Compartilhar

Dipaksa

Autor: CitraAurora
last update Data de publicação: 2026-04-04 18:20:58

“Tuan apa kita ikuti Nona Rosella?” Tanya sopir Leon

"Tidak perlu." Leon menghentikannya dengan dua kata.

Sopir itu mengangguk, masih menunggu perintah Leon selanjutnya.

Leon menatap mobil Hardan yang sudah melaju keluar dari area kampus dari balik kaca jendela, rahangnya mengencang dengan cara yang membuat siapapun di dekatnya tahu bahwa lebih baik tidak berbicara apapun saat ini.

"Pulang." Titahnya datar.

"Baik, Tuan."

Di dalam mobilnya yang melaju kembali ke mansion, Leon tidak mengeluark
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
emang siii kkk
goodnovel comment avatar
CitraAurora
dia termakan api cemburu
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kkk gk asyik bikin leon jadi kyk awal lg
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Jujur

    Rosella mengikuti langkah Leon ke kamarnya dengan jarak setengah langkah di belakang, tidak seperti biasanya.Leon membuka pintu, mempersilakan Rosella masuk, lalu menutupnya pelan.Rosella berdiri di tengah kamar, menunggu.Leon berbalik, menatapnya, lalu melangkah maju dan melingkarkan tangannya di punggung Rosella sebelum perempuan itu sempat bergerak.Rosella kaku sedetik namun perlahan dia mengendurkan bahunya."Aku minta maaf." Suara Leon keluar di atas kepalanya, rendah dan tidak dihias. "Sungguh-sungguh minta maaf.” Permintaan yang jarang keluar dari mulut seorang Leon. Rosella tidak menjawab, tapi tangannya bergerak pelan, menggenggam bagian belakang baju Leon.Leon melepaskan pelukannya, mundur selangkah, menatap wajah Rosella yang masih belum sepenuhnya bisa menatap balik.Dia berbalik ke meja kerjanya, membuka laci paling bawah dengan kunci kecil yang ada di gantungan kuncinya, mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil yang sudah terlihat usang di beberapa sudutnya.Dia membaw

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Permohonan Maaf

    "Kak Adrian." Suara Lucas keluar tegas.Tangannya sudah di antara dua kakaknya itu, satu di dada Adrian, satu di bahu Leon."Cukup." Lucas mendorong keduanya pelan tapi jelas. "Jangan menambah masalah."Adrian melepaskan kerahnya, mundur selangkah, masih dengan nafas memburu. Leon tidak bergerak, berdiri di tempatnya dengan wajah yang sudah kehilangan semua ekspresi yang biasanya dikendalikan dengan sangat ketat.Lucas sudah kembali ke sisi ranjang, memeriksa kondisi Rosella, jarinya di nadi pergelangan tangannya."Nadinya normal." Katanya pelan. "Pingsan karena kelelahan dan tekanan emosi."Kepala pelayan berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sangat khawatir, melihat ketiga Tuan Muda berkumpul di kamar Rosella dengan situasi yang sudah cukup untuk membuat siapapun menahan nafas.Adrian menghubungi kampus, membatalkan ujian harian yang sudah dijadwalkan pagi ini, meminta koleganya untuk menggantinya.Ponselnya berdering dua kali dari nomor kampus tapi dia tidak mengangkat.Lucas

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kemarahan Adrian

    Rosella menuruni tangga dengan langkah yang sangat pelan, satu tangan di railing. Diantara pahanya benar-benar sakit, hingga jalannya agak pincang. Di meja makan Adrian sudah duduk dengan kopinya. Lucas di seberangnya dengan ponsel di tangan.Keduanya menoleh begitu mendengar langkah kaki Rosella.Rosella duduk di kursinya dengan gerakan yang sangat hati-hati, tidak mengangkat wajahnya, tangannya langsung meraih cangkir teh yang sudah disiapkan."Rosella." Suara Lucas keluar pelan. "Kamu kenapa?"Adrian sudah meletakkan kopinya, menatap Rosella dengan ekspresi yang membaca terlalu banyak hal sekaligus.Rosella tidak menjawab, dia masih bergeming masih takut dengan kejadian semalam. Tak selang lama, langkah kaki terdengar di tangga. Leon turun, duduk di kepalanya meja, mengambil kopinya seperti biasa."Semalam dia pulang bersama pria lain." Kata Leon tanpa mengangkat matanya dari cangkir. "Jam sebelas malam." Imbuhnya. Lucas dan Adrian menatap Leon, lalu menatap Rosella.Rosella ma

