Beranda / Zaman Kuno / Takdir sang Nona Pewaris / Bab 158 Kehidupan yang Lega

Share

Bab 158 Kehidupan yang Lega

Penulis: Nadira Dewy
last update Tanggal publikasi: 2026-10-18 20:25:17

Malam itu, Suran berdiri di dekat jendela kamarnya sambil menatap langit yang dipenuhi bintang. Angin malam berembus pelan, menggerakkan tirai tipis di sampingnya. Cahaya bulan menyinari halaman kediaman Hideria yang masih dipenuhi kesibukan.

Besok adalah hari pernikahannya.

Sejak sore tadi, seluruh pelayan Hideria sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara pernikahan tersebut. Ada yang mengurus dekorasi, menyiapkan pakaian pengantin, memeriksa hidangan, hingga memastikan setiap sudut ked
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 159 Hari Pernikahan

    Pagi itu, aula utama istana dihias dengan begitu megah. Kain sutra berwarna merah dan emas menghiasi pilar-pilar tinggi, sementara bunga-bunga segar diletakkan di sepanjang jalan menuju tempat upacara. Para pelayan kerajaan bergerak dengan tertib, memastikan setiap sudut aula terlihat sempurna. Hari ini adalah hari pernikahan Pangeran Kesembilan. Berita mengenai pernikahan tersebut telah menarik perhatian banyak bangsawan. Meskipun kedudukan Greyson selama ini dianggap tidak terlalu penting dalam perebutan kekuasaan kerajaan, pernikahannya tetap menjadi bahan pembicaraan. Terlebih, identitas wanita yang akan menjadi istrinya masih dirahasiakan hingga hari pelaksanaan upacara. Satu per satu tamu undangan memasuki aula istana. Para pangeran kerajaan hadir bersama pengawal dan beberapa orang kepercayaan mereka. Sejumlah putri kerajaan dan petinggi, termasuk Kirina, juga datang untuk menyaksikan pernikahan tersebut. Selain itu, banyak bangsawan perempuan dan laki-laki dari kalanga

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 158 Kehidupan yang Lega

    Malam itu, Suran berdiri di dekat jendela kamarnya sambil menatap langit yang dipenuhi bintang. Angin malam berembus pelan, menggerakkan tirai tipis di sampingnya. Cahaya bulan menyinari halaman kediaman Hideria yang masih dipenuhi kesibukan.Besok adalah hari pernikahannya.Sejak sore tadi, seluruh pelayan Hideria sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara pernikahan tersebut. Ada yang mengurus dekorasi, menyiapkan pakaian pengantin, memeriksa hidangan, hingga memastikan setiap sudut kediaman terlihat sempurna. Bahkan, beberapa pelayan masih mondar-mandir membawa barang yang diperlukan meskipun malam telah semakin larut.Wulien juga tidak kalah sibuk. Dia berulang kali memeriksa perlengkapan yang akan digunakan Suran esok hari, memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal.Sementara itu, Suran tetap berdiri di dekat jendela. Tatapannya perlahan melembut ketika menyadari betapa cepat hidupnya berubah.Tanpa disadarinya, setetes air mata jatuh membasahi pipinya.Suran terdiam, k

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 157 : Orang Malang

    Raja tersenyum puas mendengar ucapan Suran yang begitu meyakinkan. Ia juga tahu kalau Suran bukan orang yang tidak menepati janjinya sehingga dia benar-benar yakin kalau Suran akan menepati setiap ucapannya.**** Kabar mengenai pernikahan Pangeran Kesembilan yang akan dilangsungkan keesokan harinya segera menyebar di lingkungan istana. Meskipun identitas wanita yang akan dinikahi Greyson masih dirahasiakan, berita tersebut tetap menarik perhatian banyak orang. Namun, tidak semua orang menyambutnya dengan baik. Di sebuah ruangan terpisah, Pangeran Kedua dan Pangeran Keenam menerima kabar yang sama. Keduanya bahkan memberikan reaksi yang hampir serupa, seolah-olah pernikahan Greyson merupakan lelucon paling menggelikan yang pernah mereka dengar. Di kediaman Pangeran Kedua, pria itu duduk santai sambil memegang secangkir teh. Begitu mendengar laporan dari pengawalnya, dia langsung tertawa kecil. “Jadi, Greyson akan menikah besok?” “Benar, pangeran. Persiapan pernikahannya telah m

