Share

BAB 188

Author: Rainina
last update Last Updated: 2026-02-10 22:35:26

Davian membeku di tempatnya untuk sesaat. Cengkeramannya pada tali tas ransel mengerat hingga buku-buku jarinya memutih.

Namun sedetik kemudian, ia membuang muka, menatap aspal yang retak dengan tatapan dingin yang dipaksakan.

"Dia bisa berbohong soal sakit, Adriana." ucap Davian datar. "Itu tidak akan menjadi yang pertama kali dia berbohong untuk menahanku. Asal kau tahu saja, aku tidak pernah menghamilinya.”

Davian berujar sinis, pria itu tersenyum miring. “Dia menuduh aku menghamilinya dan m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 219

    "Aku dan Adriana akan mengadakan pesta pernikahan."Itu adalah kalimat pertama yang menyambut Evelyn begitu ia melangkah masuk ke dalam ruang kerja ayahnya. Tidak ada basa-basi ataupun sapaan hangat yang diberikan Ayah Evekyn itu.Pagi tadi, Victor tiba-tiba memanggilnya datang ke rumah utama. Panggilan itu sempat membuat Evelyn bertanya-tanya dengan dada berdebar. Apa yang membuat ayahnya mendadak mengundangnya setelah berhari-hari membiarkannya ‘diasingkan’ di paviliun tanpa gangguan apa pun? Apakah ayahnya tahu tentang kekacauan di dapur tadi pagi? Ataukah tentang kontrak pernikahannya dengan Davian?Ternyata, dugaannya salah. Ini tentang Adriana."Oh." gumam Evelyn pelan.Hanya satu kata itu yang sanggup keluar dari tenggorokannya. Memangnya, apa lagi yang harus Evelyn bilang? Ia tidak terkejut. Wanita itu sudah tahu soal status mereka sejak ia memergoki Davian mengerjakan rancangan pernikahan waktu itu.Melihat respons putrinya yang luar biasa datar, Victor menautkan alisnya.

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 218

    Jeritan tertahan meluncur dari bibir Evelyn. Wanita itu menarik tangannya secepat kilat. Rasa panas yang menyengat langsung menjalar dari kulit telapak tangannya yang melepuh.Evelyn menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Nyeri yang tajam membuat matanya seketika memanas. Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Evelyn, Tapi, Nona Sterling itu menolak menyerah. Ia menahan isak tangis di tenggorokannya, memaksakan diri meraih spatula itu kembali dengan tangannya yang gemetar, berniat melanjutkan membalik sosis yang mulai mengeluarkan asap hitam."Kenapa anda berteriak?" Sebuah suara bariton yang berat dan serak khas orang bangun tidur tiba-tiba terdengar dari arah pintu kamar.Evelyn tersentak hebat hingga spatulanya kembali terlepas. Ia menoleh dengan panik. Di ambang pintu, Davian berdiri dengan rambut yang sedikit berantakan dan kaus tidur yang melekat di tubuh tegapnya. Pria itu menatap lurus ke arah Evelyn, lalu tatapannya beralih menyapu pemandangan dapur yang hancur berantakan

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 217

    Adriana tersenyum manis, hatinya menghangat mendengar pujian suaminya yang selalu berhasil meruntuhkan segala keraguannya. Matanya kembali menatap lembaran sketsa di atas map coklat itu. Setelah menimbang-nimbang sejenak, jari telunjuknya akhirnya berhenti pada salah satu desain.Gaun itu berpotongan A-line dengan kerah off-shoulder berenda klasik. Siluetnya jatuh dengan sangat elegan, tidak terlalu ketat di bagian perut, memberikan kesan mewah tanpa terlihat berlebihan."Aku suka yang ini." bisik Adriana lembut. "Sederhana, tapi sangat cantik."Victor menunduk, menatap sekilas sketsa yang ditunjuk istrinya sebelum pandangannya kembali terkunci pada bibir Adriana."Pilihan yang sempurna." puji Victor dengan suara serak yang berat. "Sama sempurnanya dengan wanita yang akan memakainya."Sebelum Adriana sempat merespons gombalan maut itu, tangan Victor yang berada di tengkuk istrinya memberikan tarikan lembut. Pria itu menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam. Map coklat d

