dari ekspresi penuh tuduhan Kevin?

Raisa benar-benar tak mengerti Kevin. Dia bertanya, "Kevin, apa kau mencintaiku?"

Kevin menjawab tanpa ragu, "Nggak!"

Raisa tersenyum, lalu berkata, "Kalau nggak, terus kenapa kau ribut?"

Wajah Kevin memucat. Dia berkata lagi, "Raisa, kau jawab
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
MAH AMAL
ga sadar klu sebenarnya kevin mencintai raisa.. dan baru siuman stlh akte. cerai dita.ngannya..
goodnovel comment avatar
Suryat
aneh banget si kevin..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 551

    Pukulan itu cukup telak. Jika Suri menyatakan perasaan padanya, Richard pasti akan sangat bahagia sampai berlari telanjang di tempat.Butuh beberapa detik baginya untuk mencerna berita itu, dan tentu saja, semakin dia mencerna, semakin dia merasa malang.Keberuntungannya dengan wanita jelas jauh lebih baik, tetapi Bravi, si batu dingin dan keras itu, entah bagaimana malah berhasil melampauinya."Apa beneran nggak punya pengalaman sama sekali?"Dia tampak agak menggertakkan gigi.Pengalaman Bravi yang sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan, tetapi dia memang memilik pengalaman. Dia menjawab secara singkat, "Temani dia dengan cara yang dia mau.""Itu aku tahu, tapi Suri sama sekali nggak mau melihatku. Bahkan muncul di depannya saja sudah salah. Aku senang kalau bisa temani dia pakai cara yang dia sukai, tapi kau tahu apa yang dia suka? Dia suka kalau aku nggak muncul."Richard mengerutkan kening dan berkata, "Bukan gitu, aku cuma nggak mengerti. Apa aku sejelek itu?"Bravi menjawab,

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 550

    "Kalau cium aku lagi, aku nggak akan bisa menahan diri lagi," katanya."Kalau gitu, lakukan sesukamu."Bravi terdiam.Melihat sikapnya yang tidak gentar sama sekali, Bravi menahan diri, lalu bertanya, "Rey mau apa?"Raisa telah menebak dengan benar, Bravi memang cemburu.Alisnya berkerut dan sorot matanya penuh kekhawatiran.Hati Raisa langsung luluh. Dia tidak suka melihat Bravi cemburu."Pas aku bangun tadi pagi, Rey mengirim pesan bilang Kevin sakit, demam sepanjang malam. Dia mau aku menemuinya. Aku menelepon Rey dan menyuruhnya berhenti menggangguku. Itu saja. Dia tadi minta maaf soal itu."Bravi mengatupkan bibirnya. Kalau Kevin tidak disebut, dirinya tidak akan terlalu memikirkannya. Tapi begitu disebut, meskipun tahu tidak perlu peduli, tapi dia tetap tidak bisa mengabaikan keberadaan Kevin. Pria itu seperti duri di hatinya.Apa Raisa juga pernah bersikap seperti ini pada Kevin?Pandangan Bravi menjadi dalam saat dia mencium bibir Raisa dengan penuh gairah.Pernah atau tidak, R

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 549

    'Karena aku menyukaimu, itulah kenapa aku ingin bersamamu.'Raisa melihat ketulusan di sorot mata Bravi dan dan dia sama sekali tidak meragukannya.Bravi bukanlah tipe orang yang pandai bicara manis, kata-katanya penuh makna dan ketulusan, sepenuhnya dapat dipercaya.Raisa juga menyukai pria yang dapat diandalkan ini. Meskipun tampak dingin, Raisa tahu dia sangat lembut.Rasanya sangat menyenangkan dicintai seseorang. Raisa dengan senang hati melemparkan dirinya ke arah Bravi.Bravi dengan mudah menangkap pinggulnya, mengangkatnya di udara sambil berkata, "Apa yang kau lakukan?"Raisa menjawab, "Aku juga menyukaimu. Karena aku menyukaimu, aku mau memelukmu."Bravi mungkin akan mengira ini adalah mimpi, maka Raisa akan menunjukkan padanya bahwa ini bukan mimpi, dengan cara yang keduanya sukai.Seperti ciuman dan pelukan.Bravi membawa Raisa ke tempat tidur, menindihnya, dan menciumnya dengan penuh gairah. Sikap manis seorang wanita adalah obat paling ampuh baginya, bisa membuatnya kehil