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 156 : Sebuah Pilihan Terbaik

    Raja yang masih kurang percaya itu meminta dokumen pengajuan lamaran. Jantungnya berdegup kencang. Dia kembali membaca dokumen itu dari awal karena takut mata tuanya tertipu, memastikan bahwa dirinya tidak salah memahami isinya.Suran Hideria telah menerima lamaran Greyson.Raja mengangkat kepala perlahan. Tatapannya langsung tertuju kepada Suran yang kebetulan sedang berada di hadapannya bersama Greyson.Untuk beberapa saat, dia hanya bisa menatap wanita muda itu dengan ekspresi terperangah.“Ini...” Raja mengangkat dokumen di tangannya. “Suran, apakah kau benar-benar telah menyetujui lamaran dari Greyson?”Suran tersenyum sopan. “Benar, Yang Mulia.”Raja terdiam.Dia membutuhkan beberapa saat untuk mencerna jawaban tersebut. Sejujurnya, dia tidak pernah membayangkan Suran akan menerima lamaran dari salah satu putranya dalam waktu dekat, terlebih setelah mengetahui berbagai hal yang telah dilakukan para pangeran untuk memenangkan hati Suran. Raja bahkan sengaja tidak membaca secar

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 155 Semua Ditolak

    “Nona Suran, jarang anda berkunjung ke istana belakangan ini, maaf kalau adikku merusak suasana hatimu. Mau aku temani ke tempat yang ingin kau tuju?” Greyson benar-benar terus menunjukkan ekspresi dingin yang tidak terbantahkan. Suran paham benar situasi apa yang terjadi, tapi dia juga bukan orang yang senang mengambil keuntungan apapun. “Aku bisa pergi ke tempat yang akan aku tuju, Pangeran Zeth. Terima kasih banyak untuk kebaikan anda, silahkan lanjutkan kegiatan anda karena saya juga tidak enak kalau harus menyita waktu anda.” Pangeran ke-2 nampak tak menyukai jawaban Suran, tapi dia juga tidak boleh terlalu mengemis apa lagi di hadapan Greyson. “Aku saja yang akan mengantar mu,” ucap Greyson sebelum pangeran ke-2 bicara lagi. Mendengar itu, pangeran ke-2 pun nampak keberatan. “Kenapa kau mau menemani Nona Suran? Apa kau tahu kalau kemungkinan besarnya dia tidak nyaman?” Pangeran kedua pikir, bahkan dia saja ditolak oleh Suran, jadi manalah mungkin Greyson akan dit

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 154 Jelek dan Menjengkelkan

    “Wah, pangeran Greyson banyak peminatnya juga rupanya.” Mendengar itu, Greyson pun langsung berbalik badan, menatap sosok yang kini ada di hadapan. Sebenarnya, hanya mendengar suara saja tadi dia sudah langsung tahu siapa orang itu. Kirina menatap Suran dengan dahinya yang nampak berkerut bingung. “Nona Suran? Kenapa kau ada di sini?” tanyanya. Greyson tersenyum, langsung berdiri di sebelah Suran yang juga membuat Kirina bingung. Suran tersenyum sebelum menjawab, “Ada yang perlu aku bicarakan dengan Yang Mulia. Kau sendiri nampak emosi, apa yang kalian bicarakan barusan?” Reaksi Kirina semakin bingung dan heran. Dia tahu kalau pengeran ke-9 memang orang yang paling tidak disegani di antara pangeran yang lain, tapi apakah pantas tidak memberikan salam lebih dulu? Suran terlalu tidak sopan, bahkan kesan seolah tidak memiliki rasa hormat pada pangeran ke-9 terlalu jelas. “Apa kau tidak merasa harus menyapa pangeran Greyson lebih dulu? Kau tidak melihatnya ada di samping

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status