Share

Bab 433

Penulis: Ayudia
"Oke," jawab Bravi.

Raisa tahu Bravi akan setuju, tetapi tanpa menunggu perintahnya, dia terdiam sejenak sebelum bertanya, "Kalau gitu, aku tutup ya?"

Dia tiba-tiba menyela, "Kenapa Kevin mencarimu?"

Raisa terdiam. Sebelumnya, dia menganggap kewaspadaan Bravi terhadap Kevin sebagai dendam pribadi di antara mereka. Kini, dia harus mempertimbangkan kembali motif sebenarnya.

Mungkin Bravi cemburu…

Dulu dia tidak terlalu memikirkan hal itu, mereka punya batasan hubungan yang jelas, kalau Raisa bisa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 873

    Rey merebut ponsel Richard, dan saat berbicara dengannya, keduanya sudah saling bertukar kode rahasia.Mungkin Rey tahu Raisa akan segera menemukan Bravi, dan Raisa juga tahu kecerdasan emosional Rey yang tinggi, bahkan jika dia mengucapkan kalimat aneh, Rey akan segera menyadarinya, dan memang begitu adanya, mereka sangat kompak.Raisa langsung melacak lokasi Richard melalui panggilan telepon itu, lokasinya ada di Jerona. Raisa pun berpikir untuk terbang ke sana menemui Rey, sekaligus menghubungi Bravi untuk menanyakan dengan jelas soal pengawasan itu.Namun, saat hendak berangkat, Raisa menyadari ada sekelompok orang lain yang juga mengawasinya.Karena insiden Bravi, Raisa meningkatkan kewaspadaannya dan segera mencurigai sesuatu. Awalnya mengira itu masih Bravi, tapi ternyata Kevin.Raisa benar-benar tidak mengerti Kevin.Mereka berdua sedang bersama-sama mengasuh anak, kenapa masih mengirim orang untuk mengawasinya? Apa sebenarnya yang ingin dilakukan Kevin? Apa dua anak itu masih

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 872

    Raisa tahu dari Rey bahwa dirinya diawasi, dan pada hari itu juga dia mulai menyelidiki informasinya.Raisa memiliki keahlian teknis yang mumpuni dan merupakan peretas kelas atas. Untuk memperoleh informasi, selama peralatannya memiliki daya komputasi yang memadai, dia bisa menemukan petunjuk dari lautan informasi dengan sangat cepat. Sekalipun pihak lawan menyembunyikannya dengan sangat baik, Raisa tetap dapat menghubungkannya dengan rekaman pengawasan lain untuk menganalisisnya.Dari rentang geraknya sejak tiba di Kota Suaga untuk urusan dinas, Raisa menemukan banyak rekaman pengawasan yang tumpang tindih, lalu menulis program kompleks agar sistem menganalisisnya secara otomatis, dan tak lama kemudian Raisa menemukan beberapa petunjuk.Dengan melacak lebih jauh ke belakang, Raisa berhasil mengidentifikasi orang tersebut.Itu adalah Bravi.Selama beberapa bulan setelah Raisa memutuskan hubungan dengannya, Bravi terus memantau setiap gerakannya.Tak heran jika saat Raisa berjalan sendi

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 871

    Wajah Bravi tampak beku dan sangat dingin, lalu berkata, "Kau bisa tanya sendiri pada Pak Adit, apa kau bisa merebut anak-anak dari tanganku."Beban dan tekanan dari kalimat itu begitu nyata, hingga Adit merasa Bravi ini benar-benar gila, dan itu adalah jenis kegilaan yang membuat orang tidak berdaya.Karena dia kebal terhadap apa pun, sekeras dan sehina apa pun kata-kata yang dilontarkan padanya tidak membuatnya bergeming. Tidak ada rasa puas sama sekali, yang ada hanya keputusasaan dan rasa frustasi yang mendalam. Inilah yang benar-benar disebut tidak berdaya.Orang tanpa kelemahan itu sangat menakutkan. Adit benar-benar merasa urusan ini sudah tidak ada harapan.Setelah memikirkannya, Adit menoleh ke Kevin, tak tahu apakah Kevin masih akan tetap bersikeras?Sebenarnya sudah tidak bisa memaksakan lagi, kan? Wajah Kevin yang pucat pasi menunjukkan bahwa dia juga menyadari hal itu, memang sudah tidak ada jalan lagi.Namun tiba-tiba, Kevin mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan sebuah

