Share

Bab 678

Author: Ayudia
Winny benar-benar berpikiran terbuka. "Lagipula, aku bukan pacar resminya. Bagi Bobby, aku ini cuma mainan untuk mengisi waktu. Pria itu nggak pernah mencintaiku. Aku cuma patuh menjalani tugas, anggap saja sedang kerja, jadi putus pun nggak masalah. Setelah kami berpisah nanti, dia cuma jadi satu halaman yang sudah kulalui, sementara aku masih punya seluruh hutan. Raisa, aku baik-baik saja, kau harus ikut senang untukku."

Raisa bisa melihat Winny masih menyimpan sedikit keraguan, tapi penerimaa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 679

    Bravi menyukai kesepahaman diam-diam yang terjalin di antara mereka.Di depan umum, dia berbagi rahasia yang hanya milik mereka berdua.Bravi memang tidak punya kebiasaan merayakan ulang tahun, semua tamu adalah teman dekatnya. Pria itu sudah mengatakan sebelumnya bahwa tidak perlu membawa hadiah, namun tetap menerima gelang yang unik dan indah yang dia sukai.Raisa duduk bersebelahan dengan Bravi. Di sampingnya ada Suri, dan di sebelah Suri ada Richard.Di seberang Raisa dan Bravi duduk Bu Arini dan Angga. Di samping Angga ada Surya. Karena sebelumnya Surya memberikan informasi salah kepada Bobby yang hampir merusak persahabatannya dengan Bravi, maka Bobby kini duduk di sampingnya, berniat membuatnya mabuk malam ini untuk memberinya pelajaran.Winny pun secara alami duduk di sisi lain Bobby. Jadi, dalam pertemuan pribadi yang hangat ini, hanya Surya yang dikelilingi pria. Semua orang tampaknya berpasangan?Meskipun Bu Arini dan Angga hanyalah rekan kerja, tapi satu wanita tangguh

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 678

    Winny benar-benar berpikiran terbuka. "Lagipula, aku bukan pacar resminya. Bagi Bobby, aku ini cuma mainan untuk mengisi waktu. Pria itu nggak pernah mencintaiku. Aku cuma patuh menjalani tugas, anggap saja sedang kerja, jadi putus pun nggak masalah. Setelah kami berpisah nanti, dia cuma jadi satu halaman yang sudah kulalui, sementara aku masih punya seluruh hutan. Raisa, aku baik-baik saja, kau harus ikut senang untukku."Raisa bisa melihat Winny masih menyimpan sedikit keraguan, tapi penerimaannya tulus.Dia tidak akan mengomentari Bobby, kebahagiaan sahabatnya adalah yang terpenting.Selama Winny tidak terluka, itu sudah cukup baik."Aku mendoakan yang terbaik untukmu, Winny."Winny tersenyum dan mencium pipi Raisa.Detik berikutnya, sebuah tangan panjang dan ramping terulur, meraih pergelangan tangan Winny, dan menariknya bangun dari sofa.Bobby melingkarkan lengannya yang besar di pinggang Winny, mencengkeram erat dan mengingatkannya, "Jangan sembarangan mencium Raisa. Bravi itu c

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 677

    Winny memperhatikan kebingungan di sorot mata Raisa, lalu menjelaskan, "Dia kaya raya, berkuasa, dan sangat tampan. Bersamanya aku bisa dapat banyak hal, seperti uang, koneksi, sumber daya, memperluas wawasanku, menambah pengalaman, dan akses sumber daya dunia mode. Pendapatanku sebagai model sekarang, dalam setahun sudah sangat banyak, cukup untuk hidup nyaman seumur hidup. Karena itu, jadi bonekanya juga nggak terlalu buruk, makanya aku harus terus menyenangkannya." Raisa sedikit mengangkat alis.Di matanya, Winny adalah wanita cantik yang memukau. Kecantikan adalah sumber daya langka sekaligus mata uang yang berharga, itulah salah satu keunggulan Winny. Selain itu, kepribadiannya begitu baik, lembut, penuh kasih sayang, dan pandai memberikan nilai emosional. Hanya dengan mendengarkan suaranya saja, Raisa sudah merasa hangat di dalam hati. Dia sendiri tidak pernah bisa melakukannya. Jadi, Winny baginya sungguh luar biasa.Padahal jelas Bobby yang mengidamkan kecantikan dan sifat l

