LOGINElshi men-stylish rambut Damian dengan model comma hair. “Bagaimana menurutmu, Damian?” tanya Elshi.
“Aku merasa mirip CEO di drama Korea,” jawab Damian.“Memang, aku yakin kelak kamu akan jadi CEO yang hebat,” goda Elshi.“Mana mungkin,” jawab Damian.“Kenapa tidak, jodoh tidak ada yang tahu. Siapa tahu wanita kelak yang menikah denganmu membuatmu menjadi CEO,” celoteh Elshi.Damian memandang ke wajah Elshi. Wajah Elshi memang kelewatan cantiknya.Segera setelah Elshi menjelaskan kepada seluruh anggotanya, mereka semua tertawa puas."Queen kami memang cerdas, kami semua setuju, Queen," teriak Rena seolah mewakili seluruh anggota yang hadir malam itu.Tanpa pikir panjang, Elshi menelpon Roy dan memintanya ke markasnya. Dia bilang dia akan membantu Roy bebas, tapi dengan satu syarat. Mendengar hal itu, Roy menyetujui. Baginya, ini adalah angin segar untuk hubungannya dan Zea. Dia berharap restu dari Elshi segera ia peroleh.Dua jam kemudian, Wanita Srigala tiba bersama Roy."Queen, salam hormat. Apa jaminan bahwa kamu tidak menyakiti kekasihku di sini?" kata Zea.Semua mata tertuju kepada Roy. Pantas saja Wanita Srigala rela kabur dari Queen Mafia, ternyata Roy setampan dan se perkasa ini."Kamu bertanya seolah baru kenal dua hari denganku. Bukannya ini disaksikan banyak anggota kita? Jika aku berbohong, apa mungkin yang lainnya kelak bakal percaya lagi denganku?" kata Gadis
Elshi segera turun dari zona berbahaya tersebut dan berlari ke arah Damian. Damian yang melihat hal tersebut tersenyum. Ternyata Elshi masih begitu peduli dengannya, mungkin dirinya yang terlalu keras dan menuduh kekasihnya itu sembarangan."Damian, ayo! Ulurkan tanganmu, aku bantu turun dari sana," kata Elshi sambil mengulurkan tangannya.Damian menyambut tangan kekasihnya itu dan bersiap untuk turun, namun naas, dia terpeleset hingga hampir terjatuh ke bagian bawah. Dengan refleks, Elshi memegang tangan kekasihnya itu dengan kuat, dalam posisi menggelantung Damian berusaha naik sekuat tenaga. Elshi meminta Damian agar pelan-pelan mengangkat dirinya ke atas. Beruntung satu kakinya masih bertumpu di salah satu besi panjang yang ada di bagian jembatan tersebut."Damian, kamu tenang, percaya denganku. Aku tidak akan melepaskan tanganmu," kata Elshi, tampak bercucuran keringat karena tubuh yang berusaha dipertahankannya cukup berat.Melihat hal
Elshi tersenyum, ini untuk pertama kalinya dia melihat Damian cemburu."Nanti aku kenalkan kalian," kata Elshi singkat.Sepanjang hari ini Damian tampak tidak mood bekerja, dia masih cemburu kepada Elshi.Setelah jam pulang, Elshi tampak tidak melihat Damian, biasanya pria itu selalu mengantarnya ke depan parkir. Apa dia marah, pikir Elshi.Elshi berinisiatif menghubunginya, namun kali ini nomor ponselnya tampak tidak aktif. Setelah pulang, seharian ini nomor ponselnya tidak aktif, Elshi rasa dia harus menjelaskan dan menemui prianya itu. Dia baru tahu Damian kalau cemburu bakal sama seperti saat dia marah.Ketika waktu menunjukkan pukul 9 malam, Elshi segera menemui Damian di rumahnya, namun ternyata rumah itu tampak kosong. Ke mana Damian sebenarnya.Tiba-tiba terdengar dering ponsel di ponsel Elshi, tampak itu dari sahabat terdekat Damian, Ardy."Hallo, Ardy, apa Damian bersamamu? Aku sedang mencarinya dari tadi," tan