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 870

    Begitu pintu mobil terbuka, Kevin langsung turun.Adit segera menyusul keluar, diikuti oleh beberapa rombongan mobil di belakangnya. Para pengawal yang mengenakan setelan jas pun turun satu per satu, membuat suasana di sekitar menjadi dingin dan mencekam.Kevin melihat Bravi yang duduk di kursi belakang melalui kaca depan. Pertemuan terakhir mereka adalah saat Bravi mencium Raisa secara paksa.Kevin sama sekali tidak bisa menahannya, saat itu wajahnya memerah karena amarah. Dan sekarang, Bravi telah merebut anak-anaknya. Seharusnya Kevin merasa lebih marah, tapi kali ini, dia justru ingin melihat ekspresi asing di wajah Bravi.Setelah mengenal Bravi selama bertahun-tahun, baru setelah Bravi merebut anak-anaknya dan berencana membesarkannya hingga dewasa, Kevin seolah baru pertama kali melihat Bravi yang sesungguhnya, dan seolah tidak pernah benar-benar mengenalnya di masa lalu.Perasaan ini sungguh mengerikan. Jika tidak memahami musuh, itu berarti dirinya berada dalam bahaya. Kevin sa

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 869

    Kevin menjawab, "Langsung rebut saja, sesederhana itu. Nggak ada lika-liku yang rumit antara aku dan Bravi."Adit berkata, "Bravi itu sudah nggak peduli dengan harga dirinya. Dia memaksa mau membesarkan anak-anakmu, mana mungkin kau bisa merebutnya semudah itu?"Kevin menyadari bahwa dia tidak takut pada sikap dingin Bravi atau kesulitannya yang tak diketahui orang, tapi takut kalau Bravi tidak tahu malu. Sebab, begitu Bravi mulai tidak tahu malu, Kevin justru tak berdaya.Namun, jika dipikirkan sebaliknya, Kevin juga sama tidak tahu malunya. Seandainya anak-anak tidak menjadi alatnya, sebenarnya Bravi pun sudah tak berdaya terhadapnya.Itulah sebabnya, dia sendiri yang sudah memaksa Bravi sampai pada langkah mencuri anak-anak.Hubungan antara Kevin dan Bravi benar-benar tak masuk akal.Tapi sampai pada titik ini, Kevin tidak menyangka karena terlalu banyak berada dalam posisi pasif, hal itu membuatnya benar-benar sangat marah!Begitu Kevin menemukan bukti bahwa Bravi yang melakukannya

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 868

    Suara Rey terdengar, dan rasa gelisah aneh di hati Raisa pun mereda, membuatnya merasa jauh lebih tenang. Dengan suara yang dalam, dia berkata, "Aku juga sangat merindukanmu."Suara Rey bertanya dengan lembut, "Akhir-akhir ini kau lagi nggak senang ya?"Raisa tiba-tiba tertawa sinis, menatap layar komputer dengan tatapan dingin dan muram, lalu berkata, "Iya, aku lagi nggak senang.”Rey tersenyum lebih lembut lagi, suaranya pun semakin merdu dan menenangkan. "Tunggu aku. Aku segera datang menemanimu, dan pasti akan membuatmu bahagia lagi."Yang diinginkan Raisa memang sesederhana itu, seorang pria yang tidak memberinya tekanan apa pun. Tentu saja, dirinya dan Rey punya kecocokan yang entah dari mana asalnya. Dia menekankan, "Cepat, ya."Rey menyunggingkan sudut bibirnya dan berkata, "Tenang saja, demi membuatmu cepat bahagia, aku akan cari cara."Raisa berkata lagi, "Kalau kau butuh bantuan di sana, bilang saja padaku."Rey mengedipkan mata, lalu berkata, "Nggak masalah, kan aku sudah b

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 612

    Mobil itu melaju dengan kencang, asap knalpotnya menyembur tepat di depan wajah Dina.Sialan, dia benar-benar pergi begitu saja?Dan, masih dengan sikap yang sama!Pria itu bahkan menyuruhnya menjauh?Siapa pun yang berani bersikap seperti itu padanya, biasanya sudah langsung mati!Kemarahan Dina su

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 597

    Hanya saat bersama Bravi, Raisa menyadari bahwa dia belum pernah benar-benar jatuh cinta sebelumnya.Dalam hubungan asmara, sangat wajar untuk mengekspresikan kasih sayang dan keluhan, daripada menahan diri karena takut pihak lain tidak merespons.Karena Bravi akan selalu meresponsnya.Dalam waktu s

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 598

    Bi Lia masih sering tanpa sadar menganggap Raisa sebagai nyonya rumah, dan setiap kali dia menyebut tentang Raisa, Kevin juga tidak pernah membetulkannya.Tapi, Bi Lia berusaha untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata-katanya.Anehnya, setelah bercerai, nafsu makan Kevin tidak lagi begitu aneh. D

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 618

    Siapa pun yang mendengar kata-kata manis seperti itu dari wanita yang mereka cintai, hatinya pasti akan luluh.Bravi jarang merasakan kebahagiaan dari kecil sampai dewasa. Saat kecil, dia menghabiskan waktu singkat bersama kakek di kampung halaman. Setelah berusia tujuh tahun dan kembali ke Keluarga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status