Share

Bab 53

Author: Ayudia
Richard tiba di Kota Haidon, bermain tenis di sore hari, dan berpesta di malamnya.

Karena itu pesta privat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jadi Richard mengisi gelas Bravi dengan anggur.

"Kau nggak balik ke Jerona, apa karena bersembunyi dari ibumu? Kami semua sudah dengar kalau ibumu terus-terusan menyuruh nikah, tapi kau nggak suka orang-orang yang dikenalin. Kami mengerti kau punya standar yang tinggi."

Topik ini langsung menarik perhatian Angga dan Surya.

Richard merahasiakannya, "Tapi kurasa ada satu orang yang sangat cocok buatmu."

Angga mengikuti topik ini dan teringat Raisa, tetapi dia tidak menyebutkannya dan bertanya, "Siapa?"

Richard berkata, "Raisa!"

Tadi dia baru bertemu Raisa, dan Bravi kebetulan juga sangat memperhatikannya.

Bravi terkenal tidak pernah peduli dengan wanita sejak kecil, bahkan hampir disangka menyukai sesama jenis. Meskipun dia hanya menatap Raisa beberapa kali, tapi itu sangat jarang terjadi.

Justru karena itu, pasti ada peluang.

Angga tampak terkej
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 539

    Bravi masih khawatir tentang kejadian muntahnya Raisa dan apakah dia masih mengalami sakit perut.Raisa tidak bisa menghindar, jadi dia memeluk tangan yang menekan tubuhnya.Kulit di lengannya terasa kencang dan halus, sangat nyaman untuk disentuh."Gimana rasanya kalau aku menyentuhmu begini?" tanya Raisa penasaran.Bravi menekan lehernya dan berkata, "Suka banget."Seolah mendapat dorongan, Raisa terus menyentuhnya dengan berani.Kekuatan lengannya bagus, otot-ototnya mudah mengeras dengan sedikit usaha, sedikit melunak saat rileks, tetapi tetap terasa kencang dan padat.Dia mempertahankan kadar lemak tubuh yang sangat rendah melalui olahraga setiap hari, sehingga menghasilkan fisik yang kuat, berotot, dan estetis. Pinggangnya benar-benar bebas lemak, dia bisa merasakannya bahkan tanpa menyentuh bagian itu.Raisa perlahan bergeser ke arah pergelangan tangan, bersiap untuk meringkuk di telapak tangannya untuk tidur.Saat melewati pergelangan tangan, dia menyentuh benjolan panjang dan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 538

    Ketika Raisa menjadi sekretaris Bravi, dia harus bersikap sopan kepada bosnya itu. Bahkan sebagai teman, dia tetap harus bersikap sopan. Rian benar tentang satu hal, tidak peduli hubungan apa pun, Bravi selalu memegang posisi sebagai atasan.Misalnya, ketika berinvestasi di perusahaannya Rian, dia adalah investor, pemegang saham, dan Rian harus menghormati statusnya.Raisa menghormati Bravi dengan cara yang sama. Awalnya, dia sangat berhati-hati dalam berinteraksi dengan Bravi. Bravi emang baik, tetapi statusnya tetap harus diperhatikan. Siapa bilang wanita tidak memiliki keinginan untuk menaklukkan seseorang yang lebih kuat dari dirinya? Raisa memilikinya, dan dia cukup dominan ketika mencium Bravi.Bayangkan pria yang tak terjangkau ini dicium olehnya, dengan kepala tertunduk, sungguh luar biasa, baik secara fisik maupun mental.Namun kelemahan Raisa adalah kurangnya kekuatan. Keunggulannya hanya berlangsung singkat sebelum Bravi mengalahkannya.Bravi tampak sulit didekati, tetapi di

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 537

    Bravi telah terbiasa menyendiri sejak kecil. Semakin dewasa, dia semakin tidak menyukai kontak fisik dan kedekatan. Siapa pun yang berada dalam jarak satu meter darinya memicu rasa jijik dan kewaspadaan yang ekstrem. Oleh karena itu, kehangatan dari sebuah pelukan erat adalah sesuatu yang baru dia rasakan untuk pertama kalinya.Bravi benar-benar tidak menyangka bahwa perasaan bersama Raisa akan terasa begitu menyenangkan, begitu luar biasa sampai sulit digambarkan dengan kata-kata.Pikiran bahwa hanya Raisa yang bisa memberinya pengalaman itu membuat Bravi semakin mencintainya.Raisa hanya perlu ada di sana, dan tidak perlu melakukan apa pun, dan Bravi sudah amat sangat mencintainya.Justru karena itulah, Bravi yakin bahwa dia benar-benar kesepian sebelumnya, dan karena dia sudah terbiasa, maka dia menganggap semua itu normal.Sekarang berbeda. Dia telah melepaskan nalurinya untuk menolak orang lain, memeluk Raisa erat-erat, merasakan betapa indahnya memiliki seseorang yang memancarkan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 536

