Share

Bab 11

"Hei," panggilan Abizar tepat di telinga kirinya membuat Mawar terperanjat. Mawar perlahan membalik tubuh, menemukan Abizar yang berdiri di balik punggungnya. "Mau masak apa?" Abizar bertanya saat melihat Mawar asyik mengotak-atik perabotan dapur.

"Tumben Tuan perduli saya mau masak apa?"

"Saranku, capcay, sop ayam dan nasi goreng."

Tatapan Mawar menyipit ke arahnya, "sebelum kehilangan indra pengecap itu makanan yang Anda suka, ya Tuan?"

Abizar menggelengkan kepala, pertanyaan Mawar terdengar sok tahu. "Aku sudah kehilangan indra pengecapku sejak kecil. Jadi, karena aku tidak punya alasan untuk makan, semasa kecil aku sering kena maag dan sakit-sakitan. Sekalipun dipaksa, paling sering aku hanya makan tiga hari sekali itu 'pun dengan poris sedikit."

Mawar terdiam. Ikut berempati mendengar cerita sedih tuannya. "Semenjak kamu datang, mulai saat itu, jika teringat kamu akan kelaparan jika aku tidak makan—karena kamu hanya makan makanan sisaku—aku mulai bisa mengatur pola makanku. J
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status