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 676

    Karena rekam jejaknya di masa lalu, Bobby kini menjadi sangat berhati-hati saat berhadapan dengan Raisa. Setelah memastikan ucapannya tidak menyinggung, dia membiarkan Winny berinteraksi dengan Raisa sementara dirinya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bravi dan berbincang tentang tentang hal-hal terkini."Kau masih saja sangat suka laut." Dulu, saat Bobby dan Bravi berpesta di pantai luar negeri, seberapa pun terbukanya para wanita cantik berlalu-lalang di depannya, Bravi sama sekali tidak melirik.Dia justru diam-diam menikmati luasnya laut yang tampak hambar dan membosankan itu.Lagipula, pemandangan seindah apa pun akan membosankan jika dilihat terlalu lama, bukan? Bravi menatapnya, lalu mengalihkan pandangannya ke laut biru sebelum akhirnya menarik kembali pandangannya dan berkata, "Aku memang punya ikatan khusus dengan laut, dan semakin lama semakin menyukainya."Sama seperti saat Raisa menyatakan perasaannya secara langsung, itu juga terjadi di sebuah kota pesisir.Kecinta

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 675

    Mendengar itu, Raisa tanpa sadar melirik ke arah depan.Jari-jari Bravi yang panjang dan ramping menggenggam pegangan koper, bibirnya bergerak santai mengikuti obrolan dengan Richard ... dan gambaran-gambaran itu secara tak terhindarkan mulai berputar di benaknya."Ada cerita apa nih, Raisa?" seru Suri dengan antusias. "Jadi, kapan kalian berdua …?""… Tadi pagi.""Tadi pagi?" Suri berpikir sejenak sebelum kembali berbisik di telinganya, "Apa Bravi yang nggak sanggup, atau kau yang terlalu bersemangat? Kau terlihat segar, sama sekali nggak seperti orang yang kelelahan."Telinga Raisa memerah. "Bukan gitu.""Terus apa?"Raisa mengenakan gaun putih, leher dan lengannya terbuka leluasa tanpa bekas apa pun. "Lihat kulitmu yang terbuka, nggak ada bekas apa-apa. Kalian pasti belum ngapa-ngapain."Kalau Suri tidak menyebutkannya, Raisa sama sekali tidak menyadari detail-detail itu. Tak heran Bravi mencium lehernya dengan lembut, sementara bagian yang tertutup pakaiannya mendapat perlakuan b

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 674

    Itu adalah kali pertamanya Raisa melihat sahabatnya dan Richard bersama sejak mengetahui kisah mereka.Richard yang selalu ramah dan setia kawan, dengan sigap menawarkan bantuan untuk membawakan koper kedua wanita cantik dalam rombongan itu. Setelah beberapa saat, dia mulai berteriak, "Surya, Angga, kalian berdua nggak punya hati ya? Nggak bisa bantu sedikit, hah? Semua wanita cantik ini melihat, apa kalian nggak tahu gimana caranya bersikap jadi laki-laki?"Setelah itu, Richard menendang Angga dan Surya, lalu pura-pura tidak sengaja mendorong koper Bu Arini ke arah mereka.Surya yang pernah diintimidasi oleh Richard, hanya tersenyum dingin dan sama sekali tidak menggubrisnya. Angga yang sama-sama berusia tiga puluhan seperti Richard, namun memiliki sikap yang jauh lebih dewasa dan tenang, dengan gagah mengambil koper Bu Arini dari Richard dan menyeretnya ke depan.Bu Arini adalah sekretaris utama Bravi, dikenal sangat tegas dan efisien. Perdebatan ini membuatnya terdiam, lalu berkata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status