    Namun, Raisa tiba-tiba merasa gugup, jantungnya berdebar semakin kencang.Bravi adalah pria dingin dan acuh tak acuh yang berpakaian serba hitam, semua itu dikombinasikan dengan sikapnya yang dingin, bahkan memberinya aura petapa yang tak tersentuh.Jika Raisa melihatnya membuka pakaian, dia akan merasa lebih tidak tahan daripada Bravi sendiri.Masalah utamanya adalah tindakan membuka pakaian itu sendiri, tubuh yang terbuka dan proses membuka pakaian yang lambat terlalu merangsang secara visual. Bagaimana jika tatapan Bravi menyapu dirinya… Raisa sama sekali tidak tahan.Raisa berdeham dan segera memalingkan wajah.Bravi melihat wajahnya yang memerah dan tangannya yang terkepal, dia tahu bahwa Raisa merasa malu, dan tidak mendesaknya lebih jauh.Mereka baru saja berhubungan, segalanya pun tidak bisa secepat itu. Tetapi dengan persiapan kali ini, Raisa seharusnya bisa menatapnya dengan lebih tenang dan terbuka lain kali.Setelah berganti pakaian dengan kaos putih lengan pendek berbahan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 535

    Bravi menatap Raisa, sorot matanya dipenuhi rasa jengkel yang hampir tak disembunyikan dan perasaan terprovokasi. Dia meraih dagu Raisa dan menciumnya dengan paksa.Raisa mencoba melepaskan diri, tetapi ciumannya terus mengejar, penuh dengan aura posesif.Raisa akhirnya berhasil lolos, bibirnya masih sedikit terbuka, seolah-olah dia masih belum puas.Raisa terengah-engah, dia mendorong Bravi yang tiba-tiba bersikap tegas itu, seorang pria yang tidak biasa baginya. "Iya, aku sudah mengerti. Aku sudah beneran merasakan." Tatapan Bravi sangat dalam, seolah-olah ingin melahap Raisa sepenuhnya. Raisa tidak berani menatap sorot matanya yang dipenuhi intensitas berbahaya. Perubahannya terlalu drastis, dia menjadi lebih berbahaya. Bravi yang selalu angkuh dan sombong, kini memiliki sorot mata seganas binatang buas.Dia menambahkan, "Aku mau kau merasakannya lebih dalam lagi. Mau coba?"Raisa tersipu dan berkata, "Ini sudah kelewatan. Pak Bravi, cepat ganti bajumu, rambutmu masih basah tuh.""

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 534

    Cara bicara Bravi tidak berbeda dari biasanya, tetapi suaranya terdengar lebih lembut.Raisa merasakan godaan dalam kata-kata Bravi dan niatnya untuk lebih dekat dengan Raisa.Keintiman yang masih ragu-ragu di awal hubungan, membuat jantungnya berdebar kencang.Sebenarnya, apa pun yang terjadi, pengalaman awal selalu terasa segar. Hubungan cinta pun mungkin sama, terutama karena dia dan Bravi telah berubah dari teman menjadi sepasang kekasih.Mereka tidak pernah mengalami masa-masa ambiguitas di mana mereka tidak mengetahui perasaan satu sama lain. Selain berpegangan tangan saat berakting, hampir tidak ada kontak fisik atau interaksi di antara mereka.Kebersamaan itu terasa begitu tiba-tiba.Perubahan cepat dalam hubungan mereka membawa perbedaan yang signifikan. Hal-hal yang tidak bisa dilakukan teman, hal-hal yang harus mereka tahan, sekarang bisa mereka lakukan. Tetapi orang-orangnya tetap sama, jadi perubahan tiba-tiba dalam cara mereka berinteraksi membawa sensasi rasa segar yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status