Se connecterTubuh Sendrogarung diselimuti oleh kristal es, dan jatuh di antara para prajurit Indraprasta. Melihat ke atas udara, Putri Intan Selake masih terbang melayang sembari menatap ke arah lawannya.Beberapa prajurit merasa puas, beberapa yang lain mengomentari gadis tersebut, tapi para pendekar aliran hitam hanya tersenyum dingin seolah mereka tahu Sendrogarung belum mati hanya dengan serangan semacam itu.Setelah beberapa saat, mata tengkorak di tongkat Sendrogarung bersinar terang. Bersamaan dengan itu, energi panas mulai menyelimuti lapisan es yang menutupi seluruh tubuhnya.Boom.Sendrogarung berhasil keluar dari lapisan itu. tongkatnya menyala, laksana logam yang baru keluar dari tungku perapian. Seluruh tubuh pria itu basah kuyup karena air es, tapi beberapa saat kemudian menguap karena energi panas yang dihasilkan dari energi spiritualnya.“Es sangat dingin, gadis cantik,” ucap Sendrogarung sembari tertawa mengejek, “tapi api ku tidak bisa dibekukan olehmu.”Sendrogarung kemudian me
Di luar sana. Keadaan tampak tegang, Sekte Jantung Iblis mendapatkan tamu dari Istana Indraprasta, setelah dua gadis yang diutus oleh Talang Mayan 3 bulanan yang lalu, malah mendatangi Istana dan melaporkan keadaan desa mereka kepada Kelompok Parasura.Saat ini, lebih dari 10 Pendekar Parasura dikirim, yang dibantu oleh 300 prajurit yang berada di wilayah barat Indraprasta. Putri Intan Selake bertugas memimpin semua pendekar Parasura, ditambah seorang Senopati Anom yang menjadi pimpinan para prajurit itu.Saat ini terlihat, semua pendekar Jantung Iblis berkumpul di dalam markas mereka, dan sebagian kecil menjaga pintu pilar raksasa yang menopang markas utama itu.Dilihat dari jabatan mereka, semua pendekar terdiri dari kelas A. Tampak juga di sana Satrio Pamungkas, berdiri di samping Putri Intan Selake dengan pedang yang terhunus.“Markas mereka berada tepat di depan kita!” ucap Satrio Pamungkas, melirik ke arah Putri Intan Selake yang sedingin es, kemudian pemuda itu melirik ke arah
Talang Mayan menggunakan bakat alaminya, indra spiritual dan mengirim ketakutan kepada Dasakala yang sombong dan angkuh. Mahluk buas itu jatuh berlutut di hadapan Talang Mayan, bahkan sebelum dia sempat menyadari bahwa belati pemuda itu sudah berada di lehernya.Rasa takut itu menyelimutinya, berkali-kali lipat dari biasanya.Agaknya Talang Mayan sudah memikirkan hal ini sejak tadi. Dia baru saja bertaruh, dan menghasilkan kemenangan.“Tubuhmu tidak lengkap,” kata Talang Mayan, mendorong tubuh Dasakala hingga mahluk itu jatuh telentang, “Dengan tubuh ini, pertahanan jiwamu jauh lebih mudah ditembus oleh kekuatanku.”Pada hakikatnya, Dasakala hanyalah jiwa tanpa tubuh yang berkeliaran setelah terbebas dari jurus Rantai Jiwa yang digunakan Cakra Buana. Dia tidak memiliki tubuh aslinya, maka karena itulah para pendekar Jantung Iblis mempersembahkan darah untuknya untuk menciptakan tubuh baru.Energi alam yang mengalir ke tempat ini, bukan hanya untuk melemahkan kepompong penjara, tapi ju
“Dewa Semaranta!!!” tiba-tiba suara Dasakala terdengar menggelegar dari dalam penjara kepompong miliknya. “Sudah berapa ratus tahun tidak bertemu denganmu, meskipun kau hanyalah avatarnya saja, setiap kali melihatmu aku selalu ingin membunuhmu.”Mata Dasakala yang tertutup tiba-tiba terbuka, mengeluarkan kekuatan tak kasat mata yang mendorong tubuh Talang Mayan hingga beberapa langkah ke belakang. Tekanan energi spiritualnya yang sangat pekat, hampir membuat Talang Mayan muntah darah saat itu juga.Tidak, ini bukan energi spiritual biasa. Talang Mayan tidak pernah merasakan energi spiritual seperti ini. Jauh lebih dingin, lebih murni seolah energi itu sudah mengalami peleburan beruang kali hingga mendapatkan kemurnian yang sangat tinggi.“Energi apa ini?” gumam Talang Mayan.“Manusia lemah, kau murid Dewa Semaranta?” kemudian Dasakala tertawa terbahak-bahak, sembari mengejek Talang Mayan yang dianggap tidak memiliki kualifikiasi apapun untuk menjadi murid seorang Dewa. Bagi Dasakala,
Cakram Sudra tidak hanya menghancurkan serangan lawan, tapi juga hampir membunuh pendekar itu hingga tercabik-cabik, jika bukan salah satu dari tetua Jantung Iblis segera menyambar tubuh muridnya.Namun di saat yang sama pula, senjata pusaka itu malah mengincar beberapa pendekar yang berada dekat dengan Talang Mayan. “Senjata itu berbahaya!” seorang tetua berseru kepada teman-temannya, selang beberapa saat kemudian, mereka menggabungkan kekuatan untuk menghentikan cakram sudra.Sayangnya, cakram sudra sulit untuk dihentikan. Dia akan berputar terus menerus sampai energi roh senjatanya terkuras habis. Jadi saat ini, para tetua mulai berusaha menghancurkan senjata itu hingga berkeping-keping.Mereka menggunakan teknik dan jurus jurus level tinggi, menghantam cakram sudra dengan serangkaian serangan yang membuat Talang Mayan harus merubah rencananya. 9 pendekar tanpa tanding sangat sulit untuk dihadapi bahkan meskipun dengan senjata pusaka sekalipun.Sementara itu pula, tubuh Talang May
Cakram Sudra tidak hanya menghancurkan serangan lawan, tapi juga hampir membunuh pendekar itu hingga tercabik-cabik, jika bukan salah satu dari tetua Jantung Iblis segera menyambar tubuh muridnya.Namun di saat yang sama pula, senjata pusaka itu malah mengincar beberapa pendekar yang berada dekat dengan Talang Mayan. “Senjata itu berbahaya!” seorang tetua berseru kepada teman-temannya, selang beberapa saat kemudian, mereka menggabungkan kekuatan untuk menghentikan cakram sudra.Sayangnya, cakram sudra sulit untuk dihentikan. Dia akan berputar terus menerus sampai energi roh senjatanya terkuras habis. Jadi saat ini, para tetua mulai berusaha menghancurkan senjata itu hingga berkeping-keping.Mereka menggunakan teknik dan jurus jurus level tinggi, menghantam cakram sudra dengan serangkaian serangan yang membuat Talang Mayan harus merubah rencananya. 9 pendekar tanpa tanding sangat sulit untuk dihadapi bahkan meskipun dengan senjata pusaka sekalipun.Sementara itu pula, tubuh Talang May







