Mag-log inElshi tersenyum setelah melihat panggilan telepon dari Damian terputus. Dia bisa merasakan bagaimana Damian sedang terbakar cemburu. Kecemburuan Damian adalah semangat bagi Elshi. Itu artinya dia masih memiliki harapan.
Hari ini Elshi merasa cukup lelah. Dia memutuskan untuk segera tidur, karena besok pagi dia harus segera bertemu klien bersama Devan.Satu jam setelah menutup telepon, Damian kembali menghubungi Elshi. Kali ini Elshi tidak mendengar panggilan tersebut karenaSegera setelah Elshi menjelaskan kepada seluruh anggotanya, mereka semua tertawa puas."Queen kami memang cerdas, kami semua setuju, Queen," teriak Rena seolah mewakili seluruh anggota yang hadir malam itu.Tanpa pikir panjang, Elshi menelpon Roy dan memintanya ke markasnya. Dia bilang dia akan membantu Roy bebas, tapi dengan satu syarat. Mendengar hal itu, Roy menyetujui. Baginya, ini adalah angin segar untuk hubungannya dan Zea. Dia berharap restu dari Elshi segera ia peroleh.Dua jam kemudian, Wanita Srigala tiba bersama Roy."Queen, salam hormat. Apa jaminan bahwa kamu tidak menyakiti kekasihku di sini?" kata Zea.Semua mata tertuju kepada Roy. Pantas saja Wanita Srigala rela kabur dari Queen Mafia, ternyata Roy setampan dan se perkasa ini."Kamu bertanya seolah baru kenal dua hari denganku. Bukannya ini disaksikan banyak anggota kita? Jika aku berbohong, apa mungkin yang lainnya kelak bakal percaya lagi denganku?" kata Gadis
Elshi segera turun dari zona berbahaya tersebut dan berlari ke arah Damian. Damian yang melihat hal tersebut tersenyum. Ternyata Elshi masih begitu peduli dengannya, mungkin dirinya yang terlalu keras dan menuduh kekasihnya itu sembarangan."Damian, ayo! Ulurkan tanganmu, aku bantu turun dari sana," kata Elshi sambil mengulurkan tangannya.Damian menyambut tangan kekasihnya itu dan bersiap untuk turun, namun naas, dia terpeleset hingga hampir terjatuh ke bagian bawah. Dengan refleks, Elshi memegang tangan kekasihnya itu dengan kuat, dalam posisi menggelantung Damian berusaha naik sekuat tenaga. Elshi meminta Damian agar pelan-pelan mengangkat dirinya ke atas. Beruntung satu kakinya masih bertumpu di salah satu besi panjang yang ada di bagian jembatan tersebut."Damian, kamu tenang, percaya denganku. Aku tidak akan melepaskan tanganmu," kata Elshi, tampak bercucuran keringat karena tubuh yang berusaha dipertahankannya cukup berat.Melihat hal
Elshi tersenyum, ini untuk pertama kalinya dia melihat Damian cemburu."Nanti aku kenalkan kalian," kata Elshi singkat.Sepanjang hari ini Damian tampak tidak mood bekerja, dia masih cemburu kepada Elshi.Setelah jam pulang, Elshi tampak tidak melihat Damian, biasanya pria itu selalu mengantarnya ke depan parkir. Apa dia marah, pikir Elshi.Elshi berinisiatif menghubunginya, namun kali ini nomor ponselnya tampak tidak aktif. Setelah pulang, seharian ini nomor ponselnya tidak aktif, Elshi rasa dia harus menjelaskan dan menemui prianya itu. Dia baru tahu Damian kalau cemburu bakal sama seperti saat dia marah.Ketika waktu menunjukkan pukul 9 malam, Elshi segera menemui Damian di rumahnya, namun ternyata rumah itu tampak kosong. Ke mana Damian sebenarnya.Tiba-tiba terdengar dering ponsel di ponsel Elshi, tampak itu dari sahabat terdekat Damian, Ardy."Hallo, Ardy, apa Damian bersamamu? Aku sedang mencarinya dari tadi," tan
