LOGINDamian menatap ke arah perkataan Nenek Vio. Kalimat terakhir sang nenek serasa menggema berulang-ulang dan membuatnya terngiang-ngiang. Bukannya Damian perhitungan, tetapi dia sempat terpikir, jika bukan karena dirinya yang membiayai Dara mati-matian, apa Dara bisa sesukses sekarang. Ayah dan ibu Dara dulu adalah orang yang tergolong susah. Sejak Nenek Vio koma, Dara kembali kepada orang tuanya. Dulu, Nenek Vio yang menghidupi dan memenuhi semua kebutuhan Dara. Orang tuanya hanya melahirkanny
Tiba-tiba telepon Elshi berdering. Panggilan itu dari Roy, namun belum sempat Elshi mengangkat, panggilan itu telah terputus. Elshi mencoba menghubungi balik Roy, sayang panggilan itu tidak terhubung. Ada apa sebenarnya, kenapa nomor Roy menjadi tidak aktif.Elshi berusaha berpikir positif, mungkin Roy kehabisan pulsa atau gangguan jaringan.Sementara itu, Dara yang sudah ketakutan setengah mati akhirnya, dengan susah payah, berhasil menghubungi seseorang yang dianggapnya bisa menyelamatkannya. Orang itu adalah Damian, mantan kekasihnya. Damian yang sedang berada di toko bunga dan mengamati wajah penjual bunga yang selalu mengenakan masker tersebut, segera hilang fokus setelah mendengar ponselnya berdering. Nama yang terpampang dalam panggilan itu adalah nama mantan kekasihnya. Damian tidak mengindahkan, dia tidak ingin tunangannya, Elshi, kembali salah paham jika dia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya tersebut."Ketika pakai masker, kenapa sepinta
Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu, kini mereka tiba kembali di negara tercinta. Mereka memilih segera pulang ke kediaman masing-masing dan beristirahat. Malam ini Elshi dan Zea segera ke markas untuk membahas rencana selanjutnya. Belum sempat mereka berencana melakukan penyerangan terhadap Hugo, Hugo nyatanya terlebih dulu memberikan kejutan pada Elshi dan Zea lewat terbongkarnya identitas mereka. "Leo, sejauh ini sampai mana Hugo tahu tentang diriku dan Zea?" tanya Elshi. "Dia tahu nama asli kalian dan tahu perusahaan yang kalian pimpin. Satu lagi, Queen, kata mereka kalian adalah saudara kandung alias kakak adik? Apa itu benar? Mengapa kami tidak pernah kamu beritahu?" kata Leo. "Maaf jika hal ini membuat kalian terkejut. Aku memang sengaja menyembunyikannya dari kalian." Elshi tampak lesu menjelaskan. "Queen, apa maksudmu? Hal sepenting ini kamu sembunyikan pada kami? Kamu tidak percaya dengan a
Axel segera menggendong tubuh Vita menuju kamar mandi. Dia berniat menyiram tubuh dan kepala Vita dengan air untuk mengurangi efek panas di tubuh wanita cantik tersebut akibat obat yang dia minum.Namun, sepertinya Vita sudah benar-benar bergairah. Tidak berhasil membuat Axel menyentuhnya, wanita itu dengan berani meremas buah kenyalnya sendiri seolah ingin melepaskan hasrat di dirinya.Axel yang berada di depan pintu kamar mandi tersebut tiba-tiba terpancing nafsu birahinya.Dia segera maju dan mengangkat tubuh Vita yang dari tadi berendam.Axel menekan tubuh Vita ke dinding kaca di ruangan tersebut dan memeluknya dari belakang. Axel bahkan dengan berani memalingkan wajah Vita dan mengecup bibir wanita itu dengan lembut, namun menghanyutkan. Vita berbalik. Dengan cepat, dia membuka celana Axel dan meremas lembut isinya yang sudah sangat menegang maksimal.Tanpa pikir panjang, Axel mengangkatnya ke ranjang, dan setelah itu hanya terdengar