"Kak Elshi, maaf kak, aku tidak kabur, aku obatin luka ku dulu, aku pasti bakal menemui kakak lagi. Zea sedang bersama ku, kami baik-baik saja kak, kakak jangan khawatir," jelas Roy dari balik ponsel."Kamu tahu, apa yang akan di pikirkan anggotaku jika tahu kamu, musuh bebuyutan kami berhasil kabur bersama Zea. Aku bakal di anggap tidak becus karena tidak bisa mengurus orang sepertimu. Dan Hugo, dia pasti akan mentertawakan ku karena dia berhasil membunuh Leo orangku, sedangkan anggotaku Zea justru menyelematkan dan membawamu kabur," murka Elshi.Zea segera mengambil ponsel Roy dan berbicara kepada Elshi."Kak Elshi, kamu akan menyakiti Roy lagi bukan jika dia kembali, aku akan bawa Roy ke luar negeri, kak Elshi jangan repot-repot mencari ku," jelasnya."Kamu sudah tidak peduli dengan almarhum ayah, kamu juga tidak peduli dengan mentalku demi lelaki pengkhianat itu," Elshi berteriak."Aku peduli, tapi apa kakak peduli dengan Roy dan aku,
Setelah menyelidiki Nirwana Chip, Elshi segera pamit kepada anggotanya. Ia mengatakan bahwa dirinya harus segera mengurus Wanita Srigala dan orang-orang Hugo. Ia meminta anggotanya untuk menunggu instruksi berikutnya darinya.Empat puluh lima menit kemudian, Elshi tiba di kediamannya. Rumah itu tampak sepi karena para pelayan dan satpamnya sedang mudik untuk menghadiri pernikahan keluarga mereka.Saat menuju ruangan Zea, mata Elshi terbelalak. Zea tidak berada di sana. Ia segera berlari ke gudang, dan benar saja, Roy juga tidak ada."Brengsek, mereka berani kabur!" murka Elshi.Elshi tiba-tiba menyadari sesuatu. Satu jam lagi seharusnya Damian akan sadar dari tidurnya. Ia segera bergegas ke rumah pohon di tepi danau. Saat Damian terbangun, Elshi harus ada di sampingnya.Empat puluh lima menit kemudian, ia tiba di rumah pohon. Orang-orangnya masih setia menjaga Damian dari luar. Elshi berterima kasih dan meminta mereka untuk segera beristi
Elshi terdiam mendengar perkataan Damian, matanya berkaca-kaca. Dia tidak berniat membujuk lagi, mungkin karena mood dan mentalnya tidak dalam keadaan baik akhir-akhir ini.Elshi melepas ikatan di tangannya dengan mulutnya, kemudian segera beranjak ke arah kunci mobil. Tidak lupa, ia mengucapkan selamat bersenang-senang kepada Damian.Dengan cepat, Damian menarik tangannya dan membawa Elshi ke dalam pelukannya."Sayang, aku hanya mengerjaimu. Aku tidak marah lagi. Temani aku malam ini, ya," rengek Damian.Elshi mendorong tubuh Damian yang dari tadi tidak mengenakan baju dengan kasar, hingga lelaki tampan tersebut jatuh ke atas kasur empuk. Dengan brutal, dia menghujam Damian dengan ciuman bertubi-tubi tanpa ampun.Elshi mengikat tangan Damian ke atas dengan kain yang tadi menutup mata Damian.Bara gairah membara di tubuh Damian. Seluruh tubuhnya kini menegang, napasnya berat dan terengah. Sudah cukup lama Elshi memainkan semua in
Jerry segera menurunkan Dara, dan berlari ke arah Zea yang membungkuk memungut bekas beling yang berserakan."aau sakit sekali." Seru Zea"Zea, kenapa, tanganmu berdarah, sudah lepaskan belingnya biar aku yang bersihkan." Kata JerryJerry tampak mengecup tangan kanan Ze
"Pak Jerry, kenapa pak Jerry ada di sini, apa Bu Elshi sedang ke luar negeri?" Tanya Damian"Damian, Bu Elshi yang memintaku agar bekerja di ruangannya, Bu Elshi sedang keluar kota, besok baru masuk kembali, Damian apapun yang terjadi di antara kita, tolong jangan bawa ke pekerjaan ya, d
Zea, Pak Damai adalah kepala pelayan dari keluarga kita. Dia adalah kepercayaan ayah. Bahkan beberapa kali aku mendengar ayah bercanda manis kepada Pak Damai. Dia bilang jika anak kita tumbuh besar, aku tidak keberatan jika mereka berjodoh. Aku yakin anak Pak Damai adalah anak baik seperti ayahny
Kenapa tiba-tiba ingin begitu?" tanya Elshi tersipu."Sebenarnya tadi aku cuma mau bicara santai sama kamu. Tiba-tiba saja saat melihat badanmu, aku berhasrat."Setelah berkata begitu, Damian tampak tertidur. Elshi memandang pria tampan itu dengan tatapan penuh kasih. Rasanya d







