Share

Bab 341

Author: Ayudia
Suara Bravi bahkan memancarkan nada dingin dan berbahaya.

Namun Raisa tersadar. Entah sejak kapan, Bravi telah menjadi rasa aman baginya, dan suaranya pun memiliki efek yang sama.

Sebagian besar perkataan Raisa kepada Kevin memang tulus dari hati, namun sebagian lagi hanya sandiwara.

Kevin membuat keributan seperti ini, bukankah dia hanya berusaha membuat Raisa terus mencintainya tanpa syarat?

Raisa sudah tidak mencintainya lagi, dan begitulah adanya.

Lagipula, dia telah mengatakan hal yang sama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sun Fa
akhirnya raisa mulai membuka hati utk bravi ......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 857

    Hal ini benar-benar tidak bisa ditoleransi oleh Kevin. Amarah di dadanya hampir membakarnya hidup-hidup.Kevin nyaris tidak bisa menahan diri untuk menghancurkan ponselnya, tetapi begitu teringat bahwa dia masih harus mengirim video kepada Raisa, Kevin pun menahan dorongan itu.Bravi!Jangan sampai aku menemukanmu!Aku pasti akan membunuhmu!Kevin mengembalikan ponsel ke Aruna.Aruna mengirim video itu kepadanya.Kevin kemudian meneruskannya ke Raisa.Kurang dari satu menit, Kevin menelepon Raisa, dan berkata, "Video sudah kukirim, sudah lihat belum?"Raisa menjawab, "Sudah."Kevin memicingkan matanya, dan berkata, "Bayi kita sangat lucu, kan?"Raisa berkata, "Anakku tentu saja lucu."Kevin berkata, "Raisa, itu anak kita, dan mewarisi setengah gen dariku!"Raisa menangkap amarah dalam suara Kevin, lalu berkata, "Kau kenapa lagi? Mereka masih kecil-kecil, kau malah berebut perhatian di depan bayi itu denganku?"Kevin terpaksa menenangkan diri, lalu berkata, "Raisa, aku hanya merindukanm

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 856

    Aruna yang menanggung tekanan besar, bertanya, "Pak Kevin, bagaimana dengan video yang diminta Bu Raisa?"Begitu memikirkan Raisa, hati Kevin akan terasa tercekik. Jika … jika skenario terburuk terjadi, yaitu Raisa mengetahui segalanya dan pasti akan mencari Bravi, maka lebih baik kalau dia menahan wanita itu di sisinya.Biarkan Raisa selamanya tak bisa lepas dari genggamannya, dan Bravi tidak akan pernah bisa mencapai apa yang diinginkannya ....Kenapa dia sampai terdesak ke titik ini?Kevin sebenarnya sudah mulai berubah ke arah yang lebih baik, dia tidak ingin bertindak seekstrem itu.Tetapi, justru Bravi yang mendorongnya ke tepi jurang. Kevin benar-benar tak tahu lagi apa yang bisa dilakukannya.Aruna semalaman tidak tidur, dan sampai sekarang sarafnya masih tegang. Dia terpaksa mengingatkan lagi, "Pak … Pak Kevin, bagaimana dengan video yang diminta Bu Raisa?"Kevin saat ini agak sulit berkonsentrasi. Dia memijat keningnya kuat-kuat, berusaha menenangkan dirinya sedikit.Masalah

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 855

    Suara Kevin terdengar sedikit serak, seperti tidak nyaman karena begadang dan sakit tenggorokan.Dia menambahkan, "Tunggu sebentar, aku agak lelah sekarang."Raisa berkata, "Di mana pengasuh mereka? Biar mereka saja yang mengirimkan." Percakapan yang seharusnya normal entah bagaimana justru membuat Kevin marah. "Apa aku nggak boleh merekamnya sendiri? Aku ingin menjadi ayah yang baik, merawat mereka dengan baik, merekam mereka, memangnya nggak boleh? Kenapa kau cerewet sekali?"Raisa menjawab, "Kevin, apa kau gila? Memangnya aku sudah salah apa padamu?"Kevin menghela napas dalam. "Pokoknya, tunggu saja aku kirimkan padamu, jangan minta ke orang lain."Setelah menutup telepon, Kevin menatap orang yang berlutut di depannya untuk melapor dengan ekspresi dingin.Panggilan Raisa mengganggu laporan anak buahnya, tetapi Kevin sudah mendengar semuanya dengan jelas.Dia hanya merasa sulit percaya.Setelah anak buahnya selesai berbicara, Kevin terdiam selama beberapa detik, lalu ekspresi wajah