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Dipaksa

    “Tuan apa kita ikuti Nona Rosella?” Tanya sopir Leon "Tidak perlu." Leon menghentikannya dengan dua kata. Sopir itu mengangguk, masih menunggu perintah Leon selanjutnya. Leon menatap mobil Hardan yang sudah melaju keluar dari area kampus dari balik kaca jendela, rahangnya mengencang dengan cara yang membuat siapapun di dekatnya tahu bahwa lebih baik tidak berbicara apapun saat ini."Pulang." Titahnya datar."Baik, Tuan."Di dalam mobilnya yang melaju kembali ke mansion, Leon tidak mengeluarkan ponselnya, tidak membuka berkas kerjanya yang biasanya selalu terbuka di perjalanan, hanya duduk dengan tangan bertumpu di lutut menatap jalanan London yang mulai ramai di jam pulang kerja.Dia menunggu di rumah dengan dada yang bergemuruh. Menjelang malam Leon mengecek ponselnya, tidak ada pesan dari Rosella.Jam delapan lewat, ponselnya bergetar. Buru-buru Leon membukanya, bukan pesan dari Rosella, tapi notifikasi dari bank, kartu yang dia berikan ke Rosella baru saja menarik sejumlah uan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Hukuman

    Malam itu Rosella berdiri di depan cermin kamarnya, menatap bayangannya sendiri.Gaun tidur tipis berwarna krem sudah terpasang, rambutnya dilepas, dan dia sudah memutuskan untuk tidak memakai apapun di baliknya.Dia menghela nafas, sebentar lagi dia akan dieksekusi. "Sudahlah toh rasanya juga enak." Gumamnya ke bayangannya sendiri.Rosella berjalan keluar, berdiri di depan pintu Adrian lalu mengetuknya. "Masuk."Adrian sudah ada di dalam, duduk di tepi ranjangnya dengan buku yang sudah diletakkan tertutup di meja nakas, artinya dia memang sudah menunggu dan sudah tidak berpura-pura sibuk dengan hal lain.Matanya naik ke Rosella begitu pintu terbuka, turun sekali lagi naik lagi. "Tutup pintunya." Katanya.Rosella menutup pintu tak lupa menguncinya.Adrian menepuk sisi ranjang meminta Rosella agar segera naik. “Sudah siap dengan hukumanmu?” Tanyanya. “Memang kalau belum siap saya dibebaskan Tuan?” Tanya Rosella. “Tidak, malam ini kamu milikku.” Bisik Adrian sambil membuka kaki Ro

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Adrian Yang Menang

    Usai menerima panggilan dari Lucas, Rosella terduduk lemas di bangku taman."Aku dipanggil." Kata Rosella pelan."Pergi sana." Ane mendorongnya pelan. “Bagaimana kelas berikutnya?” Rosella bingung. “Sepertinya dosen ga masuk, mungkin hanya memberikan tugas saja.” Bujuk Ane. Rosella menarik nafas panjang, merapikan bajunya, dan berjalan ke gedung dengan langkah yang teratur meski di dalam dadanya tidak ada satupun yang teratur.Di depan pintu ruang Adrian dia berhenti, mengambil nafas kemudian mengetuk pintu. "Masuk."Rosella mendorong pintu dengan jantung berdebar. Tiga pasang mata langsung tertuju padanya begitu pintu terbuka, dan Rosella butuh satu detik ekstra untuk tidak langsung berbalik keluar.Rosella masuk, menutup pintu di belakangnya, dan berdiri di tengah ruangan itu dengan tangan rapi di depan."Saya minta maaf." Katanya duluan sebelum siapapun berbicara.Tidak ada yang merespon, sehingga Rosella semakin ketakutan. "Tadi saya berbicara tanpa berpikir Tuan." Lanjutnya

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Malam Ini Rosella

    Rosella menggeleng pelan, tangannya mencengkeram bahu Lucas dengan erat. "Saya takut."Lucas tertawa lembut mendengar jawaban jujur itu. Tangannya berhenti bergerak, menatap wajah Rosella yang memerah dengan tatapan penuh kelembutan."Takut kenapa, sayang?" tanyanya sambil mengusap pipi Rosella den

    last updateÚltima atualização : 2026-03-24
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Frustasi

    Di kantornya yang mewah, Leon duduk di kursi besarnya sambil menatap layar ponsel dengan senyum tipis yang tidak biasa terlihat di wajahnya.Foto Rosella yang dia ambil diam-diam pagi tadi terpampang di layar. Gadis itu sedang tersenyum sambil menuangkan kopi, wajahnya berseri dengan kebahagiaan ya

    last updateÚltima atualização : 2026-03-25
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kecurigaan Maria

    Malam itu Rosella tidur lebih nyenyak dari yang dibayangkan.Tidak ada mimpi, tidak ada air mata, hanya gelap yang tenang dan nafas Lucas yang teratur di sisi kepalanya, menjadi irama yang tanpa dia sadari menenangkan sesuatu yang tadi masih kacau di dalam dadanya.Tok…Tok…Tok…Suara ketukan itu da

    last updateÚltima atualização : 2026-03-31
  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Besok Dia Milikku

    Rosella terdiam, jantungnya berdebar sangat kencang mendengar perkataan Adrian. Kakinya seolah tidak mau bergerak, tapi tangan Adrian yang menariknya dengan lembut tapi pasti membuatnya mengikuti. Adrian menutup pintu, lalu berbalik menatap Rosella yang berdiri dengan tubuh gemetar."Kamu takut?"

    last updateÚltima atualização : 2026-03-25
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status