Share

END

Yang tertulis di surat keemasan itu, hanyalah bait doa dan kalimat-kalimat damba. Omar menjatuhkan diri di sebelah makam Melati, duduk bersimpuh, lalu membelai kepala nisan wanita itu. Omar membuka lipatan kertas, membacakan doa yang panjang untuk Melati. Semalaman, Omar tidak beranjak. Membiarkan gamis putihnya kotor oleh tanah.

Mendadak Omar lemas, wajah lelaki itu terlihat lelah. Bibirnya yang semula membacakan 'surat cinta' itu dengan suara keras, kini berubah lirih. Omar menjatuhkan keningnya ke kepala nisan Melati, memeluknya, menciumi puncaknya, air mata yang semula berusaha Omar tahan kini lolos begitu saja. "Aku merindukanmu, Melati. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu." Omar tidak perduli, selain Melati, di bawah sana lelaki lain bisa mendengarkannya.

Entah kenapa kerongkongan Omar menjadi begitu kering dan haus. Daripada minum, hanya sebuah kalimat yang bisa menuntaskan dahaganya. Setelah air matanya kering, Omar dengan susah-payah menyebut nama Allah. Kesaksiannya atas
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Erniawati
so sweet...... sukses selalu buat kakaknya trimaksih critanya......
goodnovel comment avatar
Camelia Taher
🥲🥲 nanges kejer akunya torr.. kisah omar & juga abizar sprti kisah cinta Laila & Majnun.. sepasang saling mencintai hingga maut.. trmksih author utk critanya ini.. smpe sy rela otw goodnovel & beli koin sebab baca 1 bab sj rasa kurang. & sy brpikir tor.. apa cuma di halu mu ajah yg kek gni ??
goodnovel comment avatar
Andini Gertika
akhir yg bahagia,makasih ka untuk ceritanya.bagus bget pengen ada lnkuttannya kg............
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status