Share

Bab 433

Penulis: Ayudia
"Oke," jawab Bravi.

Raisa tahu Bravi akan setuju, tetapi tanpa menunggu perintahnya, dia terdiam sejenak sebelum bertanya, "Kalau gitu, aku tutup ya?"

Dia tiba-tiba menyela, "Kenapa Kevin mencarimu?"

Raisa terdiam. Sebelumnya, dia menganggap kewaspadaan Bravi terhadap Kevin sebagai dendam pribadi di antara mereka. Kini, dia harus mempertimbangkan kembali motif sebenarnya.

Mungkin Bravi cemburu…

Dulu dia tidak terlalu memikirkan hal itu, mereka punya batasan hubungan yang jelas, kalau Raisa bisa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 871

    Wajah Bravi tampak beku dan sangat dingin, lalu berkata, "Kau bisa tanya sendiri pada Pak Adit, apa kau bisa merebut anak-anak dari tanganku."Beban dan tekanan dari kalimat itu begitu nyata, hingga Adit merasa Bravi ini benar-benar gila, dan itu adalah jenis kegilaan yang membuat orang tidak berdaya.Karena dia kebal terhadap apa pun, sekeras dan sehina apa pun kata-kata yang dilontarkan padanya tidak membuatnya bergeming. Tidak ada rasa puas sama sekali, yang ada hanya keputusasaan dan rasa frustasi yang mendalam. Inilah yang benar-benar disebut tidak berdaya.Orang tanpa kelemahan itu sangat menakutkan. Adit benar-benar merasa urusan ini sudah tidak ada harapan.Setelah memikirkannya, Adit menoleh ke Kevin, tak tahu apakah Kevin masih akan tetap bersikeras?Sebenarnya sudah tidak bisa memaksakan lagi, kan? Wajah Kevin yang pucat pasi menunjukkan bahwa dia juga menyadari hal itu, memang sudah tidak ada jalan lagi.Namun tiba-tiba, Kevin mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan sebuah

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 870

    Begitu pintu mobil terbuka, Kevin langsung turun.Adit segera menyusul keluar, diikuti oleh beberapa rombongan mobil di belakangnya. Para pengawal yang mengenakan setelan jas pun turun satu per satu, membuat suasana di sekitar menjadi dingin dan mencekam.Kevin melihat Bravi yang duduk di kursi belakang melalui kaca depan. Pertemuan terakhir mereka adalah saat Bravi mencium Raisa secara paksa.Kevin sama sekali tidak bisa menahannya, saat itu wajahnya memerah karena amarah. Dan sekarang, Bravi telah merebut anak-anaknya. Seharusnya Kevin merasa lebih marah, tapi kali ini, dia justru ingin melihat ekspresi asing di wajah Bravi.Setelah mengenal Bravi selama bertahun-tahun, baru setelah Bravi merebut anak-anaknya dan berencana membesarkannya hingga dewasa, Kevin seolah baru pertama kali melihat Bravi yang sesungguhnya, dan seolah tidak pernah benar-benar mengenalnya di masa lalu.Perasaan ini sungguh mengerikan. Jika tidak memahami musuh, itu berarti dirinya berada dalam bahaya. Kevin sa

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 869

    Kevin menjawab, "Langsung rebut saja, sesederhana itu. Nggak ada lika-liku yang rumit antara aku dan Bravi."Adit berkata, "Bravi itu sudah nggak peduli dengan harga dirinya. Dia memaksa mau membesarkan anak-anakmu, mana mungkin kau bisa merebutnya semudah itu?"Kevin menyadari bahwa dia tidak takut pada sikap dingin Bravi atau kesulitannya yang tak diketahui orang, tapi takut kalau Bravi tidak tahu malu. Sebab, begitu Bravi mulai tidak tahu malu, Kevin justru tak berdaya.Namun, jika dipikirkan sebaliknya, Kevin juga sama tidak tahu malunya. Seandainya anak-anak tidak menjadi alatnya, sebenarnya Bravi pun sudah tak berdaya terhadapnya.Itulah sebabnya, dia sendiri yang sudah memaksa Bravi sampai pada langkah mencuri anak-anak.Hubungan antara Kevin dan Bravi benar-benar tak masuk akal.Tapi sampai pada titik ini, Kevin tidak menyangka karena terlalu banyak berada dalam posisi pasif, hal itu membuatnya benar-benar sangat marah!Begitu Kevin menemukan bukti bahwa Bravi yang melakukannya