Jam menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat. Saat Ardy menikmati secangkir kopi hangat di salah satu caffe di hotel tersebut bersama Axel, Vita tiba-tiba lewat di depan mereka. Vita sengaja lewat jalan pintas menuju area parkir. Selain karena lebih cepat, agar Axel melihat betapa sexi dan menggodanya wanita yang dia pandang sebelah mata ini sebenarnya.Ardy yang mata keranjang hampir saja menumpahkan kopi yang ia seruput ke lantai saking terkejutnya melihat betapa cantik dan menggodanya Vita malam ini. Mini dress berwarna soft yellow yang dikenakan di tubuhnya benar-benar singkat, sehingga hampir memperlihatkan bokongnya yang kenyal. Dari luar tampak dress tersebut menampilkan lekuk tubuh sempurna seorang wanita. Dadanya yang dibiarkan terbuka setengah membuat seluruh lelaki normal yang memandangnya pasti akan menelan ludah."Vita, tunggu, kamu mau pergi sendiri? Perlu kami temani tidak? Bahaya sekali wanita secantik kamu keluyuran malam-malam begini di negeri orang
Kini kecupan itu dilakukan dengan lembut, namun dalam dan sedikit lama. Ciuman di leher Elshi yang dibuat Damian sejengkal demi sejengkal dilakukan dengan sangat-sangat hati-hati, namun itu justru lebih memabukkan.Turun dari leher, tangan nakal Damian mulai memainkan ujung buah kenyal Elshi dengan gerakan yang mematikan, membuat tubuh Elshi beberapa kali bergidik menahan sensasi geli dan nikmat.Tidak puas dengan itu, Damian mulai melahap dua gundukan di depannya dengan rakus. Lidahnya benar-benar berpengalaman dalam memainkan gelora hasrat yang membuat tubuh Elshi seperti tersengat listrik tegangan rendah.Elshi menggeliat, kepalanya mendongak menahan kenikmatan yang diciptakan kekasih tampannya itu.Bersamaan dengan itu, Damian mulai menarik kaki Elshi, kemudian membuka selangkangannya, lalu menggagahi Elshi dengan bringas hingga wanitanya itu berteriak sekuat-kuatnya. Elshi tidak mampu lagi menyembunyikan kenikmatan nyata yang diberikan kekasi
“Damian, aku percaya kamu. Aku sudah memaafkan mu, aku tidak marah. Tapi, kamu janji jangan macam-macam di belakangku.” Kata Elshi sambil mengusap wajah kekasihnya itu.Damian tersenyum. Air mata harunya tidak terasa menetes di wajah tampannya. Elshi, wanitanya, benar-benar membuatnya merasa nyaman dan tenang.“Terima kasih, sayang. Aku berjanji menjaga kepercayaanmu.” Ucapnya sambil memeluk Elshi.Setelah menemani kekasihnya tidur semalaman, keesokan harinya, mumpung empat hari ini adalah hari libur nasional, Damian sudah menyiapkan kejutan yang sempat tertunda sebelumnya. Sebelum Elshi bangun, semuanya sudah siap.Damian yang tidak pernah memasak, khusus untuk ketulusan permintaan maafnya, memasak nasi goreng seafood kesukaan Elshi.Saat Elshi terbangun dan menuju dapur untuk memasak, tiba-tiba matanya terhenti melihat banyak makanan di meja makan. Dilihatnya Damian masih sibuk di dapur dengan celemek masaknya dan satu menu terakhir di
Elshi sedang menyisir rambut indahnya di depan cermin rias di dekat ranjang tidurnya. Zea melangkah masuk dan segera berdiri di belakang kakaknya yang sedang duduk di kursi. Dari pantulan cermin, tampak wajah tegang Zea yang terlihat jelas oleh Elshi."Zea, kenapa? Apa ada masalah?
"Kak Elshi, aku hanya beda beberapa tahun darimu, jangan bilang aku anak kecil lagi. Oya, ayo kita sarapan sama-sama, aku sudah bikin sarapan untuk kita semua." Ajak Zea.Damian yang sudah mengenakan pakaian segera ikut duduk di kursi makan."Roy, Damian, maklumi saja jika
Malam ini hujan turun dengan deras. Jam menunjukkan pukul 00.45 tengah malam. Elshi masih kesusahan tidur, seperti biasa. Dia berdiri di balkon sambil menyeruput kopi hangat.Tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di depan pagar rumahnya. Orang itu basah kuyup, sepertinya sosok tidak asi
Zea menarik pelatuknya dan segera bersiap membunuh lelaki yang berada di depannya saat ini."Zea, sayangku, kamu boleh membunuhku, tapi sebelumnya izinkan aku menjelaskan semuanya padamu. Setelah itu aku berjanji, aku akan mati dalam pelukanmu," pinta Roy lirih.Roy maju beberap