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 216

    Mengabaikan tumpukan pekerjaan di mejanya sejenak, Adriana melangkah menuju ruangan Victor.. Jantungnya masih berdebar kencang sambil memeluk map coklat berisi desain gaun pengantin itu di dadanya.Ia tersenyum sopan pada sekretaris Victor dan langsung diizinkan masuk tanpa pertanyaan.Begitu melangkah ke dalam ruangan suaminya, Adriana segera menutup pintu di belakang punggungnya dan menguncinya dari dalam.Di balik meja kerja besarnya, Victor sedang memeriksa sebuah dokumen dengan kacamata baca bertengger di pangkal hidungnya. Mendengar suara pintu dikunci, pria itu perlahan mendongak.Melihat kedatangan istrinya yang tersipu malu dengan map coklat di pelukannya, sudut bibir Victor perlahan tertarik ke atas. Ia melepaskan kacamata bacanya, meletakkannya di atas meja, lalu menyandarkan punggung tegapnya ke kursi kulit kebesarannya dengan santai. Aura intimidasinya menguap tak berbekas, digantikan oleh pesona karismatik yang selalu membuat Adriana lutut Adriana lemas."Apa ada lapor

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 215

    "Apa kau benar-benar masih ingin menceraikanku?"Suara Evelyn terdengar sangat pelan, rapuh, dan nyaris seperti bisikan putus asa. Tidak ada lagi Nona Besar Sterling yang dominan di ruangan itu. Yang ada hanyalah seorang wanita yang ketakutan setengah mati kehilangan pria di hadapannya.Mendengar pertanyaan itu, rahang Davian menegang. Pria itu menatap mata istrinya yang kini berkaca-kaca selama beberapa detik, sebelum akhirnya ia menghembuskan napas panjang dan berat. Davian memutus kontak mata mereka, mengalihkan pandangannya ke arah meja di depannya.Pria itu menolak menjawab.Namun, bagi Evelyn, keheningan dan keengganan Davian untuk menatap matanya itu merupakan sebuah jawaban tersendiri. Evelyn menelan ludah dengan susah payah, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes jatuh membasahi pipinya."Apa yang harus kulakukan, Davian?"Davian masih diam mematung. Tubuhnya kaku, menolak membiarkan emosi wanita itu meruntuhkan logikanya."Apa yang harus kulakukan agar kau beru

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 214

    “Apa?" tanya Adriana pelan, seolah takut ia salah mendengar."Pesta pernikahan." ulang Victor. Suara pria itu mengalun tenang di dalam kabin mobil yang senyap."Aku..." Adriana terdiam. Kata-kata seakan tersangkut di tenggorokannya. Ia menundukkan pandangan, menatap jemarinya yang saling bertaut di atas pangkuan.Victor membuang napas pelan. Ibu jarinya masih mengusap lembut pipi Adriana, menyorotkan tatapan penuh rasa bersalah yang jarang sekali mampir di wajah pria berkuasa itu. "Aku tahu aku bersikap tidak adil padamu, Adriana. Aku menikahimu dengan begitu terburu-buru, hanya mendaftarkan administrasinya tanpa pernah menanyakan apa yang sebenarnya kau inginkan."Adriana menggigit bibir bawahnya.Jauh di lubuk hatinya, Adriana tidak bisa berbohong. Ia sama seperti wanita pada umumnya. Ia memiliki impian tentang gaun putih yang menyapu lantai, altar yang dipenuhi bunga, dan janji suci yang diucapkan di hadapan altar. Bahkan dulu... saat ia hampir menikah dengan Darren sebelum Evely

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status