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 868

    Suara Rey terdengar, dan rasa gelisah aneh di hati Raisa pun mereda, membuatnya merasa jauh lebih tenang. Dengan suara yang dalam, dia berkata, "Aku juga sangat merindukanmu."Suara Rey bertanya dengan lembut, "Akhir-akhir ini kau lagi nggak senang ya?"Raisa tiba-tiba tertawa sinis, menatap layar komputer dengan tatapan dingin dan muram, lalu berkata, "Iya, aku lagi nggak senang.”Rey tersenyum lebih lembut lagi, suaranya pun semakin merdu dan menenangkan. "Tunggu aku. Aku segera datang menemanimu, dan pasti akan membuatmu bahagia lagi."Yang diinginkan Raisa memang sesederhana itu, seorang pria yang tidak memberinya tekanan apa pun. Tentu saja, dirinya dan Rey punya kecocokan yang entah dari mana asalnya. Dia menekankan, "Cepat, ya."Rey menyunggingkan sudut bibirnya dan berkata, "Tenang saja, demi membuatmu cepat bahagia, aku akan cari cara."Raisa berkata lagi, "Kalau kau butuh bantuan di sana, bilang saja padaku."Rey mengedipkan mata, lalu berkata, "Nggak masalah, kan aku sudah b

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 867

    Bukan lagi membiarkan Raisa menebak-nebak dan merasakannya sendiri.Ini semua adalah pelajaran yang dipetik Bravi setelah mereka putus, dia harus berubah.Setelah bermain-main sebentar, Bravi merekam video bayi-bayi itu dengan ponselnya.…Kota Suaga, hari keempat Raisa dalam perjalanan dinas.Malam harinya, Raisa menerima telepon dari Richard yang langsung menyapanya dengan aksen Jerona yang kental, "Raisa, kau membuatku sangat kaget. Kau ternyata bersama Rey? Sejak kapan? Kenapa seleramu jadi seburuk ini? Kau pernah pacaran sama Bravi yang tampan, gagah, dengan latar belakang kelas atas, bagaimana bisa kau tertarik pada Rey?"Suara Richard penuh dengan keterkejutan dan keinginan untuk menasihatinya agar segera sadar, "Rey itu kan kupu-kupu, di mana-mana suka menggoda wanita, punya banyak pacar di luar sana, dan banyak temannya yang gay. Aku bahkan merasa dia menyukai pria dan wanita. Tanteku selalu khawatir Rey punya delapan atau sepuluh anak haram di luar sana, kau kok bisa jatuh ci

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 866

    Perumahan Bukit Linvara terletak di kawasan wisata pinggiran barat kota. Karena area ini tidak tercantum di peta, maka tidak ada nama resmi, hanya menyebutnya secara sederhana sebagai Bukit Linvara.Luas seluruh bukit ini sangat besar, hampir seluruh tubuh bukit tersebut merupakan taman belakang kediaman megah ini. Taman ini dikelola oleh staf khusus, dan setiap sudutnya memiliki pemandangan indah yang mewah, jauh lebih indah dari taman umum. Belum lagi rumah kaca yang dibangun untuk mengembangkan ekosistem tropis, tempat ini bisa dianggap sebagai museum alam.Bangunan utama terdiri dari beberapa gedung, lengkap dengan fasilitas medis darurat, ruang steril yang memungkinkan dokter melakukan operasi pembedahan, serta berbagai obat-obatan. Selain itu, terdapat lapangan golf, lapangan tenis, kolam renang, dan berbagai fasilitas olahraga lainnya.Ada landasan helikopter dan landasan pacu pesawat khusus, serta lintasan balap melingkar di lereng bukit untuk balapan jika bosan. Di sini tidak

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 716

    Raisa menggigit bibirnya, mencoba menarik selimut untuk bangun, tetapi tidak memiliki cukup tenaga untuk itu. Kemudian dia menyadari sesuatu yang lain, seprai telah diganti. Tunggu, kapan digantinya? Dia tidak ingat.Pada detik berikutnya, telinga Raisa langsung memerah.Karena dia tiba-tiba ingat m

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 735

    Tenni merasa tidak enak hati menerima rumah sebagus itu, tetapi ketika dia mencoba menolak, Dina akan menatapnya dengan tatapan yang sedikit mendominasi.Tenni belum pernah melihat gadis secantik Dina. Tatapannya yang kuat dan indah membuat Tenni tidak mampu menatap balik langsung, dan dia bahkan ti

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 734

    "Dina, apa kau bisa kasih aku waktu lebih banyak? Setiap bulan, selain uang yang kusimpan buat makan, sisanya aku akan transfer semua padamu. Percayalah, aku pasti bayar lunas!"Setelah Tenni selesai berbicara, Dina memberikan reaksi merasa sangat aneh. Dia mengangkat alisnya, sorot matanya seolah m

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 680

    Raisa sangat menyadari arus tersembunyi di balik kata-kata itu dan hampir tertawa terbahak-bahak. Dia hanya terkekeh sendiri di samping. Dulu di Monako hanya ada Richard dan Suri sudah bisa seperti pertunjukan komedi, tapi sekarang dengan lebih banyak orang, suasana menjadi lebih meriah.Tepat saat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status