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 548

    Bravi berkata, "Ada bukti yang lebih kuat lagi?"Raisa merasa jantungnya berdebar kencang di bawah tatapan tajam dan mendominasinya.Bentuk bibir Bravi sangat indah, Raisa lalu mendekatkan diri untuk menciumnya.Dia memeluknya begitu erat hingga satu tangan Bravi bisa melingkari pinggang Raisa sepenuhnya, hampir membuat Raisa kehabisan napas. Tangannya tanpa sadar mencengkeram rambut di belakang kepala Bravi.Saat ciuman berakhir, dia terengah-engah. Raisa melepaskan satu tangannya, ujung jarinya mengusap bibir Bravi yang basah sambil bergumam, "Apa kau merasakannya?"Sorot mata Bravi memancarkan hasrat yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Sisi berbeda ini membuat Raisa berdebar kencang. Mungkin Bravi juga seperti itu semalam, tetapi dia tidak menyadarinya. Jantung Raisa berdebar kencang. "Masih belum cukup," bisiknya dengan suara serak. "Terus gimana biar bisa dianggap cukup?" Suara Raisa masih sangat pelan, seperti sedang berbisik.Bravi mencium ujung jari Raisa yang berada d

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 547

    Angga menjawab, "Sudah diperiksa. Sepupu Kevin, Reza Yuliardi, dan adik sepupunya, Galih Yuliardi, keduanya lulus dari universitas ternama dan sangat berbakat. Tapi, mereka memang nggak bisa dibandingkan dengan Kevin. Setelah naik tahta, Kevin menyingkirkan lawan-lawannya dan menekan kedua orang ini dengan keras. Sekarang, mereka hampir putus hubungan dari Keluarga Yuliardi. Mereka sibuk berinvestasi di berbagai industri. Meskipun mereka bisa menghasilkan uang, modal mereka terlalu kecil untuk mencapai skala besar atau memberikan dampak signifikan. Secara keseluruhan, mereka nggak memiliki keunggulan kompetitif untuk menantang posisi Kevin."Bravi berkata dengan serius, "Kirim beberapa proyek buat mereka."Angga langsung mengerti, ini seperti menggunakan keduanya untuk menimbulkan masalah bagi Kevin. "Apa harus mendekati mereka secara langsung?"Bravi menjawab, "Nggak perlu. Pria ambisius seperti mereka, begitu diberi proyek dan sumber daya, nggak akan diam. Mereka dengan sendirinya ak

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 546

    Bravi telah melebih-lebihkan pengendalian dirinya. Semalam dia tidur dengan gelisah.Di satu sisi merasa seperti bermimpi, terlalu bersemangat sampai tidak bisa tidur. Di sisi lain, wanita tercintanya terbaring di pelukannya, tubuhnya sulit untuk tetap tenang. Itu sangat menyiksa, bahkan membuatnya bangun dan mandi air dingin.Untungnya, Raisa tidur nyenyak, tidak menyadari dirinya yang begitu mengenaskan dan memalukan.Oleh karena itu, Bravi bangun pagi-pagi dan pergi ke ruang kerjanya.Ruang kerja di dalam kamar presidensial itu cukup luas. Duduk di kursinya, menatap ke luar jendela tanpa ekspresi.Raisa mengira Kevin akan segera berhenti mengganggunya, tapi itu mustahil.Bravi mengusap bekas luka yang mengelilingi pergelangan tangan kirinya, pikirannya melayang kembali ke masa kecil.Saat berusia lima tahun, dia sangat kecil dan lemah. Berdiri di samping Kevin, tidak ada yang menyangka dirinya adalah kakak. Saat itu, Bravi tidak berdaya melawan Kevin. Pernah suatu kali, Kevin mengik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status