"Kak Elshi, maaf kak, aku tidak kabur, aku obatin luka ku dulu, aku pasti bakal menemui kakak lagi. Zea sedang bersama ku, kami baik-baik saja kak, kakak jangan khawatir," jelas Roy dari balik ponsel."Kamu tahu, apa yang akan di pikirkan anggotaku jika tahu kamu, musuh bebuyutan kami berhasil kabur bersama Zea. Aku bakal di anggap tidak becus karena tidak bisa mengurus orang sepertimu. Dan Hugo, dia pasti akan mentertawakan ku karena dia berhasil membunuh Leo orangku, sedangkan anggotaku Zea justru menyelematkan dan membawamu kabur," murka Elshi.Zea segera mengambil ponsel Roy dan berbicara kepada Elshi."Kak Elshi, kamu akan menyakiti Roy lagi bukan jika dia kembali, aku akan bawa Roy ke luar negeri, kak Elshi jangan repot-repot mencari ku," jelasnya."Kamu sudah tidak peduli dengan almarhum ayah, kamu juga tidak peduli dengan mentalku demi lelaki pengkhianat itu," Elshi berteriak."Aku peduli, tapi apa kakak peduli dengan Roy dan aku,
Setelah menyelidiki Nirwana Chip, Elshi segera pamit kepada anggotanya. Ia mengatakan bahwa dirinya harus segera mengurus Wanita Srigala dan orang-orang Hugo. Ia meminta anggotanya untuk menunggu instruksi berikutnya darinya.Empat puluh lima menit kemudian, Elshi tiba di kediamannya. Rumah itu tampak sepi karena para pelayan dan satpamnya sedang mudik untuk menghadiri pernikahan keluarga mereka.Saat menuju ruangan Zea, mata Elshi terbelalak. Zea tidak berada di sana. Ia segera berlari ke gudang, dan benar saja, Roy juga tidak ada."Brengsek, mereka berani kabur!" murka Elshi.Elshi tiba-tiba menyadari sesuatu. Satu jam lagi seharusnya Damian akan sadar dari tidurnya. Ia segera bergegas ke rumah pohon di tepi danau. Saat Damian terbangun, Elshi harus ada di sampingnya.Empat puluh lima menit kemudian, ia tiba di rumah pohon. Orang-orangnya masih setia menjaga Damian dari luar. Elshi berterima kasih dan meminta mereka untuk segera beristi
Elshi terdiam mendengar perkataan Damian, matanya berkaca-kaca. Dia tidak berniat membujuk lagi, mungkin karena mood dan mentalnya tidak dalam keadaan baik akhir-akhir ini.Elshi melepas ikatan di tangannya dengan mulutnya, kemudian segera beranjak ke arah kunci mobil. Tidak lupa, ia mengucapkan selamat bersenang-senang kepada Damian.Dengan cepat, Damian menarik tangannya dan membawa Elshi ke dalam pelukannya."Sayang, aku hanya mengerjaimu. Aku tidak marah lagi. Temani aku malam ini, ya," rengek Damian.Elshi mendorong tubuh Damian yang dari tadi tidak mengenakan baju dengan kasar, hingga lelaki tampan tersebut jatuh ke atas kasur empuk. Dengan brutal, dia menghujam Damian dengan ciuman bertubi-tubi tanpa ampun.Elshi mengikat tangan Damian ke atas dengan kain yang tadi menutup mata Damian.Bara gairah membara di tubuh Damian. Seluruh tubuhnya kini menegang, napasnya berat dan terengah. Sudah cukup lama Elshi memainkan semua in
Beberapa saat kemudian, Hendro, Doni, dan Devan meninggalkan Caffe Ardath. Kini hanya tersisa Roy dan Axel.Axel menenggak beberapa gelas minuman di depannya. Dia menunggu Roy menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi barusan. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Roy. Semuanya hening tak
Aku manajer di sebuah perusahaan. Gajiku lumayan, ditambah sering diberi bonus oleh bosku jika berhasil mencapai target." Roy terlihat belum siap memberi tahu siapa dirinya sebenarnya.Roy mengambil sebatang rokok, kemudian menyalakannya dan mengisapnya, khas lelaki dewasa di drama mafia
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di kediaman Zea. Saat itu, Zea mengajak Roy dan Axel masuk terlebih dahulu ke dalam untuk minum kopi. Saat pintu dibuka, tampak Elshi dari balik pintu. Axel terpaku. Bagaimana mungkin dunia ini begitu sempit? Elshi adalah wanita yang pernah lomba balap dengannya
"Damian, saat Dara membuka ranselnya, tiba-tiba ada kelabang. Dia ketakutan dan refleks berlari lalu memelukku seperti yang barusan kalian lihat tadi. Jangan salah paham, asal kamu tahu orang yang kusukai adalah wanita yang berada di mobilku saat ini," kata Jerry sambil berbisik agar Zea tidak me