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 854

    "Kenapa kau berterima kasih padaku?" tanya Rey bingung, alisnya sedikit mengerut.Sebenarnya, kegilaan Bravi bahkan lebih menakutkan dan mengintimidasi. Lagipula, seseorang yang berani menyakiti dirinya sendiri tidak akan peduli pada orang lain.Bravi berterima kasih padanya karena kata-kata Rey telah menyadarkannya.Mungkin orang-orang di sekitar Bravi selalu mengikuti perintahnya dan tidak pernah berani berspekulasi tentang isi pikirannya. Bahkan jika mereka menebak pun, belum tentu akurat.Rey sebagai pihak ketiga dapat melihat semuanya dengan jelas, jadi hanya dengan beberapa kalimat santai, Bravi sudah bisa memahami alasan perpisahannya dengan Raisa.Dia memang sudah seharusnya berterima kasih kepada Rey.Dan, untuk alasan spesifiknya, Bravi tidak bermaksud menjelaskan pada Rey."Dalam sepuluh menit, Richard akan menghubungimu, dan memberitahumu bahwa ada seorang sesepuh di keluargamu yang mengalami kecelakaan, dan kau harus segera pulang." Dia mengucapkan kata-kata itu dengan na

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 853

    Rey adalah orang yang sangat berwawasan, dia bisa melihat segala sesuatu dengan jelas.Bahkan dengan kepribadian Kevin yang buruk sehingga kebanyakan orang tidak akan bisa bergaul dengannya, tetapi Rey justru bisa, karena dia tahu bagaimana mempertahankan posisi dan batasannya sendiri.Namun yang paling utama adalah karena Rey cerdas sejak usia dini, terampil dalam hubungan interpersonal, dan memiliki kecerdasan emosional yang sangat tinggi. Jika mau, dia bisa saja membina hubungan dekat dengan sangat baik.Lagipula, dia suka menjadi orang yang memberi dan mahir menciptakan suasana santai dan hangat, dia mampu merasakan dan menyebarkan kebahagiaan.Sebaliknya, Bravi dan Kevin masing-masing memiliki masa kecil yang tragis dan mengerikan, sehingga membuat kepribadian mereka cacat dalam hal berinteraksi dengan orang lain.Oleh karena itu, Rey bisa memahami semuanya dengan sempurna.Wajah Bravi langsung pucat pasi.Setiap kata yang diucapkan Rey menusuk tepat ke hatinya, dan membuatnya sem

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 852

    Pada akhirnya, semua itu hanyalah bentuk rasa kasihan pada dirinya sendiri.Sungguh menggelikan.Bravi merasa pusing dan pandangannya terasa kabur, gelombang rasa sakit dan amarah yang luar biasa melandanya. Jika saja dia secara aktif mengungkapkan cintanya saat masih bersama Raisa, bukankah Raisa akan memiliki kepercayaan diri untuk bersamanya, bahkan menikah dengannya?Sebaliknya, ketika anak-anak itu muncul, Raisa langsung mundur karena rasa takut.Bravi terus berpikir di mana letak kesalahannya, dan sekarang dia akhirnya mengerti.Tetapi, semua ini baru dia sadari setelah putus.Perpisahan mereka adalah akibat yang harus dia tanggung.Sama seperti Kevin yang baru menyadari bahwa dia menyukai Raisa setelah bercerai.Bravi mengira dia dan Kevin sangat berbeda, tetapi ternyata mereka sama-sama bodoh!Bravi menggertakkan gigi, sama sekali tidak tahan dengan kebodohannya sendiri. Bagaimana mungkin dia baru menyadari semua ini setelah beberapa bulan putus?Memang benar, Bravi tidak perna

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 684

    Ketika dihadapkan pada sesuatu yang tidak dapat diterima, dari menyadari keberadaannya hingga benar-benar menerimanya, dibutuhkan sebuah proses.Jika seseorang mahir dalam menipu diri sendiri, proses ini dapat berlangsung lama.Sejak awal, setelah mengetahui Raisa dekat dengan Bravi, Kevin hanya men

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 678

    Winny benar-benar berpikiran terbuka. "Lagipula, aku bukan pacar resminya. Bagi Bobby, aku ini cuma mainan untuk mengisi waktu. Pria itu nggak pernah mencintaiku. Aku cuma patuh menjalani tugas, anggap saja sedang kerja, jadi putus pun nggak masalah. Setelah kami berpisah nanti, dia cuma jadi satu h

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 636

    Raisa mengajak Dina ke ruangannya dengan isyarat mata.Begitu Raisa berbalik, ekspresi Dina langsung berubah.Berlagak sekali dia!Sialan!…Di ruangan Raisa.Raisa duduk di sofa, memberi isyarat agar Dina duduk di seberangnya.Dina jelas merasa tidak nyaman dengan sikap Raisa yang mendominasi.Baga

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 635

    Riani meliriknya. "Apa sudah ada janji?" Dina langsung berbohong, "Aku adiknya Raisa, apa perlu janji?" Riani berkata, "Bu Raisa sedang rapat, Anda harus menunggu. Tapi saya nggak bisa memastikan identitas Anda, jadi tolong beri tahu saya nama Anda agar saya bisa melapor kepada Bu Raisa." Dina be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status